
Noah menghampiri Keyla dan ia pun duduk didekat pria itu.
"Apa yang terjadi kepadamu By?" Tanya Noah.
Keyla memalingkan wajahnya, ia pun tidak menjawab pertanyaan Noah.
Pria itu sendiri bingung ada apa dengan istrinya.
"By... Kamu dengar tidak apa yang baru saja aku tanyakan?" Tanya Noah lagi.
"Aku baik baik saja" ucap Keyla acuh.
"Key... Coba ceritakan kepada kami ada apa sebenarnya?" Kini Nara yang bertanya.
"Tanya saja pada kakakmu, dia yang lebih tau" jawab Keyla.
"Aku??" Noah masih tidak paham kenapa bisa dirinya.
Bahkan seharian ini Noah berada dikantornya ia tidak tau apa yang terjadi dengan istrinya.
"Ada apa denganku baby?? Aku tidak mengerti" tanya Noah berbisik di telinga Keyla.
"Kenapa kamu tidak mengatakan jika pelaku penyebaran berita hoax di kampus itu adalah Maylan? Kenapa kamu tidak menceritakannya kepadaku jika dia juga di skorsing!!" Ucap Keyla dengan beberapa pertanyaan.
Seketika Noah terkejut kenapa istrinya itu bisa tau, Noah menatap ke arah Rangga mungkin saja ia yang menceritakannya.
Tau jika sedang di sudutkan Rangga langsung menggelengkan kepalanya.
Jika bukan Rangga lalu siapa?? Pikir Noah.
"Kamu tau dari mana?" Tanya Noah.
"Tidak perlu tau, aku kecewa kepadamu Noah. Aku harus tau dari orang lain" ucap Keyla tanpa menatap wajah suaminya itu.
"Baby... Aku melakukan ini semua demi kebaikanmu, aku tidak ingin kamu sakit hati karena sahabatmu itu sudah menghianatimu" jelas Noah.
"Tapi aku semakin kecewa jika mendengar kebenaran itu dari orang lain dan bukan darimu Noah" sahut Keyla.
Noah menarik nafasnya panjang.
Ingin rasanya Noah berdebat dengan Keyla namun ia sadar jika keadaan istrinya sedang tidak baik baik saja.
"Maafkan aku karena tidak mengatakan hal ini, aku hanya tidak ingin kamu terluka. Masalah datang bertubi tubi apa kamu pikir aku bisa melihatmu terus bersedih" kata Noah.
Keyla diam, ia tidak berniat membantah ucapan suaminya itu.
Bagaimana pun berdebat dengan Noah akan percuma baginya.
"Aku hanya..." Noah tidak melanjutkan ucapannya.
"Sudahlah..." Noah memilih untuk keluar dari ruangan tersebut.
"Kakak..." Panggil Nara.
"Biar aku saja yang menyusulnya" kata Rangga.
Akhirnya Rangga pun mengikuti Noah yang sudah keluar dari ruangan tersebut, tersisalah Nara dan Keyla.
"Key aku boleh mengatakan sesuatu?" Tanya Nara..
"Iya Ra, katakan saja" jawab Keyla.
"Aku tidak tau masalah apa yang sudah terjadi selama aku di Amerika, tetapi jika mendengar perdebatan kalian aku rasa kakakku hanya ingin melindungimu. Aku tau dia salah karena menyembunyikan hal besar seperti ini kepadamu"
"Aku pun tidak akan membelanya, hanya saja coba kamu lihat dari sudut pandang kak Noah. Tidak mungkin pada saat kejadian itu Noah menceritakan yang sebenarnya. Dia tidak ingin membuatmu terluka terus menerus" jelas Nara.
"Iya kamu benar Nara, tetapi aku tidak sedang marah kepadanya... Aku hanya kesal dan aku juga tidak tau kenapa bisa menjadi sensitif seperti ini" jawab Keyla.
"Itu wajar, mungkin karena kamu sedang hamil... Tapi jangan sampai kalian bertengkar, aku tidak ingin nenek lampir itu bersorak bahagia karena ia merasa menang dengan cara liciknya" kata Nara lagi.
__ADS_1
"Nenek sihir siapa?"
"Itu si Dona, aku tau dia suka pada kakakku... Rangga baru saja menceritakannya padaku saat di perpustakaan. Ini adalah usahanya untuk membuat rumah tangga kalian berantakan" jawan Nara jujur.
"Sepertinya Dona memang sengaja mengatakan itu kepadaku karena dia tau kandunganku lemah"
"Iya Key, aku harap kamu lebih tenang lagi... Ingat kandunganmu sangat lemah maka kamu harus kuat" kata Nara memberikan semangat kepada sahabatnya itu.
Keyla tau jika saat ini Noah juga sedang marah kepadanya sehingga Keyla membiarkan suaminya itu tenang terlebih dahulu.
***
Jam sudah menunjukkan pukul 15.00 Keyla sudah di perbolehkan untuk pulang, karena keadaannya sudah mulai stabil sehingga ia tidak perlu rawat inap di rumah sakit tersebut.
"Nara... Apa Noah belum kembali?" Tanya Keyla.
"Belum Key, kamu tidak perlu khawatir Rangga sudah menemaninya dan sekarang kakakku berada di kantin bersama Rangga" jelas Nara.
"Baiklah kita tunggu mereka kembali" ucap Keyla.
Ceklekk....
Pintu pun terbuka, Noah dan Rangga baru saja kembali dari kantin.
Keyla memperhatikan suaminya yang hanya diam saja kemudian langsung duduk di sofa.
"Kak. Keyla sudah boleh pulang" kata Nara.
"Hmmm... Siap siaplah sebentar lagi kita pulang" jawab Noah sambil memainkan ponselnya.
**Noah masih marah kepadaku, bagaimana caranya agar dia tidak marah lagi** batin Keyla berfikir keras.
Noah dan Keyla duduk berjauhan, biasanya Noah akan duduk di samping ranjangnya.
"Kak ayo pulang" ajak Nara.
Pria itu membantu Keyla turun dari ranjangnya, namun matanya tidak sedikitpun memandang sang istri.
"Hati hati" kata Noah saat Keyla berusaha turun dari ranjang tersebut.
"Iya sayang" balas Keyla menggoda, namun Noah hanya diam saja.
Mereka ber empat berjalan menuju parkiran rumah sakit tersebut.
Rangga mengendarai motor sport Noah.
Sedangkan Noah, Keyla dan Nara naik ke dalam mobil Rangga.
Keyla dan Nara duduk di bangku belakang, sehingga Noah duduk di bangku kemudi sendirian.
Itu karena Nara yang memintanya agar Keyla duduk di bangku belakang.
Noah segera mengemudikan mobilnya meninggalkan rumah sakit tersebut.
Sepanjang perjalanan Noah hanya diam saja tanpa mengatakan apapun.
"Sepertinya kakakku kembali menjadi beruang kutub" bisik Nara di telinga Keyla.
"Iya, dia masih marah kepadaku" balas Keyla.
Sepanjang jalan Keyla terus berfikir bagaimana agar suaminya itu tidak kembali menjadi beruang kutub yang dingin kepadanya.
Keyla mengembangkan senyumannya saat ia mengingat sesuatu, ia yakin cara ini berhasil untuk mencairkan suasana hati Noah.
"Ehem Nara bisakah aku meminta sesuatu kepadamu?" Kata Keyla pelan namun masih bisa didengar oleh Noah dengan jelas.
"Apa Key? Katakan saja!" Jawab Nara.
"Sepertinya aku ingin makan sushi, seperti waktu kita di Amerika bukankah kamu bilang di Indonesia juga ada sushi yang seperti itu" kata Keyla.
__ADS_1
Gadis itu sengaja agar suaminya itu mendengarnya.
"Oh iya aku ingat, apakah itu berarti kamu sedang ngidam?" Tanya Nara.
Nara kini mulai ikut dalam permainan Keyla.
"Sepertinya begitu, aku sangat ingin makan sushi... Nara bisakah kamu membelikannya untukku?" Tanya Keyla.
"Tentu bisa, demi calon keponakan aku akan melakukan apapun untuknya..! Tapi sepertinya anakmu akan lebih senang jika ayahnya yang membelikannya"
"Sepertinya ayahnya sedang marah, jadi dia tidak mungkin membelikan sushi untukku" sahut Keyla yang pura pura merajuk.
Sedangkan Noah hanya mendengar obrolan antara istri dan adiknya.
"Baiklah... Aku ingin menjadi bibi yang baik untuknya, aku akan membelikan sushi special untukmu" kata Nara.
Noah menarik nafasnya panjang, tentu dia tidak akan membiarkan adiknya yang memenuhi keinginan Keyla. Dari kemarin Noah selalu ingin mendengar istrinya itu meminta sesuatu.
Tidak perlu berkata apa apa lagi Noah langsung melajukan mobilnya menuju resto jepang.
"Kak kenapa berhenti disini?" Tanya Nara.
Tanpa menjawab Noah langsung turun dari mobil tersebut, ia membukakan pintu mobil untuk Keyla.
"Ayo turun" ucap Noah pelan.
Keyla memperhatikan sekitar, saat ini dirinya sedang berada di depan resto jepang.
"Kakak tidak mau membukakan pintu untukku juga?" Tanya Nara dengan nada menggoda.
"Kamu bisa membukanya sendiri" sahut Noah.
Noah kembali menggenggam tangan Keyla dan mambewanya masuk ke dalam resto tersebut.
**Apakah semudah ini membujuk Noah** batin Keyla yang tidak menyangka usahanya berhasil secepat itu.
"Kamu mau yang mana?" Tanya Noah.
"Ehh... Aku tidak tau namanya, intinya sama saat di Amerika" jawab Keyla.
"Silahkan tuan mau pesan yang mana?" Tanya pelayan tersebut sambil memberikan buku menunya kepada Noah.
Nara yang baru masuk langsung duduk di dekat Keyla.
"Ini seperti yang di Amerika kak" kata Nara sambil menunjuk salah satu menunya.
"Oke.. kamu mau berapa porsi?" Tanya Noah.
"Mmmm satu saja" jawab Keyla, sesungguhnya ia tidak benar benar menginginkan sushi tersebut, malahan Keyla tidak begitu suka memakannya.
Ia hanya ingin membuat Noah tidak marah lagi, tapi ternyata Noah langsung membawanya ke resto tersebut.
"Kalau begitu 10 porsi" ucap Noah kepada pelayan tersebut.
"Apa!!! Kenapa banyak sekali?? Satu saja" ucap Keyla terkejut.
"Kamu harus banyak makan supaya calon anak kita sehat" jawab Noah.
"Tapi itu terlalu banyak untuk Keyla kak, yang ada istrimu obesitas" sahut Nara.
Nara tidak kuasa menahan tawanya, bagaimana bisa Keyla menghabiskan 10 porsi sushi sekaligus.
"Kalau begitu 5 porsi saja" kata Noah.
"Baik tuan, mohon tunggu sebentar" kata pelayan tersebut.
_____
happy reading🥰🥰
__ADS_1