Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
SEASON 3 ~ 38


__ADS_3

Rangga sedikit mendengus kesal saat gadis di hadapannya mengatakan bahwa ia menyukainya hingga berkali kali.


Jika memang Lana menyukai Rangga, pasti Gadis itu berusaha untuk mencari tahu berapa nomor ponsel Rangga.


Dan berusaha untuk mengejarnya namun disini Lana tidak melakukan itu semua, Lana hanya berusaha untuk mengambil simpatik pria itu, terlebih lagi saat ada Nara sudah jelas jika Lana memiliki motif yang lain.


"Terserah apa yang kamu katakan, tapi aku tegaskan sekali lagi! Jangan kamu mengganggu kehidupanku, masalah kita cukup sampai sini karena aku tidak ingin kakak iparku Noah mengetahui hal ini. Jika dia sampai tau aku...."


"Iya aku tau!" Sahut Lana tiba tiba dan menghentikan ucapan Rangga.


"Apa! Apa yang kamu tau?" Tanya Rangga.


"Iya aku tau bagaimana sikap Noah, jadi kamu tidak perlu menjelaskan" jawab Lana, gadis itu tidak menyadari apa yang baru saja ia ucapkan.


" Bagaimana kamu bisa tahu tentang Noah Bukankah kamu belum pernah berkenalan dengannya?" Tanya Rangga penuh selidik.


**Apa yang baru saja aku katakan? Bodohnya aku, kenapa aku tidak sadar mengatakan itu semua** batin Lana, Gadis itu menutup mulutnya dengan telapak tangannya seolah Gadis itu terkejut dengan apa yang baru saja ia katakan.


Terlihat wajah Lana yang gugup, Gadis itu berusaha untuk menghindari pandangan Rangga yang sepertinya sudah mulai curiga terhadap dirinya.


"Apa yang kamu sembunyikan?" Tanya Rangga lagi.


"Ti..tidak ada, sudahlah kak jika memang kamu tidak menyukaiku... Aku... Aku akan menjauhimu" jawab Lana gugup.


Lana berusaha untuk pergi meninggalkan Rangga, namun dengan cepat Rangga menghentikan Lana.


Rangga memegang tangan gadis itu.


" Sebenarnya aku tidak tertarik dengan kehidupanmu dan apapun yang menyangkut tentang dirimu, tetapi kali ini kamu harus mengatakan yang sebenarnya kepada diriku sebelum aku benar-benar marah" ucap Rangga kali ini pria itu benar-benar serius dengan ucapannya.


"Kak tolong lepaskan!"


" Aku hanya asal bicara"


"Kak aku mohon lepaskan" Lana berusaha melepaskan tangan Rangga namun tidak berhasil, Rangga memegang cukup kuat.


"Cepat katakan sebelum aku kehilangan kesabaran" Sahut Rangga lagi membentak. sehingga membuat nyali Lana menciut seketika, ia tidak menduga jika pria yang berparas hangat seperti Rangga bisa terlihat mengerikan saat ia sedang marah.


"Oke oke! Aku akan menceritakan semuanya, tapi lepaskan tanganku dulu kak! Ini sakit" akhirnya Lana menyerah, gadis itu memilih menceritakan semuanya kepada Rangga.


Flasback On.


Empat gadis cantik mengenakan seragam putih dan abu abu itu sedang berjalan bagaikan selebtitis, maklum saja ke empat gadis itu bisa dikatakan populer.


Ups bukan karena prestasi, tetapi karena penampilannya yang terbilang berlebihan.


Dari mulai seragam yang pas body, dan juga make up yang sedikit berlebihan untuk pelajar SMA.


Setiap jam istirahat ke empat Gadis itu selalu berkeliling halaman sekolah tersebut dengan gaya sok populernya.


Iya benar! Itu adalah Lana dan ke tiga sahabatnya.


"Lan aku dapat info, katanya Noah ada di kantin sekarang" ucap salah satu temannya.


"What! Apakah dia sendirian di kantin?" Tanya Lana.


"Tidak! tentu dia bersama adik kesayangannya" yang di maksud adik kesayangan adalah Nara.

__ADS_1


Ternyata Lana juga bersekolah di tempat Noah dan Nara.


Dan di sekolah tersebut, Noah tidak mempunyai banyak teman.


Ia selalu bersama Nara dan Damar sahabatnya, karena memang sikap Noah yang dingin serta acuh terhadap siapa pun.


Termasuk Lana, gadis yang diam diam menyukai Noah.


"Oke sekarang ikut aku ke toilet, aku mau merapikan make up ku" kata Lana kemudian mereka segera pergi ke toilet.


Disini lah awal mula Lana malu seumur hidupnya karena Noah.


"Lan, suratnya sudah jadi kan?" Tanya Willy sahabat Lana.


"Nih sudah siap" jawab Lana sambil menunjukkan amplop berwarna merah yang berada di tangannya, di dalam amplop tersebut terdapat surat yang ia tulis untuk Noah kurang lebih itu seperti surat cinta.


"Oke kita ke kantin sekarang, ehh perlu live?" Tanya Willy lagi.


"Tentu! Wajib Live, biar semua orang tau bagaimana Noah menerima cinta Lana" ucap sahabat Lana yang lain.


Akhirnya mereka pun sepakat untuk melakukan Live pada saat Lana memberikan surat tersebut kepada Noah. Bertujuan agar kepopuleran Lana semakin besar.


Dengan percaya dirinya Gadis itu mengoleskan gincu berwarna pink di bibirnya bisa dibilang cukup seksi saat ia menggunakannya.


Setelah siap Lana pun pergi bersama ketiga sahabatnya menuju kantin, tidak lupa Willy memegang sebuah ponsel dimana Gadis itu sudah siap untuk merekam sahabatnya.


"Lana tuh si Noah, cepat kesana dan berikan suratnya. Aku akan berdiri di sini merekam mu" kata Willy.


"Oke" Lana berjalan ke arah Noah yang sedang duduk santai bersama Nara dan Damar.


Mereka bertiga yang sedang asik mengobrol langsung melihat kearah wanita yang berdiri tepat di samping Noah.


"Hai Noah" ucap Lana lagi.


"Hmm iya" jawab Noah.


Dengan jantung yang berdetak kencang Lana berusaha memberanikan dirinya.


"Bisa kita bicara sebentar?" Tanya Lana.


"Silahkan" jawab Noah sesingkat mungkin.


"Ehmmm bisa kamu ikut aku kesana sebentar?" Tunjuk Lana.


Sedangkan Nara dan Damar hanya bisa memperhatikan mereka berdua.


"Kalau mau bicara, kamu bisa bicara disini" kata Noah.


"Sebentar saja, aku mohon" Lana menyatukan tangannya, memohon agar Noah mau ikut bersamanya.


Kemudian Nara memberikan isyarat bahwa sebaiknya sang kakak mau menerima permintaan Lana.


"Oke only five minutes" akhirnya Noah setuju.


Akhirnya Lana pun membawa Noah menjauh dari kerumunan murid-murid disana termasuk menjauh dari Nara dan Damar.


tersisalah Noah dan Lana di tempat itu.

__ADS_1


"Noah aku tidak bisa mengatakannya secara langsung kepadamu, karena aku sedikit..."


"Langsung ke pointnya!" Sahut Noah sehingga membuat Lana menghentikan ucapannya.


Lana merogoh kantung roknya dan ia memberikan amplop merah tersebut kepada Noah.


"I..ini untukmu, kamu bisa membacanya sekarang dan segera beri jawaban" perintah Lana.


Tidak lupa ke tiga sahabat Lana sudah merekamnya.


Noah memicingkan satu alisnya saat ia melihat amplop warna merah yang masih dipegang oleh Lana, sungguh malas menurut Noah Jika ia berhadapan dengan gadis seperti saat ini.


"Kamu bisa membuka dan membacanya sendiri, kenapa harus aku!" Jawab Noah.


"Ayolah Noah aku mohon" lagi lagi Lana merengek di hadapan Noah.


Sehingga membuat Noah merasa tidak nyaman, terlebih lagi beberapa pasang mata melihat ke arahnya.


Noah pun mengambil amplop dari tangan Lana dan dengan cepat Noah membuka amplop tersebut.


Mata Noah membulat saat ia membaca apa yang tertulis disana.


Noah mengeraskan rahangnya, benar benar menjijikkan saat membaca surat tersebut.


Surat cinta yang di tulis oleh Lana, mengungkap isi hatinya yang selama ini ia pendam untuk Noah.


Meminta Noah untuk menjadi kekasihnya, dan ada sepercik puisi yang tertulis disana.


Namun Noah tau jika puisi itu di ambil dari sebuah g**gle.


"Kamu ingin aku membacanya?" Tanya Noah dan Lana mengangguk.


"Aku sudah membacanya dan sekarang boleh aku buang?" Tanya Noah lagi.


"A...apa maksudmu?" Tanya Lana.


"Harusnya aku yang bertanya apa maksudmu melakukan ini semua?" Bukannya menjawab Noah malah bertanya balik dengan wajah emosi.


"Itu ungkapan hatiku Noah, selama ini aku menyukaimu. Dan aku rasa kamu tau banyak pria yang menyukaiku tetapi aku menolaknya, semua karena kamu" jelas Dona sedikit tersenyum menghilangkan rasa takutnya.


"Cihh!!!" Noah meremas surat itu dan membuangnya ke sembarang arah.


"Kamu pikir aku sama dengan pria pria itu? Tergiur dengan baju kurang bahan seperti yang kamu pakai sekarang?"


"Maaf aku tidak merendahkan mu, justru kamu lah yang sudah merendahkan dirimu sendiri di hadapanku"


"Dan apa ini? Lihat lah teman temanmu bersembunyi dan merekam kita berdua" sambung Noah.


Membuat ketiga sahabat Lana terkejut, Live itu sudah menyala sedari tadi. Bahkan sudah banyak yang menontonnya.


"Matikan!" Ucap Lana memberi isyarat kepada Willy.


Willy dan yang lain mulai panik saat ketahuan sedang merekam.


Sampai sampai ponselnya terjatuh, banyak yang bergabung dalam Live tersebut dan menuliskan komentar.


_____

__ADS_1


__ADS_2