
Kini mereka telah sampai di rumah sakit, didepan gedung rumah sakit itu terlihat dokter Pram dan beberapa Suster yang menunggu kedatangan Axel dan Yura.
Axel keluar dari mobil dan beralih membuka pintu Yura kemudian menggendongnya kembali.
"Xel letakkan dia disini" ucap dokter Pram sambil menunjuk ranjang pasien yang memang sudah di sediakan.
Axel pun meletakkan Yura dengan hati hati.
"Cepat bawa dia cepat" ucap Axel panik.
Suster segera mendorong ranjang tersebut menuju sebuah ruangan.
"Stop kamu tunggu disini aku akan memeriksanya" ucap Pram.
"Oke cepatlah" jawab Axel.
nampak raut kekhawatiran di wajah Axel, pria itu mondar mandir sembari menunggu Pram selesai memeriksa Yura.
Tidak butuh waktu lama Pram pun keluar dari ruangan itu.
"Bagaimana Pram?" tanya Axel.
"Aku dan Tasya sudah memeriksanya, dia harus segera di oprasi Xel" jawab dokter Pram.
"Apa!! kenapa begitu?" tanya Axel.
"Sebenarnya dia akan melahirkan 1 minggu lagi, namun sepertinya bayinya sudah ingin segera keluar. dan sama sekali tidak ada pembukaan, dia mengandung bayi kembar jadi harus segera di lakukan oprasi" jelas dokter Pram.
"Kamu segera hubungi suaminya atau keluarganya" saran Pram.
"Iya oke oke" jawab Axel.
Kemudian Axel mengeluarkan ponselnya, ia hendak menelpon Elard namun sementara nomer Elard ganti dan yang mengetahuinya hanyalah Yura.
Akhirnya Axel memutuskan untuk menelpon Ibu El.
Berkali kali Axel mencoba menghubunginya namun sama sekali tidak ada jawaban.
"Kenapa tidak menjawab, astaga mertua macam apa dia" ucap Axel dengan kesal.
"Bagaimana Xel?" tanya Pram
"Aku tidak bisa menghubungi mereka, Pram lakukan saja yang terbaik aku akan bertanggung jawab disini" kata Axel memohon kepada Pram.
"Baiklah ikut aku untuk tanda tangan surat pernyataan" kata Pram.
Setelah semua berkas sudah siap dan di tandatangani Axel kembali menemui Yura yang sedang berbaring di ruang rawat VIP.
"Yura bagaimana kondisimu?" tanya Axel.
"Rasa sakitnya tiba tiba hilang, dan tiba tiba lagi menyerangku Xel" jawab Yura.
Terlihat wajah Yura yang mulai pucat dan tak bertenaga.
"Yura kamu akan melakukan Oprasi, dan sudah di jadwalkan besok pagi kamu akan Oprasi" kata Axel.
"Maksudmu apa aku akan melahirkan? tapi jadwal kelahirannya masih beberapa minggu lagi Xel" ucap Yura.
"Itulah yang dikatakan dokter, bagaimana? apa yang harus kita lakukan setelah ini" tanya Axel.
Yura nampak terdiam, ia kembali memikirkan rencannya yang pernah dia ambil. namun di dalam hatinya Yura masih ingin terus bersama Elard.
__ADS_1
Seharusnya hari ini adalah jadwal Elard kembali ke indonesia namun entah kenapa belum ada kabar darinya.
"Aku akan melakukan apapun untuk menyelamatkan anakku Xel. semakin kesini aku semakin ragu dengan rencana kita, aku berharap Elard segera datang sebelum aku Oprasi besok" jawab Yura dengan putus asa.
flasback off
Setelah mengetahui bahwa Yura berada di rumah sakit, Leo langsung masuk ke dalam mobilnya dan melaju menuju rumah sakit sebelumnya ia menelpon Axel, karena menurut informasi penjaga yang membawa Yura adalah Seorang Pria berwajah blasteran.
Maka dari itu Leo beranggapan bahwa itu Axel.
Setelah menelpon dan mengetahui alamatnya Leo segera melaju dengan kecepatan tinggi.
Tak butuh waktu lama akhirnya Leo sudah sampai di rumah sakit tersebut.
Pria itu berlari menuju ruangan di lantai 5.
"Tuan" teriak Leo saat melihat Axel duduk di sebuah bangku.
Axel melihat ke arah seseorang yang memanggilnya.
"Leo" jawab Axel.
"Tuan bagaimana keadaan nona?" tanya Leo.
"Dia sedang istirahat di dalam di jaga oleh beberapa suster" jawab Axel.
Kemudian Axel kembali duduk dan memijit pelipisnya.
"Tuan sebenarnya apa yang terjadi dengan nona?" tanya Leo lagi.
Axel pun menjelaskan jika Yura mengalami kontraksi dan harus melakukan operasi besok pagi.
"Aku tidak tau nomer Elard di luar negeri, sedangkan orang tuanya tidak bisa di hubungi sampai sekarang. jadi aku memutuskan untuk mengurus semua" jawab Axel.
Mendengar itu Leo langsung mengeluarkan ponselnya dan hendak menghubungi bodyguard yang menjaga Elard disana.
"Tunggu kamu menelpon siapa?" tanya Axel.
"Aku akan memberitahukan ini kepada tuan, bagaimana pun beliau harus tau" jawab Leo.
"Ohh... begitu baiklah" ucap Axel.
Sebenarnya pria itu sedikit ragu jika Leo harus memberitahu Elard.
Leo pun sudah menelpon bodyguard yang menjaga Elard.
Mengatakan jika Yura berada di rumah sakit dan besok pagi harus menjalani oprasi.
"Tuan kalau begitu anda bisa pulang, saya yang akan menjaga nona" kata Leo kepada Axel.
"Tidak. lebih baik kamu pulang ke rumah El, jika kamu bertemu dengan ibu mertua Yura katakan jika dia berada di rumah sakit" tolak Axel.
"Iya tuan benar, kalau begitu saya titip nona kepada anda. kabari saya apa pun yang terjadi" ucap Leo.
Setelah itu Leo pergi dari rumah sakit dan segera menuju ke rumah elard.
Sedangkan Axel dengan setia menemani Yura, meski ia harus berada di luar ruangan.
**
Di seberang sana...
__ADS_1
Jose terburu buru menuju ke apartemen Elard untuk memberitahukan berita yang ia dapat dari Asisten Leo.
Tok.. tok.. tok..
"Masuk" ucap Elard dari dalam sana.
"Selamat siang tuan" kata Jose saat baru saja memasuki kamar Elard, nampak wajah bodyguard itu panik.
"Ada apa?" tanya Axel yang masih sibuk memainkan leptopnya.
"Tuan baru saja saya mendapatkan kabar dari asisten Leo..." jawab Jose terputus.
Mendengar nama asistennya Elard segera mendekati Jose.
"Ada apa katakan!" perintah Elard.
"Begini tuan.." ucapan Jose terbata.
"Asisten Leo mengatakan jika nona Yura sedang berada di rumah sakit dan besok pagi waktu Indonesia harus segera di oprasi" sambung Jose.
BRAK...!!
Laptop Elard terjatuh dari tangannya dan pria itu ambruk seketika.
"Tuan anda baik baik saja?" tanya Jose khawatir.
"Ada apa? kenapa dia di oprasi??" tanya Elard masih dalam posisi terduduk di lantai.
"Jadi begini tuan..." Jose pun menceritakan semuanya yang di katakan Leo.
Jika Istrinya mengalami kontraksi hebat sedari pagi dan harus segera di lakukan tindakan oprasi.
Tentu itu membuat Elard terkejut, pasalnya seharusnya Yura melahirkan beberapa minggu lagi.
"Siapa yang membawanya ke rumah sakit?" tanya Elard.
"Menurut info yang saya dapat dari asisten Leo, nona Yura di bawa oleh tauan Axel dan ibu anda seharian tidak berada di rumah" jelas Jose panjang lebar.
Mendengar penjelasan Jose membuat Elard naik darah, Elard mengambil leptop yang tadi terjatuh.
Dan membantingnya ke segala arah.
"Brengsek!!!" umpat Elard.
"Siapkan penerbanganku sekarang!!" perintah Elard.
"Tapi tuan.."
"Lakukan sekarang atau kupecat kamu sekarang juga" sungut Elard.
"Ba..baik tuan" kata Jose dan segera pergi menyiapkan kepulangan Elard.
"Sayang maafkan aku, bersabarlah aku akan segera kembali" gumam Elard.
Elard meminta anak buah yang lain untuk mengemasi barang barangnya.
Elard terlihat frustasi, terlebih lagi mengingat jika Axel lah yang membawa istrinya. sedangkan ibunya pergi ntah kemana.
*****
happy readingš„°
__ADS_1