
Tidak butuh waktu lama kini mereka sudah sampai di sebuah rumah minimalis yang terlihat mewah.
Semuanya turun dari mobil termasuk Keyla.
Keyla memperhatikan rumah baru yang akan di tempatinya bersama sang suami.
"Ini rumahnya ?" Tanya Noah.
"Iya ini rumah kalian berdua" jawab Elard.
"El kenapa rumahnya kecil?" Tanya Yura.
Sebelumnya Yura tidak tau seperti apa rumah yang di beli oleh suaminya.
Ukurannya memang tidak sebesar rumah mereka.
"Aku sengaja membelikan rumah yang minimalis untuk mereka, agar mereka tidak bisa berjauhan" jawab Elard.
"Astaga ternyata ini rencanamu El" ucap Yura, dan Elard mengangguk.
Baiklah, kini Yura sudah mengetahui maksud dari suaminya.
Elard membawa Mereka masuk ke dalam rumah tersebut.
Saat pintu terbuka sudah terlihat perabotan mewah tertata rapi di rumah itu.
"Woww... Bagus sekali rumahnya" kata Keyla kagum.
"Apa kamu suka nak?" Tanya Yura.
"Suka bunda, tidak terlalu besar" jawab Keyla.
Noah memperhatikan rumah tersebut dan sepertinya ada yang kurang.
"Ayah, kenapa dirumah ini tidak ada pelayan satupun?" Tanya Noah.
"Memang ayah tidak menyiapkan pelayan di rumah ini, jadi kalian akan mengurusnya sendiri" jawab Elard.
Elard menginginkan agar putranya bisa hidup dengan Mandiri dan memulai kehidupan barunya, Noah harus bisa mengatur rumah tangganya bersama dengan Keyla.
"Kenapa ayah? Lalu siapa yang akan mengurus rumah ini?" Tanya Noah.
"Kamu dan istrimu" jawab Elard.
Keyla sama sekali tidak terkejut dengan jawaban Ayah mertuanya, sebelumnya di Panti ia sudah terbiasa membantu Ibu Rahma untuk membersihkan Panti tersebut.
Ia beruntung karena rumah yang akan di tempatinya tidak terlalu besar.
"Baiklah mari kita berkeliling rumah ini" ajak Elard.
Dari ruang tamu, ruang keluarga, dapur dan kamar mereka yang berada di lantai dua.
Lagi lagi Noah terkejut karena rumah itu hanya memiliki satu kamar utama saja yang berada di lantai dua.
"Kenapa hanya ada satu kamar ayah? Bagaimana jika ada tamu yang datang dan ingin menginap?" Tanya Noah.
"Tidak akan ada tamu yang menginap disini, ayah sengaja membuat satu kamar agar kalian tidak tidur terpisah" jelas Elard.
Pria itu tau jika hubungan Noah dan Keyla belum cukup membaik.
Bisa saja Noah meminta istrinya itu untuk tidur di tempat yang lain.
Maka dari itu Elard hanya menyiapkan satu kamar saja.
__ADS_1
Noah dan Keyla saling bertatapan.
**Jangan sampai aku tidur di sofa lagi** batin Keyla.
**Itu artinya tidurku tidak akan nyenyak jika berada di dekatnya** batin Noah.
mereka beradu dalam benak masing masing.
Tidak ada pilihan lain, karena hanya memilik satu kamar mereka akan tidur bersama di kamar yang sama.
***
Setelah orang tuanya Kembali, Keyla berada di kamar untuk menata barang barang miliknya, baju baju sudah di masukkan ke dalam lemari.
Keyla melihat dua koper besar milik Noah.
Ia bermaksud untuk membantu pria tersebut menata bajunya.
"Haruskah aku bilang kepadanya terlebih dahulu" ucap Keyla.
Karena Noah sedang berada di halaman rumahnya Keyla pun keluar dari kamar tersebut untuk menemui Noah.
"Noah bolehkah aku menata barang barangmu?" Tanya Keyla.
"Jika kamu tidak keberatan" jawab Noah.
"Tidak masalah bagiku, kalau begitu aku akan menatanya sekarang" kata Keyla kemudian ia pun segera kembali kekamarnya.
Sesampainya Keyla langsung membuka salah satu koper tersebut.
Ia mengambil baju dari dalam sana dan menatanya di dalam lemari yang berukuran cukup besar.
"Kebetulan sekali aku sangat lelah" gumam Noah yang masih bersantai di halaman rumahnya.
Noah terbelalak saat mengingat sesuatu.
"Gantungan!" Kata Noah, kemudian Noah langsung berlari menuju lantai dua.
Srakkkk
Noah mengambil koper yang di pegang Keyla.
"Ada apa?" Tanya Keyla.
"Aku sendiri yang merapikannya" jawab Noah.
"Sudah tidak apa apa, sisa sedikit" Keyla mencoba meraih koper itu kembali namun Noah melarangnya.
"Tidak perlu!! Aku saja, sekarang kamu pergilah mandi" ucap Noah.
**Kenapa lagi dia, bukannya tadi dia mengijinkan aku** batin Keyla.
"Keong! Kenapa masih melamun? Sana cepatlah mandi" perintah Noah.
"Iya ya baiklah" Keyla beranjak kemudian masuk ke dalam kamar mandi.
Noah mengusap dadanya.
"Hufhh hampir saja" gumam Noah.
Ia lupa jika di dalam koper tersebut ada gantungan ponsel miliknya.
Jika Keyla sampai melihat gantungan itu maka gadis itu akan mengetahui jika Noah lah yang membelikannya dan sepasang dengan miliknya.
__ADS_1
Noah pun melanjutkan menata sisa pakaiannya di dalam lemari.
Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam.
Hari ini Keyla belum bisa memasak, karena belum berbelanja keperluan untuk memasak.
"Noah" panggil Keyla.
Noah sedang berada di sofa sambil mengerjakan tugas kampusnya.
"Hmm" jawab Noah.
Keyla berjalan mendekati Noah.
"Malam ini kamu mau makan apa?" Tanya Keyla.
"Aku tidak lapar" jawab Noah.
"Bagaimana bisa tidak lapar? Bukankah kamu hanya makan di pagi hari saja" kata Keyla.
Noah meletakkan buku yang ia pegang kemudian menatap Keyla dengan serius.
"Keong! Aku sedang sibuk, pesanlah makanan di luar jika kamu lapar" kata Noah kemudian ia kembali membaca bukunya.
Karena besok mereka sudah mulai kuliah.
Dan kebetulan Noah ada jadwal kuis di kelasnya, sehingga ia benar benar fokus belajar.
Acara pernikahannya membuat Noah harus ketinggalan beberapa mata kuliah.
"Iya aku tau kamu belajar, tapi tetap jangan lupakan makanmu.. kamu harus tetap.." Keyla menghentikan kalimatnya saat Noah kembali menatap dirinya.
Dari tatapan itu sudah bisa di artikan jika Keyla harus diam.
"Hufhh" Keyla mendengus kesal, kemudian gadis itu pun beranjak keluar dari kamar meninggalkan Noah.
"Menyebalkan!! Kita kan masih pengantin baru kenapa dia tidak peka jika aku ingin makan malam bersamanya, dia menyuruhku untuk memesan makanku sendiri" omel Keyla sambil berjalan keluar dari rumahnya.
Keyla memutuskan untuk mencari makan sendiri, karena rasa kesalnya ia ingin memakan sate ayam.
"Komplek disini sepi sekali, apa mungkin ada yang menjual sate ayam" Keyla menoleh ke kanan dan kekiri memperhatikan sekitar.
"Coba cari di sebelah sana, siapa tau ada" Setelah menutup pagar rumahnya, Keyla berjalan untuk mencari penjual sate keliling.
Langkahnya cukup jauh namun ia belum juga menemukan apa yang di cari.
"Te... Sate.... Sate satee..." Terdengar penjual sate dari kejauhan.
"Akhirnya dapat juga" Keyla sedikit berlari untuk mengejar penjual sate tersebut.
"Sate tunggu!!!" Panggil Keyla.
"Eh iya neng, mau beli sate?" Tanya bapak penjual sate saat melihat Keyla berlari ke arahnya.
Terlihat Keyla mengatur nafasnya yang tersenggal senggal karena berlari cukup jauh.
"Iya pak, beli satenya dua porsi ya" jawab Keyla.
"Siap Neng! Tunggu sebentar ya" kata bapak penjual sate tersebut.
_____
happy reading🥰
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan like komen dan votenya yaa🙏