Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
S2~ Usaha #1


__ADS_3

Hari ini genap dua hari Keyla meninggalkan rumah mewah keluarga Elard itu, dan hari ini juga Yura jatuh sakit tubuhnya melemas sampai-sampai Elard tidak pergi ke kantor untuk merawat istrinya tersebut.


Yura selalu meminta agar anaknya itu membawa kembali Keyla ke rumahnya Ia tidak mau mendengar penjelasan apapun dari Noah.


"Bunda jangan seperti ini" kata Noah.


"Bawa kembali Key pulang! Mungkin bunda akan bisa segera sembuh" ucap Elard.


"Bagaimana aku membawanya pulang ayah?" Tanya Noah.


"Katakan kepadanya jika bunda sakit, dan bujuk dia untuk menerima pernikahan itu" sambung Elard.


Yura sengaja tidak menanggapi ucapan Noah, karena Yura sudah mendengar penjelasan dari Ibu Rahma jika sebenarnya Noah lah yang meminta agar Keyla menolak rencana pernikahan tersebut.


"Baik ayah aku akan menjemput Key" kata Noah.


"Iya pergilah, jangan kembali jika kamu tidak membawa Keyla" kata Elard.


"Bunda Noah pergi ya" kata Noah namun Yura mengacuhkannya.


Noah bisa saja menerima kemarahan dari orang lain bahkan ayahnya.


namun ia tidak bisa terima jika Bundanya marah sampai enggan berbicara kepadanya karena Noah sangat menyayangi dan mencintai bundaya tersebut melebihi apapun.


Oleh sebab itu Noah bersedia menemui Keyla agar sang Bunda bisa lekas sembuh.


Setelah berpamitan kepada bunda dan ayah nya Noah segera menuju ke panti.


"El apa dia sudah pergi?" Tanya Yura.


"Sudah sayang" jawab Elard setelah melihat mobil putranya keluar dari pekarangan rumahnya, Elard melihat kepergian Noah melalui balkon kamarnya.


"Syukurlah" nampak Yura sangat bahagia.


"Sayang kamu makan sekarang ya, aku takut sakitmu semakin parah" kata Elard.


Karena seharian ini Yura menolak makan saat Noah yang memberinya makan.


"Iya El, aku juga sangat lapar" jawab Yura sambil tertawa.


***


Di mobil Noah nampak bingung, Ia bingung apa yang harus ia katakan setelah dirinya sampai di Panti Asuhan nanti.


apalagi bertemu dengan Ibu Rahma sebenarnya Noah juga merasa bersalah dan tidak enak kepada Ibu Rahma karena membiarkan Keyla kembali ke panti pada saat itu.


Cittt....


Noah menghentikan Mobilnya di seberang jalan, tepatnya di depan Panti Asuhan tersebut.


Noah nampak ragu-ragu untuk turun dari mobilnya dan masuk ke dalam panti itu.


Noah melihat kearah Panti tersebut dan ia menangkap sebuah pemandangan yang cukup mengejutkan hatinya, dimana di halaman Panti itu terlihat Keyla sedang bermain bersama anak-anak Panti yang lain yang usianya terpaut jauh di bawah Keyla.


Terlihat Keyla mengurus adik-adiknya dengan penuh kasih sayang bahkan wajah ceria dan tawa Keyka mampu menghipnotis Noah yang masih termenung di dalam mobil.


"Aku tidak pernah melihatnya sebahagia ini" ucap Noah yang mesih memperhatikan gadis itu.


Keyla tidak sadar jika di depan gerbang ada sebuah mobil yang terparkir.


"Sayang kenapa? Kakimu sakit ya?" Tanya Keyla kepada adiknya yang baru saja terjatuh.


"Iya kak Key, huhuhuhuu kaki ku sakit sekali" kata anak kecil berusia 5 tahun itu, namanya Bintang.


"Bintang duduk disini dulu ya, kakak ambilkan obat dan plester untukmu" ucap Keyla dan Bintang mengangguk.


Keyla segera mengambil kotak obat.


"Untuk apa kotak obat itu nak?" Tanya ibu Rahma.

__ADS_1


"Bintang jatuh bu, kakinya terluka aku akan mengobatinya" kata Keyla.


Kemudian Keyla segera kembali lagi ke halaman untuk menemui adik adiknya, namun langkahnya terhenti saat melihat seorang pria berada di tengah tengah anak panti yang lain.


"Noah" kata Keyla saat menyadari pria itu adalah Noah.


"Noah apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Keyla.


"Aku sedang bermain bersamanya" jawab Noah.


"Kak Key kenal sama kakak tampan ini?" Tanya Bintang yang berada di pangkuan Noah.


"Bintang ayo cepat turun, kakak akan mengobati lukamu" kata Keyla.


"Tidak perlu kak, kakak tampan ini sudah mengobatinya dan katanya anak laki laki itu harus kuat dan tidak boleh cengeng" sahut Bintang.


Keyla menatap ke arah Noah dengan sejuta pertanyaan.


"Oke kita main lagi ya" kata Noah kepada anak anak itu.


"Ayo kak ayo kak" sahut mereka semua.


Noah menemani anak anak itu bermain bola, terlihat Noah begitu tulus menemani mereka.


"Noah hentikan!" Ucap Keyla kemudian menarik tangan Noah dan membawanya ke sudut yang lain.


"Untuk apa kamu kemari, pergilah jangan membuatnya semakin sulit" ucap Keyla.


"Bunda sakit, dia ingin kamu kembali ke rumah" kata Noah.


"Apa!! Bibi sakit?" Tanya Keyla terkejut.


"Iya, dia ingin kamu kembali kerumah" kata Noah lagi.


"Maaf tidak bisa Noah, pergilah aku tidak akan kembali" ucap Keyla.


"Key aku mohon, kembali lah bundaku sangat membutuhkanmu" kata Noah lagi berusaha membujuk gadis itu.


"Pulanglah, aku tidak akan kembali aku akan mendokan bibi agar segera sembuh" Keyla langsung masuk ke dalam panti dan meninggalkan Noah.


Baru kali ini si Keong tidak mendengarkan ucapannya, biasanya ia akan setuju dengan apa yang di katakan Noah.


Noah terduduk sambil mengusap wajahnya kasar.


Ia tidak bisa membawa Keyla pulang untuk saat ini.


"Nak Noah" panggil ibu Rahma yang baru saja menghampirinya.


"Ibu Rahma" Noah langsung bersalaman kepada ibu Rahma.


"Maaf bu, saya ke kesini..."


"Ibu sudah tau semua, nyonya Yura sudah menjelaskan semua kepada saya. Noah lebih baik kamu sekarang pulang berikan waktu kepada Key disini" kata ibu Rahma.


"Baik bu, kalau begitu saya permisi pulang" setelah berpamitan Noah langsung masuk ke dalam mobilnya, dan ia melajukan mobilnya meninggalkan Panti Asuhan tersebut.


Noah memutuskan untuk kembali ke rumahnya.


Meskipun ia belum berhasil membawa Keyla pulang ke rumah itu, namun Noah tetap akan menemui Bundanya dan mengatakan jika Keyla tidak bisa kembali ke rumah itu lagi.


Sesampainya di rumah tersebut Noah langsung menemui bundanya yang sedang tertidur.


"Ayah bagaimana kondisi bunda?" Tanya Noah.


"Seperti yang kamu lihat, bahkan bundamu masih tidak mau makan" kata Elard.


Padahal baru saja Yura menghabiskan 1 piring makanan serta beberapa buah buahan, Elard terpaksa berbohong agar Noah lebih berusaha membawa Keyla kembali.


Mendengar penjelasan ayahnya yang mengatakan jika Bundanya menolak untuk makan Noah langsung menghampiri Yura dan ia membangunkan kan wanita itu.

__ADS_1


"Bunda.. kenapa bunda belum juga makan?" Tanya Noah.


"Mana Key? Apa dia sudah kembali?" Tanya Yura.


"Key menolak kembali bunda, aku sudah mengatakan jika bunda sakit" ucap Noah.


"Bunda tidak akan makan sampai Key kembali." Tolak Yura.


"Bunda ayolah, nanti bunda semakin sakit" ucap Noah.


"Bunda tidak akan makan sampai Key kembali, berusahalah lebih Noah agar dia kembali. Yang pertama kamu harus bisa membujuk hatinya, jika hati Key tergerak dia pasti akan dengan senang hati kembali ke rumah ini" jelas Yura.


Kemudian Yura meminta putranya itu untuk keluar dari kamarnya.


Noah masuk ke dalam kamarnya sendiri dan ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur pria itu merasa sangat lelah.


"Keong!! Kamu benar benar menyusahkan aku" ucap Noah kesal karena Keyla belum mau kembali bersamanya.


Demi Bundanya Noah akan kembali mengunjungi Panti tersebut dan membujuk gadis itu agar mau kembali bersamanya.


Keesokan harinya Noah pun melakukan hal yang sama.


Ia kembali ke panti asuhan dan berusaha untuk membawa Keyla pulang ke rumahnya.


"Noah maafkan aku. Tapi keputusanku tetap sama" ucap Keyla kemudian ia pergi meninggalkan Noah.


Dan ibu Rahma lah yang terus memberikan Semangat kepada Noah.


Noah melakukan semua itu hampir setiap hari namun jawabannya tetap sama.


Keyla tetap menolak kembali ke rumah itu.


Setiap Noah kembali ke rumahnya ayahnya selalu bertanya bagaimana usahanya untuk membawa kembali dan jawabannya tetap sama.


"Keyla menolak ayah" ucap Noah yang sudah menyerah.


"Noah duduklah ayah ingin mengatakan sesuatu kepadamu" kata Elard.


Mereka berdua duduk di ruang tamu.


"Iya ayah ada apa?" Tanya Noah memulai obrolan.


"Keyla adalah gadis yang baik, sangat sulit membujuknya untuk kembali ke rumah ini. Kamu harus berusaha lebih keras lagi, besok kamu sudah mulai aktif kuliah bukan?" Tanya Elard.


"Iya ayah, besok Noah sudah mulai kuliah" jawab Noah.


"Besok kamu jemput dia dan berangkatlah bersama" saran Elard.


"Jika Key menolak bagaimana ayah?" Tanya Noah lagi.


Elard tersenyum kecil dan menepuk pundak Noah.


"Kamu adalah anakku, kamu tentu tau bagaimana caranya" ucap Elard berhasil membuat Noah berpikir.


"Apa aku harus menculiknya ayah?" Tanya Noah.


"Hahahahaa tidak harus nak, namun jika sudah dalam keadaan terdesak cara itu bisa di lakukan" kata Elard sambil terus tertawa.


Tunggu, ayahnya tertawa saat berbicara padanya.


Bukankah beberapa hari ini Elard sedikit acuh kepada Noah.


Noah lega, setidaknya ayahnya tidak lagi marah kepada dirinya.


"Thank you dad" ucap Noah.


Elard langsung memeluk putra satu satunya itu, semarah apapun Elard dia tetap putranya.


_____

__ADS_1


happy reading


__ADS_2