
Wanita itu adalah Yura.
Elard benar benar membawa Yura dan Noah kembali ke rumahnya dan memberikan kejutan kepada Sifa.
Yura terus menatap ke arah Sifa.
Sedangkan Sifa wajahnya kini mulai pucat.
bagaimana tidak, tiba tiba Sifa dikejutkan dengan kedatangan Yura yang sudah 5 tahun pergi.
begitupun dengan Nita, ia terkejut dengan kedatangan Yura.
"El apa maksud semua ini, kenapa wanita ini ada disini?" tanya Sifa.
"Kenapa? bukankah dia adalah nyonyah sah dirumah ini. dia berhak untuk kembali ke rumah ini" jawab Elard.
Sifa menggeleng-gelengkan kepalanya ia tidak percaya jika suaminya telah membawa kembali wanita yang masih berstatus sebagai istrinya itu. Sifa merasa takut jika posisinya akan terancam dengan kembalinya Yura.
"Tidak El, aku tidak mengijinkan wanita ini kembali. aku adalah istrimu El!" tolak Sifa.
Sifa berbicara dengan nada yang sangat tinggi itu artinya wanita itu benar-benar tidak ingin jika Yura kembali lagi ke rumah itu.
" Aku tidak butuh persetujuan mu, aku adalah pemilik Rumah ini aku berhak melakukan apapun yang aku inginkan jika kamu tidak terima, maka silakan kamu pergi dari rumah ini" jelas Elard.
Kini Sifa berjalan menghampiri Yura, ia memperhatikan wanita yang dari tadi berdiri di hadapannya tanpa mengucapkan apapun, Sifa memperhatikan wanita itu dari atas sampai bawah memastikan apa benar jika wanita yang sedang berdiri di hadapannya itu adalah Yura.
Memang sedikit berbeda, Yura yang sekarang penampilannya sudah tidak seperti yang dulu lagi kini ia terlihat sangat cantik.
Plak!!!!
Dengan sangat kuat Syifa penampar Yura, membuat wanita itu sedikit kesakitan.
"Sifa apa yang kamu lakukan!!" Elard menarik tangan Sifa agar menjauhi Yura.
"Aku tidak ingin dia berada di rumah ini" kata Sifa.
"Dasar wanita tidak tahu malu, pergi dari sini aku tidak akan membiarkanmu tinggal disini!!" sambung Sifa, ia sangat murka dengan kedatangan Yura.
Sifa sudah tidak mampu lagi menahan emosinya, selama 5 tahun Sifa sudah berusaha untuk membuat Elard jatuh cinta kepadanya namun semua itu benar-benar sangat sulit.
"Nita bawa Nara masuk ke kamar, dan bawa juga Noah" kata Elard. ia tidak ingin anak anaknya menyaksikan pertengkaran itu.
akhirnya Nita membawa Nara dan Noah ke ke dalam kamar, Nita masih tidak mengerti siapakah anak laki laki yang datang bersama Yura.
**Apa dia putriku??** batin Yura saat melihat anak perempuan yang sedari tadi berdiri didekat Sifa.
Yura memperhatikan Nita yang membawa kedua anaknya menuju lantai atas.
Pandangan Yura tidak lepas dari anak perempuan yang memakai baju pink tersebut.
Kini Nara dan Noah sudah berada di suatu kamar, Nita pun menemani mereka berdua.
Karena sebelumnya Nara dan Noah sudah saling kenal sehingga mereka tidak canggung untuk bermain bersama.
__ADS_1
"Beraninya kamu menampar Yura!" bentak Elard kepada Sifa.
"El mengertilah, aku tidak ingin ia kembali kerumah ini" ucap Sifa.
"Siapa kamu yang beraninya mengaturku, Yura adalah istriku aku sangat mencintainya!! aku sudah tau apa yang sudah kamu lakukan selama ini, sudah cukup Sifa, aku akan segera menceraikanmu" jelas Elard.
Jelas itu membuat Sifa sangat takut jika Elard menceraikan dirinya. dengan susah payah Sifa mencapai posisinya saat ini ia benar-benar tidak ingin jika pria itu menceraikan dirinya.
"Tidak! aku tidak ingin bercerai denganmu"
"Semua ini karena dirimu, dasar wanita ******!!" kini Sifa memaki Yura, dan tangannya pun mulai melayang hendak menampar Yura.
Namun Yura dengan cepat menahannya, ia tidak ingin Sifa melakukan hal yang sama terhadap dirinya.
"Cukup!!!" sahut Yura.
Sedari tadi Yura hanya diam menahan amarahnya, namun ia tidak ingin Sifa menghinanya berkali kali.
Yura menghempaskan tangan Sifa yang tadi hendak menamparnya.
"Sudah cukup Sifa!! kamu pikir kamu siapa. sudah cukup aku diam menahan semua kejahatanmu. sekarang aku sudah kembali dan kamu tidak bisa menahanku" ucap Yura.
Mengapa Yura menjadi wanita yang cukup berani seperti ini. biasanya Yura hanya akan diam setuju lalu menangis, itulah yang dilakukan Yura dulu.
Namun sekarang Yura sudah berubah, ia tidak bisa lagi menahan siapapun yang menghina dirinya.
Elard bangga kepada Yura, akhirnya wanita itu berani membela dirinya sendiri.
"Aku tidak akan membiarkanmu merebut suamiku Yura, pergilah kamu dari sini!!" kata Sifa.
"Kamu mau membawanya kemana El?" tanya Sifa.
"Kekamar kami, aku sudah sangat rindu kepada istriku ini" jawab Elard, kemudian ia berlalu menuju lantai dua dimana kamarnya berada.
Jawaban Elard sungguh membuat Sifa sakit hati, selama ini Sifa belum pernah masuk ke kamarnya apa lagi menghabiskan waktu berdua bersama suaminya.
"Apa yang harus aku lakukan? wanita itu sudah kembali, dia akan mengambil semuanya dariku. tidak.. aku tidak akan membiarkannya" gumam Sifa.
Akhirnya Sifa segera pergi ke kamar Nara, sesampainya disana Sifa melihat Nara tengah asik bermain dengan anak laki laki yang tak lain adalah Noah.
"Nara sayang kemarilah" ucap Sifa.
Nara pun menghampiri Sifa.
"Ada apa mommy, aku sedang belmain?" tanya Nara.
"Ikut mommy ya sayang" Sifa menggendong tubuh Nara. dan membawanya keluar dari kamar itu, meninggalkan Noah sendirian disana.
"Mommy ada apa? kita mau kemana?" tanya Nara.
Sifa membawa Nara masuk ke dalam mobilnya.
"Mommy kita mau kemana?" tanya Nara lagi.
__ADS_1
"Diamlah Nara jangan membuat mommy semakin pusing!!" bentak Sifa.
Nara langsung menutup mulutnya, ia tidak pernah melihat mommynya begitu sangat marah, apa lagi sampai membentak dirinya.
Sifa menyalakan mesin mobilnya dan meninggalkan halaman rumah Elard.
"Bunda... bunda..." Noah berteriak di dalam Rumah mewah tersebut, ia mencari Yura.
Sedangkan Yura dan Elard berada dikamar.
"Apa ini keputusan yang tepat El?" tanya Yura.
"Iya sayang, sudah saatnya kamu kembali ke rumah ini bersamaku. aku tidak sanggup jika terus hidup bersama Sifa" jawab Elard.
"Sepertinya Noah memanggilmu" kata Elard saat mendengar Noah terus saja menanggil bundanya.
Yura segera keluar dari kamarnya dan menghampiri Noah.
"Ada apa nak? kenapa kamu berteriak seperti itu?" tanya Noah.
"Aku ingin pulang bunda, aunty tidak mengijinkanku bermain bersama Nara" jawab Noah.
"Aunty siapa yang kamu maksud nak?" tanya Yura lagi.
"Yang marah marah sama bunda, aku tidak suka melihatnya bunda. dia juga membawa Nara pergi, lebih baik kita pulang" jawab Noah.
"Siapa yang pergi?" tanya Elard yang baru saja menghampiri Yura dan Noah.
"El, Noah bilang Sifa membawa Nara pergi. aku tidak mengerti apa maksudnya" ucap Yura.
Tiba tiba Elard teringat akan sesuatu, Elard berlari menuju kamar Nara. dan benar saja Nara tidak ada disana.
Elard kembali membuka kamar Sifa dan Nara pun tidak ada disana.
Elard berlari turun ke lantai bawah.
"Nita dimana Sifa?" tanya Elard.
"Maaf saya tidak melihatnya tuan, karena sedari tadi saya di dapur" jawab Nita.
Elard nampak kesal, ia takut jika Sifa membawa putrinya pergi.
"Tuan ada apa?" tanya Leo yang sedari tadi berada di sana.
"Apa kamu melihat Nara?" tanya Elard.
"Iya tuan, saya melihat Nara bersama nona Sifa keluar. memangnya ada apa tuan?" Leo bertanya balik.
"Segera cari Sifa, aku takut dia pergi membawa Nara!" perintah Elard.
"Baik tuan" jawab Leo kemudian pria itupun pergi.
"Jika terjadi sesuatu pada Nara, aku tidak akan memaafkanmu Sifa" ucap Elard.
__ADS_1
*****
happy readingš„°