Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
SEASON 3 ~ 15


__ADS_3

Di dalam ruangan itu Keyla sedang mengerjakan beberapa tugas kampusnya.


"Permisi nyonya" sapa Sisil.


Keyla melihat Sisil dengan nampan di tangannya. Keyla sudah tau jika gadis itu adalah sekretaris pribadi suaminya.


"Kenapa kamu repot repot?" Tanya Keyla.


"Tidak nyonya, ini perintah tuan" jawab Sisil.


Sisil meletakkan minumana hangat serta beberapa cemilan di atas meja yang berada di depan Keyla.


Namun seketika pandangan Keyla tertuju pada sesuatu tepatnya di tangan Sisil.


"Silahkan di nikmati nyonya, saya permisi" ucap Sisil.


"Tunggu" kata Keyla.


"Iya, ada apa nyonya?" Tanya Sisil.


"Kemari dan duduklah" kata Keyla sambil menepuk sofa yang masih kosong di sampingnya.


Sisil masih terdiam, ia heran mengapa Keyla memintanya untuk duduk duduk di sampingnya.


"Ayo kemarilah" ucap Keyla lagi.


"I..iya nyonya" Sisil pun duduk di samping Keyla.


"Apa kamu sedang ada masalah?" Tanya Keyla tiba tiba.


"Ti..tidak, kenapa anda bertanya seperti itu" jawab Sisil bingung.


"Tidak masalah jika kamu tidak ingin cerita, aku juga tidak mau ikut campur" kata Keyla.


Kemudian Keyla beranjak, ia berjalan menuju lemari yang berada di samping meja kerja Noah.


Keyla mengambil kotak berukuran sedang dari dalam sana.

__ADS_1


Dan Keyla kembali duduk di samping Sisil.


"Setidaknya jika ada masalah, jangan melukai dirimu sendiri" sambung Keyla.


Sedangkan Sisil hanya terdiam dan tidak mengerti apa yang di maksud Keyla.


"Maaf, tapi apa maksud nyonya?" Tanya Sisil.


Keyla hanya tersenyum, dan ia meraih tangan Sisil kemudian memberikan obat luka.


Setelah itu menutup luka tersebut dengan perban.


"Jangan lukai tanganmu lagi hanya karena seorang pria bernama Yuda" kata Keyla.


Ternyata yang di perhatikan Keyla adalah tangan Sisil yang terluka, seperti bekas sayatan dan membentuk nama Yuda di sana.


"Aku tidak ingin ikut campur, tapi jika aku boleh memberimu saran jangan lah kamu menyakiti dirimu sendiri. Bukankah luka di hati itu teramat sakit, lantas untuk apa kamu menambah luka di tanganmu" kata Keyla lagi.


Seketika ucapan Keyla membuat Sisil menitihkan air matanya.


Keyla tidak tau masalah apa yang menimpa Sisil.


Ia menumpahkan kesedihannya di sana.


Keyla tidak keberatan saat karyawan dari suaminya itu tiba tiba memeluknya.


"Jangan bersedih" kata Keyla sambil mengusap pelan punggung Sisil.


Seketika Sisil teringat kejadian yang sudah lama berlalu, dimana ia menyukai Noah dan hendak mengambil hati Noah dari Keyla.


Ia meyesal karena Keyla begitu baik padanya.


Disaat tidak ada yang mau mendengarkan ceritanya, namun Keyla mampu membuatnya tenang tanpa perlu menceritakan apa pun.


"Maaf nyonya, saya sudah lancang memeluk anda. Dan membuat baju anda basah" ucap Sisil yang masih terisak.


"Tidak masalah, hapus air matamu dan fokuslah dengan pekerjaanmu. Lupakan segala masalah yang terjadi" kata Keyla.

__ADS_1


"Ada apa ini?" Tanya Noah yang baru masuk ke dalam ruangannya.


Noah melihat Sisil yang sedang menangis di samping Keyla.


"Pergilah dan kembali bekerja" kata Keyla kepada Sisil.


"Iya nyonya, sekali lagi terima kasih" jawab Sisil pelan.


Setelah Sisil keluar dari ruangan itu Noah pun segera menghampiri Keyla.


"Ada apa By? Kenapa Sisil menangis?" Tanya Noah.


"Tidak ada apa apa sayang, kamu sudah selesai berjalan jalan dengan Elena?" Keyla bertanya balik.


"Jangan mengalihkan pembicaraan, cepat katakan ada apa!" Noah yang penasaran pasti akan terus bertanya sampai sang istri menceritakan yang sebenarnya.


Karena Noah memaksa, akhirnya Keyla pun menceritakan semuanya kepada Noah.


Pantas saja pekerjaan Sisil berantakan, ternyata gadis itu memiliki masalah dalam kehidupan pribadinya.


Namun tetap saja, seharusnya ia tidak melibatkan masalah pribadi dalam dunia pekerjaan.


"Aku harap setelah ini Sisil bisa lebih tenang" kata Keyla.


"Kenapa kamu perduli kepadanya? Bukankah dia pernah berlaku buruk kepadamu?" Tanya Noah.


"Itu dulu sayang, sekarang semua sudah berlalu. Lagi pula kita sama sama wanita" jawab Keyla.


Noah tersenyum kecil saat mendengar penuturan Keyla, ia tidak menyangka jika gadis keongnya itu bisa berfikir dengan bijak.


"Kenapa kamu melihatku seperti itu?" tanya Keyla yang mengetahui Noah memperhatikannya.


"Apa kamu tidak ingin Elena memiliki adik?" Bisik Noah. Mendengar itu Keyla langsung menjauhkan tubuhnya.


"Dasar tuan mesum, lihatlah Elena saja masih sangat kecil" sahut Keyla kesal.


"Hahahaha... aku hanya bercanda By" Noah tertawa melihat wajah istrinya yang sudah mulai memerah karena peemintaan konyolnya itu.

__ADS_1


_____


happy reading🄰


__ADS_2