Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
S2~ Pergi Menemui Nara #1


__ADS_3

Saat Keyla akan menaiki tangga, Yura yang sedang mengobrol dengan Axel dan Jeny langsung memanggilnya.


"Keyla" panggil Yura.


"Iya bi" jawab Keyla.


"Kemari nak, paman ingin memberikan sesuatu kepadamu" kata Yura.


Akhirnya Keyla pun menghampiri Yura, dan ia duduk di samping Yura.


"Dimana Noah?" Tanya Elard kepada Keyla.


"Itu paman masih di..." Ucapan Keyla terpotong karena Noah lebih dulu masuk bersama Freya.


"Paman sudah dari tadi?" Tanya Noah tidak lupa ia bersalaman dengan Axel dan Jeny.


Kemudian Noah dan Freya turut bergabung bersama mereka.


"Beberapa menit yang lalu nak" jawab Axel.


"Noah kamu jadi kan pergi ke Amerika untuk mengunjungi Nara?" Tanya Elard.


"Hmm" jawab Noah sambil mengangguk, karena Noah masih merasa canggung kepada Elard. Setelah perdebatan dengan sang ayah membuat Noah bingung harus berbuat apa.


"Ini adalah pasport kalian berdua" Elard menyerahkan dua buah pasport kepada Noah.


Dan Noah mengambil posport tersebut.


"Itu milik Keyla kalian bisa berangkat besok pagi" jelas Elard.


"Paman terima kasih banyak" ucap Keyla senang.


Berbeda dengan Freya yang sama sekali tidak berkomentar.


Itu artinya besok mereka berdua akan pergi ke Amerika dan hanya berdua.


"Kalian hanya pergi berdua?" Tanya Freya kepada Keyla dan Noah.


"Iya nak, tapi disana kan ada Nara" sahut Axel.


Pria itu sadar jika putrinya sedikit tidak suka karena rencana kepergian itu. Dan itu semua nampak jelas di wajah Freya.


Mendengar jawaban Daddynya Freya pun terdiam.


"Ini milikmu" Noah menyerahkan satu posport kepada Keyla.


"Terima kasih" jawab Keyla seraya mengambil barang tersebut.


Akhirnya mereka pun mengobrol bersama.


Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, setelah keluarga Axel pulang Keyla memutuskan untuk pergi ke kamarnya, begitupun dengan Elard dan Yura.


Sedangkan Noah masih terduduk di ruang tamu sambil memikirkan sesuatu.


"Besok harus berangkat ke Amerika, ini kesempatan untuk berlibur" ucap Noah.

__ADS_1


Saat Noah berjalan menuju kamarnya sejenak Noah berhenti di depan kamar orang tuanya.


"El jangan memaksakan Noah untuk meneruskan perusahaanmu" kata Yura.


"Lalu aku harus bagaimana sayang? Noah adalah putra kita satu satunya. Andai saja aku mempunya anak lagi, pasti aku tidak akan memaksa dia" jawab Elard.


"Iya aku mengerti perasaanmu El, beri Noah waktu karena dia juga pasti bingung harus memilih yang mana" Yura mencoba memberikan pengertian kepada suaminya.


Yura berharap Noah mau meneruskan perusahaan Elard dengan senang hati dan tanpa paksaan.


Di balik pintu kamar itu Noah mendengar obrolan orang tuanya, Noah merasa semakin dilema.


Noah masuk ke dalam kamar, dan ia duduk di balkon kamarnya.


"Apa ini yang di maksud Keyla, suatu pilihan yang terbaik untuk semua orang. Ayah pasti tidak punya pilihan lain selain aku yang meneruskan bisnisnya" gumam Noah sambil terus berfikir.


Haruskah ia memendam cita citanya sebagai seorang dokter demi membahagiakan orang tuanya.


Karena sudah semakin larut Noah memutuskan untuk segera tidur.


***


Pagi ini Nita sedang membantu Keyla menyiapkan barang barangnya, dua koper berukuran sedang sudah siap ia bawa.


"Keong apa apaan ini?" tanya Noah saat ia masuk ke dalam kamar Keyla, karena kebetulan pintu kamar tersebut tidak di tutup.


"Bukankah kita akan pergi ke Amerika? Ini semua barang barangku" jawab Keyla.


"Astaga kita bukan mau pindahan, bawa barang barang pentingmu saja satu koper cukup. Disana kita bisa membeli baju ganti" kata Noah sambil mendorong koper milik Keyla.


"Lihat tubuh mu saja kecil dan lambat seperti keong, kamu yakin ingin membawa barang sebanyak itu. Jangan harap aku membantumu" setelah mengucapkan itu Noah pun berlalu keluar dari kamar Keyla.


"Bagaimana nona?" Tanya Nita.


"Bibi bisa pergi saya yang melanjutkannya" jawab Keyla.


Akhirnya Nita keluar dari kamar itu dan tersisalah Keyla sendirian dengan barang barangnya.


"Bagaimana jika Noah tidak mau membantuku? Tidak mungkin aku membawa barang sebanyak ini, tapi kalau mau beli pakai uangnya siapa" Keyla mulai bingung, ia bingung apa yang harus di lakukan.


"Bukankah bibi memberiku kartu debit, tapi berapa ya saldonya aku belum pernah menggunakannya" ucap Keyla sambil mengeluarkan ponselnya.


Keyla pun membuka sebuah aplikasi bankingnya dan ia mengecek berapakah saldo yang ada di kartu Debit tersebut.


"Astaga banyak sekali. Serius ini uang semua??" Tanya Keyla terkejut saat melihat saldo tersebut mencapai 9 digit.


"Baru kali ini aku memiliki uang sebanyak ini" ucap Keyla dengan wajah yang berbinar binar.


Karena ia merasa memiliki uang, akhirnya Keyla mengeluarkan sebagian bajunya dari dalam koper.


Dan Keyla hanya membawa beberapa pakaian saja.


"Key" sapa Yura.


"Iya bibi" jawab Keyla sambil menata pakaiannya.

__ADS_1


"Kamu sudah siap nak? Noah sudah menunggu di bawah" tanya Yura.


"Sudah bibi" Keyla pun mendorong kopernya.


"Bibi sudah transfer uang di rekeningmu, untuk kamu berbelanja di sana" jelas Yura.


"Bibi tidak perlu repot repot, uang bibi yang kemarin saja belum sempat Key pakai" jawab Keyla yang merasa tidak enak.


Sebenarnya tidak perlu mengatakannya Yura sendiri sudah tau jika Keyla sama sekali belum menggunakan uang tersebut.


"Bibi tau nak, itu uangmu jadi gunakan untuk keperluanmu. Bibi ingin kamu sama seperti anak anak yang lainnya" jelas Yura sambil merapikan rambut Keyla.


Mendengar ucapan Yura membuat Keyla terharu, gadis itupun memeluk Yura.


"Terima kasih banyak bibi" ucap Keyla.


"Sama sama, sekarang kita turun ya" Yura dan Keyla pun segera turun.


Sesampainya setelah koper di masukkan ke dalam mobil Noah dan Keyla berpamitan kepada orang tuanya.


"Hati hati di jalan, Noah sesampainya segera kabari ayah" ucap Elard.


"Iya ayah" jawab Noah.


"Maaf bunda tidak bisa menemani kalian ke bandara karena bunda kurang enak badan" jelas Yura.


"Tidak masalah bunda, lekaslah sembuh" ucap Noah.


Setelah berpamitan mereka berdua segera masuk ke dalam mobil dan sopir melajukan mobilnya menuju bandara.


***


"Stop!!!!" saat di tengah jalan tiba tiba Keyla berteriak di dalam mobil membuat pak sopir berhenti secara mendadak.


"Keong apa yang kamu lakukan!! Itu sangat berbahaya" tegur Noah yang tidak kalah kagetnya.


"Ma..maf aku ingin buang air kecil, aku sangat gerogi Noah" ucap Keyla, terlihat wajah Keyla memang sedikit pucat.


Belum naik pesawat Keyla sudah panik, bagaimana jika sudah berada di dalam pesawat pasti gadis itu akan histeris.


"Cari toilet umum" perintah Noah kepada supirnya.


"Baik tuan muda" pak sopir segera menuju pom bensin terdekat, sesampainya Keyla langsung lari dan menuju toilet umum yang berada di sana.


Beberapa menit kemudian Keyla sudah selesai, dan ia kembali masuk ke dalam mobil tersebut.


"Sudah?" tanya Noah.


"Sudah Noah" jawab Keyla.


"Yakin? pastikan tidak ada yang tersisa, aku tidak ingin kamu membuatku kerepotan" ucap Noah memperingatkan.


"Jorok sekali kamu" sahut Keyla malu mendengar ucapan Noah.


_____

__ADS_1


happy reading🥰🥰


__ADS_2