Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
S2~ Keinginan sang Ayah


__ADS_3

Malam harinya keluarga itu sudah berkumpul di meja makan seperti biasa mereka akan makan malam bersama.


"Noah selesai makan temui ayah di ruang kerja" kata Elard.


Karena Elard selesai makan lebih dulu maka dari itu ia segera pergi menuju ruang kerjanya meninggalkan Yura Noah dan Keyla di sana.


"Bunda kenapa ayah memintaku ke ruang kerjanya?" Tanya Noah.


"Bunda tidak tau sayang, selesai makan segera temui ayahmu" jawab Yura.


"Iya bunda" sahut Noah.


Beberapa menit kemudian Noah sudah selesai dengan makan malamnya, ia berpamitan kepada Bundanya untuk naik terlebih dahulu karena ingin menemui sang ayah yang sudah menunggunya di ruang kerja tersebut.


Tok.. tok.. tok..


Noah mengetuk pintu ruangan itu.


"Masuk" perintah Elard dari dalam sana.


"Duduklah nak" kata Elard saat Noah sudah masuk di ruang kerjanya.


"Ada apa ayah?" Tanya Noah penasaran.


" Ada hal penting yang ingin Ayah sampaikan kepadamu" ucap Elard Wajah pria tersebut nampak serius.


" Iya Ayah katakan Ada apa sebenarnya? tanya Noah lagi.


" Sekarang kamu sudah dewasa ini waktunya Ayah menyerahkan tanggung jawab perusahaan kepadamu di mana kamu yang akan meneruskan perusahaan ayah" jelas Elard.


"Maksud ayah, Noah akan...." seperti menghentikan ucapannya, ia seakan kesulitan untuk bertanya kepada ayahnya.


Elard mengeluarkan beberapa Map dari dalam laci lemarinya, kemudian Elard menyerahkan Map tersebut kepada Noah.


"Iya Noah, ayah sudah memutuskan kamu akan belajar bisnis dan mengelolah perusahan ayah. Setelah kamu lulus maka kamu yang akan menjadi presdir di perusahan ayah" jelas Elard panjang lebar.


"Maaf Noah tidak bisa ayah" Noah langsung menolak keinginan ayahnya itu. Tentu penolakan Noah membuat Elard terkejut pasalnya selama ini ia yakin bahwa putranya itu bersedia untuk menjadi penerus di perusahaannya.


"Tapi ayah tidak ingin ada penolakan, kamu putra ayah satu satunya. Siapa yang akan melanjutkan perusahaan itu jika bukan kamu" ucap Elard.


"Berikan kepada Nara ayah, aku sama sekali tidak berminat. Aku ingin menjadi Dokter ayah" Noah mencoba meyakinkan ayahnya.


Karena sedari kecil cita cita Noah adalah menjadi seorang Dokter.


"Nara akan mengurus hotel yang ada di luar pulau, kalian sudah memiliki bagian masing masing. Ayah minta bersiaplah untuk belajar memimpin perusahaan" jelas Elard lagi


"Tapi ayah..."


"Kamu bisa keluar nak, istirahatlah ayah tidak ingin mendengar penolakanmu lagi" sahut Elard.


Noah memejamkan matanya sejenak dan dia berusaha untuk mengatur nafasnya.


Noah sungguh terkejut dengan keputusan sang ayah yang menginginkan dirinya untuk meneruskan perusahaan tersebut.


"Noah permisi dulu ayah" Noah pun segera keluar dari ruang kerja sang ayah.


Noah berjalan menuju taman yang berada di belakang rumahnya.


Flasback On.


Tanpa sengaja Keyla mendengar obrolan Noah bersama Elard.


Karena suara perdebatan mereka terdengar jelas.

__ADS_1


"Jadi Noah ingin jadi dokter" gumam Keyla.


"Kasihan sekali, cita cita Noah harus terhalang oleh keinginan paman El" sambung gadis itu.


Keyla segera bersembunyi setelah ia menyadari Noah hendak keluar dari ruangan tersebut.


Terlihat dari wajah Noah yang nampak sedih dan muram.


Keyla belum pernah melihat wajah Noah sedih seperti saat ini.


keyla pun mengikuti Noah hingga ke halaman belakang terlihat Noah duduk di sebuah bangku berwarna putih sambil memejamkan matanya.


Flasback Off.


Keyla menghampiri Noah.


Gadis itu sadar jika saat ini Noah masih marah kepadanya, namun Keyla tetap ingin menghibur beruang kutubnya itu.


"Noah bolehkan aku duduk di sini?" Tanya Keyla sambil menunjuk bangku yang masih kosong di samping Noah.


"Hmm" jawab Noah dan mengangguk.


Akhirnya Keyla duduk di samping Noah.


"Aku tidak akan bertanya kamu kenapa saat ini, tapi maukah kamu mendengarkan ceritaku?" Tanya Keyla.


Noah menatap ke arah gadis itu, sadar bahwa Noah menatapnya keyla juga membalas tatapan tersebut.


"Ceritalah" ucap Noah kemudian ia kembali menatap ke arah langit malam yang terlihat setitik bintang di sana.


"Dulu, ada seorang anak kecil yang mempunya keinginan yang begitu besar" Keyla mulai bercerita, dan Noah pun mendengarkan cerita itu.


"Keinginannnya adalah ia ingin merasakan di marahi orang tuannya. Anak itu ingin sekali saja orang tuanya memarahi dirinya, dia ingin merasakan bagaimana jika orang tuanya marah saat ia nakal, saat ia tidak mau makan, saat ia hanya sibuk bermain" lanjut Keyla.


Keyla menceritakan masa kecilnya kepada Noah.


"Lalu saat ia tumbuh dewasa, ia ingin sekali mendengarkan orang tuanya meminta sesuatu kepadanya. Namun semua itu tidak bisa ia dapatkan, bahkan sampai saat ini" sambung Keyla.


"Kenapa?" Tanya Noah.


"Karena dia Yatim Piatu" jawab Keyla singkat namun penuh makna.


Mendengar jawaban itu membuat Noah sadar, bahwa yang di ceritakan oleh gadis itu adalah dirinya sendiri.


"Apa sebenarnya yang ingin kamu katakan kepadaku?" Tanya Noah lagi.


"Sebuah pilihan Noah, jika kamu mempunyai dua pilihan maka pilihlah yang terbaik dalam hidupmu, mana yang lebih penting ego kita? Atau melihat orang tua kita bahagia" jawab Keyla.


**Jika memiliki pilihan, aku ingin terlahir kembali dengan memiliki kedua orang tua yang menyayangiku. Dan merasakan kebahagian terbesar dalam hidupku yang selama ini belum pernah aku dapatkan** batin Keyla.


Hingga tidak terasa gadis itu meneteskan air matanya.


Noah mencoba memahami cerita dan ucapan Keyla yang baru saja di ucapkan.


Noah menatap gadis yang ada di dekatnya.


"Kenapa kamu menangis?" Tanya Noah.


Tak tahan melihat Keyka menangis, Noah langsung memeluk tubuh gadis itu.


Keyla menyandarkan kepalanya di dalam dada bidang Noah.


"Aku merindukan orang tuaku Noah" ucap Keyla pelan dan lirih.

__ADS_1


Keong bodoh yang selama ini bersamanya ternyata hanyalah gadis rapuh yang bersembunyi di balik senyum cerianya.


Noah tidak menyangka keinginan terbesar Keyla hanya untuk bertemu dengan orang tuanya.


Sedangkan Noah sudah mendapatkan semua yang ia mau tanpa harus bersusah payah.


"Berhentilah menangis, jika tidak kamu akan terus mengotori bajuku" ucap Noah.


"Ihh menyebalkan, kenapa kamu tidak bisa sekali saja tidak membuatku kesal" ucap Keyla sambil mencubit lengan kekar Noah.


"Hahaha tidak bisa, karena kamu adalah keong yang bodoh" jawab Noah sambil tertawa.


**


"Mungkinkah mereka berdua saling menyukai?" Ucap seorang gadis yang sedari tadi berdiri di balik pohon, menyaksikan dua orang yang berpelukan.


Gadis itu adalah Freya, ia berkunjung bersama orang tuanya.


Saat sampai Freya tidak melihat keberadaan Noah.


Kemudian ia bertanya dimana Noah kepada Yura.


Setelah itu Yura memberitahukan jika Noah berada di taman belakang rumah, tanpa berlama lama gadis itu pun segera menuju taman.


Sesampainya di taman itu Freya harus melihat sesuatu yang membuat hatinya sakit.


Freya menghampiri Noah yang masih memeluk Keyla.


"Ehemm!!" Suara Freya berhasil mengejutkan mereka berdua.


"Freya" ucap Noah dan Keyla bersamaan.


"Haii kak Noah, hai kak Key" sapa Freya, raut wajah Freya berubah seketika.


"Kak, ayo masuk daddy mencarimu" kata Freya.


"Maksudmu paman Axel?" Tanya Noah dan Freya mengangguk.


Freya meraih lengan Noah dan ia langsung menarik tubuh Noah untuk ikut bersamanya.


Freya membawa Noah hendak pergi dari taman tersebut.


"Freya lepaskan, kamu tidak perlu menarikku seperti ini" ucap Noah.


"Maaf kak, aku terlalu bersemangat" jawab Freya.


"Keong!!" Panggil Noah kepada Keyla.


"Cepat masuk, disini sangat dingin" ucap Noah.


"I..iya Noah" jawab Keyla.


Keyla melihat gadis yang berdiri di samping Noah, gadis itu menatap dirinya dengan sangat tajam.


**Apa mata dia tidak sakit melotot seperti itu** batin Keyla.


Kemudian Keyla segera berjalan melewati Noah dan Freya yang masih berdiri disana.


Tidak lama Noah pun kembali masuk kedalam rumahnya untuk menemui Axel.


_____


happy reading🄰

__ADS_1


__ADS_2