
Seharian ini mereka sudah sibuk mempersiapkan acara pernikahan yang akan di langsungkan beberapa hari lagi.
Namun tidak sulit bagi Elard untuk menyelesaikan semuanya.
Sekalipun hanya acara ijab qobul namun Elard dan Yura menyiapkan semua dengan sangat sempurna.
Ibu Rahma dan seluruh penghuni di panti sudah mengetahui jika Keyla akan menikah dengan Noah, sepenuhnya ibu Rahma memberikan restu kepada Mereka.
Begitupun dengan Nara, ia sangat bahagia mendengar kabar jika kakaknya akan menikah dengan Keyla.
Namun sayangnya Nara tidak bisa kembali karena pernikahannya mendadak.
Sehingga Nara tidak bisa mendapatkan ijin dari kampusnya.
Malam ini Keyla berada di kamarnya, ia melihat kebaya yang begitu cantik sudah di siapkan di kamarnya.
Keyla tidak menyangka ia akan benar benar menikah dengan Noah, seseorang yang dia sendiri tidak tau akan mencintainya atau tidak.
"Aku masih tidak percaya akan menikah secepat ini, dan terlebih lagi dengan Noah" gumam Keyla.
Tokk... Tok... Tok...
Terdengar seseorang mengetuk pintu kamar Keyla.
Setelah Keyla membuka pintu tersebut, ternyata itu adalah Noah.
Noah langsung masuk ke dalam Kamar gadis itu.
"Ada apa Noah?" Tanya Keyla.
"Duduklah, ada yang ingin aku bahas denganmu" ucap Noah yang lebih dulu duduk di sofa kamar tersebut.
Keyla pun duduk di samping Noah.
"Kita sebentar lagi akan menikah" kata Noah memulai obrolannya.
"Lalu?"
"Jadi aku ingin kamu melakukan beberapa hal setelah kita menikah. Yang pertama jangan sampai ada satu orang pun yang tau jika kita sudah menikah termasuk sahabatmu" kata Noah ia menjelaskan poin pertama kepada Keyla.
"Jika ada yang bertanya, katakan saja bahwa kita saudara" sambung Noah.
"Keong! Apa kamu mendengarku?" Tanya Noah karena Keyla hanya diam saja.
"I..iya aku dengar dan aku mengerti" jawab Keyla.
"Baguslah, sekarang kamu istirahat karena besok pagi masih harus kuliah" setelah mengucapkan itu Noah langsung keluar dari kamar Keyla.
"Hufhh... Sudah aku duga, pasti pernikahan ini harus di sembunyikan" kata Keyla.
Sebelum tidur, lebih dulu Keyla merapikan baju pernikahannya dan memasukkannya ke dalam lemari agar tidak rusak.
***
Pagi hari Keyla sudah siap untuk berangkat ke kampus.
"Bibi dimana Noah?" Tanya Keyla karena tidak melihat keberadaan Noah di meja makan.
"Noah mengatakan jika dia buru buru, jadi Noah berangkat dulu" jawab Yura.
"Paman juga sudah berangkat ke kantor, pagi ini kamu naik taxi tidak apa apa kan?" Tanya Yura.
"Tidak masalah bibi, kalau begitu Key berangkat dulu ya bi" Keyla pun berpamitan kepada Yura, karena Noah berangkat lebih dulu sehingga terpaksa Keyla harus naik taxi.
Keyla berjalan hingga keluar dari komplek tersebut, di pinggir jalan Keyla menunggu taxi.
Namun yang berhenti di hadapannya bukanlah taxi, melainkan mobil sport yang sepertinya Keyla sangat mengenali pemilik mobil tersebut.
Seorang pria dengan pakaian rapi dan kaca mata hitam turun dari mobil tersebut dan menghampiri Keyla.
"Pagi Key" sapa Joy.
"Pa..pagi kak Joy" balas Keyla.
"Kamu mau kekampus kan?" Tanya Joy dan Keyla mengangguk.
"Kebetulan kita berangkat bersama saja, dari pada kamu terlambat" timpal Joy.
Keyla melihat jam yang melingkar di tangannya, jam kuliahnya akan di mulai beberapa menit lagi.
__ADS_1
Sepertinya akan terlambat jika menunggu taxi.
"Iya kakak benar"
"Kalau begitu masuklah" Joy membukakan pintu untuk Keyla, kemudian Keyla segera masuk ke dalam mobil tersebut.
Di perjalanan mereka mengobrol selayaknya teman dekat.
Joy selalu ada saja menemukan topik untuk ia bicarakan.
Jika dengan Noah mungkin Keyla hanya akan diam hingga sampai ke kampus.
"Jadi kamu juga akan ikut kursus?" Tanya Joy.
"Iya kak, aku ingin bisa bahasa inggris selama ini aku tidak begitu menyukai pelajaran tersebut" jawab Keyla.
"Wahh kita akan satu kelas, karena aku juga mengikuti kursus" kata Joy.
"Sepertinya kita jodoh" sambung Joy sambil tersenyum.
"Hah? Apa kak?" Keyla terkejut dengan ucapan Joy.
"Tidak tidak aku hanya bercanda"
**Hmmm andai saja sikap Noah seperti kak Joy, pasti sangat menyenangkan.. ehh apa yang aku pikirkan, Noah adalah calon suamiku aku tidak bisa membanding bandingkan dengan pria lain** batin Keyla.
Seketika Keyla menggeleng gelengkan kepalanya, bisa bisanya ia mengagumi pria yang ada di sampingnya itu.
Tidak terasa mereka sudah sampai di kampus. Setelah memarkirkan mobilnya Keyla dan Joy keluar dari mobil tersebut.
"Kak Joy terima kasih banyak" ucap Keyla.
"Sama sama Key, pulang nanti jika kamu tidak ada yang mengantar biar aku yang mengantarmu" kata Joy.
"Jangan repot repot kak, aku bisa naik taxi" kata Keyla yang merasa tidak enak.
Joy mengambil ponselnya kemudian ia memberikan ponsel tersebut kepada Keyla.
"Save nomermu di ponselku, biar kita lebih muda berkomunikasi" kata Joy.
Keyla ragu-ragu mengambil ponsel milik Joy, Haruskah ia memberikan nomor ponselnya kepada pria itu? namun disisi lain Keyla berpikir jika Joy adalah pria yang baik dan mungkin mereka akan bisa menjadi seorang teman yang baik pula.
Keyla mengambil ponsel Joy kemudian iya menuliskan nomor nya di ponsel milik Joy.
"Sampai jumpa kak" balas Key.
Dona yang juga berada di parkiran melihat Keyla bersama Joy di parkiran.
"Siapa sebenarnya gadis itu, dia nampak dekat dengan kak Joy. Tapi dia juga dekat dengan Noah" gumam Dona, gadis itu menatap Keyla dengan sangat tajam.
Kemudian Dona pergi menuju kelasnya, sesampainya Dona sudah melihat Noah yang berada di sana dengan beberapa tugas di meja.
"Aku pikir kamu belum datang" kata Dona sambil meletakkan tasnya di atas meja.
"Aku menyelesaikan tugas kelompok kita karena kemarin aku sudah meninggalkanmu" jawab Noah.
" kamu tidak perlu melakukan itu Noah Aku Bisa mengatasinya sendiri" kata Dona mencoba untuk mengambil perhatian pria tersebut.
Dona masih penasaran kepada Keyla Sebenarnya ada hubungan apa antara Keyla dengan Noah.
"Noah aku melihat gadis yang kamu panggil Keong itu di parkiran" kata Dona sengaja memberitahukan hal itu kepada Noah.
Mendengar nama keong Noah jadi teringat akan seseorang kemudian ia menatap ke arah Dona.
"Keong siapa yang kamu maksud?" Tanya Noah.
"Gadis yang kemarin menemuimu, bukankah kamu memanggilnya Keong" jawab Dona.
"Namanya Keyla, kamu bisa memanggilnya Keyla" kata Noah.
Pria itu tidak ingin ada orang lain yang memanggil Kayla dengan sebutan keong kecuali dirinya, karena hanya dirinyalah yang berhak memanggil Keyla dengan sebutan itu.
"Iya maaf Noah aku tidak tau siapa namanya, aku bertemu Keyla di parkiran dengan kak Joy. Kamu tau Joy kan ketua BEM yang populer itu" jelas Dona lagi.
Noah tidak menanggapi ucapan Dona, ia terus saja fokus menyelesaikan tugas tugasnya.
" Tetapi jika dipikir-pikir Keyla sangat beruntung. sepertinya tadi ia berangkat ke kampus bersama dengan Kak Joy" karena tidak melihat respon apapun dari Noah gadis itu semakin sengaja menceritakan semua yang ia lihat kepada Noah.
Brak!!!
__ADS_1
Noah meletakkan bukunya dimeja dengan sangat kasar, Dona sendiri sangat terkejut.
"Dona kamu selesaikan dulu, aku ingin pergi ke toilet" kata Noah kemudian ia beranjak dari duduknya.
"Kenapa Noah terlihat marah, apa mereka berdua ada hubungan" Dona menatap ke arah Noah yang sudah meninggalkan kelas tersebut.
Keyla sedang berada di taman kampus sambil menunggu Maylan, kebetulan pagi ini Keyla tidak ada mata kuliah karena dosen yang mengajar nya sedang ada urusan lain.
Sehingga Keyla dan Maylan memutuskan untuk belajar bersama.
"Maylan lama sekali pergi ke perpustakaan" gumam Keyla.
Kemudian Keyla mengeluarkan ponselnya ia hendak menghubungi Maylan.
namun belum sempat panggilan itu terhubung tiba-tiba ponsel Keyla di ambil seseorang yang baru saja menemuinya.
"Noah apa yang kamu lakukan?" Tanya Keyla saat melihat Noahlah yang mengambil ponselnya.
Noah memegang tangan Keyla kemudian pria itu membawa Keyla menuju tempat lain.
"Noah lepaskan!! Apa yang kamu lakukan?" Keyla memukul tangan Noah, berharap pria itu akan melepaskan tangannya.
Namun tangan Noah semakin erat memegang Keyla.
Noah membawa Keyla ke sebuah ruangan yang kosong kemudian pria itu pun mendorong tubuh Keyla hingga ke dinding.
Noah mengunci tubuh Keyla agar gadis itu tidak bisa kabur.
"Noah ada apa? Kenapa kamu jadi seperti ini?" Tanya Keyla lagi.
"Siapa yang mengantarmu tadi pagi?" Tanya Noah.
"Itu aku tadi..."
"Cepat jawab!" Bentak Noah.
"Aku di antar kak Joy, tidak sengaja bertemu di jalan" jawab Keyla yang sudah gelagapan, tidak biasnya Keyla melihat Noah semarah ini.
Marah atau yang lain Keyla tidak mengerti.
"Sebentar lagi kita akan menikah, jaga jarak terhadap laki laki lain. Jika bunda sampai tau pasti dia akan marah apa kamu mengerti!!" Kata Noah.
"I..iya Noah" Keyla mengangguk pelan.
"Apa hubunganmu dengan pria itu?"
"Tidak ada, kita hanya berteman" jawab Keyla.
Tiba-tiba ponsel Keyla berdering diwaktu yang tidak tepat, karena ponsel Gadis itu sedang berada di genggaman Noah.
Noah melihat Siapakah yang menghubungi Keyla dan ternyata nomor yang tidak dikenal.
"Nomer siapa ini?" Tanya Noah.
"Tidak tau, biarkan aku yang menjawabnya" kata Keyla dan berusaha untuk mengambil ponselnya. Namun Noah tidak semudah itu membiarkan Keyla mengambil ponselnya.
Noah pun menjawab panggilan tersebut dan tanpa bersuara.
"Hallo Key, ini aku Joy bisakah kita makan siang bersama" ucap seorang pria yang ada di balik telepon tersebut.
Noah langsung menatap ke arah Keyla dengan tatapan tajam.
**Kenapa dia menatapku seperti itu, siapa yang menelpon** batin Keyla bingung.
"Hallo Key!!!"
Tut!!
Noah mematikan panggilannya.
"Kenapa Joy bisa tau nomermu?" Tanya Noah dingin.
"Itu karena aku tadi... Ehh dia dia yang memintanya" jawab Keyla, gadis itu kesulitan menjawab.
"Blokir nomernya!" Perintah Noah.
Kemudian Noah berlalu pergi meninggalkan Keyla.
"Ada apa dengan beruang kutub? Kenapa dia tiba tiba jadi aneh, apakah ini efek mau menikah" ucap Keyla yang benar benar tidak mengerti apa yang sudah terjadi kepada beruang kutubnya itu.
__ADS_1
_____
happy reading 🥰