
Sedangkan di sebuah kamar yang berukuran cukup besar itu Rangga dan Nara duduk terdiam di atas ranjang empuknya.
Semenjak menikah keduanya lebih sering diam dengan fikirannya masing masing.
Biasanya Nara lebih banyak bicara dan bertingkah semaunya saat bersama Rangga, tapi kini gadis itu sedikit malu malu saat di dekat suaminya.
"Nara" panggil Rangga memecah keheningan.
"Iya Ga" jawab Nara yang langsung menatap suaminya.
"Bisakah kamu membantuku?" tanya Rangga.
"I..iya, bantu apa?"
"Dadaku kembali sakit, bisa kah kamu melihat mungkin saja jahitannya bermasalah" jawab Rangga sambil sedikit meringis kesakitan.
Nara pun menggeser tubuhnya untuk lebih dekat dengan Rangga.
"Aku akan melihatnya" ucap Nara seraya membuka kancing baju Rangga secara perlahan.
setelah separuh terbuka, Nara pun memeriksa luka bekas tembakan yang berada di dada Rangga.
gadis itu memperhatikan secara baik baik.
"Sepertinya baik baik saja, apa mungkin jahitan dalamnya yang bermasalah" gumam Nara sambil terus memperhatikan luka tersebut.
sedangkan Rangga sedang asik menikmati kecantikan sang istri yang tersuguh di depan matanya, senyuman kecil pun terlihat di wajah pria itu.
"Rangga sepertinya kita harus menghubungi dokter, untuk memeriksa keadaanmu" kata Nara.
Namun Rangga yang di ajak bicara sama sekali tidak memperdulikan ucapan Nara, dia masih fokus memperhatikan wajah Nara.
"Rangga kamu..." Nara menghentikan ucapannya saat sadar sang suami menatapnya dengan lekat.
"Kenapa kamu menatapku seperti itu?" tanya Nara.
"Apa tidak boleh aku melihat istriku sendiri?" bukannya menjawab Rangga malah bertanya balik.
"Bukan begitu, tapi tatapan kamu sangat berbeda dan sulit di artikan. Sudahlah aku akan segera menghubungi dokter" kata Nara yang hendak bergegas untuk mengambil ponselnya.
Namun belum sempat ia berdiri Rangga lebih dulu memegang tangan Nara.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Nara, karena Rangga menahannya.
"Aku tidak perlu dokter, aku hanya perlu obat" jawab Rangga.
"Oke! aku akan mengambilkan obatmu"
"Tidak perlu my Angel!! obatnya sudah ada disini" Rangga kembali manahan istrinya.
"Dimana?" Nara mengedarkan pandangannya, ia mencari dimanakah letak obat yang di maksud Rangga. namun sepertinya gadis itu sama sekali tidak menemukannya.
Seketika itu Rangga pun langsung menarik tangan Nara, membuat gadis itu tersungkur kedalam pelukannya.
"Ini obatku" ucap Rangga sambil mengecup kening Nara.
"Rangga!!! kamu membohongiku?" Tanya Nara kesal sambil mengerutkan keningnya.
"Tidak, aku tidak membohongimu karena memang hanya kamu obat terampuh ku" jelas Rangga.
Dan Nara hanya tersenyum mendengarkan ucapan suaminya itu, tentu saja wajah Nara sudah mulai merona karena tersipu malu.
"Nara, bolehkan aku mencium mu?" tanya Rangga, yang di maksud pria itu adalah mencium bibir ranum Nara yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Nara sontak terbelalak dengan permintaan suaminya yang terkesan terus terang.
"Tunggu!!!" panggil Rangga.
Pria itu tidak akan membuang waktunya lagi.
Rangga memegang pinggang Nara dan ia langsung mendaratkan ciuman di bibir Nara.
Nara yang belum siap menerima serangan langsung dari Rangga hanya bisa mematung.
Akhirnya ciuman pertama itu berhasil di renggut oleh suaminya sendiri.
Dengan erat Rangga terus memeluk tubuh Nara, agar gadis itu tidak meloloskan diri.
Karena tidak mendapatkan balasan dari sang istri, Rangga pun mulai membelai tubuh Nara.
Memberikan sedikit kelembutan agar istrinya itu menikmati ciuman pertamanya.
Dan benar saja akhirnya Nara pun membalas ciuman tersebut.
__ADS_1
Mereka berdua pun menikmatinya, sampai akhirnya ciuman itu berubah menjadi ciuman panas.
Rangga merebahkan tubuh istrinya tanpa melepaskan ciuman tersebut, sedangkan tangan lembutnya terus saja memberikan sentuhan secara sensual kepada sang istri.
(SKIPP THOR!!! bulan puasa😂😂, oke kita skip sejenak ya readers🤧)
Tanpa mereka berdua sadari, di balik pintu yang setengah terbuka itu sedang ada sepasang mata yang memperhatikan mereka berdua.
"Sial!!! apa mereka tidak bisa menutup pintunya terlebih dahulu sebelum berperang" sahut Noah.
Ternyata Noah sudah kembali dari kantornya. saat ia hendak menuju kamar, pria itu melihat jika pintu kamar Nara terbuka.
Niat hati hanya ingin menutupnya, namun ternyata Noah harus di suguhkan dengan adiknya yang sedang bercium mesrah dengan Rangga.
Ingin marah?? tentu tidak, Noah sadar jika saat ini sang adik sudah sah sebagai istri sahabatnya itu.
"Ini kesempatan ku untuk menggoda pengantin baru itu" gumam Noah yang sudah memiliki rencana usil di kepalanya.
"Ekhemmm!!! apakah pintunya rusak sampai tidak bisa di tutup" teriak Noah dari luar kamar itu.
seketika membuat Nara terkejut sampai harus mendorong tubuh Rangga yang sedari tadi berada di atasnya.
"Kakak!!" sahut Nara saat melihat kakaknya lah yang berdiri di ambang pintu tersebut.
Nara pun bergegas merapikan bajunya yang berantakan akibat ulah nakal Rangga.
Namun berbeda dengan Nara, Rangga malah terlihat biasa saja saat mengetahui keberadaan Noah.
"Iya adikku sayang, apakah pintu mu rusak sampai tidak bisa di tutup?" tanya Noah dengan senyuman mematikan yang membuat Nara benar benar malu.
ingin sekali Nara menenggelamkan wajahnya di dalam bak mandi.
"Maaf kakak ipar aku lupa menutupnya" jawab Rangga santai.
Nara terkejut karena melihat suaminya biasa saja.
"Baiklah adik ipar, jangan khawatir aku akan membantumu untuk menutup pintunya" kata Noah.
"Terima kasih kakak ipar, kamu sungguh baik" jawab Rangga.
"Tentu! baiklah lanjutkan saja misi kalian, aku akan menutup pintunya" ucap Noah seraya menutup pintu kamar tersebut.
__ADS_1
_____
happy reading🥰🥰