
"Aku adalah Gilang Adipura, pria miskin yang pernah mencintaimu di masa SMA. dan kamu menolak cintaku" jelas Mike.
Gilang? Yura berusaha sekuat mungkin mengingat masa lalunya.
Flasback On
Sekitar 10 tahun yang lalu di sebuah SMA yang cukup terkenal Yura dan beberapa temannya menjadi Primadona di sekolah tersebut.
tentu karena Yura memiliki paras yang sangat cantik dan menarik bukan itu saja pada saat itu Yura termasuk dari golongan keluarga yang mampu Setiap hari dia akan diantar jemput oleh ayahnya menggunakan mobil.
Dan diam-diam pula ada seorang pria yang sangat menyukai Yura, bisa dikatakan pria itu sangat menggilai sosok wanita yang bernama Yura.
Dia bagian dari keluarga yang miskin maka dari itu pria itu setiap hari akan menyisihkan uangnya.
Saat uang itu sudah terkumpul ia segera pergi ke toko perhiasan untuk membeli sebuah kalung dengan harga yang cukup mahal bagi dirinya, ia ingin memberikan kalung tersebut kepada wanita yang selama ini membuat dirinya tergila-gila siapa lagi kalau bukan Yura.
Keesokan harinya di sekolah pada jam istirahat Yura bersama teman-temannya hendak pergi ke kantin namun langkahnya terhenti saat seorang pria memanggilnya
"Apa kamu memanggilku?" Tanya Yura.
"Iya aku memanggilmu, bisakah kamu ikut denganku sekarang ke taman?" Tanya pria itu.
Paras pria itu bisa di bilang pas pasan, bajunya yang sudah berubah warna membuat semua murid tau jika dia bukanlah orang kaya.
"Baiklah kamu bisa menungguku disana" jawab Yura.
Pria itupun segera pergi menuju taman yang berada di luar sekolah.
"Siapa ra?" Tanya salah satu teman Yura.
"Entah aku tidak mengenalnya" jawab Yura.
Kemudian Yura berpamitan kepada teman-temannya untuk pergi ke sebuah taman, karena ia sudah janji akan menemui pria tersebut.
Tidak berapa lama Yura sudah sampai di taman itu dan ia melihat pria itu sudah duduk menantinya di sana.
"Permisi" kata Yura.
"Iya Yura, duduklah" kata pria itu.
Yura pun duduk di dekat pria itu.
"Perkenalkan aku Gilang" pria itu mengulurkan tangannya dan Yura pun membalas uluran tangan Gilang.
"Yura" balas Yura.
"Aku mengenalmu, selama ini aku memperhatikan kamu secara diam diam" jelas Gilang.
"Benarkah? Maaf aku tidak tau" kata Yura merasa canggung.
"Iya benar dan semakin lama aku mulai mengagumimu" sambung Gilang.
Yura merasa semakin canggung berada di dekat Gilang, nampaknya Yura mengerti apa yang akan dikatakan oleh pria itu namun Yura berusaha untuk tenang dan mendengarkan semua yang dikatakan oleh Gilang.
"Lalu?" Tanya Yura.
Tiba tiba Gilang berjongkok di hadapan Yura, membuat dirinya terkejut.
"Hei apa yang kamu lakukan, bangunlah" kata Yura.
"Maukah kamu menjadi pacarku" kata Gilang sambil membuka sebuah kotak yang terdapat kalung emas yang ia beli.
Yura terkejut tidak menyangka, ia menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
Yura cukup terharu ada pria yang mengatakan perasaannya dengan cara yang romantis.
Namun Yura bukanlah wanita matre yang seketika terpesona dengan kalung itu.
Baginya cinta adalah nomer satu.
"Berdirilah" pinta Yura. Gilang pun beranjak berdiri.
"Aku sangat terkesan dengan usahamu, tapi maaf aku baru saja mengenalmu aku tidak memiliki perasaan apapun kepadamu" ucap Yura, bisa di artikan jika saat ini Yura menolak perasaan Gilang.
"Tapi aku sudah berusaha..." Kata kata Gilang terhenti.
"Mungkin kita bisa menjadi teman, maaf tapi aku tidak bisa menerimamu" Yura langsung berlari ke dalam sekolah meninggalkan Gilang.
Gilang yang masih mematung mencoba menahan dirinya.
"Dia menolakku" gumam Gilang.
__ADS_1
Gilang mengira jika wanita itu akan menerimanya saat ia memberikan sebuah kalung mahal.
Namun kenyataannya ia di tolak dengan tegas.
"Dia tidak membiarkan aku menjelaskan perasaanku" kata Gilang.
Pria itu kecewa dan marah.
"Sudah lama aku menggilaimu Yura. Aku berjanji akan segera memilikimu bagaimana pun caranya" tekad Gilang.
Sejak saat itulah Gilang menjadi pria yang dingin dan mudah marah.
Dia akan mendapatkan apapun yang ia inginkan dan dengan cara apapun juga.
Flasback Off.
"Jadi kamu pria itu?" Tanya Yura memastikan, saat ia mendengar sekilas cerita Mike.
"Iya itu aku" jawab Mike pasti.
Mike mengambil kalung dari kotak kecil, itu adalah kalung yang gagal ia berikan kepada Yura.
"Nanti malam kita menikah" kata Mike
"Kamu benar benar gila Mike. Itu kejadian lama, kenapa kamu tidak melepaskanku" kaya Yura.
Yura mulai menitihkan air matanya.
"No no no jangan menangis sayang, jangan menangis" Mike mengusap lembut pipi Yura.
Yura langsung menepis tangan Mike dengan sangat kasar.
"Aku tidak suka melihatmu menangis, siapapun yang membuatmu menangis aku akan membunuhnya sama seperti wanita itu" jelas Mike.
Jantung Yura berdegup sangat kencang, wanita mana yang ia maksud.
Perlahan Yura menggeser tubuhnya menjauhi Mike.
"Si..siapa yang kamu maksud?" Tanya Yura bibir wanita itu mulai bergetar.
"Hahaha siapa lagi kalau bukan istri kedua Elard, aku membencinya karena dia selalu membuatmu menangis. Puffhh aku menghabisinya dengan tanganku sendiri" jelas Mike.
"Apa!!" Yura tidak menyangka jika Mike yang telah membunuh Sifa.
Yura menyesal karena pernah mengenal pria gila itu.
"Kamu benar benar psikopat" Yura menekan kalimatnya.
"Iya! Aku memang pria psikopat, dan semua itu karenamu Yura. Karena dirimu aku menghabisi wanita ****** itu" sahut Mike.
"Sudahlah sayang, kamu istirahat saja aku akan menyiapkan pernikahan kita nanti malam" Mike keluar dari kamar itu dan menguncinya.
"Tunggu Mike" Yura berlari dan menggedor pintu itu.
"Mike buka pintunya!!! Lepaskan aku Mike" kata Yura.
Yura mulai kehabisan tenaga, ia kembali ke atas tempat tidurnya.
Yura tertegun saat mengetahui kenyataaan yang menimpa dirinya.
"Bagaimana bisa dia membunuh Sifa, dia benar benar gila" gumam Yura yang tak henti hentinya menangis.
***
"Tuan saya sudah mendapatkan alamatnya" kata Leo.
"Bagus Le, kita tidak bisa tergesa gesa karena nyawa istriku dalam bahaya" jelas Elard.
"Anda tidak perlu khawatir tuan, anak buah anda sudah terlatih. Mereka akan melakukan dengan hati hati" kata Leo.
"Berapa lama kita sampai di tempatnya?" Tanya Elard.
"2 jam menggunakan mobil tuan" jawab Leo.
"Aku akan bersiap"kata Elard.
Kemudian Elard masuk kedalam kamarnya
Ia mengeluarkan pistol andalan miliknya yang sudah lama ia simpan.
Selama menikah Elard telah berjanji untuk tidak menyakiti atau membunuh orang.
__ADS_1
Tapi kini terpaksa Elard harus menggunakan pistol itu lagi.
"Kita habisi mereka semua" kata Elard dingin.
Pria itu segera menyimpan pistol di belakang tubuhnya dan ia bergegas pergi bersama Leo.
***
Yura menyandarkan tubuhnya di tempat tidur, air matanya sudah mengering.
"El aku merindukanmu" kata Yura sambil memegangi perutnya.
Klekk..
Terdengar pintu dibuka, seseorang masuk siapa lagi kalau bukan Mike.
Yura cuek, ia malas untuk menatap pria yang menurutnya psikopat itu.
"Sayang makan dulu ya, aku sudah membuatkan bubur untukmu" kata Mike.
Pria itu duduk di sebelah Yura.
"Aku tidak lapar" kata Yura.
"Ayolah sayang, kamu harus menyiapkan tenaga karena sebentar lagi kita akan menikah. Lagi pula kamu hamil" jelas Mike merayu.
Yura memang merasakan lapar, karena sedari pagi ia belum makan.
"Buka mulutmu aku akan menyuapimu" kata Mike.
Mike menyodorkan satu suapan kepada Yura.
Cetar!!!
Yura mengampil mangkuk itu dan melemparnya.
"Aku tidak sudi makan dari tanganmu" sahut Yura.
Mike memunguti pecahan mangkuk tersebut dan membuangnya ke tong sampah yang ada disana.
"Baiklah kamu tidak suka bubur, katakan kamu mau makan apa?" Tanya Mike.
Yura menatap Mike, bagaimana bisa ada pria setidak malu ini, Pikirnya.
"Apa kamu tuli Mike?? Aku ingin kamu menjauhiku. Aku tidak akan makan apapun, lebih baik aku mati kelaparan dari pada aku harus makan dari pemberianmu" kesal Yura.
"Aaaghhh" Mike membanting semua barang yang ada disana.
Yura langsung menutup telinganya, terlihat wanita itu sangat ketakutan.
"Jangan katakan hal itu Yura, aku tidak akan membuatmu mati aku sangat mencintaimu. Mengertilah aku mencintaimu" Mike mulai frustasi.
Kemarahannya bertambah saat melihat pujaan hatinya menangis ketakutan.
Mike bingung apa yang harus ia lakukan agar wanita itu berhenti menangis.
Tanpa pikir panjang Mike memeluk tubuh Yura.
"Maafkan aku, aku mohon jangan menangis" kata Mike.
"Mike lepaskan aku, kamu benar benar gila" namun Mike semakin mengeratkan pelukannya.
Wanita itu sudah lelah, ia tidak mampu menahan Mike lagi.
Sedari tadi Yura sudah berteriak menangis dan melawan.
Namun kini tubuhnya terasa sangat lelah, hingga ia pun tertidur dalam pelukan pria itu.
Menyadari jika Yura tertidur, Mike pun meletakkan kepala Yura di bantal dan menyelimutinya.
"Tidurlah sayang, aku akan menyiapkan Pernikahan kita" kata Mike.
Mike mencium kening Yura kemudian ia keluar dari kamar tersebut, tidak lupa Mike mengunci pintunya.
_____
happy reading🥰
para readers tercinta, jangan lupa tinggalkan like dan bintang 5 kalian yaa😘
jika berkenan bisa bantu vote author🙏
__ADS_1
maaf jika masih ada typo..
salam manis author -Nafa- 💜