Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
S2~ Tamparan Keras


__ADS_3

Setelah cukup lama berpelukan Keyla pun melepaskan pelukan kakek Sultan.


Kemudian ia beralih menatap Vivian yang berdiri berada jauh darinya.


"Lalu kenapa bibi Vivian ada disini?" Tanya Keyla.


"Dia adalah ibu kandungmu nak" kata kakek Sultan.


"Apa!!" Keyla terkejut.


"Iya Baby, bibi Vivian adalah ibu kandungmu" Noah pun membenarkan.


Keyla menarik nafasnya panjang, selama ini ia sangat ingin bertemu dengan orang tuanya.


Dan akhirnya hari itupun tiba.


Tetapi Keyla hanya diam tanpa menghampiri bahkan memeluk Vivian.


Keyla teringat saat pertama kali bertemu Vivian di rumah sakit, di saat itu Vivian sedang menangis karena putrinya sakit parah dan di rawat di rumah sakit.


Itu artinya putri Vivian bukanlah dirinya saja, lantas mengapa hanya dia yang di tinggalkan di panti asuhan dan tumbuh besar disana.


Itu berarti dirinya lah yang tidak di inginkan dalam kehidupan Vivian.


"Keyla, ini mama nak" ucap Vivian.


"Apa kamu juga tidak ingin memeluk mama? Sama seperti kakek?" Tanya Vivian.


"Maaf bibi, aku senang bisa bertemu dengan anda sebagai ibu kandungku. Dan melihat anda baik baik saja" jawab Keyla.


Vivian berjalan menghampiri Keyla, dan ia langsung memeluk tubuh gadis itu.


"Maafkan mama nak, yang sudah meninggalkanmu di panti asuhan... Tapi mama melakukan semua itu karena terpaksa" kata Vivian yang masih senantiasa memeluk Keyla.


Keyla tidak bergeming, gadis itu hanya diam saja tanpa membalas pelukan wanita yang sudah menangis itu.


Mendengar ucapan Vivian yang mengatakan telah meninggalkan Dirinya di panti, membuat Rasa sakit Keyla terbuka kembali.


Keyla melepaskan pelukan tersebut.


"Aku tidak menyangka bibi memang melakukan itu semua! Meninggalkan aku yang masih bayi di gerbang panti asuhan. Bahkan tidak memikirkan bagaimana jika aku kehujanan, kepanasan atau kelaparan!!" Ucap Keyla getir.


Yura memegang pundak Keyla berharap gadis itu bisa kuat menerima semua kebenarannya.


"Percayalah nak, mama melakukan itu semua karena terpaksa" bela Vivian.


"Terpaksa atau tidak! Perbuatan bibi tidak bisa dibenarkan!!! Dalam keadaan apa pun bibi melakukan kesalahan yang besar. Kenapa?? Kenapa bibi melakukan itu? Apa aku bukan putri yang anda harapkan?" Tanya Keyla dengan nada yang sudah meninggi.


Vivian menggelengkan kepalanya, tidak mungkin Wanita itu mengatakan jika Keyla adalah anak haramnya dengan sang kekasih.


Ucapan Vivian seolah olah tertahan, ingin melakukan pembelaan apapun tetap saja dirinya lah yang bersalah.


"Iya mama salah nak, tapi tolong maafkan mama" kata Vivian memohon. Wanita itu meraih kedua tangan Keyla, namun Keyla dengan cepat melepasnya.


"Sebelum kita bertemu aku sudah memaafkan bibi, tapi maaf aku tidak bisa menerima anda dalam kehidupanku" jawab Keyla. Kemudian gadis itu sedikit menjauh dari Vivian.


Noah mencoba menenangkan Keyla, ia tau jika saat ini istrinya pasti sangat terpukul dengan kebenaran itu.


"Tenangkan dirimu Baby" kata Noah.


"Aku baik baik saja Noah, aku memang ingin sekali saja bertemu dengan orang tua kandungku hanya untuk memastikan bahwa mereka baik baik saja. Dan sekarang aku sudah bertemu dengannya, itu sudah cukup" jelas Keyla.


Vivian pun tidak bisa melakukan apa-apa, kini ia menyerahkan semuanya kepada Keyla. yang terpenting dirinya sudah mencoba untuk meminta maaf dan Keyla pun sudah memaafkannya meskipun Gadis itu tidak lagi menerima dirinya.


Di dalam ruangan itu nampak canggung.

__ADS_1


Keyla sama sekali tidak mengatakan apapun lagi terhadap Vivian, baginya sudah cukup pembicaraan diantara mereka berdua dan Keyla pun mengikhlaskan jika Vivian hidup dan bahagia dengan keluarganya sendiri.


"Mama!!" Panggil seorang gadis yang duduk di kursi roda, gadis itu baru saja memasuki ruangan kakek Sultan.


Suasana yang semula hening tiba tiba berubah, mereka semua melihat ke arah sumber suara tersebut.


"Nak kenapa kamu kesini?" Tanya Vivian kemudian beranjak dari duduknya.


"Dona!!" Kata Noah dan Keyla bersamaan setelah melihat siapakah yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu.


"Noah, Keyla" ucap Dona yang tidak kalah terkejut.


"Mama... Kenapa mereka ada di ruangan kakek?" Tanya Dona.


"Kamu kenal dengan mereka?"


"Iya ma, Noah adalah teman kampusku" jawab Dona.


"Maaf sejak kapan kita berteman??" Sahut Noah yang tidak terima mendengar kata pertemanan terucap dari mulut gadis itu.


"Ohh! Rupanya ini anak tiri bibi yang sedang sakit parah itu ya? Yang sampai menyusahkan aku dan istriku" sambung Noah.


"Mama ada apa ini? Kenapa mereka berdua ada disini? Lalu dimana papa?" Tanya Dona lagi.


"Kakek yang meminta mereka semua untuk datang kemari, dan gadis ini adalah cucu kandung kakek itu berarti Keyla adalah anak kandung dari mamamu" jelas Kakek Sultan.


Dona terbelalak, dadanya seakan akan sesak saat mengetahui jika Keyla adalah anak kandung dari mamanya. Itu berarti merka adalah saudara tiri.


Namun kebencian sudah bersarang di hati Dona, ia sama sekali tidak menerima bahkan mengakui jika Keyla adalah saudaranya.


"Katakan bahwa semua itu tidak benar ma" ucap Dona.


"Itu semua benar nak, Keyla adalah saudaramu" jawab Vivian membenarkan.


Dona memutar kursi rodanya untuk mendekati gadis itu.


Kini Dona dan Keyla saling berhadapan, Dona mendongokkan kepalanya menatap tajam ke arah Keyla.


"Jadi gadis ini anak kandung mama? Kalau begitu Dona menolak untuk mendapatkan donor darinya. Lebih baik Dona mati dari pada harus menerima donor dari gadis ini" ucap Dona.


Keyla tidak paham dengan yang baru saja dikatakan Dona.


Apa hubungan antara dirinya dengan donor yang di maksudkan Dona.


"Apa maksudmu?" Tanya Keyla.


"Ahh jadi kamu belum tau? Mama belum memberitahumu?"


"Dona hentikan nak, jangan teruskan!!" Tegur Vivian, ia tidak ingin Keyla semakin marah dan benci kepadanya.


Satu kebenaran sudah membuat Keyla kecewa, jika sampai Keyla tau kebenaran yang akan di katakan Dona maka Keyla akan benar benar membenci dirinya.


"Mama tidak bisa menghentikan Dona, perlu kamu tau" Dona menunjuk Keyla yang berdiri di hadapannya.


"Mama sengaja mencarimu karena aku sakit, mama ingin menjadikan kamu sebagai pendonor ginjal untukku... Heh! Kamu pikir mama mencarimu karena menyesal? Karena rindu? Tidak ada orang tua manapun yang sudi punya anak sepertimu" ucap Dona langsung menusuk ke jantung Keyla.


Keyla meremas tangannya, rupannya ini penyebab Vivian mencarinya.


Hanya di jadikan bahan tumbal untulk kesembuhan anak tirinya.


Mata Keyla berkaca kaca, ia berusaha untuk menahan tangisnya.


Namun ternyata buliran bening itu tidak bisa di tahannya lagi.


"Dona!! Kamu benar benar tidak tau malu, baru kali ini aku melihat gadis memalukan dan tidak punya hati sepertimu" bentak Noah.

__ADS_1


"Tidak perduli, istrimu ini memang harus tau kebenarannya. Dia sama sekali tidak di inginkan, itu sebabnya mama membungnya. Anak yang lahir dari hubungan perselingkuhan dan tidak memiliki ikatan pernikahan di sebut anak haram" ucap Dona menekan di bagian anak haramnya.


Membuat Keyla tidak dapat lagi menahan emosinya.


PLAKK! PLAKK!!


Dua tamparan mendarat di pipi kanan dan kiri Dona sekaligus.


Dona meringis kesakitan saat Keyla menampar dirinya.


"Beraninya kamu...!" Ucapan Dona terputus.


"Cukup!!" Sahut Keyla.


"Kamu tidak sadar jika sebenarnya yang menyedihkan adalah dirimu!!" Keyla menunjuk Dona dengan tegas.


"Aku anak haram yang baru saja kamu sebut itu, ternyata lebih beruntung darimu. Aku memiliki semua yang kamu tidak punya, aku tidak menyesal terlahir sebagai anak haram dan tinggal di panti. Dari pada harus tinggal bersama dirimu!!"


"Dan jangan terlalu besar kepala, Sampai kapanpun aku tidak akan pernah memberikan ginjalku kepadamu meski hanya seujung kuku" sambung Keyla lagi.


Sudah cukup selama ini Keyla menahan semuanya.


Dari awal bertemu dengan Dona, ia hanya diam tanpa berniat membalasnya.


Namun kali ini kesabarannya sudah habis, Keyla tidak tanggung tanggung meluapkan rasa emosinya.


Dona bagaikan di lempar kotoran di wajahnya setelah medapat penghinaan dari Keyla.


Memang hidupnya selama ini sangat menyedihkan, dia punya kemewahan punya keduan orang tua yang menyanyanginya tapi ia selalu merasa kesepian dengan segala kemewahannya.


Bahkan pria yang ia cintai ternyata sudah menikah dan dengan jelas menolaknya.


Kini dirinya harus berjuang melawan sakitnya.


Lengkap sudah penderitaan yang di terima Dona.


"Setidaknya aku punya mama yang menyayangiku" ucap Dona getir.


"Iya, dengan ikhlas aku memberikan mamaku kepadamu. Aku tidak pernah berniat merebutnya dari dirimu, dan apa kamu tidak bisa melihat jika didekatku sudah berdiri kedua orang tua yang menyayangiku? Suamiku dan sekarang ada kakek Sultan yang akan menjadi bagian dari kehidupanku" jawab Keyla.


Yura tersenyum saat Keyla menyebutnya sebagai orang tuanya.


Ternyata Keyla mampu membela dirinya sendiri tanpa berlindung di balik siapapun.


"Sejak kapan kakek Sultan menjadi kakekmu?" Tanya Dona tidak percaya.


"Sejak saat ini, cucu kakek bukan hanya kamu Dona kini Keyla juga menjadi cucu kakek" jawab kakek Sultan terbata bata.


"Menjijikkan!! Aku tidak sudi bersanding dengan dia. Mama antarkan aku sekarang keluar dari ruangan ini, aku muak melihat wajahnya" ucap Dona.


"Iya nak" jawab Vivian.


Vivian menatap ke arah Keyla namun gadis itu langsung memalingkan wajahnya.


"Ayo ma!" Perintah Dona.


Vivian pun mendorong kursi roda tersebut keluar dari ruangan kakek Sultan dan ia segera membawa Dona menuju ruangannya sendiri.


Keyla meringis saat melihat Vivian pergi bersama Dona.


sebasar itukan Keyla tidak berarti untuk ibu kandungnya sendiri, sampai sampai tidak ada pembelaan yang ia lakukan.


_____


happy reading🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2