
"Ada apa El? Kenapa Asisten Leo kemari?" Tanya Yura saat melihat Leo baru saja keluar dari ruang kerja suaminya.
"Pekerjaan kantor sayang" jawab Elard.
Tidak berapa lama pelayan Nita menghampiri mereka dan mengatakan jika di bawah sana ada tamu yang datang.
"Siapa El?" Tanya Yura menatap suaminya.
"Entah sayang lebih baik kita lihat siapa yang datang" jawab Elard.
Mereka berdua segera turun menuju ruang tamu, sedangkan Nita kembali ke dapur untuk membuatkan minuman.
**Pria ini lagi, kenapa dia bisa tau rumah Elard** batin Yura saat mengetahui jika yang berkunjung kerumahnya adalah Mike.
"Tuan Mike" sapa Elard.
Mike segera beranjak dari duduknya dan bersalaman dengan Elard beserta Yura.
"Apa yang membuat anda datang kemari?" Tanya Elard.
"Saya datang kemari karena adik saya, ingin memberikan anda sesuatu tuan" jawab Mike.
Rupanya Mike mengetahui rumah Elard dari adiknya yaitu Fira.
"Adik saya meminta maaf karena tidak bisa melanjutkan bekerja di perusahaan anda" jelas Mike sambil menyerahkan surat pengunduran dirinya.
"Kenapa tiba tiba sekali? Bukankah dia setuju saya pindahkan ke luar kota" kata Elard heran.
"Adik saya ingin melanjutkan pendidikannya di luar negeri tuan" kata Mike.
Kenapa mendadak sekali batin Elard, memang Elard tau jika Fira menyukainya. Tapi Fira tidak keberatan jika harus di pindahkan ke luar kota. Dan hari ini Fira mengirimkan surat pengunduran dirinya.
Sedangkan Elard sudah menyiapkan posisi Fira yang lebih baik di kota itu.
"Baiklah tidak masalah jika itu keinginannya" ucap Elard.
Terlihat Nita membawa nampan berisikan minuman dan beberapa cemilan, di letakkan minuman tersebut di atas meja.
Namun tanpa sengaja Nita menumpahkan minuman itu hingga mengenai celana Mike.
"Maafkan saya tuan saya tidak sengaja" kata Nita meminta maaf.
"Astaga Nita kamu benar benar ceroboh" sahut Elard.
"Tidak masalah tuan" Mike mengambil sapu tangan dari kantung celananya, kemudian membersihkan sebagian pakaiannya yang terkena minuman tersebut.
Elard terbelalak saat melihat sapu tangan milik Mike yang rupanya sangat mirip dengan sapu tangan yang di temukan Axel.
Sama sama terdapat huruf G di ujungnya hanya saja warnanya yang berbeda.
"Bisa saya menumpang kamar mandinya tuan?" Tanya Mike.
"Silahkan, Nita tolong tunjukkan dimana letak kamar mandinya" jawab Elard.
Nita segera bergegas mengantar Mike ke kamar mandi.
Sedangkan Elard terdiam sambil mengingat sapu tangan itu.
**Benar benar mirip** batin Elard.
Elard tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menanyakan hal itu kepada Mike.
"Ada apa El?" Tanya Yura saat melihat suaminya itu seperti melamun.
"Tidak ada apa apa sayang" kilah Elard.
Mike sudah keluar dari kamar mandi dan duduk kembali di ruang tamu.
Niat hati Mike ingin segera berpamitan setelah memberikan amplop itu kepada Elard.
Namun Elard menahannya.
"Tunggu dulu tuan" kata Elard.
Membuat Mike mengurungkan niatnya.
"Ada apa tuan?" Tanya Mike.
"Bisa kah saya melihat sapu tangan milik anda?" Tanya Elard.
__ADS_1
Tanpa ragu Mike menunjukkan sapu tangannya yang sebagian sudah basah akibat membersihkan pakaiannya tadi.
Elard mengambil sapu tangan itu dan memperhatikannya.
Benar benar mirip, lebih tepatnya benar benar sama pikir Elard.
Yura sedikit menyenggol lengan suaminya, seolah bertanya ada apa sebenarnya.
"Ada apa tuan?" Tanya Mike.
"Dari mana anda mendapatkan sapu tangan ini?" Tanya Elard.
Mike sedikit bingung, untuk apa pria itu menanyakan hal semacam itu.
"Itu hadiah ulang tahun pemberian seseorang, saat aku di Amerika tuan" jawab Mike.
"Seseorang siapa?" Tanya Elard lagi.
"Entahlah, dari sekian banyaknya tumpukan hadiah. Hanya hadiah itu yang tidak memiliki nama" jawab Mike lagi.
"Ohh begitu rupanya" gumam Elard.
Hampir saja Elard berpikir jika pelaku itu ada hubungannya dengan Mike.
Apa mungkin hanya kebetulan mirip saja batin Elard.
Kemudian Elard mengembalikan sapu tangan itu kepada Mike.
"Ada lagi yang ingin anda tanyakan?" Tanya Mike memastikan jika Elard sudah cukup dengan pertanyaannya.
"Tidak tuan" kata Elard.
Akhirnya Mike berpamitan kepada Elard, mereka bersalaman kemudian Mike Memeluk tubuh Elard.
Setelah itu pria itu segera masuk ke dalam mobilnya, mobil Mike pun melaju meninggalkan kediaman Elard.
"Ada apa sebenarnya El? Kenapa kamu menanyakan hal semacam itu padanya?" Tanya Yura yang sudah penasaran.
"Tidak ada sayang, kita istirahat ya aku sudah lelah" ucap pria itu.
Mereka berdua segera masuk ke dalam kamarnya.
Tidak biasanya Elard seperti orang kebingungan seperti itu.
**Cepat atau lambat aku akan segera mencari tau siapa pelaku sebenarnya** batin Elard. Kemudian ia dan istrinya segera merebahkan tubuhnya.
****
Waktu berlalu begitu cepat, genap satu minggu Jeny dan Axel kembali ke Amerika.
Dan hari ini juga kedua anak kembar itu sudah harus bersekolah.
Yura akan mengantar dan menemani anak anaknya sekolah, sedangkan usahanya sudah ia serahkan kepada seseorang yang mampu mengelola bisnis tersebut.
"Ayo kita sarapan dulu" Elard membawa istrinya menuju meja makan.
Noah dan Nara sudah menunggu mereka lengkap dengan seragam sekolahnya.
"Anak ayah tampan Dan cantik sekali" ucap Elard seraya mencium pipi ke dua anaknya.
"Terima kasih ayah" jawab mereka berdua kompak.
Begitu pun dengan Yura yang turut menciumi anak anaknya.
Kini mereka sudah berkumpul di meja makan hendak menikmati sarapan paginya.
Namun belum sempat menyantapnya Yura merasakan kepalanya sedikit pusing dan mual.
Yura segera berlari menuju dapur, dan memuntahkan isi perutnya.
"Ada apa sayang?" Tanya El yang mengikuti istrinya dari belakang.
"Entah El, sepertinya aku tidak enak badan" jawab Yura.
"Kalau begitu, biarkan Nita yang menemani anak anak. Kamu istirahat saja" saran Elard.
Karena ia tidak ingin istrinya itu semakin sakit.
"Tidak El, aku cukup minum obat saja. Lagi pula ini hari pertama Noah dan Nara bersekolah, aku ingin menemaninya" jelas Yura.
__ADS_1
Elard pun mengijinkan dengan syarat Nita ikut menemaninya.
Mereka melanjutkan sarapannya.
Sesudah itu mereka menaiki mobilnya masing masing.
Elard melajukan mobilnya menuju kantor, sedangkan Yura menuju sekolah anak anaknya.
15 menit Yura telah sampai, terlihat disana sudah banyak murid murid yang hadir.
Yura mengantar kedua anaknya memasuki kelas.
"Belajar yang rajin ya nak, bunda akan tunggu disini" kata Yura.
"Iya bunda" jawab Noah dan Nara.
Kedua anak itu pun masuk ke dalam kelasnya dengan hati gembira.
Yura dan Nita duduk di sebuah bangku yang berada didekat taman.
"Nyonya baik baik saja?" Tanya Nita.
"Iya aku baik baik saja hanya sedikit pusing" jawab Yura sambil memijat keningnya.
"Lebih baik kita periksa nyonya" saran Nita.
Namun Yura menolaknya, karena ia merasa sudah meminum obat sebelumnya. Sebentar lagi pasti akan sembuh.
Tetapi bukannya makin membaik, kepala Yura semakin sakit sehingga wanita itu sulit membuka matanya.
Hampir saja Yura pingsan, namun seseorang menahannya dari belakang.
Yura dan Nita bergantian melihat siapa yang sudah membantu Yura.
"Kamu!!" Sahut Yura terkejut, dan Yura sampai lupa untuk berbicara formal kepada orang itu.
"Anda baik baik saja Nyonya?" Tanya pria itu.
Yura segera melepaskan tangan Mike yang sedari tadi memegang pundaknya.
"Iya saya baik baik saja" jawab Yura.
Lagi lagi pria itu muncul, entah mengapa Mike ada dimana mana. Melihat itu Yura sangat kesal.
"Tapi wajah anda sangat pucat, saya bisa membantu anda ke rumah sakit" tawar Mike menunjukkan rasa kemanusiaannya.
"Saya tidak tau kenapa kamu ada dimana mana, tapi terima kasih atas bantuannya saja baik baik saja" jelas Yura acuh kepada Mike.
"Saya donatur disini nyonya, jadi saya hampir setiap hari berkunjung kemari" jawab Mike.
Namun Yura tak menjawab.
Wanita itu seakan malas mendengarkan penjelasan Mike.
"Kalau begitu saya akan menghubungi tuan Elard untuk membawa anda pergi kerumah sakit" kata Mike.
Lagi lagi ucapan Mike membuat Yura kehilangan kesabarannya.
"Cukup tuan Mike, saya mohon jangan melebihi batasan anda. Saya tau anda baik tapi tolong kesannya anda ikut campur dalam kehidupan saya" titah Yura.
Wanita itu merasa saat pertama kali melihat Mike terbesit rasa tidak nyaman di hatinya.
Dan rasa itu semakin bertambah saat mereka sering bertemu secara tidak sengaja.
"Baik saya minta maaf nyonya, saya hanya berniat membantu" kata Mike.
"Terima kasih tuan, tapi sungguh itu tidak perlu" kata Yura.
"Kalau begitu saya permisi" Mike segera pergi meninggalkan Yura.
Nita memberikan sebotol minuman kepada Yura, agar majikannya itu sedikit tenang.
_____
happy reading🥰
para readers tercinta, jangan lupa tinggalkan like dan bintang 5 kalian yaa😘
jika berkenan bisa bantu vote author🙏
__ADS_1
maaf jika masih ada typo..
salam manis author -Nafa- 💜