Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
S2~ Pergi ke Kantin


__ADS_3

Akhirnya mereka sudah sampai di Universitas Bayangkara dimana Keyla sudah di terima di kampus tersebut.


Noah dan Keyla turun dari mobil yang sudah terparkir.


"Masuklah dulu" kata Noah kepada Keyla.


"Iya" jawab singkat Keyla.


Kemudian Keyla segera masuk untuk menyerahkan berkas berkasnya.


"Pagi Noah" sapa seorang pemuda yang baru saja menghampiri Noah.


"Pagi juga, bagaimana?" Tanya Noah kepada pemuda tersebut.


"Semua sudah beres sesuai keinginanmu, pihak dekan ingin bertemu denganmu sekarang juga" kata pemuda itu yang bernama Rangga.


Rangga salah satu teman Noah yang paling ia percaya.


Dengan tulus Rangga pun selalu membantu Noah.


Noah pun kemudian masuk ke dalam kampus itu.


Jam sudah menunjukkan pukul 12.00, Noah dan Keyla sudah selesai dengan urusannya masing masing.


Masih di kampus yang sama mereka hendak pulang.


"Noah tunggu!" Kata Keyla.


"Ada apa lagi?" Tanya Noah kepada Keyla.


"Apa kamu tidak lapar? Di belakang sana ada kantin" ucap Keyla.


Gadis itu sungguh lapar, karena pagi tadi ia tidak sarapan.


"Makan dirumah saja, aku malas makan di tempat yang ramai" kata Noah.


Kemudian Noah langsung masuk ke dalam mobilnya.


Keyla tidak bisa berbuat apa apa, ia harus menahan laparnya sampai mereka sampai dirumah.


Dengan wajah lesu Keyla masuk ke dalam mobil dan duduk di dekat Noah.


Saat akan menghidupkan mesin mobilnya, Noah mendengarkan sesuatu..


Kruk.. kruk.. krukk...


"Suara apa itu?" Tanya Noah.


"Bukan apa apa" jawab Keyla.


Padahal itu suara perut Keyla yang sudah demo minta makan.


Sedangkan Keyla sudah mulai kesal karena Noah menolak untuk makan bersama di kantin tersebut.


"Turun!" Kata Noah


"Untuk apa? Bukankah kita akan segera pulang?" Tanya Keyla yang heran karena Noah tiba tiba turun dari mobilnya.


Keyla pun ikut turun dari mobil tersebut.


"Ada apa?" Tanya Keyla.


"Dimana kantinnya?" Tanya Noah.


Kantin? Untuk apa Noah menanyakan kantin, bukan kah ia menolak untuk pergi kekantin.


"Ada di sana, tapi untuk apa?" Keyla menunjuk ke suatu arah dimana kantin itu berada.


"Kita kesana sekarang, aku tidak ingin terus mendengar suara aneh itu sepanjang perjalanan" kata Noah.


Kemudian Noah langsung berjalan menuju kantin yang di maksud Keyla.


Keyla mengikuti Noah dari belakang.


Sepanjang berjalan kekantin banyak pasang mata mahasiswa dan mahasiswi yang menatap ke arah Noah.


Mereka terbelalak melihat pria tampan yang berjalan melewatinya.

__ADS_1


Keyla mampu mendengar bisik bisik mahasiswi disana, mereka memuji ketampanan Noah.


"Mereka sangat genit, untung Noah tidak kuliah disini" gumam Keyla sambil terus berjalan.


"Makan dimana?" Tanya Noah saat mereka sudah sampai di kantin kampus tersebut.


Banyak beraneka makanan yang di jual disana.


"Aku ingin makan nasi soto" ucap Keyla.


Mereka segera duduk di bangku yang kosong, Keyla merasa risih karena banyak mahasiswi yang menatap ke arah mereka, lebih tepatnya Noah.


"Pesan apa mas?" Tanya pelayan kantin.


"Yang makan dia bukan saya" ucap Noah sambil menunjuk Keyla.


"Ohh mbaknya yang mau makan, mau pesan apa mbak?" Tanya pelayan itu kepada Keyla.


"Nasi soto satu, sama jus alpukat satu" jawab Keyla.


Kemudian pelayan itu segera pergi untuk menyiapkan pesanan Keyla.


"Kamu tidak makan?" Tanya Keyla.


"Tidak!" Jawab Noah singkat.


Noah sedang asik memainkan ponselnya, sedangkan Keyla hanya diam sambil memperhatikan sekitar.


Kantin yang tadinya sepi tiba tiba ramai.


Keyla sendiri merasa heran, baru saja kantin itu sepi.


Ketika dirinya dan Noah datang tiba tiba ramai, mereka berbondong bondong untuk makan di kantin yang sama.


Namun mata mereka tidak lepas dari wajah tampan Noah.


"Noah" panggil Keyla.


"Hmm" jawab Noah yang masih fokus memainkan ponselnya.


"Lihatlah, gadis gadis itu menatapmu" ucap Keyla berbisik.


"Bukan begitu, tapi..." Belum selesai Keyla malanjutkan kalimatnya pelayan datang dengan membawa pesanan Keyla.


Ia meletakkan di atas meja dan mempersilahkan Keyla untuk makan.


"Noah kamu yakin tidak ingin makan?" Tanya Keyla.


"Jangan banyak bicara, lekas makan karena waktumu 10 menit" sahut Noah.


Mendengar itu Keyla langsung menyantap makanannya, bagaimana bisa ia hanya di beri waktu makan 10 menit saja.


Noah memperhatikan Keyla yang menyantap makanannya.


Nampak senyum kecil terlihat di bibir tipis Noah.


Noah melihat sebutir nasi yang menempel di sudut bibir Keyla.


Noahpun langsung membersihkannya dengan tangannya sediri.


Uhukk uhukk uhukk


Keyla yang terkejut dengan sikap Noah langsung tersedak.


Wajahnya sudah mulai memerah.


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Keyla gugup.


"Kamu makan sangat berantakan, aku hanya membantu membersihkannya" jawab Noah.


"Benarkah?" Keyla langsung membersihkan mulutnya dengan tisu.


"Sudah habis waktunya, ayo pulang!!" Noah beranjak dari duduknya dan berjalan lebih dulu.


"Noah tapi nasi ku belum habis" ucap Keyla namun Noah terus saja berlalu tanpa mendengarkan ocehan Keyla.


"Astaga.... Pria itu benar benar menyebalkan!!" Keyla buru buru minum dan membayar makanan tersebut.

__ADS_1


Setelah itu Keyla segera berlari menyusul Noah yang sudah lebih dulu sampai di parkiran.


"Noah!! Kamu tega sekali, aku belum menghabiskan makananku dan sekarang aku harus kelaparan lagi mengejarmu" kata Keyla terdengar nafasnya yang memburu tak beraturan.


"Kamu lambat seperti keong, cepat masuk!" Perintah Noah.


"Aishh!!!" Keyla mendengus kesal, ia pun langsung masuk ke dalam mobil.


Jika Keyla lambat Noah pasti akan benar benar meninggalkannya.


***


"Kakak Noah dimana bi?" Tanya Freya, ternyata Freya sudah berada di rumah Elard beberapa menit yang lalu.


Gadis itu pergi kesana dengan di antar sopir, karena usia Freya yang belum di perbolehkan mengendarai mobil sendiri.


"Noah sedang di kampus, mungkin sebentar lagi dia datang" jawab Yura, dan Freya hanya mengangguk.


Beberapa menit kemudian terdengar suara mobil yang berhenti dihalaman rumah mereka.


"Sepertinya itu Noah" sahut Yura.


Freya pun langsung berlari dan melihat siapakah yang datang.


Freya melihat Noah baru saja turun dari mobilnya.


"Kak Noah" panggil Freya, gadis itu langsung berlari dan berhambur memeluk Noah.


Noah yang terkejut hanya bisa menatap ke arah Bundanya yang juga ada disana.


Sedangkan Keyla terheran dengan gadis yang berada di hadapannya.


Noah melepas pelukan tersebut.


"Freya, kamu datang kemari dengan siapa?" Tanya Noah.


"Supir kak, aku sangat rindu dengan bibi dan kak Noah" jawab Freya.


Gadis itu bergelayut memegangi tangan Noah.


"Lebih baik kita masuk dulu ya" ajak Yura.


Mereka semua pun masuk kedalam rumah dan duduk di ruang tamu.


Keyla duduk di samping Yura, sedangkan Freya ia duduk di dekat Noah.


"Freya kamu bisa melepaskan tanganmu?" Tanya Noah.


Freya pun melepaskan tangan Noah dengan senyuman yang sedikit di paksakan.


"Bagaimana tadi nak?" Tanya Yura kepada Noah.


"Semua sudah selesai bunda, minggu depan Noah sudah bisa kuliah" jawab Noah.


"Kalau Keyla bagaimana?" Tanya Yura.


"Keyla juga sama bi" jawab Keyla.


Freya hampir tidak sadar jika ada Keyla di antara mereka, Freya tidak menyadari keberadaan Keyla disana.


"Bibi maaf, tapi siapa kakak ini?" Tanya Freya kepada Yura.


"Dia keponakan bibi, kebetulan dia juga tinggal di rumah ini bersama bibi" jawab Yura.


Freya langsung menghampiri Keyla dan mengulurkan tangannya.


"Hai aku Freya" ucap Freya memperkenalkan dirinya.


"Aku Keyla" jawab Keyla sopan.


Setelah bersalaman, Freya kembali duduk didekat Noah.


Keyla memperhatikan gadis remaja itu dari ujung kepala sampai ujung kaki.


Benar benar sempurna batin Keyla.


Memang Freya adalah gadis yang sangat suka dengan fashion. Pakaiannya selalu terlihat luar biasa, karena itu adalah kebiasaan Freya selama tinggal di amerika.

__ADS_1


_____


happy reading🥰🥰


__ADS_2