Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
SEASON 3 ~ 45


__ADS_3

"Jadi ini acara ulang tahun pernikahan paman dan bibi"


"Iya benar, sekarang temui ayah dan bunda. Mereka pasti juga sangat rindu kepadamu" jawab Noah.


Noah membawa Damar untuk bertemu kedua orang tuanya.


Karena meraka dulu sangat dekat di saat Noah dan Damar masih SMA.


"Ayah bunda, lihatlah siapa yang datang" kata Noah.


"Siapa pria ini nak?" Tanya Yura.


"Astaga bibi, aku Damar! Wahh kalian melupakan aku" sahut Damar.


"Astaga Damar, paman hampir saja tidak mengenalimu" Elard langsung memeluk Damar layaknya anaknya sendiri.



"Hehehe iya paman, sudah sangat lama kita tidak bertemu. Aku juga mengganti nomer ponselku, sehingga tidak bisa menghubungi kalian" jelas Damar.


"Sayangnya Nara tidak bisa melanjutkan pendidikannya di Amerika" kata Elard.


"Iya paman, tapi aku sangat beruntung karena tidak perlu bersusah payah menjaganya hahaha" ledek Damar lagi.


"Lihatlah Ayah, dia terus saja meledekku" sahut Nara.


Kemudian Nara pergi untuk memanggil Rangga.


Nara pun mengenalkan Damar kepada suaminya.


Awalnya Rangga hanya melihat Damar melalui foto yang berada di ponsel Nara.


Namun kini pria itu bertemu langsung dengan Damar yang setia menjadi sahabat sang istri.


"Apakah dia putramu?" Tanya Damar.


"Iya benar, dia Kenzo putraku" jawab Rangga.


"Maaf aku tidak bisa hadir di acara pernikahan kalian"


"Iya tidak masalah, aku ingin mengucapkan terima kasih. Karena selama di Amerika kamu sudah menjaga istriku dengan baik" ucap Rangga lagi.


"Iya Rangga itu sudah menjadi tugasku, karena aku sudah menganggap Nara seperti adikku. Meskipun dulu aku sempat menyukainya"


"Apa?" Rangga terkejut dengan penjelasan Damar.


"Hahaha aku berjanda, eh maksudku bercanda" Damar terpingkal pingkal saat melihat ekspresi Rangga.


"Dia memang sedikit gila" sahut Noah.


Ternyata Damar adalah pria yang sangat asik, tidak butuh waktu lama Rangga dan Damar sudah mulai akrab.


Kecuali Kenzo, anak laki laki itu masih saja tidak suka dengan Damar.


Berkali kali Damar mengajaknya bercanda dan bermain namun Kenzo masih saja cuek.


"Noah, aku tamu disini apa tidak ada minuman untuk ku?" Tanya Damar.


"Ambil sendiri jangan seperti orang lain, disini banyak minuman kamu bisa memilih mana saja yang kamu mau" jawab Noah.

__ADS_1


"Okelah, aku tinggal sebentar" Damar pun beranjak dan menuju meja yang lain untuk mengambil segelas minuman di sana.


Namun saat ia akan kembali, Damar menghentikan langkahnya.


Tanpa sengaja mata Damar melihat seorang gadis yang berdiri sendirian.


"Cantik" ucap Damar tanpa ia sadari.


Gadis itu berjalan seperti orang kebingungan, sepertinya gadis itu kehilangan sesuatu.


"Dimana gelangku" ucap gadis itu.


Damar terus saja menatap gadis itu, entah kenapa bibirnya tersenyum saat melihat wajah gadis itu.


Damar mengikuti kemana gadis itu berjalan.


"Jatuh dimana gelang ku".


Sampai akhirnya Damar berdiri tepat di depan gadis remaja tersebut.


Mata mereka saling bertatapan, dan Damar kembali tersenyum.


Sedangkan gadis itu sedikit kebingungan melihat Damar yang berdiri dan menatapnya.


"Maaf kenapa kamu menatapku seperti itu?" Tanya gadis itu.


Seketika Damar langsung tersadar dari lamunannya saat mendengarkan suara lembut gadis itu.


"Ehh maaf, a..aku seperti melihat kamu kebingungan. Apa aku bisa membantumu?" Tanya Damar.


"Tidak perlu" jawab gadis itu dan hendak pergi meninggalkan Damar.


"Boleh aku tau siapa namamu?" Tanya Damar.


Sedangkan gadis itu merasa heran dengan pria yang berdiri di hadapannya.


"Tidak!"


"Tunggu tunggu! Boleh kita berkenalan?" Tanya Damar lagi.


"Tidak! Permisi aku sedang buru buru" kemudian gadis itu berlalu pergi meninggalkan Damar.


***


"Freya sayang, apa kamu sudah menemukan gelangmu?" Tanya Axel.


"Belum Dad, entah dimana gelangku jatuh" jawab Freya dengan wajah sedihnya.


"Freya, jadi namanya Freya" gumam Damar, tenyata Damar mengikuti gadis yang tiba tiba mencuri perhatiannya.


Dan ternyata gadis itu adalah Freya.


"Dia kehilangan gelangnya, seperti apa gelangnya. Aku harus membantu mencari gelang itu" kata Damar kemudian ia kembali menemui Noah.


"Kamu mengambil minuman lama sekali?" Tanya Noah.


**Jika gadis itu ada di acara ini, bukankah itu tandanya Noah mengenal gadis itu** batin Damar.


"Kamu mendengarku!" Noah berbicara lantang karena Damar tidak menjawab pertanyaannya.

__ADS_1


"Sorry Noah aku tidak fokus" ucap Damar.


"Apa yang membuatmu tidak fokus?" Tanya Rangga.


"Emm sebenarnya aku baru saja bertemu dengan gadis, dia sangat cantik dan entahlah aku sangat tertarik dengannya" jawab Damar.


"Gadis?? Apa dia ada disini?" Tanya Noah.


"Iya. Dia ada di pesta ini mungkin kalian berdua mengenalnya, bantu aku jika kalian mengenalnya".


Siapa gadis yang membuat Damar sampai kepikiran seperti itu.


Noah sangat mengenal sahabatnya itu, Damar memang mudah berteman dengan gadis mana pun tapi baru kali ini Noah melihat sahabatnya itu sangat penasaran dengan seorang gadis.


"Beri tahu aku dimana gadis itu" kata Noah.


"Aku sudah tidak melihatnya lagi, dia kehilangan gelangnya. Tapi aku masih mengingat namanya. Freya namanya Freya" jelas Damar.


"Apa!!!" Noah dan Rangga sama sama terkejut saat mengetahui gadis itu adalah Freya.


Noah dan Rangga saling bertatapan dan mereka pun tertawa.


"Kenapa kalian tertawa?" Tanya Damar.


Sedangkan Noah dan Rangga masih terus saja tertawa saat tau gadis yang di maksud adalah Freya.


"Tentu saja Noah mengenalnya, karena gadis yang kamu maksud itu adalah adik Noah" jelas Rangga.


"What adik!"


Akhirnya Noah pun menjelaskan jika Freya adalah putri dari Axel, pria yang dulu merawatnya dan menganggapnya seperti putra sendiri.


Kini Freya sudah di anggap seperti adiknya sendiri.


"Luar biasa, Noah bantu aku untuk dekat dengannya" kata Damar.


"Tidak! Dia masih sekolah" tolak Noah.


"Lalu kenapa jika dia masih sekolah? Aku tidak akan berbuat jahat kepada gadis itu. Aku hanya ingin lebih mengenalnya" Damar terus saja memohon kepada Noah agar mau membantunya.


"Damar aku tidak menyangka kamu menyukai gadis yang usianya jauh di bawah kamu".


"Usia tidak menjadi penghalang, aku hanya ingin mengenalnya. Tapi jika bisa berjodoh dengan gadis itu maka aku akan sangat bersyukur hahahaha" jawab Damar yang membuat Noah hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Damar.


Memang sampai saat ini Damar tidak memiliki kekasih, pria itu masih belum menemukan wanita yang tepat untuk mendampingi dirinya.


Namun pada saat melihat Freya, ia merasa ada yang berbeda.


Damar seketika itu langsung tertarik dengan Freya, gadis yang masih duduk di bangku SMA.


"Kalau begitu bantu dia mencari gelangnya yang hilang, bukankah ini awal agar kamu bisa lebih dekat dengannya" saran Rangga.


"Iya kamu benar, sebaiknya sekarang aku harus membantu Freya mencari gelangnya. Thank you Rangga. Ternyata kamu lebih mengerti aku di banding Noah" kemudian Damar pergi untuk segera mencari gelang Freya yang hilang.


Bukannya Noah tidak mau membantu, hanya saja Noah merasa tidak enak dan tidak mau terlibat di antara Freya dan Damar.


Noah masih mengingat bagaimana dulu Freya mengungkapkan rasa cintanya, dan Noah menolaknya.


_____

__ADS_1


__ADS_2