Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
Acara Pelelangan


__ADS_3

Malam ini tepatnya pukul 7 malam elard akan pergi ke acara pelelangan tanah, rencananya jika ia berhasil mendapatkan tanah di pinggir kota itu ia akan membangun sebuah yayasan.


Sebelumnya elard pernah membaca buku harian yura, Dimana istrinya itu ingin memiliki yayasan untuk menampung anak anak yang terlantar, tidak memiliki orang tua dan sebagainya.


Sengaja elard akan memberikan kejutan untuk istrinya nanti.


Ia sama sekali tidak tau tentang perasaannya sendiri terhadap yura, yang elard tau ia merasa bahagia jika istrinya hidup bahagia.


"Mau kemana?" tanya yura yang melihat elard mamakai jasnya.


"Ada acara kantor, kamu istirahat ya mungkin aku pulang cukup malam" jawab elard, sambil fokus menatap dirinya di depan cermin.


"Ada yang ingin aku katakan" ucap yura.


"Jika tidak terlalu penting kita bahas besok saja ya" sahut elard.


Elard pun mencium kening yura dan berjalan hendak keluar dari kamarnya.


"Aku besok akan tetap bekerja" ucap yura, membuat elard menghentikan langkahnya.


Elard membalikkan tubuhnya dan menatap yura.


"Aku tidak mengijinkannya" jawab elard.


"Tapi aku memiliki hak el, bukankah kamu sendiri yang mengatakannya bahwa aku berhak untuk bekerja. aku juga tidak pernah melarang dirimu dalam hal apapun" jelas yura.


"Aku tetap tidak mengijinkannya, aku adalah suamimu itu artinya kamu harus mendengarkan ucapanku" kata elard.


"Iya suami sementara" lirih yura.


Suami sementara? elard tidak menduga istrinya akan mengatakan hal itu.


Elard keluar dari kamarnya dan menutup pintunya dengan sangat kasar.


Brakk!!!!!


Yura terduduk di sofa, sebenarnya ia tidak ingin mengatakan hal itu. tapi bayangan ibu el selalu manggangu pikirannya.


"Maafkan aku el, aku tidak ada pilihan lagi" ucap yura tanpa terasa air matanya menetes.


**


Di dalam mobil elard nampak kesal, beberapa kali ia mengumpat. Apapun yang terjadi elard tidak akan membiarkan istrinya kembali bekerja, dan soal ucapan yura itu benar benar membuat elard sangat terganggu.


"Le besok bawakan berkas perjanjianku dengan yura" ucap elard kepada leo.


"Ba...baik tuan" jawab leo.


20 menit kemudian elard sudah sampai di sebuah hotel, dimana pelelangan tanah itu akan di adakan.


"El kamu disini juga?" tanya axel yang baru saja sampai.


ternyata axel juga mengikuti acara pelelangan itu.

__ADS_1


"Iya, aku tidak ingin melewatkan kesempatan ini" jawab elard sedikit menaikkan wajahnya.


Axel sadar jika hubungannya dengan elard kali ini tidak cukup baik, itu dikarenakan axel dengan terang terangan mengakui jika ia menyukai istrinya.


"Kalau begitu kita bisa masuk bersama" tawar axel.


"Tidak perlu" tolak elard.


Kemudian elard berjalan lebih dulu meninggalkan axel.


Axel menghembuskan nafasnya dengan kasar kemudian ia juga turut memasuki ruangan itu.


Mereka duduk secara berjauhan.


Acara pelelangan pun di mulai.


Mereka mulai melelang tanah A, tanah B, dan tanah C namun itu bukan tanah yang di inginkan elard.


Tiba saatnya pelelangan tanah XY, dimana letaknya sangat strategis dan berada di pusat kota.


"Tanah XY akan di buka dengan harga 1M" ucap pembawa acara.


"1.5 M" ucap salah satu peserta.


"1.7 M" tawar peserta yang lain.


"1.8 M"


Elard masih terdiam, ia menunggu sampai mana mereka berani menawar tanah itu.


Elard menatap pria itu, ternyata itu axel.


elard nampak tersenyum sinis setelah mengetahui siapa yang baru saja menawar.


"Dari nomor 17 adalah 2M apa ada lagi di atasnya?" tanya pembawa acara, nampak mereka semua terdiam tidak ada yang berani menawar di atasnya.


Ini lah kesempatan elard untuk mengajukan harga di atasnya.


"3M !" ucap elard, ia mangangkat nomornya membuat semua orang kompak menatap ke arah elard termasuk axel.


"Tuan itu terlalu tinggi" bisik leo.


"Tidak masalah bagiku" jawab elard.


"Woww pria bernomor 25 menawar 3M apakah ada penawaran di atasnya?" tanya pembawa acara lagi.


Mereka semua tampak berbisik, seolah tak percaya dengan penawaran elard.


"Saya mulai menghitung. 3M 1... 3M 2... 3M 3... Akhirnya tanah XY jatuh kepada pria bernomor 25" ucap pembawa acara, mereka pun bertepuk tangan.


Acara demi acara pun selesai, elard meminta leo untuk mengurus semuanya.


"Selamat ya el" ucap axel dan mengulurkan tangannya.

__ADS_1


Elard pun membalas uluran tangan axel.


"Thank you, aku tau kamu juga pasti bisa menawar lebih tinggi bukan" jawab elard.


Sebenarnya bisa saja axel akan menawar lebih tinggi, tapi ia tau jika elard bukan orang yang dengan mudah menyerah untuk apapun yang ia mau. elard juga pasti akan lebih menaikkan harganya dan tetap saja axel akan kalah.


"Aku tidak begitu tertarik dengan tanah itu" jawab axel.


"Oke baguslah" sahut elard.


Tanpa berkata apa apa lagi elard pergi meninggalkan axel disana.


Hari semakin malam elard memutuskan untuk segera kembali kerumahnya.


Kini elard sudah sampai ia segera masuk ke dalam rumahnya dan berjalan menuju kamarnya.


Saat elard membuka pintu nampak kamar itu sangat gelap, elard menyalakan lampu dan melihat istrinya tertidur di atas sofa.


"Apa dia menungguku?" tanya elard pada dirinya sendiri.


Elard memindahkan tubuh yura di atas tempat tidur dan menyelimutinya, kemudian ia segera mengganti pakaiannya dan merebahkan tubuhnya di samping yura.


Tak butuh waktu lama elard pun tertidur.


**


Pagi harinya yura lebih dulu terbangun, yura segera mandi dan bersiap untuk bekerja.


Maskipun elard tidak mengijinkannya, yura akan tetap kembali bekerja.


Setelah sudah siap yura pergi menuju dapur, yura nampak aneh melihat beberapa pelayan memasak.


Tidak biasanya mereka memasak di pagi hari.


"Mbak tumben kalian masak pagi pagi?" tanya yura kepada nita.


"Iya nona, tuan elard memerintahkan kami. mulai hari ini kami akan memasak di pagi hari agar anda tidak lagi terlambat sarapan" jawab nita, yura pun tersenyum mendengar jawaban nita.


Kemudian nita menata makanan itu di atas meja, sedangkan yura kembali kekamarnya untuk membangunkan elard.


Namun saat baru saja masuk ternyata elard sudah lebih dulu bangun.


Pria itu menatap istrinya dari atas sampai bawah.


"Kenapa sudah rapi?" tanya elard.


"Aku akan bekerja el" jawab yura.


Lagi lagi elard harus mendengar kalimat itu dari istrinya, elard langsung beranjak dan masuk ke dalam kamar mandi, karena kesal elard membanting pintu kamar mandi dengan sangat kencang.


**mungkin dengan begini lebih baik** batin yura.


*****

__ADS_1


happy reading🥰🥰


maaf jika masih ada typo🙏


__ADS_2