Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
S2~ Persiapan Pernikahan


__ADS_3

Tanpa terasa hari berlalu begitu cepat.


Sebelum menjelang hari pernikahannya Noah dan Keyla mengambil cuti kuliah.


Keyla sudah berpesan kepada Maylan untuk menyampaikan izin kepada dekan sekitar 1 minggu.


Semua persiapan sudah di siapkan, acara ijab qobul akan di selenggarakan di rumah Noah tepatnya di taman yang berada di belakang rumahnya.


Dan beberapa undangan kerabat terdekat juga sudah di bagikan termasuk Axel.


Nuansa pemandangan yang sejuk akan menjadi background pernikahan mereka.


Sore ini Noah berada di kamarnya, ia nampak mondar mandir sendiri di dalam kamarnya namun bibirnya tidak berhenti komat kamit seperti mengucap mantra.


"Noah kamu kenapa nak?" Tanya Yura yang baru saja masuk ke dalam kamar putranya itu.


"Bunda mengejutkan aku" kata Noah.


"Maaf bunda tidak mengetuk pintu lebih dulu, apa yang kamu lakukan?" Tanya Yura lagi.


"Aku sangat gugup bunda, beberapa kali aku lupa menyebutkan nama Key dengan benar" jawab Noah.


Ternyata Noah sedang latihan mengucapkan ijab qobul, ia sangat gugup karena pernikahannya akan di langsungkan besok pagi tepat pukul 9 pagi.


"Itu wajar nak, gugup akan semakin besar saat acara akan di mulai. Kamu tidak perlu menghafalnya jika kamu yakin besok kamu pasti bisa mengucapkannya secara lancar" ucap Yura memberi sedikit nasihat kepada Noah.


"Terima kasih bunda, setidaknya rasa gugup ku berkurang" ucap Noah yang sudah menghentikan hafalannya.


"Noah, maafkan bunda yang mengambil keputusan secepat ini. Tapi ini semua demi kebaikan kalian, jika sudah menikah cobalah untuk mengenal istrimu lebih dalam" Yura menepuk pelan pundak Noah.


Yura melihat jika putranya itu sedikit bisa menerima takdirnya untuk menikah muda dengan Keyla.


Hanya di awal Noah benar benar menolak dan keberatan dengan keputusan tersebut.


Namun semakin mendekati hari pernikahannya Noah sudah terlihat mengikhlaskan apa yang sudah menjadi keputusan ke dua orang tuanya.


"Bunda lupakan saja, aku sudah berjanji kepada diriku sendiri untuk memenuhi semua keinginan ayah dan bunda, asal kalian bahagia" ucap Noah.


Yura yang sangat menyayangi Noah merasa sedikit bersalah dan ia pun memeluk tubuh Noah.


Pasalnya sedari kecil Noah lah yang mengerti dan memahami dirinya melebihi siapa pun.


Yura berharap cepat atau lambat Noah akan segera menemukan kebahagiannya.


"Sudah bunda jangan bersedih" Noah menghapus air mata Yura yang sudah menetes.


"Terima kasih nak, kamu memang anak terbaik bunda" ucap Yura.


"Bunda juga ibu terbaik yang aku miliki" balas Noah.


Setelah selesai berbincang dengan Noah, Yura memutuskan untuk keluar dari kamar Noah dan menuju ke kamar Keyla.

__ADS_1


Ia ingin melihat calon menantunya itu Karena sedari pagi Keyla tidak di perbolehkan keluar dari kamarnya.


Seharian ini Keyla melakukan perawatan tubuhnya yang di bantu oleh staf profesional yang sudah di pilihkan oleh Yura.


***


Malam harinya saat makan malam Noah tidak melihat adanya Keyla di meja makan.


"Bunda, dimana Key dan ayah?" Tanya Noah.


"Ayah sedang menyelesaikan acara untuk besok, sedangkan Keyla dia harus dipingit di dalam kamarnya. Kalian tidak boleh bertemu dulu" jawab Yura sambil tersenyum.


Dipingit? Itu artinya Keyla pasti akan sangat kesepian dan bosan berada di dalam kamarnya.


Bahkan untuk makan malam saja gadis itu harus makan di dalam kamarnya juga.


Setelah selesai makan malam Noah langsung berpamitan kepada bundanya untuk pergi ke kamarnya.


Sesampainya di kamar Noah pun mengeluarkan ponselnya.


Kemudian Noah mengirimkan pesan kepada Keyla.


"Keong, berjalanlah menuju balkon kamarmu" pesan Noah.


"Untuk apa?" Balas Keyla.


"Jangan banyak bertanya!! Cepat".


Karena terhalang oleh dinding maka keduanya hanya bisa berbicara tanpa harus saling bertatapan.


"Ada apa?" Tanya Keyla.


"Bagaimana perasaanmu? Besok kita akan menikah?" Tanya balik Noah, yang penasaran dengan jawaban gadis itu.


"Aku...aku sedikit gugup" jawab Keyla, kegugupannya semakin bertambah besar saat Noah membahas perihal pernikahannya itu.


"Hanya sedikit?" Tanya Noah lagi.


**Bukan sedikit, tapi banyak sekali Noah aku benar benar gugup** batin Keyla.


"Keong kamu masih di sana kan?" Tanya Noah karena ia tidak mendengar jawaban dari Keyla.


"Iya Noah aku masih disini, sejujurnya aku sangat gugup, dan juga takut"


"Takut kenapa?" Tanya Noah.


"Takut dengan apa yang akan terjadi setelah kita menikah" jawab Keyla sambil menyandarkan punggungnya di dinding.


"Keong!! Kita tidak tau seperti apa masa depan kita nanti. Dalam hidupku aku selalu ingin menikah hanya satu kali. Menikah dengan wanita yang aku cintai, namun jika ini takdirku maka aku akan menerimanya. Aku harap kamu juga melakukan hal yang sama" jelas Noah.


Ada apa dengan Noah sampai harus mengatakan hal itu, Noah terdengar dewasa dengan ucapannya.

__ADS_1


Keyla berfikir Mungkinkah dengan berjalannya waktu Noah bisa berubah menjadi pria yang hangat, dan benar benar dengan senang hati menjalani pernikahan bersama dirinya.


"Iya Noah" jawab pelan Keyla.


"Baiklah, sekarang kamu istirahat jangan pikirkan apa pun" ucap Noah meminta Keyla agar kembali masuk kedalam kamarnya dan beristirahat.


"Kamu juga, selamat malam" ucap Keyla.


"Selamat malam" balas Noah.


Keyla tidak mengeluarkan suaranya lagi, namun ia tidak langsung masuk ke dalam kamarnya.


Keyla masih terduduk di balkon sambil menyandarkan tubuhnya.


Sama halnya dengan Noah.


Di balik dinding itu Noah juga terduduk sambil menyandarkan tubuhnya.


"Jika ini yang terbaik, aku harap berikan kelancaran untuk besok. Dan jadikanlah Noah suami yang bisa menjagaku" ucap Keyla sambil menatap langit malam.


Karena Noah belum masuk ke dalam kamarnya tentu pria itu mampu mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Keyla.


Noah tersenyum saat mendengarkan ucapan Keyla.


**Apa keong bodoh itu benar benar sudah menyukaiku?** Batin Noah.


Malam ini akan menjadi malam yang panjang bagi keduanya, dimana besok pagi mereka akan sah menjadi pasangan suami istri dan sama-sama melepas masa lajangnya.


Namun tetap dengan perjanjian yang sudah dibuat oleh Noah, bahwa setelah pernikahan tidak ada satu orang pun yang boleh tahu tentang pernikahannya saat berada di kampus.


Dan Keyla juga sudah menyetujui perjanjian tersebut Keyla akan berusaha untuk menutupi pernikahannya.


Hari sudah semakin malam Keyla memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya namun Gadis itu tidak langsung tidur, ia masih gelisah menunggu hari dimana statusnya akan berubah menjadi seorang istri.


***


"Bagaimana persiapannya El?" Tanya Yura kepada suaminya saat masih berada di ruang keluarga.


"Semua sudah beres sayang, kamu tidak perlu khawatir. Hanya saja Nara tidak bisa kembali" jawab Elard.


"Iya Nara sudah menghubungiku jika ia belum mendapatkan izin" ucap Yura.


"Tidak masalah sayang, intinya sekarang keinginan kamu sudah terpenuhi apa kamu bahagia?" Tanya Elard.


"Aku sangat bahagia El, aku berharap putra kita bisa menjadi lebih dewasa dan bertanggung jawab setelah menikah"


"Kita doakan yang terbaik untuk anak anak kita, sekarang kita harus istirahat" ucap Elard.


Kemudian membawa istrinya menuju kamar untuk beristirahat.


_____

__ADS_1


happy reading🄰


__ADS_2