Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
Transfusi Darah


__ADS_3

Tidak berapa lama dokter pun keluar dari ruangan tersebut dan menghampiri Yura.


"Nyonya apa anda istri pasien?" Tanya dokter.


"I..iya" jawan Yura ragu ragu.


"Begini nyonya saat ini Tuan Elard sedang kehilangan banyak darah, jadi dia membutuhkan transfusi darah sedangkan di rumah sakit kami stoknya sedang habis mungkin nyonya beserta keluarga memiliki golongan darah yang sama dengan tuan" kata dokter menjelaskan keadaan Elard saat ini.


"Donor darah dok?" Tanya Yura.


"Iya nyonya, kami minta bantuan anda untuk segera mencari donor darah yang sesuai dengat tuan, golongan darahnya Rhnull itu cukup langkah" ucap dokter tersebut.


"Iya saya tau dok, secepatnya saya akan mencari donor darah tersebut" dokter pun kembali masuk ke dalam ruangan dan Yura mulai mengotak-atik ponselnya ia berusaha untuk mencari golongan darah yang sesuai dengan Elard.


Namun dari banyaknya teman yang ia kenal, sama sekali tidak ada yang memiliki golongan darah seperti Elard.


Yura mulai putus asa karena dokter berkali-kali menghampiri Yura untuk menanyakan apakah Wanita itu sudah menemukan pendonor yang sesuai dengan Elard. namun lagi-lagi jawaban Yura adalah tidak sampai akhirnya ia teringat akan sesuatu.


"Bukankah dulu di amerika Axel pernah mendonorkan darahnya, dan golongan darah Axel Rhnull" gumam Yura.


Memang benar, golongan darah Axel adalah Rhnull karena selama di amerika setiap tahun Axel akan mendonorkan darahnya.


"Apa aku harus menghubungi Axel? tapi Bagaimana jika pria itu tidak mau" kata Yura ia khawatir jika Axel keberatan untuk mendonorkan darahnya.


Namun tidak ada pilihan lain, ia harus segera menghubungi Axel karena keadaan Elard semakin kritis. Yura pun mencoba menghubungi Axel.


📞Axel : Hallo Yura.


📞Yura: Ha..halo Xel.


📞Axel: Ada apa yura? Kenapa suaramu terdengar khawatir?


📞Yura: Maaf aku menganggu mu, bisakah kamu datang ke rumah sakit?


📞Axel: Apa rumah sakit? Siapa yang sakit??


Diseberang sana Axel nampak sangat panik, ia takut jika terjadi sesuatu dengan Yura atau Noah.


📞Yura: Akan aku jelaskan nanti Xel.


Akhirnya Yura pun mengirimkan alamat rumah sakitnya kepada Excel, sedangkan Axel di sana baru saja selesai melakukan pemotretan bersama Jeny.


"Maaf aku harus pergi karena ada urusan mendadak" kata Axel kepada Jeny.

__ADS_1


"Iya pergilah Xel, nanti aku akan pulang bersama ibumu" ucap Jeny.


Akhirnya Axel pun berangkat.


Jeny tau jika itu masalah yang sangat penting, karena terlihat dari raut wajah Axel yang panik.


" Bunda apa uncle akan baik-baik saja?" tanya Noah.


"Kita doakan saja nak" jawab Yura.


Sudah hampir satu jam tapi Axel belum juga tiba.


"Yura" panggil Axel saat sudah sampai di rumah sakit.


"Daddy...." ucap Noah.


Axel pun menghampiri mereka, Axel memperhatikan wajah mereka secara bergiliran.


"Yura, sebenarnya apa yang terjadi? kenapa kalian bisa dirumah sakit?" tanya Axel.


"Axel aku akan menceritakan semuanya, tapi di dalam sana sedang ada nyawa yang perlu kamu selamatkan" ucap Yura memohon.


Sedangkan Axel tidak tau apa yang telah terjadi, dan siapa yang sedang membutuhkan pertolongannya.


Lagi lagi dokter menghampiri Yura untuk menanyakan donor darah tersebut.


"Nyonya bagaimana, apa anda sudah menemukan pendonor untuk tuan Elard?" tanya dokter tersebut.


"Donor darah?? untuk Elard??" tanya Axel terkejut.


Untuk saat ini Yura belum bisa menjelaskan secara jelas kepada Axel.


Ia hanya mengatakan jika Elard sedang terluka dan keadaannya keritis.


Awalnya Axel menolak mendonorkan darahnya, karena ia tidak mengerti apa yang terjadi.


namun melihat Yura menangis dan terus memohon kepadanya akhirnya pria itu setuju.


Dokter segera menyiapkan semua peralatan untuk transfusi darah.


Kini Axel dan Elard berada di satu ruangan yang lama.


Setelah sekian lama akhirnya mereka bertemu kembali.

__ADS_1


"Aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu El, apa yang terjadi padamu" ucap Axel menatap Elard yang tidak sadarkan diri di sebelahnya.


Proses transfusi darah pun di mulai.


Yura membawa putranya untuk pergi ke kantin yang berada di rumah sakit tersebut, karena ia tau jika Noah sudah sangat lapar.


"Bunda tidak makan?" tanya Noah.


"Tidak nak, bunda masih kenyang.. Noah makan dulu ya" Yura merasa tidak nafsu makan.


Ia khawatir dengan kondisi Elard, selama ia hidup bersama Elard wanita itu tidak pernah melihat Elard begitu lemah.


Pengorbanannya menyelamatkan Noah begitu besar.


Mungkin jika Elard tidak segera menyelamatkan putranya, bisa saja saat ini Yura kehilangan Noah.


**Lekaslah sadar El, aku berjanji kita akan bersama lagi** batin Yura.


***


Di tempat yang lain, Sifa mencoba menghubungi Elard.


namun nomernya tidak aktif, ia berancana akan pergi berlibur bersama.


"Apa dia benar benar sibuk sampai nomernya tidak aktif" kesal Sifa.


"Mommy apakah kita jadi pelgi?" tanya Nara.


"Tunggu ya nak, Mommy masih menghubungi ayah" ucap Sifa.


tidak ada pilihan lain, Sifa menghubungi Leo.


Ia yakin jika Leo pasti tau keberadaan Suaminya.


Namun semua tidak seperti yang ia harapkan, Leo sama sekali tidak mengangkat panggilan dari Sifa.


"Dimana Leo? mengapa dia tidak menerima panggilanku!!!" Sifa kesal, ia membanting ponselnya ke lantai.


padahal hari ini wanita itu sudah berencana akan mengambil hati Elard, menghabiskan waktu layaknya keluarga yang lain.


*****


happy reading🥰

__ADS_1


__ADS_2