
Akhirnya mereka sudah sampai di bandara, disana sudah ada Damar yang menunggu kedatangan mereka.
Tidak lupa Damar bersalaman dengan mereka semua.
"Maaf menunggu lama" kata Nara kepada Damar.
"Tidak masalah, kita harus masuk sekarang" kata Damar.
"Bunda Ayah kakak, Nara berangkat ya.. Nara pasti akan rindu kalian semua. Doain semoga kuliah Nara lancar dan Nara bisa segera pulang" kata Nara sambil memeluk ke dua orang tuanya.
"Tentu sayang, ayah akan mendoakan yang terbaik untukmu. Jaga dirimu baik baik" ucap Elard sambil mencium kening Nara.
Yura pun melakukan hal yang sama.
Ia turut mendoakan putrinya agar selalu baik baik saja selama di Amerika dan semuanya lancar.
"Damar titip Nara ya, ingat!! Jangan sering keluar malam itu tidak baik untuk Nara" nasihat Yura kepada Damar.
"Iya bi, saya akan menjaga Nara disana" sahut Damar.
"Sudah jangan bersedih, kakak akan mengunjungimu setiap bulannya" kata Noah sambil menghapus air mata adiknya.
"Aku bukan menangis karenamu kak, aku menangis karena harus berpisah dengan Keyla" kata Nara, dan Keyla hanya tersenyum menyaksikan adik kakak yang terlihat lucu.
Setelah berpamitan kepada semua orang Nara dan Damar pun segera masuk karena Pesawat akan segera lepas landas.
Setelah kepergian Nara, Yura pun menangis di pelukan suaminya ia sedih karena harus membiarkan putrinya tinggal sendirian jauh dari dirinya.
"Jangan sedih sayang, Nara adalah putri kita yang hebat.. dia pasti bisa menjaga dirinya sendiri" ucap Elard.
"Iya bunda, jangan menangis lagi" sambung Noah.
Akhirnya mereka pun memutuskan untuk pulang. diperjalanan Yura berpikir bagaimana jika Keyla tinggal bersamanya untuk menggantikan Nara disana.
Sesampainya di Yayasan, Ibu Rahma mempersilahkan mereka untuk masuk terlebih dahulu inilah kesempatan Yura untuk mengutarakan keinginannya kepada Ibu Rahma.
" Ibu Rahma Ada yang ingin saya bicarakan kepada anda" kata Yura mulai obrolannya.
" Silakan nyonya" Ibu Rahma pun mempersilakan Yura untuk berbicara.
" Setelah kepergian putri saya ke Amerika, saya berpikir ingin membawa Keyla untuk tinggal di rumah kami dan tinggal bersama kami" ucap Yura.
Karena memang tidak ada obrolan sebelumnya tentu itu membuat Elard dan Noah sedikit terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Yura.
" Maksudnya bagaimana? Apa mungkin Nyonya ingin mengadopsi Keyla?"btanya Ibu Rahma.
__ADS_1
" Tidak. bukan seperti itu saya ingin Keyla tinggal di rumah saya untuk sementara waktu karena Nara baru saja pergi, Saya merasa kesepian di rumah maka dari itu saya ingin meminta Keyla untuk tinggal di rumah saya" jelas Yura.
Keyla hanya terdiam ia menunggu keputusan dari Ibu Rahma apapun keputusannya yang diambil oleh Ibu Rahma maka Keyla akan menurutinya.
" Saya sudah banyak merepotkan Nyonya jika Keyla tinggal di sana apa tidak membebani Nyonya?" tanya Ibu Rahma.
" Tentu tidak Bu, Saya sudah menganggap Keyla seperti anak saya sendiri" jawab Yura.
" Maaf Nyonya Tapi semua keputusan saya serahkan kepada Keyla jika Keyla bersedia untuk tinggal bersama anda maka saya mengizinkannya" kata Ibu Rahma dan Yura langsung menatap kepada Keyla. Itu tandanya dia menunggu jawaban dari gadis tersebut.
" Maaf Bibi aku tidak bisa tinggal bersama anda, karena pasti disini Ibu Rahma kesulitan mengurus adik adik yang lain" jawab Keyla, dia benar benar khawatir jika Ibu Rahma kesulitan dalam mengurus anak-anak Yayasan tersebut.
Elard nampak memperhatikan wajah istrinya, sepertinya istrinya itu sangat ingin membawa Keyla untuk tinggal bersamanya Mungkin karena ia belum bisa melepaskan kepergian Nara ke Amerika.
" Kalau begitu Saya memutuskan akan menambah pegawai di Yayasan ini untuk membantu Ibu Rahma. dengan begitu Keyla tidak perlu cemas lagi" kata Elard memberikan solusi.
" Iya benar nak, nanti Bibi juga akan mencarikan pegawai baru di Yayasan ini untuk membantu Ibu Rahma dan kamu juga bebas Jika kamu ingin pulang ke yayasan Bibi tidak melarangmu" jelas Yura.
Keyla menatap kearah Noah yang sedari tadi diam saja dia memikirkan Bagaimana jika dia harus 1 rumah dengan beruang kutub yang dinginnya melebihi rata rata.
" Keyla.. Jika kamu bersedia ikut lah bersama nyonya Yura ibu tidak masalah, dan Nyonya Yura juga mengatakan Jika kamu bisa pulang ke sini kapan saja" kata Ibu Rahma karena ia melihat kebingungan di wajah Keyla.
" Sudahlah Bunda tidak perlu memaksanya Jika dia memang tidak ingin tinggal bersama kita" ucap Noah secara tiba tiba.
"Baiklah bi, Keyla bersedia tinggal bersama bibi" ucap Keyla.
"Benarkah?" Tanya Yura memastikan, dan Keyla mengangguk.
Yura nampak bahagia karena akhirnya Keyla bersedia untuk tinggal bersamanya dengan begitu Yura tidak merasa kesepian.
Ibu Rahma pun juga senang mendengar keputusan Keyla ia sama sekali tidak menaruh sedih sedikitpun karena Keyla akan tinggal di rumah Yura.
Setelah selesai membicarakan hal itu Yura langsung meminta Keyla untuk segera membawa beberapa barang barangnya, karena Keyla akan tinggal di rumah Yura pada hari ini juga.
Ibu Rahma membantu Keyla untuk mengemasi sebagian barangnya dan sebagian lagi ia tinggal di Yayasan tersebut.
Tidak lupa Keyla juga membawa beberapa berkas pendaftaran kuliahnya, karena besok rencananya Keyla akan segera mendaftarkan dirinya di kampus yang sudah ia pilih.
"Ibu aku pergi dulu ya, ibu jangan terlambat makan" kata Keyla kepada ibu Rahma.
Karena setiap hari kebiasaan Keyla adalah mengingatkan ibu Rahma untuk makan.
"Iya nak kamu jangan khawatir, jaga dirimu disana" ucap ibu Rahma kepada Keyla. Seraya mencium kening Keyla.
Yura bahagia melihat kehangatan serta ketulusan antara ibu Rahma dan Keyla.
__ADS_1
Mereka bukan keluarga kandung, namun ikatan di antara mereka sangatlah kuat.
Mobil pun melaju menuju rumah Elard, sepanjang perjalan Keyla hanya terdiam sambil melihat jalanan.
Noah yang sedikit mencuri pandang melihat Keyla yang seperti bersedih, dan buliran bening menetes dari pelupuk matanya.
Noah langsung mengambil sapu tangan miliknya dari dalam tasnya, dan memberikan kepada Keyla.
"Apa ini?" Tanya Keyla terkejut.
"Aku rasa kamu tau ini apa" ucap Noah tanpa menatap Keyla, namun tangannya menjulurkan sapu tangan itu kepada Keyla.
Keyla pun mengambil sapu tangan tersebut dan mengusap air matanya.
Terdengar Keyla yang membersihkan ingus di hidungnya tentu itu membuat Noah merasa geli.
"Itu untuk menghapus air matamu bukan ingusmu, dasar wanita jorok!!" Sahut Noah.
"Maaf tapi jika aku menangis pasti ingusku juga ikut keluar" ucap Keyla.
"Terserah! Buanglah sapu tangan itu" kata Noah.
"Tidak, aku akan mencucinya" kata Keyla kemudian memasukkan sapu tangan itu kedalam tasnya.
"Terserah!!" Sahut Noah.
"Noah.. terima kasih" ucap Keyla.
"Hmmm" balas Noah.
"Apa tidak ada kata kata lain, selain hmm dan terserah??" Tanya Keyla.
Noah langsung menatap ke arah Keyla dengan tajam.
"Tidak.. tidak.. bukan kamu yang aku maksud" Keyla langsung memalingkan wajahnya karena ia sedikit takut menatap mata elang Noah.
"El.. bukankah meraka berdua cocok?" Bisik Yura kepada Elard.
"Iya sayang, tapi sepertinya Noah tidak tertarik kepada Keyla" jawab Elard dengan berbisik.
_____
happy reading.
yukk bantu author dengan cara berikan vote kalian untuk karya iniš„° terima kasih.
__ADS_1