
Jeny sudah sampai dirumahnya yang memang berukuran kecil, ia tinggal disana seorang diri. karena ayah dan ibunya bercerai dan jeny tidak lagi di perdulikan.
Itu sebabnya jeny lebih memilih tinggal sendiri dirumah mendiang neneknya.
"Kenapa aku terus memikirkan pria itu? apa karena dia sangat menyebalkan?" gumam jeny.
Jeny membuka aplikasi shopnya, ternyata sudah ada beberapa orang yang memesan barang kepadanya.
Jeny menjual baju, tas, sepatu dan beberapa aksesoris.
Setelah selesai mencatat pesanan pesanan tersebut jeny langsung masuk kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah beberapa menit jeny pun selesai dengan aktifitasnya dikamar mandi.
Saat akan merebahkan tubuhnya ponselnya berdering, sebuah notifikasi masuk ke dalam ponselnya.
"Astaga benerkah!! ini orang pesen sepatu segini banyaknya" ucap jeny terkejut.
Jeny segera menghubungi nomer tersebut, guna memastikan apakah benar ia memesan barang itu.
📞jeny : hallo selamat malam
📞08xx: iya selamat malam.
📞jeny : saya dari jeny'shop apa benar ini dengan ibu clara?
📞08xx : iya benar saya clara.
📞jeny : ibu clara saya ingin memastikan apa benar ibu memesan sepatu anak anak sebanyak 50 pasang?
📞08xx : iya benar, saya memesannya apa ada kendala?
Mereka pun melanjutkan obrolannya mengenai pesanan sepatu tersebut.
Setelah selesai jeny mengakhiri obrolannya.
"Astaga rezeki nomplok ini" ucap jeny kegirangan karena mendapatkan orderan begitu banyak.
Jeny segera menghubungi rekannya untuk menyiapkan sepatu sebanyak yang diminta, setelah semua beres jeny langsung kembali merebahkan tubuhnya, dan tidak lama ia tertidur.
**
Pagi ini Elard berniat akan membawa yura ke kantornya, awalnya yura menolak karena malu. namun seperti biasa elard akan terus memaksanya.
"Jangan pakai itu, kamu terlihat sangat sexy" ucap elard.
"Bajuku sudah banyak yang tidak muat el, kamu tau kan perutku semakin membesar" jawab yura.
"Pakai ini saja" ucap elard sambil menyerahkan dres selutut berwarna gold yang memang lebih tertutup di bagian dadanya.
"Huh baiklah" akhirnya yura masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti bajunya.
Setelah mereka sudah siap kini keduanya masuk ke dalam mobil untuk berangkat ke kantor el.
Diperjalanan yura sedikit cemas pasalnya ia tidak pernah berkunjung ke kantor elard ini pertama kalinya yura pergi ke sana.
Setelah hampir 20 menit akhirnya mereka sampai.
elard membukakan pintu untuk istrinya, yura pun turun dan mereka jalan beriringan.
"Selamat pagi tuan, selamat pagi nona" ucap leo yang baru saja tiba.
__ADS_1
"Pagi" sahut mereka kompak.
Mereka bertiga jalan memasuki gedung tersebut.
Saat sudah sampai di loby banyak pasang mata yang memperhatikan yura, mereka yang tidak tau saling berbisik.
"Siapa wanita itu?"
"Lihatlah dia sedang hamil"
"Aku belum pernah mendengar tuan elard menikah"
begitulah bisikan bisikan para karyawan yang terheran menatap yura.
"Selamat pagi tuan" sapa para karyawan tersebut.
"Pagi. apa kalian tidak ingin menyapa istriku?" sahut elard.
"Pagi nona" sapa mereka terheran.
"Pa..pagi" balas yura.
Mereka pun menundukkan kepalanya tanda memberi hormat.
Kemudian elard segera memasuki lift untuk menuju ke ruangannya di lantai 15.
"Kenapa kamu begitu tegang?" tanya elard kepada yura.
"Bagaimana tidak tegang, mereka menatapku seolah akan memangsaku" jawab yura.
"Katakan yang mana orangnya? aku akan langsung memecatnya" tanya elard.
"Tidak perlu berlebihan seperti itu" ucap yura.
"Le katakan kepada Fira untuk membuatkan susu hangat dan kopi" perintah elard kepada leo.
"Baik tuan" sahut leo dan segera masuk ke ruangan fira.
Fira adalah sekertaris elard, dia sudah hampir 2 tahun bekerja bersamanya.
Fira merupakan orang yang sangat bertanggung jawab dan profesional dalam bekerja. namun tidak ada seorang pun yang tau jika fira diam diam menyukai elard.
Kini elard sudah berada di ruangannya, yura langsung duduk di sofa yang berada di ruangan itu.
"Jika kamu lelah bisa istirahat disana" kata elard sambil menunjuk kamar pribadi yang juga berada di sana.
"Tapi aku ingin duduk situ" kata yura sambil menunjuk kursi yang ada di depan elard.
"Silahkan, kamu bebas duduk dimana saja" ucap elard sambil mengelus pucuk kepala yura.
Yura pun duduk disana dan elard membuka jasnya.
Pria itu pun langsung membuka leptopnya.
Tak berapa lama Seorang wanita masuk membawa nampan di tangannya.
"Permisi tuan" kata wanita itu yang tak lain adalah fira sekertaris elard.
"Letakkan disini" ucap elard.
Fira meletakkan susu hangat dan kopi di meja elard, namun matanya selalu memandangi yura.
__ADS_1
**siapa wanita ini? aku tidak pernah melihatnya** batin fira bertanya tanya.
Setelah meletakkan minuman itu fira tidak langsung pergi, ia mendekati elard seraya memberi tahukan bahwa sebentar lagi mereka akan miting.
"Tuan nanti jam 10 akan ada miting bersama perusahan QR" ucap fira.
"Iya kamu persiapkan saja semua, dan tambahkan satu kursi disana" jawab elard.
"Untuk apa tuan?" tanya fira.
"Lakukan saja" sahut elard.
"Baik tuan"
Fira terus saja memperhatikan yura yang tengah memainkan ponselnya, dan pandangannya beralih ke perut yura yang membesar.
Siapa dia? sepertinya sedang hamil? mengapa disini? pikiran itu selalu melayang layang di kepala fira.
"Kenapa masih disini? siapkan berkasnya" ucap elard mengejutkan fira.
"Baik tuan saya permisi dulu" kata fira.
Ia pun segera keluar dari ruangan elard dan masuk ke dalam ruangannya sendiri.
Fira menyiapkan berkas berkasnya, namun ia masih penasaran dengan wanita yang ada di ruangan bosnya itu.
Akhirnya fira mencari cara untuk segera masuk ke ruangan elard lagi.
"Minum dulu susunya" kata elard.
Yura pun meletakkan ponselnya dan meminum susu tersebut yang memang tidak terlalu panas.
Tiba tiba elard beranjak dari duduknya, ia menghampiri yura dan memutar kursi yura untuk berhadapan dengannya.
"Ada apa?" tanya yura gugup.
Elard terjongkok dan ia berhadapan dengan perut yura.
"Hai anak anak ayah, apa kalian baik baik saja?" ucap elard sambil mengelus perut yura.
"Tentu saja ayah" jawab yura seraya menirukan suara anak kecil.
Elard tersenyum mendengarkan jawaban yura.
Elard mencium perut yura, ia membayangkan seperti mencium anaknya.
Elard cukup lama meletakkan kepalanya di perut yura, merasakan pergerakan pergerakan di dalam sana.
Tanpa terasa yura mengusap kepala elard dengan lembut.
**bagaimana jika kelak kamu berpisah darinya el** batin yura.
"Tuan saya...." tiba tiba fira masuk ke dalam ruangan elard dengan membawa beberapa dokumen, kata katanya terhenti setelah melihat elard yang tengah mencium perut yura, elard segera beranjak.
"Apa kamu tidak bisa mengetuk pintu dulu?" tanya elard dengan nada yang sedikit tinggi.
"Maaf tuan, saya sudah terbiasa masuk ke ruangan anda tanpa mengetuknya. dan anda tidak pernah marah" ucap fira.
Yura sedikit terkejut mendengar jawaban fira, yang menurutnya tidak sopan.
**sebenarnya siapa wanita ini? istrinya atau siapa? bukankah tuan elard kekasih sifanya** batin fira.
__ADS_1
*****
happy reading🥰