Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
SEASON 3 ~ 23


__ADS_3

Keyla kembali duduk di bangku yang ia tempati tadi, kemudian ia segera mengambil ponselnya dan berusaha Untuk menghubungi sang suami.


Namun hingga beberapa kali Noah tidak menjawab panggilan Keyla.


Gadis itu terlihat sangat kesal karena Noah tak kunjung datang, di tambah lagi pria asing yang sedari tadi mengganggunya terus saja berada disana.


"Siapa yang sedang kamu telepon nona? Apa suamimu?" Tanya Jovan yang jalan mendekati Keyla.


Keyla tidak menjawab, gadis itu terus saja menekan nomor Noah berharap sang suami menjawab panggilannya.


Beberapa kali Keyla berdecak kesal, Keyla melihat ke arah Nara dan Rangga yang masih asik bermain banana boat.


"Kemana Noah? Dia sama sekali tidak menjawab panggilanku" gumam Keyla.


Saat Keyla sedang sibuk menghubungi suaminya terlihat Jovan pergi meninggalkan Keyla.


Gadis itu memperhatikan kepergian pria asing yang baru saja memaksa untuk berkenalan dengannya.


"Hufhh akhirnya dia pergi" Keyla merasa lega melihat Jovan pergi.


Namun beberapa menit kemudian, Jovan kembali datang dengan membawa dua botol minuman.


Pria itu kembali mendekati Keyla.


"Ini ambillah, kamu terlihat lelah" kata Jovan sambil memberikan minuman tersebut.


"Tidak perlu! Terima kasih" tolak Keyla.


"Tenang saja, aku tidak memasukkan sesuatu ke dalam minuman ini" kata Jovan lagi.


"Tidak! Aku tidak haus" Keyla bersikekeh untuk menolaknya.


"Ayolah Nona, aku janji setelah ini akan pergi" Jovan terus saja memaksa karena pria itu melihat jika Keyla sepertinya sedang kehausan.


Keyla sama sekali tidak bergeming, ia tidak berniat sedikitpun mengambil minuman itu.


Karena Keyla hanya diam saja, maka Jovan memutuskan untuk duduk di dekat gadis itu.


Namun belum sempat itu terjadi, sebuah tangan menghalangi Jovan untuk duduk di dekat Keyla.


Jovan menatap ke arah pria yang berdiri di belakang dan memegangi bahunya.


Jovan menatap ke arah pria itu.


"Noah..." Ucap Keyla saat ia melihat suaminya berada disana.


"Maaf kamu siapa?" Tanya Jovan.


"Silahkan kamu pergi dari sini!" Kata Noah dengan tatapan dinginnya.


Jovan menaikkan sebelah alisnya menatap ke arah Noah dengan kebingungan.


"Apa hak kamu mengusirku?" Tanya Jovan lagi, pria itu masih tidak mengetahui jika Noah adalah suami Keyla.


Sedangkan Keyla sudah mulai was was, takut jika suaminya itu bergulat dengan Jovan.

__ADS_1


"Heh!!" Noah tersenyum masam.


"Wanita yang sedari tadi kamu goda, dia adalah istriku" sambung Noah.


"Istri?" Kata Jovan terkejut mendengarkan penuturan Noah.


Jovan menatap ke arah Keyla, dan gadis itu hanya tersenyum kepada Jovan.


Itu tandanya Keyla membenarkan perkataan Noah.


"Kalau begitu maafkan aku, tapi aku tidak bermaksud menggodanya. Hanya saja aku melihat dia duduk sendirian, maka dari itu aku berniat menemaninya" jelas Jovan.


"Lagi pula kamu sebagai suaminya kenapa tidak menemani istrimu?" Tanya Jovan.


"Bukan urusanmu!" Balas Noah.


Suasana di sana semakin panas, di tambah lagi dengan kedatangan Noah secara tiba tiba.


"Oke oke. Kalau begitu aku akan pergi, maaf sudah mengganggu istrimu"


"Baiklah nona Keyla, sampai jumpa" kata Jovan kemudian pria itu segera pergi meninggalkan Keyla dan Noah.


Keyla terkejut, bagaimana bisa Jovan tau namanya. Dengan jelas Keyla mengingat jika dirinya sama sekali tidak memberitahukan namanya.


"Baby kenapa dia bisa tau namamu?" Tanya Noah.


"A...aku tidak tau" jawab Keyla bingung, karena gadis itu mengingat jika sama sekali tidak memberitahukan namanya kepada pria asing itu.


"Bohong! Kalian pasti sudah berkenalan sebelum aku datang" kata Noah kemudian duduk di samping Keyla.


"Benarkah?" Noah bertanya sambil menatap mata istrinya.


Keyla pun mengangguk, Noah sama sekali tidak melihat adanya kebohongan dimata Keyla.


"Baiklah By, maafkan aku yang sudah membiarkanmu sendirian Cukup lama" ucap Noah, pria itu memeluk tubuh istrinya dari samping.


Sebenarnya ingin sekali Keyla marah karena harus menunggu Noah cukup lama.


Namun melihat Noah memeluknya dan menyandarkan kepalanya membuat rasa marah itu seketika hilang.


Inikah suami dinginnya dulu yang kini berubah menjadi pria manja kepadanya, bahkan Noah lebih manja dari pada Elena.


"Baby" panggil Noah.


"Iya sayang"


"Maaf aku sudah membuatmu menunggu dan memilih untuk menyelesaikan tugasku" ucap Noah yang masih senantiasa memeluk dan menyandarkan kepalanya kepada Keyla.


Keyla mengusap wajah suaminya yang sepertinya terlihat sangat lelah itu.


"Tidak masalah sayang, yang terpenting jaga kesehatanmu dan kita masih menikmati saat saat bersama seperti ini" jawab Keyla.


Keyla meminta agar suaminya merebahkan tubuhnya.


Di sudut yang lain, Nara dan Rangga sudah selesai dengan permainannya.

__ADS_1


Rangga membawa Nara duduk di bibir pantai dengan beralaskan pasir berwarna putih.


"Lihatlah kakakku, sekalipun sudah memiliki anak mereka masih terlihat mesrah" kata Nara yang memperhatikan kedua kakaknya dari kejauhan.


"Iya sayang, semoga kita nanti akan manjadi seperti mereka. Tetap romantis sekalipun sudah menua" ucap Rangga.


Rangga menggenggam tangan Nara dan menciuminya hingga beberapa kali.


Menikah muda tidak membuatnya menyesal, ia sangat bersyukur bisa bertemu Nara dan segera menikahi nya.


Kini Nara merupakan pelengkap dalam hidupnya.


"Sayang boleh aku bertanya sesuatu?"


"Boleh Ga" jawab Nara.


"Apakah kamu siap jika kita segera memiliki anak?" Tanya Rangga.


Anak? Nara terdiam sejenak mendengarkan pertanyaan Rangga.


"Jika memang aku harus memiliki anak dalam waktu dekat maka aku harus siap" jawab Nara. Itu tandanya Nara sama sekali tidak menolak jika ia mempunyai anak di usianya yang masih muda.


"Apa kamu tidak malu jika masih kuliah tetapi sudah memiliki anak? Maksudku, kamu cantik dan masih sangat muda. Apa kamu rela kehilangan masa bersenang senangmu?" Jelas Rangga.


Pria itu harus benar benar meyakinkan Nara mengenai hal itu karena Rangga tidak ingin jika suatu saat nanti Nara menyesal karena kehilangan masa mudanya dan disibukkan dengan mengurus suami serta anaknya.


"Rangga... Jika aku bersedia menikah denganmu maka itu tandanya aku sudah siap dengan segala konsekuensinya. Dan untuk apa malu, bukankah aku sudah menikah. Beda halnya jika aku belum menikah tapi sudah mempunyai anak" jawab Nara.


"Baiklah. Kalau begitu bolehkah nanti malam aku meminta hakku sebagai seorang suami?" Tanya Rangga lagi tanpa basa basi dengan wajah yang serius, namun tangannya masih senantiasa menggenggam tangan mungil Nara.


"Itu... Mmmm aku, aku masih takut Ga" ucap Nara berbisik.


"Takut kenapa?


"Saat di Amerika temanku mengatakan jika pertama kali melakukannya akan sangat sakit, dan... Dan rasanya seperti di robek. Aghh aku ngilu jika mengingat dia bercerita" jawab Nara sambil menunjukkan ekspresi lucunya.


Rangga terkekeh saat melihat Nara bercerita mengenai temannya yang sudah biasa bercinta sebelum menikah.


Jelas saja sangat sakit terlebih lagi pria bule biasanya kan lebih plus plus dari pria di indonesia😂(astaga authornya ngelantur guyss😁 skip thor!!!)


"Sayang kamu tidak perlu takut, intinya kamu percaya kepadaku" kata Rangga.


"Percaya? Sepertinya dari wajahmu kamu tidak bisa di percaya hahahaha" jawab Nara usil.


"Sayang aku serius, cukup kamu percaya kepadaku hal hal mengerikan yang baru saja kamu ceritakan tidak akan terjadi" Rangga meyakinkan istrinya agar ia tidak takut lagi saat melakukan malam pertama.


"Baiklah Rangga, aku siap dan aku percaya kepadamu" ucap Nara yakin tanpa keraguan.


"Benarkah??"


"Iya Rangga" Nara pun mengangguk.


"Yess!!!" Rangga bersorak bahagia, akhirnya nanti malam belah duren guys :)


_____

__ADS_1


happy reading🥰


__ADS_2