Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
SEASON 3 ~ 01


__ADS_3

Gemericik hujan turun begitu saja membuat seorang gadis yang masih tertidur semakin menghangatkan tubuhnya dibalik selimut tebal itu. hari-harinya semakin indah di saat pria yang ia cintai mengungkapkan perasaannya dan melamar di depan orang tuanya.


Nara adalah gadis yang beruntung, satu bulan setelah Rangga melamarnya kini Rangga berniat membawa Gadis itu untuk berkunjung ke kampung halamannya. dua minggu yang lalu Rangga meminta izin kepada Yura dan Elard untuk membawa Nara berkunjung ke kampung halamannya.


Karena sebelum hubungan mereka diresmikan Rangga ingin mengenalkan Gadis itu kepada seluruh keluarganya beserta saudaranya.


Dan meskipun kedua orang tuanya sudah meninggal pria itu akan membawa Nara ke makam orang tuanya.


Bukan Hanya mereka berdua, Noah dan Keyla juga akan menemani Nara. karena lokasinya yang cukup jauh membuat mereka harus menginap di kampung halaman Rangga.


Itu sebabnya Noah dan Keyla akan menemani Nara karena mereka berdua belum resmi menikah.


"Nara... Nak bangun!!" Yura mengetuk pintu kamar Nara sambil berteriak, Nara yang masih terhanyut dalam mimpi indahnya tiba tiba terbangun karena mendengar sang bunda memanggilnya.


Nara turun dari atas tempat tidurnya, dengan langkah yang gontai dan pandangan yang sedikit kabur Nara pun membuka pintu kamar tersebut.


"Iya bunda" ucap Nara setelah pintu kamar terbuka.


"Kamu belum siap siap? Rangga sudah menunggu di bawah" kata Yura.


"Astaga! Nara lupa bunda, Nara mandi dulu" seketika Nara langsung berlari masuk ke dalam kamar mandinya dan meninggalkan bundanya yang masih berdiri disana, Yura hanya mampu menggelengkan kepalanya.


Gadis itu bangun kesiangan, karena semalam ia sibuk mengemasi pakaiannya yang akan di bawa.


Ia sampai bingung apa saja yang harus di bawanya, sehingga Nara tidur larut malam dan membuatnya sampai harus bangun kesiangan.


Di ruang tamu Rangga sudah menunggu, bahkan Noah Keyla dan putri kecilnya sudah siap.


Mereka hanya perlu menunggu Nara, entahlah gadis itu sedang apa di kamarnya.


Nara buru buru mengikat rambutnya, ia menggunakan baju casual karena memang gadis itu tidak suka menggunakan sesuatu yang terlalu ribet dan berlebihan.


Setelah siap, gadis itu segera keluar dari kamarnya dengen menarik koper miliknya yang berukuran sedang.


Di lihatnya semua orang sudah menunggu di ruang tamu.


"Good morning" sapa Nara dengan senyum manisnya yang tanpa dosa.


"Morning Nara" jawab mereka semua.


"Lihatlah! Elena sampai tertidur menunggu kamu yang sangat lama" celetuk Noah.


"Maaf kak, hujan membuatku terlalu nyenyak tidurnya" jawab Nara mencari alasan.


Memang beberapa hari ini hujan terus mengguyur kota itu dan sekitarnya.


"Baiklah ayo kita berangkat" kata Keyla.


Mereka berangkat dengan menggunakan mobil Noah, karena ukuran mobil Noah yang jauh lebih besar dari pada mobil Rangga, sehingga Elena bisa lebih nyaman berada di dalam mobil hingga beberapa jam lamanya.

__ADS_1


Mereka pun berpamitan kepada kakek, Elard dan Yura.


"Elena sayang hati hati ya, oma pasti akan sangat rindu dengan kamu" ucap Yura, seraya menciumi cucu pertamanya itu.


Berat melepaskan Elena pergi keluar kota, karena selama ini Yura selalu bermain dengan Elena.


"Kakek kami berangkat ya" kata Nara berpamitan kepada kakek Sultan.


"Iya nak, kalian semua hati hati ya. Hujan cukup lebat jadi pelan pelan saja mengemudikan mobilnya asal kalian sampai dengan selamat" nasihat kakek.


"Siap kakek, jangan khawatir ya" jawab Rangga, karena pria itulah yang akan mengemudikan mobilnya.


Setelah berpamitan mereka semua segera masuk ke dalam mobil dan Rangga pun mengemudikan mobilnya meninggalkan rumah mewah tersebut.


"Untuk beberapa hari rumah ini sepi" kata kakek.


"Sabar pak, nanti kita bisa vidio call mereka jika rindu" kata Yura.


Yura sendiripun merasa seketika rumanya terasa sepi.


Biasanya akan ada tangisan Elena yang menggema di rumah itu.


***


"Rangga apa file kerja sama sudah kamu berikan kepada paman Leo?" Tanya Noah.


Meskipun tidak sedang di kantor, Noah tetap akan menghandle pekerjaanya jarak jauh.


Dikantor sudah ada Leo yang mengurus selama Noah tidak di kantor.


"Baguslah" sahut Noah yang masih fokus dengan ponselnya.


Keyla merasa lelah karena duduk cukup lama, duduk di dalam mobil sambil menggendong Elena membuat pinggangnya sedikit sakit.


Beberapa kali Keyla merengangkan otot ototnya, maklum sudah lama Keyla tidak melakukan perjalanan jauh.


"Baby berikan Ele kepadaku, sepertinya kamu sangat lelah" ucap Noah.


"Tidak masalah sayang, selesaikan saja pekerjaanmu" tolak Keyla, karena ia tau jika suaminya masih sibuk dengan ponsel di tangannya.


"Rangga hentikan mobilnya" ucap Nara.


"Kenapa?" Tanya Rangga.


"Aku ingin menggendong Elena, kasihan kak Keyla" jawab Nara.


Nara kini sudah mulai membiasakan memanggil Keyla dangan sebutan kakak. Meskipun usianya lebih tua dari Keyla namun kini Nara harus membiasakan dirinya memanggil sahabatnya itu kakak, karena Keyla adalah istri dari kakaknya.


Akhirnya Rangga pun menepikan mobilnya.

__ADS_1


"Kak berikan Elena kepadaku" ucap Nara.


Dengan hati hati Keyla pun memberikan putri kecilnya kepada Nara.


"Sekarang kamu bisa istirahat, dan kak Noah melanjutkan pekerjaannya" kata Nara.


"Terima kasih Nara, aku memang sedikit mengantuk" ucap Keyla.


Bagaimana tidak menganguk, semalaman Elena rewel dan selalu menangis.


Keyla dan Noah sampai harus bergantian menenangkan putrinya yang sudah berusia satu bulan itu.


"Rebahkan tubuhmu" ucap Noah.


"Tidak Noah, aku akan mengganggu pekerjaanmu" tolak Keyla.


"Tidak masalah Baby, rebahkan saja tubuhmu" ucap Noah lagi, akhirnya Keyla pun merebahkan tubuhnya dan meletakkan kepalanya di atas pangkuan pria itu.


Hingga Keyla pun tertidur, Noah merasa kasihan saat melihat istrinya itu tertidur.


***


Akhirnya mobil itu sudah memasuki area pedesaan yang sangat asri dan sejuk, jalan setapak manambah keindahan desa tersebut.


Disinilah Rangga di lahirkan dan di besarkan hingga usia 10 tahun kemudian kedua orang tuanya membawa Rangga untuk tinggal di kota.


Sekian lama akhirnya Rangga kembali pulang ke kampung halamannya, sebenarnya ia sedikit lupa jalan menuju rumah mendiang orang tuanya.


Dan akhirnya mereka pun sudah sampai.


"Kita sudah sampai" ucap Rangga.


Rangga memarkirkan mobilnya di sebuah lahan kosong yang tidak jauh dari rumahnya.


Noah membangunkan istrinya dan Keyla pun terbangun.


"Woww!!! Indah sekali, lebih indah dari Amerika" ucap Nara berdecak kagum.


Udara segar berhasil membuat Nara menutup matanya karena menikmati udara sejuk disana,


Di tambah lagi hujan yang sudah mulai berhenti.


"Iya benar, udara disini sejuk sekali pemandangannya juga indah" kata Keyla.


Terlihat kebun teh yang cukup luas terpampang di hadapan mereka.


"Iya sudah kita kerumah sekarang, kasihan Elena pasti lelah" kata Rangga.


Rangga pun membawa mereka sedikit berjalan kaki menuju Rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2