Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
S2~ Satu Kamar


__ADS_3

Beberapa tamu undangan sudah mulai meninggalkan acara pernikahan tersebut.


Acara berjalan dengan sangat lancar tanpa hambatan apa pun.


"Karena acara sudah selesai kalian berdua bisa beristirahat" kata Yura.


"Baik bibi" jawab Keyla.


"Kenapa masih memanggil bibi? Sekarang aku sudah menjadi orang tuamu panggil lah kami dengan sebutan Bunda dan Ayah" jelas Yura.


"Iya baiklah bi.. Maksudku bunda"


Keyla masih sedikit kaku jika harus memanggil Yura dengan sebutan Bunda.


Tapi bagaimana pun kini mereka telah menjadi orang tuanya, itu artinya Keyla harus membiasakan dirinya dengan panggilan tersebut.


Keyla dan Noah dengan didampingi dua orang pelayan segera berjalan menuju kamar mereka, mulai saat ini Keyla akan tidur di kamar milik Noah.


kamar tersebut sudah dihias sangat cantik terdapat bunga-bunga berwarna putih yang aromanya sangat harum.


"Mau kemana?" Tanya Noah saat melihat Keyla hendak membuka pintu kamarnya.


"Istirahat Noah, aku sangat lelah" jawab Keyla.


"Huhhh" Noah menghembuskan nafasnya dengan sangat kasar.


"Keong kita sudah menikah, mana mungkin bunda mengijinkan mu untuk tidur di kamar terpisah" ucap Noah.


"Lalu?" Tanya Keyla.


"Terpaksa kamu harus tidur di kamarku" sahut Noah.


"Apa??! Kita berdua satu kamar??" Tanya Keyla terkejut, tidak pernah ia membayangkan akan satu kamar dengan beruang kutub itu.


Menghabiskan waktu berdua di dalam kamar, apa lagi jika harus satu tempat tidur.


"Jangan pura pura terkejut, bukannya kamu senang bisa satu kamar dengan pria tampan sepertiku" kata Noah sambil memicingkan salah satu matanya.


"Tentu, aku sangat senang sekali bisa bersama beruang kutub sepertimu" ledek Keyla kemudian gadis itu menerobos masuk ke dalam kamar Noah.


"Astaga aku adalah suaminya, dan ia masih memanggilku beruang kutub" gerutu Noah.


"Tuan apa anda memerlukan sesuatu?" Tanya pelayan.


"Tidak, pergilah " jawab Noah.


Setelah pelayan itu pergi Noah turut masuk ke dalam kamarnya, ia melihat Keyla yang masih berdiri sambil memperhatikan setiap sudut yang ada di kamar tersebut.


Benar benar kamar pengantin yang di dambakan seluruh kaum hawa.


Dekorasi kamar tersebut seketika berubah menjadi sangat cantik.


"Kotor sekali kamar ini, aku akan memanggil pelayang untuk membereskan semua ini" kata Noah.


"Jangan!! Kenapa harus di bersihkan, bukankah ini indah dan cantik" kata Keyla.


"Tapi ini semua sangat menganggu, terlalu berlebihan banyak sekali bunga yang tidak berguna" kemudian Noah berjalan mengambil ponselnya dan hendak menghubungi salah satu pelayan yang ada dirumahnya.


"Noah jangan, aku belum sempat berfoto di kamar ini. Sayang sekali jika harus di bersihkan, bukankah kamar pengantin memang seperti ini?" Keyla menahan Noah agar tidak menghubungi pelayan tersebut.


"Kamar pengantin? Hmmm jadi kamu ingin menikmati menjadi pengantinku?" Tanya Noah.


Noah mendekati Keyla sambil menyunggingkan senyuman liciknya.

__ADS_1


Keyla yang melihat wajah Noah langsung memundurkan tubuhnya perlahan.


"Bu..bukan begitu, aku hanya..ah aku" Keyla gugup.


Noah melepas dasi yang melingkar di lehernya, kemudian ia semakin mendekati gadis itu.


Keyla sudah berada di dekat tempat tidur, ia sudah tidak bisa lagi memundurkan tubuhnya.


Keyla masih mengingat bagaimana Noah menciumnya tadi.


"Kamu mau apa?" Tanya Keyla.


"Aku hanya ingin...."


"Aaa tidak! Jangan Noah aku belum siap. aku mohon jangan" Keyla menutup matanya karena ia takut Noah akan menyergapnya.


"Hahaha dasar keong bodoh!! Apa yang kamu fikirkan hah? Dasar mesum" Noah menyentil kening Keyla dengan jarinya.


"Ihh dasar!! Kenapa kamu selalu menyebalkan" Keyla mendorong tubuh Noah kemudian ia segera masuk ke dalam kamar mandi dengan perasaan malu.


Noah tertawa senang karena bisa membuat gadis yang kini telah resmi menjadi istrinya itu tersipu malu.


"Bisa bisanya dia mengira aku akan melakukannya, gadis kecil yang mesum" gumam Noah.


Di dalam kamar mandi Keyla nampak frustasi, berkali kali ia memukul kepalanya pelan.


Bagaimana ia bisa mengira jika seorang Noah dengan mudah akan melakukan hal itu.


"Bodoh bodoh bodoh!! Memalukan, tapi ini karena Noah yang menatapku dengan sangat napsu" Keyla mengerutuki dirinya sendiri.


Keyla hendak mandi namun ia masih menggunakan kebaya, Keyla kesulitan untuk membuka kancing kebaya tersebut karena berada di punggungnya.


"Bagaimana ini, sulit sekali" kata Keyla yang berusaha meraih kancing bajunya.


Sampai keringat bercucuran Keyla belum juga berhasil membuka kancing baju tersebut.


Ia bingung apa yang harus di lakukannya, tidak mungkin dirinya meminta tolong kepada suami beruangnya itu, karena ia masih merasa sangat malu.


"Terpaksa aku harus merusaknya"ucap Keyla.


Dengan susah payah akhirnya kebaya tersebut berhasil di lepas dari tubuhnya, meski ada beberapa kancing yang terlepas.


Keyla segera membersihkan tubuhnya karena ia sangat gerah.


"Nyaman sekali" Keyla berendam di dalam bathup hingga beberapa menit, merasakan sensasi aroma teraphy yang benar benar menyejukkan perasaannya.


Dor... Dor... Dorrr


Noah mengetuk pintu kamar mandi itu karena hampir satu jam Keyla belum selesai dengan aktifitasnya.


"Apa yang kamu lakukan di kamar mandiku?? Kenapa lama sekali, Keong!! Cepat keluar" teriak Noah.


"Suamiku berisik sekali, ia tidak membiarkan aku tenang sebentar saja" gumam Keyla.


Keyla tidak menjawab pertanyaan Noah.


Ia terus saja mengosok gosok tubuhnya dengan lembut sambil bernyanyi.


Noah yang mendengar Keyla bernyanyi semakin kesal di buatnya.


"Keong!! Jika kamu tidak keluar aku akan mendobrak pintu kamar mandi ini!!" Ancam Noah.


"Astaga! Dia mau mendobrak pintunya" Keyla segera keluar dari dalam bathup ia benar benar takut jika Noah mendobrak pintu tersebut.

__ADS_1


"Iya... Iya tunggu aku akan segera keluar!!" Jawab Keyla.


"Oke, cepat!!" Sahut Noah.


Akhirnya pria itu berhasil membuat istrinya ketakutan.


Setelah membilas tubuhnya Keyla tersadar bahwa ia tidak membawa baju ganti.


Keyla kembali memukul kepalanya, ia tidak habis fikir kenapa dirinya bisa sebodoh itu.


"Astaga! Aku lupa tidak membawa baju ganti, bagaimana ini pakaianku semua masih ada di kamarku" gumam Keyla.


Tidak mungkin Keyla kembali memakai kebayanya untuk keluar dari kamar mandi.


Di saat kebingungan melanda Keyla melihat sebuah handuk kimono berwarna abu abu yang tergantung di sana.


Beberapa menit kemudian...


Noah sedang asik bermain ponselnya sambil merebahkan tubuhnya di kasur empuk miliknya.


Ceklek...


Noah yang mendengar suara pintu terbuka langsung mengalihkan pandangannya.


"Kenapa lama sek....." Noah tercengah, ia menghentikan ucapannya saat melihat Keyla baru saja keluar dari kamar mandi.


"Astaga" ucap Noah.


Keyla yang malu malu mencoba melangkahkan kakinya.


"Berhenti!!" Teriak Noah.


**Ada apa ini? Apa dia tergoda melihatku memakai handuk ini** batin Keyla asal.


"I..iya" Dengan ragu ragu Keyla membalikkan tubuhnya.


"Buka!!" Kata Noah.


"Hah!! Apa?" Tanya Keyla.


"Buka handuknya!!" Sahut Noah lagi.


"Tidak!!" Keyla menyilangkan tangannya di depan dadanya.


Mungkinkah dugaannya benar jika Noah tergoda saat melihat dirinya hanya menggunakan handuk kimono itu.


"Cepat buka handuknya!!" Perintah Noah.


Noah bangkit dari tempat tidurnya dan mendekati Keyla.


"Noah berhenti!! Kamu jangan macam macam" ucap Keyla ketakutan.


"Cepat buka handuk itu, karena itu handukku. Tidak bisakah kamu memakai handuk yang lain" jelas Noah.


"Apa?"


"Itu handuk yang kamu pakai milikku"


Astaga, lagi lagi Keyla salah mengartikan ucapan Noah.


Mungkinkah gadis itu sudah tidak sabar dengan malam pertamanya.


"Maaf aku tidak tau" Keyla menundukkan kepalanya karena ia benar benar sangat malu.

__ADS_1


_____


happy reading🄰


__ADS_2