Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
Bersatu


__ADS_3

**jika pernikahan ini membuat ibu, Yura dan kamu bahagia. maka aku juga akan bahagia** batin Axel.


"Lalu apa kamu sudah mulai mencintai aku seperti aku mencintaimu?" tanya Jeny lagi.


"Sepertinya kita harus segera pulang karena ibu sudah menunggu kita" bukannya menjawab Axel malah mangalihkan pertanyaan itu.


"Xel kamu belum menjawab ku" sahut Jeny kesal karena pria itu belum menjawab pertanyaannya.


"Jeny. kita akan menikah jangan menimbulkan masalah dengan pertanyaanmu itu. cinta bukanlah segalanya, mungkin aku akan mencintaimu setelah kita menikah" jawab Axel yang tak kalah kesalnya.


Kemudian pria itu segera masuk kedalam mobilnya.


**cinta memang bukan segalanya, tapi dengan adanya cinta mungkin kita akan lebih bersemangat menjalani rumah tangga kita nanti Xel** batin Jeny


"Jeny masuklah" ucap Axel, karena Jeny belum juga masuk kedalam mobilnya.


"Iya" Jeny pun masuk kedalam mobil.


Sepanjang perjalanan tidak ada lagi pembicaraan di antara mereka.


"Apa kamu tahu jika Sifa meninggal?" tanya Axel memulai obrolannya.


"Sifa siapa?" tanya Jeny singkat.


"Istri kedua Elard, aku berencana akan mengunjungi mereka. apa kamu ingin ikut?" tawar Axel.


"Terserah, jika kamu ingin membawaku maka aku akan ikut bersamamu" jawab Jeny.


"Baiklah. nanti aku akan menghubungi Yura" kata Axel.


***


Malam hari telah tiba dimana keluarga kecil yang baru saja bersatu itu akan menikmati udara di luar bersama.


Yura mengenakan sweeter berwarna coklat yang senada dengan tas kecil yang malingkar di pundaknya.


"Sayang apa kamu sudah siap?" tanya Elard.


"Sudah El" jawab Yura yang masih berdiri di depan cermin.


"Kalau begitu kita berangkat sekarang, anak anak sudah menunggu di bawah" Elard dan Yura segera turun menemui anak anak mereka yang berada di halaman rumahnya.


Mereka ber empat naik ke atas mobil, dan Elard melajukan mobilnya ke sebuah restoran. Sebelumnya Elard sudah memesan meja untuk meraka makan malam.


letaknya di lantai paling atas, tempatnya terbuka sehingga mereka bisa melihat keindahan kota dari atas sana.


15 menit kemudian, mereka sudah sampai Elard memarkirkan mobilnya.


dan ia membawa keluarga kecilnya itu masuk ke dalam restoran.


mereka menaiki lift agar sampai di lantai paling atas.


Tidak lupa beberapa pelayan mengantar mereka dan menunjukkan dimana mejanya.


"Silahkan tuan" ucap pelayan itu.


"Terima kasih" jawab Yura.

__ADS_1


Di lantai itu sama sekali tidak ada pengunjung yang lain. hanya ada mereka saja.


"Aku sengaja memesan tempat ini untuk kita berdua agar tidak ada yang mengganggu" jelas Elard setelah melihat kebingungan di wajah Yura.


"Pantas saja, aku pikir restoran ini sepi" kata Yura.


Kini pelayan membawakan beberapa makanan dan meletakkan di atas meja tersebut.


Elard Yura dan kedua anaknya mulai menikmati makanannya.


untung saja malam ini tidak hujan, nampak langit terbentang luas dihiasi taburan bintang.


Tak lupa sang bulan juga turut serta, menambah keindahan makan malam mereka.


"Nala sudah selesai, sekalang Nala ingin beltemu mommy" ucap Nara saat selesai menikmati makan malamnya.


Elard menatap ke arah Yura, dan wanita itu hanya mengangguk pelan.


"Kalau begitu Nara ikut bunda duduk disana ya" kata Yura sambil menunjuk sebuah kursi yang berukuran panjang.


"Hmm" Nara mengangguk.


Yura pun membawa Nara duduk disana dan memangkunya.


"Apa Nara siap bertemu dengan mommy?" tanya Yura.


"Siap!" jawab Nara semangat.


**Sifa, apa kamu bisa melihat anak ini? dia sangat rindu dan ingin bertemu denganmu. bantulah aku Sifa** ucap Yura dalam hati.


Nara pun mendongokkan kepalanya melihat bintang yang berhamburan di langit.


"Coba lihat, dari banyaknya bingang itu apakah ada bintang yang sangat berkilau?" tanya Yura.


Nara memperhatikan setiap bintang di langit, ia mengernyitkan dahinya karena belum juga mendapati salah satu bintang yang sangat berkilau.


"Aku menemukannya" sahut Nara.


"Benarkah, dimana nak?" tanya Yura.


"Itu.. itu disana" Nara menunjuk salah satu bintang yang berada di sudut langit yang lain.


"Akhirnya Nara menemukannya, lihat baik baik bintang itu" ucap Yura.


"Itu adalah mommy, dia berada di sana sedang melihat Nara. mommy bilang jika Nara terus bersedih maka mommy juga akan bersedih" sambung Yura.


"Mommy? dimana mommy, Nala tidak melihatnya" kata anak itu yang masih tidak mengerti.


"Bintang yang bersinar itu adalah mommy" jawab Yura.


"Kenapa mommy belubah menjadi bintang?" tanya Nara lagi.


"Karena mommy tidak tinggal bersama kita lagi, kini mommya berada di tempat yang berbeda tapi dia selalu ada di dekat Nara. mommy akan tau jika Nara sedang bersedih. maka dari itu Nara jangan bersedih lagi" jelas Yura.


"Iya mommy juga pelnah bilang begitu, saat Nala beltanya dimana oma. mommy bilang jika oma sudah pelgi jauh dan membawa Nala untuk melihat bintang. katanya disitu ada oma" Nara mulai bercerita membuat Yura tersenyum saat mendengar suara khas cadel putrinya itu.


"Benarkah?" tanya Yura.

__ADS_1


"Iya. itu altinya sekalang mommy juga sudah pelgi belsama oma?" kini Nara bertanya balik.


"Iya sayang" jawab Yura.


Nampak Nara terdiam sambil menundukkan kepalanya.


Sedangkan Elard hanya memandangi istri dan anaknya dari kejauhan.


"Nara kenapa bersedih?" tanya Yura.


"Aku sedih kalena mommy pelgi, kenapa mommy pelgi?" anak itu mulai terisak meneteskan air matanya.


"Nak.. mommy pergi karena Tuhan lebih sayang kepadanya. sama seperti Nara yang sayang kepada mommy, Selama ini mommy sudah bersama Nara. kini saatnya Mommy tinggal bersama Tuhan yang lebih menyanyangi mommy" jelas Yura.


"Aku tau mommy meninggal, itu belalti mommy tidak akan kembali. aku beljanji tidak akan belsedih, agal mommy juga tidak belsedih" ucap Nara.


Syukurlah ternyata putrinya mulai mengerti dan menerima kepergian Sifanya. Yura memeluk tubuh Nara dan mencium pucuk keningnya.


Elard dan Noah menghampiri mereka berdua .


Elard memeluk putrinya dan meminta maaf.


Elard pun mulai menjelaskan siapa Yura sebebarnya. awalnya Nara tidak percaya jika Yura adalah ibu yang telah melahirkannya.


akhirnya Yura mulai menjelaskan sedikit demi sedikit.


Nara bahagia karena ia masih memiliki seorang ibu dan juga saudara seperti Noah.


Ketakutan Yura akhirnya tidak terjadi, ia takut jika Nara tidak menerima dirinya bahkan membencinya.


Tepat pukul 9 malam mereka sudah sampai dirumah.


Noah dan Nara langsung beristirahat di kamarnya masing masing.


begitu juga dengan Elard dan Yura.


Mereka segera masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.


"Sayang terima kasih karena kamu sudah menjelaskan kepada Nara, dan anak itu bisa menerimanya" ucap Elard. kini mereka tengah terduduk di atas tempat tidur.


"Tidak perlu berterima kasih El, Nara juga putriku" ucap Yura.


"Kalau begitu....." Elard mulai menggoda istrinya.


"Kalau begitu apa? kenapa kamu menatapku seperti itu?" tanya Yura. ia tau jika pandangan Elard seperti itu, pasti akan ada sesuatu yang ingin ia lakukan.


"Bagaimana jika kita memberikan Nara dan Noah adik baru" bisik Elard di telinga Yura.


Sontak Yura terkejut mendengar ucapan dari Suaminya itu.



Bonus Visual Ayah El 🥰


*****


happy reading🥰

__ADS_1


__ADS_2