Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
S2~ Tinggal Satu Rumah


__ADS_3

Freya pun menghampiri Noah dan ia bersalaman kepada Noah kemudian Freya memberikan sebuah kotak yang berisi makanan.


"Kak aku membawakan sarapan, mommy bilang bibi sedang keluar kota makannya mommy menyiapkan sarapan" kata Freya.


Keyla yang sadar dengan kedatangan Freya terus saja fokus melanjutkan masakannya.


"Tidak perlu repot repot, lagi pula ada Keyla yang memasak" kata Noah kepada Freya.


"Tidak masalah kak, aku akan mengambilkan piring untukmu" ucap Freya.


Ia pun berjalan menghampiri Keyla.


"Kakak aku bisa minta piring?" Ucap Freya.


"Ambillah disana" tunjuk Keyla.


Freya langsung mengambil salah satu piring tersebut.


Setelah itu Freya manghampiri Noah, ia menyiapkan makanan tersebut dan memberikan kepada Noah.


"Makan kamu saja, Keyla sedang memasak aku akan mekan masakannya" ucap Noah kepada Freya.


"Jika tidak segera di makan ini akan basi kak, masakan kak Keyla bisa di makan nanti siang kan" ucap Freya.


Noah nampak terdiam.


"Kamu sarapan itu saja Noah, masakanku bisa dimakan nanti siang atau malam" kata Keyla.


Keyla melepas celemek yang melekat di tubuhnya, ia meletakkan masakannya di atas meja makan.


Namun ia terkejut saat melihat kantung celananya menyala.


Keyla mengeluarkan ponselnya, dan ia melihat gantungan kunci miliknya menyala.


"Ternyata ada lampunya, tetapi kenapa tiba tiba menyala" gumam Keyla namun masih bisa di dengar oleh Noah.


Noah lupa jika gantungan ponsel itu akan otomatis menyala jika berdekatan dengan pasangannya.


Noah merasa gugup, ia berusaha menutupi gantungan miliknya yang berada di kantung celananya.


"Aku sudah selesai memasak, aku akan kembali ke kamarku" kata Keyla.


Keyla pun langsung pergi memasuki kamarnya.


Noah merasa tidak enak hati karena dia yang meminta Keyla untuk memasak.


"Kakak makanlah" kata Freya.


Noah pun memakan masakan yang di bawa oleh Freya.


Namun setelah beberapa suapan, ia pun mengambil masakan Keyla dan meletakkan di atas piringnya.


"Bagaimana kak?" Tanya Freya.


"Enak" jawab Noah singkat.


"Lebih enak mana dengan masakan kak Keyla?" Tanya Freya.


"Sama sama enak, tapi aku lebih suka masakan Keyla" jawab Noah.

__ADS_1


Memang masakan Keyla saat ini terasa enak, padahal hanya tumis kangkung dan ayam goreng.


Mendengar itu Freya nampak tidak suka.


"Kak kalian hanya tinggal berdua saja?" Tanya Freya.


"Iya" jawab Noah singkat.


"Apa kakak tidak khawatir jika hanya tinggal berdua dengan kak Keyla?" Tanya Freya lagi.


"Tidak sama sekali, ohh ya aku sedang makan bisakah obrolan kita di tunda dulu" ucap Noah.


"I..iya kak" jawab Keyla kesal.


Setelah selesai sarapan Noah dan Freya duduk di ruang tamu, mereka saling mengobrol.


"Kak kapan kamu akan kuliah?" Tanya Freya.


"3 hari lagi" jawab Noah.


Mendengar jawaban singkat Noah membuat Freya bingung harus bicara apa lagi, sampai akhirnya suara panggilan masuk ke ponsel Freya.


Terlihat Jeny menelponnya, Freya pun mengangkat panggilan tersebut.


Rupanya Jeny meminta agar Freya segera pulang.


"Kakak mommy memintaku untuk pulang, jadi aku pamit pulang dulu ya" ucap Freya kepada Noah.


"Iya hati hati di jalan" kata Noah.


Noah pun mengantar Freya sampai ke halamam rumahnya.


Setelah mobil Freya sudah keluar dari pekarangan rumahnya Noah segera masuk kembali.


Sesampainya di apartemennya Freya langsung menemui Mommy nya dilihat mommy nya sedang menonton TV.


"Mom" panggil Freya.


"Iya nak, kenapa hanya mengantar makanan kamu lama sekali?" Tanya Jeny kepada putrinya.


"Aku masih mengobrol bersama kak Noah" jawab Freya.


Freya Pun turut duduk disebelah Mommy nya.


Jeny memperhatikan wajah Freya yang sedikit muram.


"Apa apa nak? Kenapa kamu seperti lesu?" Tanya Jeny.


"Mommy bisakah aku meminta sesuatu?" Tanya Freya.


"Apa yang kamu inginkan?" Kata Jeny.


"Mommy aku ingin tinggal di rumah bibi Yura" jawab Freya.


"Apa!!"


Jeny pun terkejut dengan keinginan putrinya itu, entah apa yang terjadi sehingga putrinya tiba tiba ingin tinggal di rumah Yura.


"Untuk apa nak? Bukankah kita punya rumah sendiri?" tanya Jeny.

__ADS_1


"Iya mom, tapi aku ingin tinggal disana. Begini mommy bukankah Kak Noah saat ini hanya tinggal berdua dengan kak Keyla. Bukankah tidak baik jika seorang laki laki dan perempuan tinggal satu rumah dan hanya berdua?" tanya Freya.


"Nak, tapi Keyla bukan orang lain. Bibi Yura sudah menganggapnya seperti anaknya sendiri. Lagi pula disana juga ada pelayan" kata Jeny.


"Tapi mommy...." ucapan Freya terhenti.


"Nak sudahlah, jangan meminta sesuatu yang aneh aneh ya. Kamu masih bisa main ke rumah bibi Yura tapi tidak harus tinggal disana" kata Jeny mencoba memberikan pengertian kepada putrinya.


Freya pun terdiam, dia enggan untuk menjawab ucapan mommynya.


Freya memutuskan untuk segera masuk ke dalam kamarnya.


Jeny hanya bisa menatap putrinya yang berlalu meninggalkannya.


"Ada apa dengannya sampai sampai ia ingin tinggal dirumah Yura" kata Jeny bingung dengan keinginan putrinya.


Jam sudah menunjukkan pukul 11.00.


Keyla keluar dari kamarnya ia merasa lapar karena sedari pagi belum ada makanan apapun yang masuk kedalam perutnya.


Keyla menuju meja makan dan ia melihat masakannya yang sisa sedikit.


"Apa Noah memakannya? Bukankah dia makan masakan yang di bawa Freya" ucap Keyla.


Tidak mau berpikir terlalu lama Keyla pun mengambil piring dan segera makan.


"Ehem" suara seseorang mengejutkan Keyla yang sedang asik makan.


"Noah kamu mau makan siang?" tanya Keyla.


"Tidak. Tapi aku akan pergi kerumah temanku, tetap diam di rumah dan jangan kemana mana" ucap Noah.


Memang terlihat Noah sudah rapi dan tidak lupa ia memakai tas kecil yang melingkar di pundaknya.


"Iya baiklah" jawab Keyla.


Noahpun segera berjalan menuju mobilnya dan Keyla melanjutkan makannya.


Setelah selesai Keyla menuju ke halaman rumah tersebut.


"Aku sangat bosan, tidak ada siapa siapa di rumah ini. Hanya ada pelayan yang sedang sibuk bekerja" ucap Keyla yang duduk di bawah pohon yang berada di halaman belakang rumah mewah itu.


"Apa aku pergi kepanti saja, tapi Noah melarangku untuk pergi kemana mana, huhh aku sangat bosan" ucap Keyla.


Tidak ada yang bisa di lakukan gadis itu selain diam saja.


Kini Noah sudah berada di sebuah kampus ia bertemu dengan salah satu temannya.


"Noah, dekan ingin bertemu denganmu" kata Rangga.


"Bisakah kamu saja yang membereskan semuanya, intinya aku tidak bisa mengikuti kegiatan yang tidak penting itu. Membuang waktuku" kata Noah.


"Bisa saja Noah, tapi lebih baik kamu yang langsung menemui dekan" kata rangga.


Rangga adalah teman sekaligus orang kepercayaan Noah.


Namun Rangga sudah lebih dulu menempuh pendidikan di perguruan tinggi tersebut, Saat ini Rangga masih semester 3.


"Sudahlah aku percayakan semua kepadamu" kata Noah yang masih bersikeras tidak ingin bertemu dengan Dekan tersebut.

__ADS_1


_____


haply reading🥰🥰


__ADS_2