Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
Membawanya Pergi


__ADS_3

Kemudian ibu El segera menghampiri Yura, mereka semua yang berada di sana cukup terkejut mendengar kan Ibu El yang tiba-tiba berbicara seperti itu.


" Ibu dari mana saja Kenapa Ibu baru menemuiku?" tanya Yura kepada Ibu mertuanya.


" Tante Hera pingsan Dia baru saja sadar" ucap Sifanya.


" Ibu pingsan.. Kenapa Ibu bisa pingsan?" tanya Yura.


kemudian ibu El berusaha untuk mengambil bayi Yura yang sedang digendong nya. dengan refleks Yura langsung menepis tangan Ibu mertuanya.


" Serahkan cucuku kepadaku Aku tidak akan membiarkan kamu mencelakai nya juga" ucap Ibu El.


" Apa maksud ibu Kenapa Ibu berbicara seperti itu?" tanya Yura yang masih tidak paham dengan perkataan ibu mertuanya.


Bukannya menjawab Ibu El malah terduduk di lantai, Ibu El menangis di sana dan Syifa mencoba untuk menenangkan Ibu El.


" Ibu kenapa? sebenarnya ada apa ini ada yang bisa menjelaskannya kepadaku?" tanya Yura.


Mereka semua yang disana tidak ada yang bisa menjelaskan kepada Yura mereka semua terdiam membisu begitu sulit bagi mereka untuk menjelaskan, terutama Axel dia tidak akan tega untuk mengatakan jika putranya telah meninggal.


" jadi dokter Pram belum menjelaskan kepadamu jika putramu telah tiada" ucap Ibu El menyeka air matanya nya.


" Apa!! Apa maksud ibu? Dokter Tolong jelaskan kepadaku ada apa sebenarnya. Kenapa dengan Putraku?" tanya Yura kepada Pram.


Dokter Pram nampak menyiapkan dirinya, sepertinya memang sudah saatnya Ia menceritakan tentang Putra Yura yang memang sudah meninggal, dengan hati-hati dokter Pram menceritakan jika putranya telah meninggal akibat terlilit tali pusarnya.


" Tidak.. tidak mungkin Bayiku meninggal" ucap Yura tidak percaya.


" Tapi itu yang terjadi cucuku meninggal semua ini karena dirimu kenapa dia bisa terlilit tali pusarnya kamu memang selalu membawa sial dalam keluargaku" kata ibu El kemudian wanita itu segera mengambil bayi yang sedari tadi digendong oleh Yura.


" kamu tidak pantas menjadi seorang ibu lebih baik aku yang merawat bayi ini dan kamu segera pergi dari kehidupan Putraku Aku tidak ingin kesialan selalu menimpah keluargaku" ucap Ibu El.


"Apa yang Anda katakan? serahkan bayi itu sekarang! anda tidak bisa memisahkan seorang bayi dari ibunya. Putra Yura meninggal itu bukanlah salahnya, semua itu adalah takdir dan kita harus menerimanya dengan sabar bukan dengan cara memisahkan seorang bayi dengan ibunya!!" ucap Axel panjang lebar.


Entah terbuat dari apa hati ibu El itu, dia sama sekali tidak mendengarkan ucapan Axel, Ibu El tetap pada pendiriannya Ia tetap akan membawa bayi itu bersama dirinya dan memisahkan Yura dari Elard.


" Setelah ini Pergilah dari kehidupan Putraku Pergilah sejauh mungkin dan jangan pernah kembali karena bagaimanapun kamu yang sudah membuat salah satu cucuku meninggal" ucap Ibu El.


Yura hanya terdiam ia sudah tidak bisa berkata apa apa lagi pandangannya kosong, Jenny dan Axel mencoba untuk menenangkan Yura.

__ADS_1


Tanpa berkata apa apa lagi Ibu El hendak keluar dari ruangan itu untuk meninggalkan mereka semua namun saat akan pergi tiba tiba Yura memanggilnya.


" Tunggu ibu" kata Yura Ibu El dan Sifa pun menghentikan langkahnya mereka berbalik kembali menatap Yura


" Ada apa lagi?" tanya ibu El kepada Yura.


dengan pelan-pelan Yura berusaha turun dari ranjangnya dengan dibantu jeny dan Axel.


Yura berjalan tertatih tatih mendekati Ibu mertuanya.


" Aku tidak tahu kebencian seperti apa yang melanda hati mu Bu, aku hanya ingin menjadi seorang menantu yang baik untukmu dan istri yang baik pula untuk Elard. jika memang ini keputusanmu aku mohon jagalah suami serta putriku" ucap Yura ia meneteskan air matanya.


Kemudian Yura menatap putrinya. ia mengusap wajah Putri kecilnya itu dengan lembut Ia tidak menyangka bahwa kebersamaannya hanya sebentar saja, Yura tidak menyangka bahwa ibu mertuanya akan secepat ini membawanya pergi.


" Kalau begitu biarkan aku membawa jasad Putraku bersamaku" kata Yura.


" Silakan kuburkan jasad cucu laki-laki ku dengan layak kemudian kamu segeralah pergi dari kota ini dan jangan pernah kembali lagi" ucap Ibu El kepada Yura kemudian ibu El segera pergi, ibu El sama sekali tidak berniat untuk melihat cucunya yang telah dinyatakan meninggal.


Yura yang melihat putrinya dibawa pergi oleh ibu mertuanya tiba tiba ambruk, tubuhnya tergolek lemas di lantai dengan segera Axel membantu Yura.


" Kenapa kamu membiarkan dia membawa putrimu Yura?" tanya Axel kepada Yura.


***


" Berapa jam lagi kita akan sampai? tanya Elard kepada Jose.


" Sekitar 15 jam lagi tuan" jawab Jose.


nampak Elard berdecak kesal karena perjalanannya masih sangat lama, ia sudah tidak sabar untuk menemui istrinya dan melihat kondisinya.


" Kalau begitu segera hubungi Leo tanyakan kepadanya Bagaimana kondisi istriku" perintah Elard kepada Jose.


" Baik Tuan" jawab Jose.


Jose pun mengeluarkan ponselnya dan segera menghubungi Leo tidak berapa lama Leo pun mengangkat panggilan dari Jose.


Jose segera menanyakan keadaan di sana.


Tiba tiba Elard mengambil ponsel yang di genggam Jose.

__ADS_1


"Le.. katakan bagaimana keadaan disana?" tanya Elard.


Leo pun menjelaskan bahwa saat ini dirinya sedang berada di rumah Elard untuk menunggu kepulangan Yura beserta anaknya.


Karena Leo sempat menghubungi Ibu El menanyakan bagaimana kondisi di rumah sakit, dan ibu El menjelaskan bahwa operasinya sudah berjalan dengan lancar dan sebentar lagi ia akan segera pulang membawa cucunya.


Mendengar itu membuat Elard sangat bahagia, di dalam jet pribadinya ia bersorak kegirangan.


" Syukurlah operasinya lancar dan Bayiku sudah lahir Aku tidak sabar untuk menemui mereka" ucapan Elard.


Sontak mereka semua yang berada di dalam jet itu ikut bahagia, mereka memberikan selamat kepada Elard.


" Aku akan segera mengadakan pesta atas kelahiran anak anakku kalian semua yang berada disini aku harap bisa hadir untuk ikut merayakan bersama ku" ucap Elard.


" Siap Tuan" jawab mereka kompak.


**Istriku kamu nakal sekali ya, bisa bisanya tidak mengabariku sama sekali. apa kamu ingin memberikan kejutan kepada suamimu ini?** batin Elard bersorak gembira.


**


**Aku pergi, akan aku bawa cintamu bersamaku. aku yakin suatu hari nanti kita akan bersatu. menikmati kebahagian bersama, tidak ada satu orangpun yang bisa memisahkan kita kecuali kematian.. El jagalah dirimu, ku titipkan satu malaikat kecil yang cantik untuk menemanimu, jangan pernah bersedih. jika kamu bersedih lihatlah wajah cantik putri kita. Aku mencintaimu sangat mencintaimu** Yura


Sunyi... hanya terdengar langkah gontai dari lorong rumah sakit itu, meski terasa sakit Yura tetap mendekap Putranya bersamanya.


Air matanya seolah mengering, pandangannya kosong.


Jeny terus saja terisak melihat keadaan sahabatnya, ia tidak menyangka sahabatnya itu akan menerima cobaan sebesar ini.


Mereka bertiga pergi dari rumah sakit. tepat hari ini Axel akan membawa Yura pergi jauh dari kota itu.


"Yura ijinkan aku untuk ikut bersamamu.. aku tidak bisa meninggalkanmu" ucap Jeny.


Yura tidak menjawab ia hanya mengangguk tanda setuju.


Axel membukakan pintu mobil untuk Yura, sebelum masuk kemobil itu yura kembali menatap sekitar.


Berat baginya untuk meninggalkan kota itu, terutama meninggalkan Suaminya.


**Selamat tinggal, aku akan kembali El. dan kita akan bersama, berkumpul dengan keluarga kecil kita**

__ADS_1


*****


happy reading🄰


__ADS_2