
Noah telah sampai di toilet ia berdiri di depan toilet wanita.
"Apa aku masuk saja" gumam Noah.
Noah ingin masuk tapi ia takut di kira mengintip, akhirnya Noah memutuskan untuk menunggu sejenak
Beberapa menit Noah menunggu namun Keyla belum juga keluar.
Terpaksa Noah pun masuk ke toilet wanita itu.
Terlihat banyak pintu disana, Noah melihat satu per satu tidak ada siapa pun.
Hanya ada satu pintu lagi, namun terdapat tulisan jika pintu itu rusak.
"Dimana dia, Keyla kamu membuatku repot" ucap Noah.
Noah memutuskan untuk keluar dari toilet tersebut.
Namun baru saja ia melangkahkan kakinya Noah mendengat seperti ada yang menangis.
Noah mendekati sumber tangisan itu, suaranya semakin dekat saat ia berada di depan pintu yang rusak itu.
Noah seperti mengingat siapa pemilik tangisan tersebut.
"Mungkinkah ini Keyla" kata Noah.
Noahpun membuka pintu tersebut.
Brak!!!!
Pintu pun terbuka, ia melihat Keyla tersungkur dengan menangis dan tangannya menutupi wajahnya.
"Key..." Panggil Noah.
"Noah" Keyla menatap ke arah Noah.
Noah langsung menghampiri Keyla ia berhambur memeluk Keyla.
Keyla pun membalas pelukan Noah dengan linangan air mata.
"Noah aku..."
"Sudah sudah ada aku disini jangan takut" ucap Noah sambil terus memeluk Keyla.
Keyla merasakan sesuatu yang menenangkan saat Noah memeluknya, ia pun tidak menyangka jika pria itu tiba tiba memeluk dirinya.
Dirasa sudah tenang dan tangisan Keyla mereda, Noah membawa Keyla keluar dari toilet tersebut.
Namun langkah Keyla terasa lemas ia seperti tidak mampu menopang kakinya sendiri.
Tanpa berkata apa pun Noah langsung membopong tubuh Keyla, ia berjalan menuju parkiran.
Sepanjang perjalanan banyak pasang mata yang menatap mereka.
__ADS_1
Sedangkan Keyla menyembunyikan wajahnya di dada bidang Noah.
Sesampainya di parkiran Freya menatap ke arah Noah yang sedang menggendong Keyla.
"Kak ada apa ini?" Tanya Freya.
"Buka kan pintu bagian depan" perintah Noah kepada Freya.
Freya pun membuka kan pintu mobil tersebut, Noah meletakkan Keyla di kursi tersebut.
"Cepat masuk kita pulang" kata Noah kepada Freya, dan Freya pun menurut tanpa berkata apa apa lagi.
Sebenarnya Freya bingung dengan apa yang sudah terjadi.
Ia ingin bertanya hanya saja melihat wajah Noah yang khawatir membuatnya mengurungkan niatnya.
Noah segera melajukan mobilnya meninggalkan mall tersebut.
Sepanjang perjalanan Noah sesekali melihat ke arah Keyla yang sudah tertidur.
Noah sangat tidak tega melihat Keyla dengan keadaan yang cukup kacau seperti ini.
Freya memperhatikan Noah dari bangku belakang, terlihat Noah yang begitu khawatir.
**Apa benar wanita ini sepupu kak Noah??** Batin Freya bertanya tanya.
Kini Mobil Noah sudah sampai di depan apartemen Freya.
Freya segera turun dari mobil tersebut.
"Tidak. Salam untuk paman dan bibi" jawab Noah, dan Freya mengangguk.
Noah kembali melajukan mobilnya meninggalkan Freya.
Nampak Freya sedikit mendengus kesal.
Freya pun segera masuk ke dalam apartemennya.
Sesampai di apartemennya Freya membuang barang belanjaannya ke sofa,
"Menyebalkan!" sungut Freya.
"Freya ada apa? kenapa kamu membuang barang belanjaannya" tanya Jeny kepada putrinya itu.
"Tidak ada apa apa mi, Freya lelah" jawab Freya kemudian ia masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu kamarnya dengan sangat kasar.
Jeny hanya bisa menggelangkan kepalanya melihat putrinya yang seperti sedang kesal.
Beberapa menit kemudian Noah telah sampai di kediamannya, ia turun dari mobilnya dan berlari membukakan pintu untuk Keyla.
Noah ingin membangunkan Keyla, namun Noah mengurungkan niatnya karena tanpa sengaja Noah menyentuh kening Keyla yang terasa panas.
Dengan berhati hati Noah membopong tubuh Keyla memasuki rumahnya.
__ADS_1
"Noah kenapa dengan Keyla?" Tanya Yura saat ia melihat putranya mengendong tubuh Keyla.
"Akan aku ceritakan nanti bunda" Noah langsung berjalan menuju kamar Nara yang selama ini di tempati Keyla, ia meletakkan tubuh Keyla di atas tempat tidur kemudian menyelimutinya.
"Kenapa Keyla nak?" Tanya Yura lagi, terlihat Yura begitu khawatir.
Yura pun duduk di dekat Keyla yang masih tertidur.
Noah menceritakan kejadian di mall, dimana Keyla terkunci di toilet cukup lama dan lampu toilet tersebut yang padam.
"Astaga bagaimama bisa Keyla sampai terkunci di kamar mandi. Apa kamu tidak menjaganya?" Tanya Yura.
"Bunda jangan bahas ini dulu, lebih baik panggil dokter untuk memeriksa keadaannya aku akan pergi ke kamarku" jawab Noah kemudian ia segera pergi menuju kamarnya.
"Apa dia putraku? Aku melihat kekhawatiran tampak jelas di wajahnya" ucap Yura sambil tersenyum.
Yura meminta Nita untuk menyiapkan air untuk mengompres Keyla.
Dan Yura menghubungi dokter Hendra untuk datang ke rumahnya.
Dikamar Noah sedang duduk termenung, ntah apa yang ada difikirannya saat ini.
"Apa yang terjadi kepadaku, apa ini rasa peduliku atau..." Ucapan Noah terhenti.
Tidak mau ambil pusing Noah pun segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Beberapa menit kemudian Noah sudah selesai dengan aktifitasnya di kamar mandi, ia segera kembali menuju kamar Keyla.
Sesampainya di sana Noah melihat sudah ada dokter Hendra berada disana dan memeriksa kondisi Keyla.
"Bagaimana dok?" Tanya Yura.
"Jangan khawatir nyonya, dia hanya trauma dan membuat dirinya demam, setelah beristirahat dan meminum obat kondisinya akan kembali pulih" jawab dokter Hendra.
"Nak jaga Keyla ya, bunda ingin mengantar dokter Hendra kebawah" kata Yura.
Dan Noah hanya mengangguk.
Yura pun pergi meninggalkan Noah dan Keyla.
Setelah bundanya pergi, Noah duduk di dekat Keyla.
Ia menatap Keyla yang masih tertidur.
"Dasar keong" ucap Noah sambil merapikan rambut Keyla yang sedikit menutupi wajahnya.
Jam sudah menunjukkan pukul 12.00 namun Keyla belum juga terbangun, Noah merasa tubuhnya sangat lelah.
dan tanpa sengaja Noah merebahkan tubuhnya di sebelah Keyla, namun masih ada jarak di antara ke duanya.
tidak menunggu waktu lama Noah pun tertidur.
_____
__ADS_1
happy reading🥰🥰