Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
SEASON 3 ~ 26


__ADS_3

Awalnya Fadil tidak percaya dengan ucapan Noah Jika Rian melakukan tindakan buruk seperti itu, namun setelah melihat CCTV pada restoran tersebut akhirnya dengan berat hati Fadil menerima keinginan Noah yaitu memecat Rian sebagai manajer restoran tersebut.


Sangat disayangkan sebenarnya Rian adalah sosok manajer yang sangat tanggung jawab dalam pekerjaannya, namun di sisi lain Ia juga memperlakukan bawahannya dengan sangat tidak baik termasuk Dona yang hampir setiap hari mendapatkan amarah dari Rian. Entah itu masalah kecil atau masalah besar.


"Tuan tolong jangan pecat saya" Rian bersimpuh di kaki Fadil selaku pemilik Restoran tersebut.


"Maafkan aku Rian, mungkin kamu bisa meminta maaf kepada tuan Noah" ucap Fadil.


Rian menatap ke arah Noah, tentu ia tidak mau meminta maaf kepada Noah.


Karena usia Noah yang lebih muda maka Rian merasa gengsi.


Namun demi pekerjaanya pria itu pun rela membuang harga dirinya.


Rian pun beralih meminta maaf kepada Noah dengan wajah memelas, ia berusaha mencari simpati bahkan berjilat untuk mendapatkan simpatik Noah.


Namun Noah sudah bulat akan keputusannya, sekalipun Rian menangis Noah tidak akan membiarkan Rian bekerja di tempat itu lagi.


"Baiklah! Masalah sudah selesai, jika besok saya masih melihat pria ini disini. Maka Restoran ini akan benar benar saya tutup" ucap Noah. Kemudian Noah segera beranjak dari duduknya dan meninggalkan Rian yang masih terduduk bersimpuh di hadapannya.


"Tuan tunggu!" Panggil Rian.


"Sudahlah Rian, sekarang kemasi barang barangmu. Aku tidak ingin Restoran ini di tutup karena ulahmu" ucap Fadil.


***


Karena masalah sudah teratasi akhirnya Noah dan Rangga masuk kembali ke dalam Restoran itu untuk menemui istrinya.


"Noah Rangga bagaimana?" Tanya Keyla.


"Tidak perlu khawatir By" jawab Noah santai.


"Dona, kamu masih bisa bekerja disini dan mulai besok kamu tidak akan melihat wajah manager brengsek itu" kata Noah kepada Dona.


"Ke...kenapa bisa begitu?" Tanya Dona yang masih bingung.


"Noah sudah membuat Manager itu menerima balasan atas perbuatannya. Ia di pecat dari Restoran ini" jelas Rangga.


**Noah melakukan ini utukku? Setelah aku melakukan banyak kejahatan padanya, Noah masih mau membantuku** batin Dona.


Cukup lama akhirnya makan malam pun selesai, karena sudah lelah mereka memutuskan untuk kembali ke hotel. Dan besok pagi Keyla akan mengunjungi ibunya, sebelumnya Dona sudah memberikan alamat tempat tinggalnya kepada Keyla.


Di perjalanan Noah mengeluarkan ponselnya dan ia menghubungi seseorang.


"Bagaimana?"


"..."


"Baiklah, beberapa menit lagi aku akan sampai di hotel. Jangan ada kekurangan sedikitpun" jawab Noah.


"Oke thank you" kemudian Noah mengakhiri panggilannya.


"Siapa yang baru saja kamu telepon?" Tanya Keyla penasaran.


"Rangga kemarin meminta bantuanku..."

__ADS_1


Noah menjelaskan kepada Keyla jika pada saat itu Rangga meminta bantuannya untuk mempersiapkan menghias kamar hotelnya, di mana dia dan Nara akan bermalam karena Rangga ingin memberikan kejutan kepada Nara.


"Jadi aku meminta beberapa staf hotel untuk menyiapkan semuanya" bisik Noah karena Rangga dan Nara duduk tepat di depannya.


"Ternyata Rangga juga bisa romantis" kata Keyla sambil menahan tawanya.


"Apa kamu juga ingin kamar kita di hias Baby? Agar malam pertama kita juga romantis" bisik Noah tepat di telinga Keyla.


Seketika Keyla langsung memukul lengan suaminya itu.


"Tidak! Kita bukan pengantin baru" sahut Keyla dengan wajah memerah menahan malu.


"Tidak masalah Baby, ayolah katakan jika kamu menginginkan juga" goda Noah lagi.


"Noah berhenti menggodaku" sahut Keyla.


"Iya Baby, kita tidak perlu hiasan kamar atau apa pun itu. Karena aku akan selalu memberikan semua yang terbaik untuk mu" kata Noah seraya mencium kening Keyla.


Astaga dua pasangan ini tidak bisa berhenti dari sifat kebucinan nya.


Sekalipun di dalam mobil itu ada adik adiknya Noah sama sekali tidak malu untuk mencium Keyla.


Setelah beberapa menit akhirnya mereka sudah sampai di hotel tersebut.


"Rangga Nara kalau begitu aku dan Key akan langsung beristirahat. Selamat malam" ucap Noah.


Kemudian Noah masuk kedalam kamarnya sendiri.


Sebelumnya Noah sudah memberitahukan kepada Rangga jika kamarnya sudah di rias secantik mungkin sesuai keinginan Rangga.


Rangga pun membuka pintu kamar tersebut, nampak sangat gelap itu karena lampu di dalam kamar tersebut belum menyala.


"Sayang bisakah kamu menyalakan lampunya?" Tanya Nara kepada sang suami.


"Bisa saja sayang, tapi lebih baik aku membawamu duduk di sofa. Sepertinya kamu lelah" ucap Rangga.


Aneh, bukankah hanya menyalakan lampu tidak butuh waktu yang lama. Kenapa seolah olah Rangga mengulur waktu, begitulah kira kira yang ada di pikiran Nara.


Nara pun duduk di sebuah sofa, ia merasakan ada yang aneh di kamar tersebut.


"Harum sekali" gumam Nara.


Bagaimana tidak harum, kamar itu di hiasi dengan ribuan bunga mawar merah jelas saja aroma semerbak terasa jelas di hidung Nara.


Namun gadis itu masih belum sadar dari mana aroma mawar itu berasal.


Rangga berjalan pelan menyalakan lampu kamar tersebut dan beberapa tombol, dimana jika di tekan maka membuat lilin di sekitar ruangan itu menyala.


"Suprice..." Ucap Rangga sambil merentangkan tangannya.


"Wahhh" Nara terpesona dengan penampakan kamarnya yang berubah drastis, padahal saat hendak makan malam kamar tersebut terlihat biasa saja.


"Sayang... Ini serius kamar kita?" Tanya Nara berdecak kagum.


"Iya sayang ini kamar kita, tepatnya kamar pengantin kita" jawab Rangga.

__ADS_1



Rangga berjalan mendekati Nara, dan ia pun menciptakan suasana romantis pada malam ini.


"Bagaimana My Angel apa kamu suka?" Tanya Rangga yang masih memeluk pinggang sang istri.


"Su...suka" jawab Nara sambil menganggukkan kepalanya.


Mata Nara terus saja berkeliling memperhatikan keindahan kamarnya, ingin sekali Nara mengambil bunga bunga itu dan menghamburkannya. Namun Rangga sama sekali tidak membiarkan gadis itu lepas dari pelukannya.


"Bo...bolehkah kita berfoto?" Tanya Nara.


Ia ingin mengabadikan keindahan kamarnya di dalam ponselnya.


"No!" Rangga menggelengkan kepalanya.


"Sebentar saja Ga" Nara memohon.


"No! Jangan buang waktumu sayang, aku ingin malam ini kita menghabiskan malam pertama kita" ucap Rangga mesrah di telinga Nara.


**What! Malam pertama. Apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus membuka bajuku? Menciumnya atau... Aghh bagaimana ini** pikiran Nara meracau, gadis itu sama sekali tidak tau bagaimana memulainya.


Berkali kali Nara menelan salivanya dengan susah payah, kemudian Nara mendapatkan ide untuk mengulur waktu.


Nara melihat dua buah gelas berisikan minuman di atas meja yang sudah di hiasi.


"Sayang apakah itu bisa diminum? Aku haus" tanya Nara kepada Rangga.


Rangga pun melihat ke arah dimana minuman itu berada.


"Sepertinya aku tidak memesan minuman, kenapa ada minuman disini. Atau itu bagian dari kejutan?" Gumam Rangga bertanya tanya.


"Rangga aku ingin minum, bisakah kita minum terlebih dahulu?" Tanya Rangga lagi dengan wajah memohon.


"Baiklah My Angel, kamu tunggu disini biar aku yang mengambilkannya untukmu" kata Rangga.


Rangga mengambil segelas minuman tersebut dan memberikannya kepada Nara.


"Kamu tidak minum juga?" Tanya Nara.


"Tidak sayang, aku tidak haus" jawab Rangga.


Rangga duduk di samping Nara.


Dengan ragu ragu Nara meneguk minuman tersebut, sebenarnya Nara tidak haus ia hanya mengulur waktu.


"Apa kamu benar benar haus?" Tanya Rangga, karena ia melihat sang istri dengan cepat menghabiskan minuman tersebut.


"Hmmm" jawab Nara mengangguk.


Dan benar saja, segelas minuman itupun habis tidak tersisa.


_____


happy reading🄰

__ADS_1


__ADS_2