Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
Hantu di Pagi Hari


__ADS_3

Mentari mulai menghangatkan bumi di pagi hari. Sinarnya mulai masuk ke sela sela jendela kamarnya, membuat wanita itu mengeliyatkan tubuhnya dan kembali memeluk buah hatinya. sesudah menunaikan kewajibannya Yura kembali tidur dikarenakan hari ini adalah hari minggu.


Ia ingin menghabiskan waktu bersama putranya dengan bermalas malasan.


Tiba tiba matanya mengernyit karena mendengar suara seseorang menekan bell apartemennya.


" Siapa sepagi ini sudah mengganggu" ucap Yura dengan suara yang masih serak.


Yura pun turun dari tempat tidurnya dan membenarkan selimut Noah, ia pun segera berjalan menuju ruang tamu dan membuka pintu apartemennya.


Namun setelah di buka Yura tidak melihat ada seseorang disana.


Yura mengusap matanya pelan.


" Apa aku salah dengar" ucap Yura mencoba mengedarkan pandangannya mencari seseorang yang tadi menekan bell.


" Hmm" Yura pun kembali masuk dan menutup pintunya.


" Awww" teriak Yura terkejut, lagi lagi seorang pria menarik pinggangnya.


Dan mendorongnya hingga menempel di didinding.


" Kaa..kamu" ucap Yura terbata.


" Selamat pagi sayang" Ucap pria itu yang tak lain adalah Elard.


Yura mendorong tubuh Elard agar menjauh darinya.


" Astaga! apa yang kamu lakukan sepagi ini, cepat pergi atau aku akan memanggil satpam untuk mengusirmu" ancam Yura, suaranya sedikit berbisik karena takut putranya akan terbangun.


" Silahkan, mereka tidak akan berani mengusirku.. Jika perlu aku akan membeli gedung ini" jawab Elard dengan sombong, Elard kembali mendekati Yura.


" Stop jangan mendekat!" kata Yura.


" Stop!!" ucap Yura lagi namun Elard tentu tidak mendengarkan itu.


PLAK....


Yura menampar pipi Elard, membuat pria itu terkejut karena tamparan itu.


" Aku mohon jangan pernah ganggu aku lagi, Pergilah dari sini kamu sudah tidak sopan karena tanpa izin masuk ke dalam rumah orang" ucap Yura dengan kesal,


bukannya marah Elard malah tersenyum senang, karena melihat wajah Yura yang mulai memerah.


" Baiklah aku akan pergi sekarang, tapi ingat tepat jam 12 siang nanti temui aku di cafe MX . Jika kamu tidak datang menemuiku maka setiap hari aku akan mengganggu hari-harimu" ucap Elard.


" Tidak mau. beraninya kamu mengancam ku" kesal Yura wanita itu membuang nafasnya kasar kemudian memalingkan wajahnya.


" Baiklah kalau begitu aku akan tetap berada di sini" Ucap Elard dan ia hendak berbaring di atas sofa, namun sebelum tubuhnya terjatuh di sofa Yura dengan cepat menghentikannya.


" Iya.. iya Baiklah aku akan menemuimu nanti jam 12 siang sekarang silakan kamu pergi terlebih dahulu" kata Yura meyakinkan Elard.

__ADS_1


" Baiklah aku pergi, aku tunggu jam 12 siang sampai jumpa" Elard pergi dari apartemen Yura, nampak binar binar bahagia dan senyum lebar di wajah pria itu.


" Dia masuk dari mana? kenapa selalu mengejutkan seperti hantu" ucap Yura seraya menutup pintu apartemennya.


Yura kembali masuk ke dalam kamarnya ia melihat jam yang menempel di dinding menunjukkan pukul 06.00.


" Noah sebentar lagi bangun, aku akan membuatkan sarapan untuknya" ucap Yura, kemudian ia bergegas pergi ke dapur untuk membuatkan sarapan.


***


" Dari mana kamu pagi hari sudah keluar rumah?" tanya Sifanya yang melihat Elard baru saja masuk ke dalam rumah.


memang Sifa mengetahui jika Elard pagi-pagi sekali sudah meninggalkan rumahnya dengan mengendarai mobil. namun wanita itu tidak tahu suaminya pergi ke mana.


" Bukan urusanmu" jawab Elard.


" El sampai kapan kamu akan bersikap seperti ini? aku istrimu, aku menyayangi kamu dan Nara dengan tulus. apa kamu lupa akan hal itu??" Sifa menarik lengan Elard agar pria itu tidak mengacuhkannya lagi.


Elard membalikkan tubuhnya dan menatap Sifa, ia menyunggingkan senyuman nya seolah Elard begitu muak dengan perkataan dan tingkah laku istrinya itu.


" Aku tidak akan pernah lupa dengan kasih sayangmu yang tulus itu, bahkan aku masih mengingat bagaimana cara licik mu untuk bisa mendapatkan diriku, tapi kamu tidak perlu khawatir sebentar lagi Kamu tidak akan merasakan penderitaan dalam rumah tangga lagi" jelas Elard.


Perkataan Elard seolah memberikan suatu pertanda kepada Sifa, namun wanita itu masih bingung dengan apa yang baru saja dikatakan oleh suaminya ia tidak mengerti dengan maksud suaminya itu.


" Apa maksudmu El?" tanya Sifa dengan wajah khawatir.


Tanpa menjawab Elard hanya tersenyum sinis kepada Sifa, kemudian pria itu pergi meninggalkannya dan berjalan menuju kamarnya.


sedangkan Sifa masih mematung di ruang tamu ia mencoba mencerna kata-kata dari suaminya. Namun ternyata wanita itu belum juga paham dengan apa yang dikatakan suaminya.


" Sudahlah" ucap Sifa dan ia pergi ke kamar Nara untuk membangunkannya.


Jam sudah menunjukkan pukul 11.40 itu tandanya sebentar lagi Yura harus segera menemui Elard di sebuah kafe Sesuai dengan kesepakatan tadi pagi.


Yura sedikit ragu untuk menemui Elard di luar sana terlebih lagi dia tidak mungkin membawa Noah untuk pergi bersamanya.


" Bunda mau pergi kemana?" tanya Noah, anak itu memperhatikan Bundanya yang sudah rapi.


" Bunda ada sedikit pekerjaan di luar Sayang Tapi Bunda bingung bagaimana meninggalkan kamu sendirian disini tanpa siapapun" jawab Yura.


" Kalau begitu aku ikut bunda saja" tawar Noah.


Ia sungguh bosan berada di dalam rumah berhari-hari Noah ingin kembali menikmati suasana di luar sana.


" Mmm baiklah, Noah Boleh Ikut Bunda tapi Noah harus menunggu bunda di dalam mobil saja bunda tidak akan lama"ucap Yura.


" Oke Bunda" sahut Noah semangat.


Yura pun meminta agar putranya segera bersiap-siap, akhirnya Noah pun segera mengganti pakaiannya dan bersiap.


Seperti layaknya pria dewasa Noah yang masih berumur 5 tahun selalu tampil dengan stylish yang sangat keren.

__ADS_1


Noah memakai pomade khusus anak-anak kepada rambutnya dan menata rambutnya dengan sangat rapi, Ia pun tak lupa menyemprotkan parfum kesukaannya pada bajunya.


" Bunda aku sudah siap" ucap Noah.


Yura pun terkekeh saat melihat penampilan putranya yang terlihat sangat keren layaknya pria dewasa.


" Astaga anak bunda kenapa tampan sekali, Mirip siapa ya..." celetuk Yura.


" Apakah wajah daddy seperti Noah?" tanya Noah, sekerika raut wajahnya sedih.


Yura lupa jika putranya itu sangat sensitif, Noah memang mengetahui jika Axel bukanlah Ayah kandungnya selama ini Noah memanggil Axel dengan sebutan Daddy karena ia ingin sekali memiliki seorang ayah.


Yura mengatakan kepada Noah Jika ayahnya sedang pergi jauh, Noah selalu menanyakan keberadaan ayahnya bertanya di manakah Ayahnya berada? sebenarnya pergi kemana ayah? pertanyaan itu kerap kali ditanyakan Noah kepada Yura, namun Yura selalu memberikan pengertian kepada putranya untuk tidak menanyakan hal itu lagi.


Noah pun tidak pernah menanyakan keberadaan sang ayah, karena ia tidak ingin membuat Bundanya semakin bersedih.


Ia sudah bahagia hidup bersama dengan bundanya.


Yura selalu memberikan apapun yang menjadi keinginan Noah tanpa ada sedikit kekurangan.


" Iya nak wajah Ayah sangat mirip denganmu kalian berdua memiliki wajah yang sama-sama tampan tapi lebih tampan Putra Bunda yang satu ini" ucap Yura kemudian ia merapikan sedikit rambut putranya.


" Tentu.. Noah yang paling tampan" sahut Noah bahagia sampai ia melompat lompat.


" Ya sudah kita berangkat sayang" Yura segera menuntun putranya menuju ke parkiran apartemen, sesampainya di sana Yura segera masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menuju Cafe MX.


**


Elard sudah bersiap ia sudah tidak sabar ingin menemui Yura. Bagaimana tidak pria itu sangat merindukan sosok wanita yang mengganggu pikirannya selama ini wanita yang sangat disayangi dan Dicintai nya.


Elard berlari kecil menuruni tangga Dia bersenandung, seperti anak muda yang sedang jatuh cinta.


" Kamu mau pergi ke mana El?" tanya Sifa.


" Aku sedang ada urusan di luar dan aku mohon jangan pernah mencampuri urusanku " jawab Elard kemudian pria itu kembali melangkahkan kakinya hendak masuk ke dalam mobil.


" Tunggu El!!" ucap Sifa membuat pria itu menghentikan langkahnya


" Karena sekarang hari minggu aku dan Nara berniat untuk berlibur bersamamu, apakah kamu tidak bisa meluangkan waktumu sebentar untukku?" tanya Sifa.


" Aku sedang sibuk dan aku tidak akan pernah membuang waktuku untuk berlibur denganmu.. jika kau ingin pergi, pergi saja tapi ingat jangan pernah bawa Nara karena aku hawatir jika Nara bersamamu maka kamu akan mencelakainya kembali" jawab Elard panjang lebar.


" Aku ini istrimu!" bentak Sifa, Wanita itu sudah tidak kuat lagi menahan sakit hatinya karena tidak pernah diperhatikan oleh Elard, bahkan pria itu tidak menganggap dirinya sebagai seorang istri.


" Stop!! stop!! berhenti mengatakan kata-kata itu lagi. Aku sudah benar-benar muak mendengarnya Jika kamu memang lelah silakan kamu pergi tinggalkan aku bersama putriku" ucap Elard yang tak kalah kesal.


Pergi?? bahkan Sifa tidak pernah membayangkan akan kehilangan Elard dalam hidupnya, tentu dia tidak akan mampu pergi dari kehidupan Elard dan juga kehilangan status sebagai istri Elard.


Setelah mengatakan itu semua, Elard langsung masuk ke dalam mobilnya dan ia pun melajukan mobilnya meninggalkan rumah mewah miliknya. sedangkan Sifa hanya bisa menatap kepergian suaminya sampai mobil Elard tidak terlihat lagi.


" Dengan susah payah kamu bisa kumiliki. tidak mungkin aku dengan begitu saja Melepaskanmu, lihat saja El aku akan membuatmu bertekuk lutut di kakiku, dan meminta maaf.. aku yakin setelah itu kamu tidak akan mampu untuk kehilangan ku" ucap Sifa, sorot matanya nampak jika ia sangat marah dan berambisi.

__ADS_1


*****


happy reading🄰


__ADS_2