Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
S2~ Salah Tingkah


__ADS_3

Malam hari menjelang...


Suasana rumah tersebut masih cukup ramai, bergantian para kerabat datang untuk melihat bayi cantik yang merupakan cucu pertama bagi keluarga Elard.


Mereka sangat antusias ingin melihat bayi tersebut.


Bahkan kelahiran Elena pun terdengar hingga di kampus Bhayangkara dimana Noah dan Keyla menempuh pendidikannya.


**Sudah berbulan bulan aku tidak mendengar kabar Maylan, apa dia baik baik saja?** Batin Keyla yang sangat merindukan sahabatnya itu.


"Baby apa kamu lelah?" Tanya Noah.


"Sedikit sayang, kepalaku sudah mulai pusing" jawab Keyla.


"Kalau begitu istirahatlah, biarkan Elena bersama dengan bunda. Karena sepertinya akan banyak tamu yang datang untuk melihat bayi kita" kata Noah.


"Hmm baiklah sayang, kamu temani saja bunda disini. Aku bisa naik sendiri"


"Mana bisa seperti itu, aku akan menggendong mu" belum sempat menolak Noah langsung membopong tubuh istrinya itu.


Banyak pasang mata yang memperhatikan mereka, tentu itu membuat Keyla malu.


Namun berbeda dengan para tamu yang berada disana, mereka merasa jika Noah sangat so sweet memperlakukan sang istri.


Noah berjalan menuju lantai dua dimana kamarnya berada.


Pria itu meletakkan tubuh istrinya di atas tempat tidur secara perlahan.


"Baby aku turun lagi ya, jika kamu butuh sesuatu hubungi aku" ucap Noah.


"Iya sayang" balas Keyla.


Kemudian Noah pun keluar dari kamar tersebut dan ia kembali menemui keluarganya di lantai bawah.


Keyla merasa tubuhnya masih sakit, ia memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu.


***


"Bunda aku ingin menggendongnya" kata Noah.


Yura pun menyerahkan bayi mungil itu kepada Noah dengan hati hati.


Memang sedikit kaku, namun Noah ingin terus belajar agar terbiasa menggendong sang anak.


"Haii anak papa yang cantik, kamu lucu sekali nak" ucap Noah menghibur Elena.


Sesekali Noah menciumi pipi Elena membuat bayi mungil itu menangis.


Namun bukannya panik Noah malah senang.


Hingga tidak terasa seluruh tamu yang hadir perlahan mulai meninggalkan rumah mewah tersebut.


Para pelayan mulai membersihkan ruangan tersebut.


"Nara, maukah kamu keluar bersamaku malam ini?" Tanya Rangga.


"Hmm mau kemana Ga?"


"Jalan jalan sekitar sini saja" jawab Rangga, dan Nara setuju.


Namun Nara ingin agar Rangga meminta ijin langsung kepada kedua orang tuanya.


Awalnya Rangga gugup, namun ia ingin menunjukkan jika dirinya adalah pria yang gantle.


Maka dari itu Rangga pun langsung meminta ijin kepada Elard.


"Pergilah! Tapi ingat, jangan sampai larut karena Nara butuh istirahat" kata Elard memberikan ijin.


"Baik paman terima kasih" kata Rangga.


"Ayo kita pergi ayahmu sudah mengijinkan" kata Rangga kepada Nara.

__ADS_1


Mereka berjalan kaki, karena Rangga hanya ingin membawa Nara jalan jalan di sekitar komplek rumahnya sambil menikmati suasana malam hari.


Suasa malam itu cukup dingin, keduanya berjalan di bawah lampu remang dengan di temani cahaya rembulan.


"Nara" panggil Rangga.


"Iya" jawab Nara.


"Boleh aku memegang tanganmu?" Tanya Rangga ragu ragu.


Tidak perlu menjawab Nara langsung meraih tangam pria itu.


Rangga terbelalak saat gadis itu tiba tiba menggenggam tangannya.


"Apa seperti ini?" Tanya Nara sambil menunjukkan tangannya yang susah menyatu dengan tangan Rangga dengan sempurna.


"I...iya" jawab Rangga gelagapan.


Entah kenapa kini pria itu merasa gugup di saat Nara memegang tangannya.


Rangga dan Nara duduk di sebuah bangku yang berada di taman kecil sekitar komplek tersebut.


"Nara kenapa kamu harus datang sekarang?" Tanya Rangga.


"Kenapa? Apa kamu tidak suka aku datang?" Bukannya menjawab Nara malah bertanya balik.


"Bukannya begitu" Rangga menatap ke arah Nara begitupun dengan gadis itu.


"Jika kamu sudah pulang aku tidak sanggup untuk melepaskan kamu kembali ke Amerika, 9 bulan ini aku menahan rindu untukmu" sambung Rangga.


Rangga ingin Nara kembali ke Indonesia dan tidak akan pergi lagi.


Karena melepaskan Nara kini begitu berat baginya.


Cinta untuk gadis itu semakin besar, namun harus terhalang oleh jarak.


"Memangnya hanya kamu yang rindu? Aku juga merindukan kamu Ga, selain ingin bertemu dengan Elena aku juga sangat merindukan kamu. Itu sebabnya aku kembali" kata Nara sambil mengerucutkan bibirnya, tentu itu membuat Rangga semakin gemas.


"Hmmm" dan Nara mengangguk.


"Apa kamu masih memakain cincinnya?".


"Tentu, lihatlah!" Nara menunjukkan cincin yang ia gunakan selama ini, gadis itu tidak pernah melepaskan cincin pemberian Rangga begitupun dengan pria itu.


" Thank you my angel " kata Rangga seraya tersenyum.


Mereka bertatapan cukup lama, sampai akhirnya tanpa sadar Rangga mendekatkan wajahnya kepada Nara. Ingin sekali Rangga mencium bibir gadis itu.


"Eitss hayoo kamu mau apa?" Tanya Nara mendorong Rangga pelan.


"Hehehe sedikit saja" jawab Rangga sambil mengedipkan satu matanya.


"No!! Sudah malam lebih baik kita pulang" kata Nara.


"Hufhh baiklah, ayo kita pulang" Rangga beranjak dari duduknya kemudian ia berjalan lebih dulu.


Cup...


Satu ciumam mendarat di pipi Rangga.


Rangga menganga saat gadis itu tiba tiba menciumnya dari samping.


"Kamu curang ya, aku tidak boleh menciummu tapi kamu tiba tiba menciumku" kata Rangga sambil melipat kedua tangan di dadanya.


"Kalau hanya disini boleh" kata Nara seraya menunjuk pipi Rangga yang sudah mulai memerah akibat menahan malu.


Nara mengedipkan satu matanya kemudian ia berjalan lebih dulu.


Rangga menyunggingkan senyumannya.


"Menggemaskan" celetuk Rangga.

__ADS_1


"Rangga ayo!" Panggil Nara karena Rangga masih mematung di posisinya.


Rangga pun segera menyusul Nara dan mereka kembali berjalan bersama.


Di tengah jalan Rangga melihat jika Nara seperti kedinginan.


Lalu Rangga berinisiatif untuk memberikan jaketnya kepada Nara, karena memang gadis itu hanya menggunakan baju lengan pendek.


"Terima kasih Ga" ucap Nara, saat Rangga memakaikn jaket itu kepadanya.


Sesampainya dirumah mereka sudah terlihat Noah yang berdiri di teras rumah tersebut.


"Dari mana saja?" Tanya Noah saat ia melihat Rangga dan Nara baru saja memasuki gerbang rumah tersebut dengan bergandengan tangan.


"Kencan" jawab Rangga asal asalan.


"Sudah selesai kencannya?" tanya Noah lagi.


"Sudah"


"Kalau begitu silahkan pulang" usir Noah.


"Astaga kenapa tidak membiarkan aku masuk dulu? aku habis berjalan kaki setidaknya beri aku segelas air putih" kata Rangga.


"Minum di apartemenmu dan sekalian bersihkan pipimu itu" ucap Noah.


pipi? Rangga langsung memegang pipinya, ia masih tidak mengerti apa maksud Noah.


sedangkan Nara hanya tersenyum melihat Rangga yang kebingungan.


"Kenapa masih disini? cepat pulang!" sahut Noah lagi.


"Iya boss! tapi memangnya kenapa dengan pipiku?" tanya Rangga.


"Lihat saja di spion mobilmu!" perintah Noah.


Rangga pun langsung mengikuti kata kata Noah, ia bercermin di kaca spion mobilnya.


alangkah terkejutnya Rangga saat melihat ada noda lipstik yang menempel di pipinya.


seketika otak Rangga berputar, dan ia baru sadar jika itu ulah Nara.


Rangga langsung menatap ke arah Nara.


"Wlekkk" Nara mengejek Rangga kemudian gadis itu berlari masuk ke dalam rumahnya.


"Sudah tau kenapa?" tanya Noah.


"Ini hanya saus" jawab Rangga berkilah.


"Cih!! saus berwarna pink? kamu fikir aku bodoh, cepat pulang!" usir Noah lagi.


kemudian Noah turut masuk ke dalam rumahnya dan segera menutup pintu tersebut.


"My angel kamu nakal sekali ya" ucap Rangga.


"Malam ini aku tidak akan menghapus noda ini" gumam Rangga kemudian ia segera masuk ke dal mobilnya dan kembali ke apartemennya.


_____


happy reading🥰


banyak yg bertanya apakah novel ini sudah tamat atau belum? atau masih ada kelanjutannya sampai season 3?


jadi Wanita Malam Milik CEO ini akan segera End.


dan tidak ada season 3🙏


karena in shaa Allah author akan membuat karya baru dengan jalan cerita yang berbeda.


TERIMA KASIH ATAS SEGALA DUKUNGAN READERS SEMUA... SERTA KOMEN YG POSITIF SEHINGGA AUTHOR BISA LEBIH SEMANGAT LAGI.

__ADS_1


VOTE, LIKE, DAN KOMEN KALIAN SANGAT BERHARGA UNTUK AUTHOR💜**


__ADS_2