
perjalanan dari Amerika menuju Indonesia membutuhkan waktu sekitar 15-16 jam, Elard sampai di Indonesia tepat pukul 7 pagi. sebelumnya Leo sudah menjemputnya di bandara.
" Selamat datang kembali tuan" sapa Leo.
" Terima kasih Le, Bagaimana kabarmu?" tanya Elard kemudian memeluk tubuh Leo.
" Saya baik baik saja Tuan, Bagaimana dengan anda?" Leo bertanya balik.
" Seperti yang kamu lihat. sudah kita sambung nanti aku ingin segera pulang, menemui istri dan anakku" jawab Elard.
Kemudian Leo dan Elard masuk ke dalam mobil, dan Leo segera melajukan mobilnya menuju rumah Elard. Leo sendiri tidak tahu apa yang sudah terjadi sebenarnya, Karena pada saat mendapat kabar dari Ibu El ia langsung meninggalkan kediaman rumah tuanya itu.
Sepanjang perjalanan El bersenandung riang, kedua tangannya terus menggenggam sebuah kotak berwarna biru, Ia membeli sesuatu untuk istri dan kedua bayi kembarnya.
Tidak terasa perjalanan dari bandara menuju rumah Elard memakan waktu satu jam lebih, kini mobil itu memasuki pekarangan rumah mewah miliknya. dengan Terburu buru Elard langsung berlari memasuki rumahnya.
Nampak semua pelayan berbaris rapi untuk menyambut kedatangan Elard.
" Selamat datang tuan" Sapa mereka semua.
" Thank you" jawab Elard.
mereka semua yang mendengar itu nampak terkejut, karena tidak biasanya tuannya itu membalas sapaan dari mereka. tentu ini adalah momen langkah bagi para pelayan itu.
Baru saja Elard memasuki rumahnya ia melihat ibunya menuruni tangga dengan menggendong seorang bayi, dan nampak Syifa berjalan di belakangnya.
Elard mendekati ibunya kemudian langsung memeluk tubuh wanita paruh baya itu.
"Ibu" ucap Elard.
"Nak ibu merindukanmu" kata ibu El.
"Aku juga sangat merindukan ibu" jawab Elard.
Kemudian Elard melepas pelukannya dan melihat bayi kecil yang sedang di peluk ibunya.
"Ibu, apa dia...."
"Iya nak dia putrimu" kata ibu El.
Binar binar bahagia terlihat di wajah Elard, buliran bening menetes dari pelupuk matanya.
"Putriku" Elard langsung mengambil anaknya yang sedari tadi di gendong sang ibu.
Elard menciumi pipi merah bayi mungil itu.
"Ibu dimana istriku?" tanya Elard.
__ADS_1
"Mmm... dia.. dia.." ibu El menjawab dengan terbata bata.
Tanpa menunggu jawaban dari ibunya, Elard langsung berlari kecil menuju kamarnya dengan menggendong bayinya.
Dibuka pintu kamar itu berharap ia akan melihat istrinya yang sedang menimang bayi laki lakinya.
"Sayang..." kata Elard saat membuka pintu kamar tersebut.
Tapi sayangnya ia tidak melihat istrinya disana, Elard membuka pintu kamar mandi dan ruang ganti namun ia tak kunjung menemukan istrinya.
"Yura kamu dimana sayang?" tanya Elard ia terus memperhatikan sekitar kepalanya Berputar Ke kanan ke kiri namun ia tak kunjung juga menemukan istrinya.
Akhirnya Elard kembali keluar dari kamarnya ia menemui ibunya yang masih berada di bawah.
" Ibu di mana istriku Kenapa aku tidak melihatnya, Apa dia sedang berada di dapur?" tanya Elard kepada ibunya.
" Nak istrimu tidak ada disini" jawab ibu El dengan gugup.
" Apa maksud ibu istriku tidak ada disini?" tanya elard kemudian ia mendekati ibunya.
pandangan Elard kini berganti menatap wanita yang sedari tadi berdiri di samping ibunya, siapa lagi kalau bukan Sifanya.
" Dan kamu kenapa kamu ada di sini, Siapa yang menyuruhmu datang ke rumahku?" tanya Elard dengan tegas kepada Sifa.
" El ibu yang memintanya" jawab ibu El.
"Terserah ibu, sekarang katakan kepadaku dimana istri dan putraku?" tanya Elard lagi.
Leo yang baru saja masuk ke dalam rumah itu dengan membawa barang barang milik Elard langsung terdiam.
Ia merasa suasana tuannya seperti sedang tidak baik.
"Nak... sebenarnya putramu" kata kata ibu El menggantung.
"Ada apa bu? kenapa dengan putraku?!" tanya Elard lagi.
"Putramu sudah tiada El, dia telah meninggal" jawab ibu El.
"Hahaha... ibu jangan bercanda seburuk itu, teganya ibu mengatakan jika cucu ibu sendiri meninggal" ucap Elard sinis.
Kemudian ibu El memeluk tubuh putranya, ia menangis sambil memeluk tubuh Elard.
" Ibu benar.. ibu tidak berbohong, putramu telah tiada ia telah meninggal" ucap Ibu El kemudian Elard melepas pelukan ibunya dan menatap ibunya dengan sangat lekat.
"Ibu jelaskan kepadaku Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Elard kepada ibunya, kemudian ibu El membawanya duduk di sebuah sofa Ia pun menjelaskan jika pada saat melahirkan bayi laki-lakinya terlilit oleh tali pusar menyebabkan bayi itu tidak bisa diselamatkan.
Mendengar itu tubuh Elard tergulai lemas Ia hampir melepaskan bayi kecil yang sedari tadi digendong nya. Untung saja bayi mungil itu tidak terjatuh karena dengan cepat Ibu El mengambilnya.
__ADS_1
"Tidak mungkin Bu, tidak mungkin bayiku meninggal" ucap Elard lemas.
" Tapi benar nak ibu tidak berbohong" jawab ibu El.
"Dan mengenai istrimu dia sudah pergi meninggalkanmu dan putrinya" sambung Ibu El.
"Apa yang ibu lakukan kepadanya sehingga istriku pergi meninggalkanku?" tanya Elard raut sedih dan marah nampak di wajah Elard.
Pria itu beranjak dari duduknya dan mengambil vas bunga, kemudian Elard membantingnya ke arah sang ibu.
Sontak Ibu El dan Sifa terkejut melihat perbuatan Elard.
"Katakan!! apa yang kalian lakukan kepada istriku sehingga dia pergi" tanya Elard lagi.
Karena terkejut bayi yang di gendong ibu El menangis.
Ibu el mencoba menenangkan cucunya, namun bayi itu terus saja menangis.
Melihat itu Elard langsung mengambilnya.
"Maafkan ayah sayang" ucap Elard kemudian membelai lembut wajah putrinya.
"El Yura bukanlah wanita baik baik nak, dia meninggalkan kalian. dia tidak mencintaimu nak" ucap ibu El.
"Hentikan bu! aku tau seperti apa dia, sekalipun dia tidak mencintaiku. dia tidak mungkin meninggalkan putrinya" sahut Elard.
Ia sangat yakin jika istrinya pergi dari rumah itu karena ada sesuatu.
"Bahkan aku belum melihat wajah putraku, sekalipun dia telah tiada kenapa kalian tidak membawanya kembali? kenapa kalian membiarkan istriku membawa bayi yang sudah meninggal? ibu, bagaimanapun dia cucumu bisa bisanya ibu tidak memperdulikannya hah!!" jelas Elard panjang lebar.
Kini wanita paruh baya itu tidak bisa berkata apa apa lagi, baginya sangat percuma jika menjelaskan kepada Elard dalam kondisi seperti ini.
"Leo segera pergi ke rumah sakit, cari tau apa yang sudah terjadi. kemungkinan istriku masih berada disana. cari tau juga tentang dokter yang merawatnya. jangan kembali sebelum kamu menemukan informasinya" perintah Elard kepada Leo.
"Baik tuan" jawab Leo.
"Dan kalian berdua, aku tidak akan memaafkan kalian. jika sampai aku tau jika kalian dalang dari semua ini maka jangan salahkan aku jika aku sangat membenci kalian. termasuk ibu" ucap Elard.
Kemudian Elard segera pergi menuju kamarnya meninggalkan dua wanita itu.
BRUK....
Tubuh ibu El ambruk, ia tidak menyangka jika putranya akan semarah itu. pria yang biasanya akan lembut dan menuruti semua keinginannya kini telah berubah.
"El..." rintih ibu El sambil menangis.
"Tante yang sabar ya" kata Sifanya.
__ADS_1
*****
happy reading🥰 maaf jika ada typo🙏