Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
SEASON 3 ~ 34


__ADS_3

Setelah melakukan pemeriksaan Nara memutuskan untuk segera kembali kerumahnya.


Rangga benar benar tidak menginginkan jika sang istri kelelahan.


Dua mobil itu pun melaju dengan kecepatan sedang menuju ke rumah orang tuanya.


Sedangkan Yura dan Elard belum mengetahui perihal kehamilan Nara, sengaja mereka ingin memberikan kejutan kepada kedua orang tuanya.


"Baby, aku tidak menyangka adik ku akan menjadi seorang ibu" ucap Noah sambil mengemudikan mobilnya.


Terlihat wajah haru di tunjukkan oleh Noah.


Nara memanglah adik kesayangannya, meskipun usia mereka hanya terpaut beberapa menit saja. Namun Noah tetep menjaga Nara layaknya gadis kecil.


Kini adiknya itu sudah tumbuh dewasa, telah menjadi seorang istri dan akan segera menjadi seorang ibu.


"Aku juga sangat bahagia Noah, kamu sudah berhasil menjadi kakak yang baik untuknya. Dan sekarang tugas kamu untuk menjaga Nara akan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Rangga" jelas Keyla sambil mengusap lembut punggung suaminya itu.


"Aku tidak bisa melepaskannya By, Nara akan tetap aku jaga seperti aku menjaga dirimu" jawab Noah.


Noah sangat menjaga Nara, karena ia mengingat bagaimana dulu mereka berdua terpisahkan.


Pertemuan pertama di rumah sakit membuat Noah berjanji kepada dirinya sendiri untuk menjaga sang adik sampai kapan pun.


"Aku tau sayang, tapi cobalah untuk percaya kepada Rangga. Dia pasti bisa menjaga Nara dengan sangat baik" nasihat Keyla.


"Mmm iya By kamu benar, aku akan berusaha untuk percaya kepada Rangga agar bisa menjaga Nara dengan baik". Kemudian Noah mengakhiri obrolannya.


***


Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai, di parkirkan mobilnya di halaman rumah tersebut.


Dengan cekatan Rangga membuka pintu mobil Nara dan membantu istrinya untuk perlahan turun dari mobil.


"Rangga kamu berlebihan" kata Nara geli.


"Aku harus benar benar menjagamu sayang" jawab Rangga.


Yura dan Elard sudah menunggu anak anaknya di ruang keluarga, mereka tidak sabar menunggu kepulangan Nara.


Sejujurnya Elard begitu khawatir kepada putrinya itu.


Hanya saja ia berusaha tetap tenang.


"Ayah... Bunda" sapa Noah saat baru saja menemui kedua orang tuanya.


Melihat ke empat anak anaknya sudah kembali, Yura langsung beranjak dari duduknya dan ia segera membantu Nara.


"Duduk dulu nak" Yura membantu Nara duduk.


Kemudian Elard meminta Nita untuk menyiapkan minuman untuk anak anaknya.

__ADS_1


"Noah apa kata dokter?" tanya Yura.


"Bunda tanyakan saja kepada Rangga dan Nara" jawab Noah tersenyum.


Noah ingin adiknya sendiri yang menyampaikan berita bahagia itu kepada kedua orang tuanya.


"Rangga, apa kata dokter tadi?" Kini Yura beralih bertanya kepada Rangga.


Rangga yang masih memegang erat tangan Nara, berusaha untuk mengatur nafasnya.


"Sebenarnya..."


Yura dan Elard sudah tidak sabar menunggu kelanjutan dari penjelasan Rangga.


"Sebenarnya Nara positif hamil" sambung Rangga.


"Apa?" Elard dan Yura terkejut tidak percaya.


"Apakah itu benar nak?" Tanya Yura memastikan.


"Iya bunda, itu benar dan sekarang usia kehamilanku sudah memasuki 5 minggu" jelas Nara.


Tanpa mereka sangka tiba tiba Elard bersimpuh layaknya orang bersujud di hadapan mereka, Tangisan itu tidak bisa ia bendung lagi.


Elard sangat bahagia saat mendengar putrinya tengah hamil.


Elard merasakan kebahagiannya berkali kali lipat saat mengetahui Nara kini tengah hamil.


Putri kecil yang ia jaga dan rawat selama ini akhirnya akan menjadi seorang ibu.


Nara melihat ayahnya sedang beruraikan air mata.


Pria yang masih terlihat tampan itu memeluk putrinya, begitupun dengan Yura.


Yura tau apa yang di rasakan oleh suaminya.


"Ayah bahagia, akhirnya putri kecil ayah sekarang akan menjadi seorang ibu" jawab Elard.


"Rangga, jagalah putriku jangan biarkan ia bersedih. Karena selama ini aku sudah membesarkannya dengan kasih sayang" Elard menepuk pundak Rangga, itu artinya Elard memberikan tanggung jawab sepenuhnya atas putrinya kepada Rangga.


"Aku berjanji akan menjaga dan mencintai Nara sepenuhnya, ayah bisa percaya kepadaku" jawab Rangga.


Suasana haru pun terasa di ruangan tersebut.


Bahkan para pelayan yang mengetahui berita itu turut bahagia dan mendoakan agar semuanya baik baik saja.


"Permisi Tuan, bolehkan saya memeluk Nona Nara?" Tanya Nita.


Nita sudah menganggap Nara seperti anaknya sendiri. Sedari kecil Nita lah yang menjaga Nara di saat Elard dan Sifanya sibuk dengan pekerjaannya bahkan saat mereka berdua bertangkar.


"Tentu boleh bibi" ucap Nara kemudian langsung memeluk Nita.

__ADS_1


Nara juga ingin membagi kebahagiaan itu dengan Nita selaku kepala pelayan yang puluhan tahun sangat setia menjaga keluarganya.


"Selamat Nona, bibi doakan semoga semua lancar sampai kelahiran tiba" doa Nita dengan tulus.


Jam sudah menunjukkan pukul pukul 20. 00 setelah makan malam Noah dan Keyla berpamitan untuk kembali ke rumahnya, dan tidak lupa mereka berdua membawa Elena yang sedari pagi berada di rumah orang tuanya.


Setelah kepergian Noah dan Keyla, Rangga berniat membawa Nara untuk masuk ke kamar.


"Ayah bunda, aku akan membawa Nara istirahat terlebih dahulu" kata Rangga.


"Iya nak pergilah, bawa Nara istirahat" jawab Yura mengijinkan.


Sesampainya di kamar, Rangga membantu Nara untuk membersihkan wajah Nara dari sisa make up yang menempel di wajahnya.


"Rangga aku bisa melakukannya sediri" kata Nara.


"Diamlah sayang, kamu rebahkan tubuhmu biar aku yang melakukannya".


Awalnya Nara tetap menolak, karena ia bisa melakukan nya sendiri tetapi Rangga memaksa.


Akhirnya Nara hanya bisa pasrah.


**Rangga perhatiannya naik 100 kali lipat, ternyata hamil itu enak juga ya hehe** batin Nara tertawa karena di perlakukan seperti ratu oleh Rangga.


Selesai membersihkan wajah Nara, pria itu turut ingin mengganti pakaian Nara dengan baju tidur.


"Ehh stop!! Kalau yang ini aku bisa sendiri" sahut Nara.


"Sudahlah sayang, biar sekalian aku saja" Rangga membuka lemari yang berukuran besar dan mengambil salah satu baju tidur milik Nara.


"Rangga hentikan, aku bisa melakukannya sendiri... Kamu terlalu berlebihan" ucap Nara.


"Tidak ada yang berlebihan sayang"


"Terserah kamu! Tapi kalau terjadi apa apa kepadamu aku tidak mau menanggungnya" nasihat Nara.


Karena gadis itu sudah tau apa reaksi Rangga jika sampai menggantikan baju tersebut.


Perlahan Rangga membuka kancing kemeja Nara dan melepasnya.


Mata Rangga terbelalak saat melihat tubuh istrinya terpampang jelas di hadapannya.


Rangga berusaha menelan salivanya dengan susah payah.


"Kenapa sayang? Apa bajunya mau kamu pegang saja?" Tanya Nara semakin menggoda.


"Ehh iya maaf sayang" cepat cepat Rangga memakaikan baju tidur itu bagitupun dengan celananya.


Wajah Rangga sedikit berkeringat dan merasakan ada yang sesak di bawah sana.


"Sayang tidurlah aku... Aku ganti baju dulu" kata Rangga dan cepat cepat masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


"Hmm kamu sangat keras kepala" gerutu Nara tertawa melihat tingkah sang suami


_____


__ADS_2