
Yura sudah di perbolehkan untuk pulang, karena keadaannya yang sudah mulai membaik.
Sesampainya dirumah kedua anak kembar Yura memeluk tubuhnya.
"Bunda apakah benar adik sudah meninggal?" Tanya Noah.
Mereka memang sudah mengegahui jika sebelumnya Yura hamil, itu berarti Noah dan Nara akan segera memiliki Adik.
"Sayang biarkan bunda istirahat dulu ya, kalian temani bunda karena ayah masih ada urusan" kata Elard.
"Memangnya kamu mau kemana El?" Tanya Yura.
"Ada urusan bersama Leo. Nita tolong antarkan istri dan anak anak kekamar" perintah Elard kepada Nita.
Tidak lupa Elard mencium kening Yura sebelum ia pergi.
Yura pun segera menuju kekamar untuk beristirahat bersama Noah dan Nara.
Mobil Elard telah melaju ke sebuah tempat dimana Mike di sekap seharian ini.
Elard sudah tidak sabar ingin bertemu dengan pria itu. Nampak wajah Elard sangat geram.
20 menit akhirnya El sampai.
"Selamat datang tuan" sapa Leo dan para anak buahnya.
Elard hanya mengangguk dan terus berjalan di ikuti Leo.
"Apa dia mencoba untuk kabur?" Tanya Elard.
"Tidak tuan, saya mengikatnya sehingga dia sulit bergerak" jawab Leo.
Kini Elard sudah berdiri di depan ruangan dimana Mike berada.
Leo membukakan pintu tersebut dan mempersilahkan Elard untuk masuk.
Terlihat seorang pria yang sudah tergeletak dengan tangan dan kaki terikat. Wajahnya nampak sangat menyedihkan.
"Bangunkan dia!" Perintah El.
Leo mengambil sebotol air dan menyiramkannya kepada Mike.
Sontak membuat Mike terbangun dan ia melihat seorang pria duduk di hadapannya.
"Bagaimana malam pertamamu? Apakah sangat menyenangkan?" Tanya El dengan tatapan yang tajam.
"Ini semua karena dirimu!! Kembalikan wanitaku!" Sahut Mike.
"Hahahahaa..... Wanitamu, apa aku tidak salah dengar tuan Mike. Maksudku tuan Gilang?" Ucap Elard.
Sebelumnya Yura sudah menceritakan siapa Mike sebenarnya saat ia masih di rawat di rumah sakit.
"Dia adalah istriku! Dan kau berusaha untuk mencurinya dariku" sambung El.
"Cih!!" Mike meludah di hadapan Elard.
"Dia memang istrimu, tapi dia juga cinta pertamaku kita saling mencintai tapi kamu yang merebut dia dariku. Aku akan menghabisimu El" kata Mike.
Pria ini benar benar Psikopat, dia terobsesi dengan Yura sehingga tidak bisa melihat wanita lain. Dan juga tidak bisa menerima jika Yura sudah menikah.
mendengar kalimat itu Elard langsung menendang tubuh Mike membuat pria itu merintih kesakitan.
"Aku muak denganmu Mike" Elard mengeluarkan pistol dari belakang tubuhnya dan mengarahkan kepada Mike.
"Tuan jangan lakukan itu!" Sahut Leo menghentikan Elard.
__ADS_1
"Kenapa Le? Dia sudah menghabisi Sifa, kemudian calon anakku, dan dia juga sudah menyakiti Yura. Dia harus di hukum atas perbuatannya" kata Elard.
"Iya saya paham tuan, tapi..." Sejujurnya Leo masih memikirkan perasaan Fira, bagaimana jika Fira mengetahui kakaknya meninggal.
Fira tidak memiliki siapapun kecuali Mike.
Tapi dia juga harus tetap berada di pihak Elard, bagaimanapun Elard adalah tuannya. Selama ini Elard sudah banyak membantu Leo.
"Apa yang kamu pikirkan?" Tanya Elard.
"Serahkan ini kepadaku tuan, bukankah anda sudah berjanji kepada nyonya untuk tidak membunuh orang lagi. Biarkan saya yang melakukannya" jawab Leo.
"Baiklah, aku tau ini berat bagimu semua keputusan ada di tanganmu" El menyerahkan pistol tersebut kepada Leo.
Leo mengambilnya dengan tangan yang sedikit bergetar.
Leo mengarahkan pistol tersebut ke arah dada Mike.
**Maafkan aku Fira, maafkan aku** batin Leo.
Saat pelatuk sudah di tarik, tiba tiba Elard menghentikannya.
"Hentikan Le" kata Elard.
"Ada apa tuan?" Tanya Leo heran karena El menghentikannya.
"Kamu tidak perlu mengotori tanganmu, aku tau kamu sangat setia kepadaku. Ini sudah cukup untuk membuktikannya"
Elard mengambil pistol dari tangan Leo, dan menyimpannya kembali.
"Masukkan dia ke dalam penjara, dan rebut semua perusahaannya buat dia menandatangani semua jika dia masih ingin hidup. Namun jika pria ini menolak maka habisi dia" kata Elard.
"Baik tuan" jawab Leo.
Elard Segera keluar dari ruangan tersebut. Ia kembali ke dalam mobilnya, sesungguhnya Elard juga tidak akan membalas pria itu dengan balik membunuhnya.
Dengan cara memasukkannya ke dalam penjara dan mengambil seluruh perusahaannya.
"Aku harap sebentar lagi aku akan hidup bahagia dengan keluargaku" ucap Elard.
Kemudian Pria itu segera masuk kedalam mobilnya dan ia kembali menuju rumahnya.
Sesampainya El segera menemui Yura yang sedang bermain di halaman belakang bersama Noah dan Nara.
"Kenapa tidak istirahat?" Tanya Elard yang baru saja tiba.
"El kamu sudah pulang?" Bukannya menjawab Yura malah balik bertanya.
"Iya sayang aku sudah pulang, dan semuanya sudah beres" jawab Elard.
Elard duduk disebelah istrinya dan ia memangku Nara.
"El bolehkah aku menghubungi Jeny? Aku sangat merindukannya" kata Yura.
"Tentu boleh sayang, lakukan panggilan vidio dengannya" jawab Elard.
Dengan senang hati Yura mengambil ponselnya dan segera melakukan panggilan Vidio.
Panggilan tersambung dan Jeny menjawab panggilan tersebut.
Nampak mereka sangat senang, mereka melepas rindu.
Yura bahagia karena sekarang Jeny sepertinya sudah bahagia, berbeda saat ia masih bertunangan.
Tidak lupa Noah juga mengobrol bersama Axel.
__ADS_1
Mereka saling tertawa dan bercerita bersama.
Hingga tidak terasa hari sudah sore panggilan pun berakhir.
"Sudah mulai petang, lebih baik kita masuk sayang" Elard membawa istri dan anaknya masuk kedalam rumah tersebut.
***
Pagi hari di Amerika setelah melakukan panggilan vidio dengan Yura, Axel dan Jeny turun dari kamarnya untuk sarapan bersama orang tuanya.
"Pagi ibu ayah" sapa Axel dan Jeny.
"Pagi nak, ayo duduk kita sarapan bersama" ucap Clara
Kebetulan Clara duduk disamping Jeny.
"Bagaimana semalam?" Tanya clara berbisik kepada menantunya.
"Tidak terjadi apa apa bu" jawab Jeny juga dengan berbisik.
Clara nampak kesal kepada putranya itu, bagaimana bisa ia tidak tergerak hatinya untuk menjalankan kewajibannya sebagai seorang suami.
Padahal bukan tidak ingin, tapi Axel bingung harus memulai dari mana.
Namun bukan Calara namanya jika ia tidak memiliki banyak ide.
Wanita paruh baya itu akan berusaha membuat anak laki laki melaksanakan kewajibannya kepada Jeny.
"Xel ibu dan ayah nanti siang akan pergi ke rumah kerabat, mungkin kita akan menginap satu atau dua hari" kata Clara.
"Untuk apa menginap bu?" Tanya Axel.
"Kebetulan disana ada terapi yang sangat bagus, ibu ingin membawa ayahmu kesana sekalian melakukan terapi. Jadi tidak perlu jauh jauh pulang perginya" jawab Clara.
"Iya baiklah jika untuk kesembuhan ayah" jawab Axel.
Merekapun melanjutkan untuk menikmati sarapannya.
Hingga tak terasa jam menunjukkan pukul 11 siang waktu Amerika.
Itu tandanya ibu dan ayah Axel harus segera pergi.
"Ibu dan Ayah hati hati disana" pesan Axel.
"Iya Xel jangan khawatir, selama kita pergi jagalah istrimu baik baik" jawab ayah Axel.
Dan Axel hanya mengangguk pelan.
"Gunakan waktu libur kalian nak, ingat cari cara agar Axel mendekatimu" bisik Clara kepada menantunya seraya berpamitan.
"I..iya ibu" jawab Jeny malu malu.
Ibu dan Ayah Axel pun berangkat, mereka kembali masuk kedalam rumah mewah itu.
Karena hari ini Axel libur maka ia akan menghabiskan waktunya dengan bersantai.
"Xel bagaimana kalau kita nonton Film" kata Jeny.
"Hmm ya boleh, Film apa?" Tanya Axel.
"Horor bagaimana?" Tawar Jeny.
"Boleh juga" Axel pun setuju.
Kebetulan rumah mewah ibunya itu memiliki ruang tersendiri untuk menonton Film, tak hanya itu rumah itu juga di lengkapi dengan ruang karaoke dan ruang olah raga sehingga mereka tidak perlu keluar rumah untuk melakukan itu semua.
__ADS_1
_____
happy reading🥰🥰