Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
S2~ Ke Rumah Sakit


__ADS_3

"Mas bagaimana jika ayah tidak setuju dengan rencana kita?" Tanya Vivian.


"Tidak perduli ayahmu akan setuju atau tidak. Yang penting kita harus bisa membawa anak haram itu kemari" jawab Tomi.


Vivian menarik nafasnya panjang, bahkan sampai sekarang ia belum tau di mana anaknya berada. Karena ibu Rahma sama sekali tidak memberitahunya.


"Kalau begitu kapan kita akan kembali ke panti itu?" Tanya Vivian lagi.


"Besok, kalau perlu setiap hari kita kesana agar penjaga panti itu mau memberi tahu dimana anak itu" jawab Tomi.


Vivian pun setuju dengan usulan sang suami, bahkan ia tidak memikirkan bagaimana nanti respon sang anak jika bertemu dirinya, mungkinkah bahagia atau sebaliknya.


"Jangan beri tahu ayahmu, dia pasti akan mengacaukan semuanya" ujar Tomi lagi.


"Bagaimana caranya mas? Ayah pasti akan tahu jika kita pergi ke panti itu" tanya Vivian.


"Itu urusanmu, sekarang aku akan pergi ke rumah sakit!!" Kemudian Tomi pun pergi meninggalkan istrinya.


"Mas aku ikut!!!" Teriak Vivian kemudian wanita itu segera berlari menyusul suaminya.


***


Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang, Noah baru saja sampai di kantornya setelah bertemu dengan ibu Rahma.


Noah terbelalak saat baru saja masuk ke dalam ruangannya karena ia sama sekali tidak melihat keberadaan sang istri di sana.


"By... Baby" panggil Noah.


"Noah, kamu sudah kembali?" Tanya Rangga yang baru saja masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Iya Ga..! Kamu tau dimana Key?" Tanya Noah.


"Key pergi ke Resto yang berada di sebrang jalan, ia pergi dengan Sisil" jawab Rangga.


"Syukurlah, aku akan pergi menemuinya apa kamu mau ikut?" Tawar Noah kepada sahabatnya itu.


"Tidak Noah! Aku masih banyak sekali pekerjaan" tolak Rangga.


"Oke! Aku pergi dulu" pamit Noah kemudian pria itu segera menemui istrinya.


Hanya perlu berjalan kaki untuk Noah pergi ke Resto tersebut.


Sesampainya disana Noah melihat sang istri yang sedang mengobrol santai dengan Sisil.


Noah terlihat senang, setidaknya Istrinya itu masih bisa berbaur dengan karyawan di kantornya. Sehingga gadis itu tidak merasa kesepian.


"By..." Sapa Noah yang sudah berdiri di samping Keyla.


"Noah kamu sudah kembali?"


"Iya. Baru saja aku sampai" jawab Noah.


"Karena tuan Noah sudah berada disini maka saya ijin kembali ke kantor" ucap Sisil yang hendak beranjak dari duduknya.


"Tetaplah disini dan makan siang bersama kita" kata Noah.


"Terima kasih tuan, tapi saya akan makan di kantor saja"


"Kalau begitu saya permisi Tuan... Nona Key saya permisi" pamit Sisil dan hanya di balas anggukan oleh Noah.


"Terima kasih sudah menemaniku" ucap Keyla.


"Sama sama Nona" balas Sisil kemudian gadis itu pun meninggalkan Noah dan Keyla berdua di resto tersebut.


Noah memesan makan siang untuk dirinya beserta sang istri.


"By boleh aku bertanya?"

__ADS_1


"Iya sayang tanya saja"


"Apakah kamu merindukan orang tua kandungmu?" Tanya Noah berhati hati, ia takut jika istrinya itu tersinggung dengan ucapannya.


Sekilas Keyla terdiam dan menatap ke arah Noah.


"Jangan marah By, aku hanya bertanya jika kamu tidak ingin menjawabnya maka tidak masalah" sambung Noah.


"Dulu aku merasa tidak perlu mengetahui dimana orang tuaku berada, bahkan tidak pernah merindukannya sama sekali. Karena ibu Rahma sudah memberikan kasih sayangnya kepadaku layaknya putri kandungnya, dan aku sudah mendapatkan semuanya dari ibu Rahma" jawab Keyla jujur.


"Tapi akhir akhir ini aku merasa ingin bertemu dengannya, untuk mengetahui kabar mereka" sambung Keyla.


"Mmm... Begitu" respon Noah.


"Ada apa Noah? Kenapa kamu bertanya seperti itu??" Tanya Keyla lagi, karena sebelumnya Noah tidak pernah bertanya atau membahas masalah tersebut.


"Tidak ada By, aku hanya ingin tau lebih baik lanjutkan makan siang kita" jawab Noah.


***


Jam sudah menunjukkan pukul 16.00 sudah waktunya Noah mengakhiri pekerjaannya di kantor.


Namun mereka tidak langsung pulang kerumah, melainkan pergi ke rumah sakit.


Karena hari ini adalah jadwal Keyla harus Control.


"Noah apa pekerjaanmu sudah selesai?" Tanya Rangga.


"Sudah Ga, aku akan pergi ke rumah sakit terlebih dahulu. Dan mungkin sementara waktu aku akan memakai mobilmu" jawab Noah.


"Iya pakai saja, tapi rencana kapan kamu akan membeli mobil sendiri?"


"Mungkin besok, dan kamu harus menemaniku" jawab Noah.


"Siap boss...!!!" Sahut Rangga.


Di perjalanan nampak Keyla sedikit gelisah, berkali kali gadis itu menutup hidungnya.


"Kamu kenapa By?" Tanya Noah yang masih fokus mengemudi.


"Sepertinya aku tidak nyaman dengan pengharum mobil ini" jawab Keyla.


Kemudian Noah pun menepikan mobilnya.


Ia hendak menyingkirkan pengharum mobil yang berada tepat di depannya.


"Kamu mau apa Noah?" Tanya Keyla.


"Karena kamu tidak nyaman maka aku akan membuangnya"


"Jangan dibuang sayang! Itu kan milik Rangga, dan sepertinya Rangga baru membelinya" sahut Keyla.


"Tidak masalah By, dia bisa membelinya lagi" kata Noah, pria itupun segera turun dari mobilnya dan membuang pewangi itu di tempat sampah.


Percuma jika masih di simpan di dalam mobil itu maka aromanya masih akan tercium, pikir Noah.


Hampir 15 menit akhirnya mereka sudah sampai di rumah sakit tersebut.


Namun saat hendak masuk tiba tiba ponsel Noah berbunyi, dilihat rekan kerjanya yang menghubunginya.


"By, kamu tunggu di dalam dulu aku sedang ada panggilan telepon" ucap Noah.


"Baiklah" jawab Keyla.


Disaat Noah sedang menjawab panggilan teleponnya Keyla pun masuk ke dalam rumah sakit tersebut.


Keyla duduk di sebuah bangku yang berada disana sekaligus menunggu sang suami.

__ADS_1


"Kenapa bibi itu menangis?" Gumam Keyla saat tanpa sengaja ia melihat seorang wanita yang duduk agak jauh darinya dan menangis seorang diri.


Sesaat Keyla tidak ingin ikut campur masalah apa yang tengah menimpa wanita itu.


Namun semakin lama Keyla merasa tidak tega melihat wanita tersebut menangis tersedu sedu.


Ia sama sekali tidak melihat adanya anggota keluarga yang berada bersamanya.


Keyla pun memutuskan untuk menghampiri wanita tersebut.


"Permisi bibi anda butuh ini?" Keyla memberikan sebuah tisu kepada wanita tersebut.


Wanita itu mendongokkan kepalanya dan ia mengambil tisu yang di berikan oleh Keyla.


"Terima kasih" jawabnya.


"Sama sama, boleh saya duduk di sini bi?" Tanya Keyla.


"Silahkan... Duduk saja nak" kata wanita itu.


"Bibi kenapa menangis?" Tanya Keyla seraya duduk di samping wanita tersebut.


"Saya sedang sedih, putriku dua hari tidak sadarkan diri karena penyakitnya" jawab wanita tersebut.


"Selama ini saya dan suami selalu sibuk bekerja di luar negeri sehingga tidak bisa memperhatikan kesehatannya" sambung wanita itu.


"Memangnya putri bibi sakit apa?" Tanya Keyla lagi.


"Dia sakit...." Belum selesai menjawab, lebih dulu Noah memanggil Keyla.


"Ehh maaf bi, saya harus pergi lebih dulu... Bibi yang sabar ya semoga putri bibi lekas sembuh" ucap Keyla.


Keyla hendak beranjak dari duduknya.


"Tunggu nak! Siapa namamu?"


"Nama saya Keyla bi"


"Terima kasih atas tisunya Keyla, nama saya Vivian" ucap wanita itu seraya mengulurkan tangannya.


Dan Keyla pun membalas uluran tangan wanita tersebut.


Keyla tercengang saat ia merasakan sesuatu yang berbeda pada saat bersalaman dengan wanita itu.


"Sama sama bi, saya permisi" Keyla melepaskan tangan wanita itu dan ia segera menghampiri suaminya yang sudah menunggunya.


"Apa aku pernah bertemu dengannya? Kenapa wajahnya tidak asing" gumam Vivian.


***


Setelah melakukan pemeriksaan, dokter kandungan yang menangani Keyla pun memberitahukan jika saat ini kondisi Keyla sudah lebih membaik. Bahkan dokter tersebut tidak menduga jika pemulihan Keyla akan secepat ini.


Namun dokter tersebut tetap menyarankan agar Keyla bisa menjaga emosinya, dan tidak memikirkan sesuatu yang membebaninya.


"By... Aku tadi melihatmu bersama dengan seorang wanita, siapa dia?" Tanya Noah.


Saat ini mereka sedang berjalan di koridor rumah sakit hendak menuju ke parkiran.


"Sebelumnya aku tidak mengenalnya, aku hanya memberikan tisu kepada bibi itu. Karena putrinya sedang sakit sehingga dia menangis" jawab Keyla.


"Hmm aku fikir kamu mengenalnya"


"Tidak sayang, tapi kita tadi sempat berkenalan" sambung Keyla.


Sesampainya di parkiran mereka berdua segera masuk ke dalam mobil. Dan Noah melajukan mobilnya kembali ke rumahnya.


_____

__ADS_1


happy reading🥰🥰


__ADS_2