
Tidak berapa lama sebuah taxi berhenti di hadapannya.
Keyla segera beranjak dari duduknya dan menghampiri taxi tersebut.
Noah membukakan pintu untuk Keyla, kemudian ia membantu Keyla memasukkan kopernya.
"Hati hati Key, salam kepada ibu Rahma" ucap Noah.
"Iya Noah terima kasih, titipkan maaf ku untuk Bibi dan paman" jawab gadis itu dan Noah mengangguk.
"Jalan pak" seru Keyla kepada supir taxi.
Mobil pun melaju, Noah menatap kepergian Keyla dengan sejuta pertanyaan Di fikirannya.
Kenapa ia begitu berat melepaskan kepergian gadis itu.
Dan tanpa berlama lama lagi Noah kembali berjalan kerumahnya.
Di dalam taxi Keyla sudah tidak mampu lagi menahan air matanya, ia menangis sejadi jadinya.
Ia sendiri tidak tau apa yang membuat dirinya begitu sangat sedih dan terluka.
Mungkinkah rasa cinta itu mulai berkembang di hatinya.
"Neng butuh tisu?" Tanya pak sopir yang menyadari penumpangnya itu sedang menangis.
"Boleh jika ada pak" jawab Keyla sambil terisak.
Supir taxi itupun memberikan Sebungkus tisu kecil kepada Keyla.
Keyla mengambil tisu itu dan menghapus air matanya.
"Te..terima kasih pak" ucap Keyla.
"Sama sama neng" jawab pak supir.
Tidak lupa supir itu memberikan minum kepada Keyla agar gadis itu lebih tenang.
"Minum dulu neng, jangan khawatir airnya masih segel" kata pak supir.
"Bapak baik sekali, terima kasih pak" ucap Keyla lagi.
Setelah meneguk air tersebut Keyla merasa cukup tenang.
***
Noah hendak masuk ke dalam kamarnya namun langkahnya terhenti saat melihat kamar Keyla terbuka.
Noah berniat menutup pintu kamar tersebut namun Noah mengurungkan niatnya.
Noah masuk ke dalam kamar yang beberapa bulan di tempati Keyla.
Aroma parfum Keyla masih bersarang di dalam kamar itu.
Noah memperhatikan setiap sudut kamar itu.
Ia mengingat saat pertama kali dirinya tertidur di kamar itu bersama Keyla.
Noah tersenyum saat mengingat kejadian ia selalu bertengkar dan berdebat bersama Keyla, setiap hari pertengkaran itu terjadi.
Tapi mulai besok bahkan malam ini Noah akan tenang.
Ia tidak bisa berdebat dengan Keongnya itu.
"Hufhhh" Noah menghembuskan nafasnya secara kasar, ia memang ingin pernikahannya di batalkan namun tidak dengan cara Keyla pergi dari rumahnya.
Hari sudah semakin malam Noah memutuskan untuk keluar dari kamar itu.
Saat melewati meja rias ia melihat sebuah gantungan ponsel dan kartu debit ada disana.
"Bukankah ini gantungan Key" ucap Noah sambil mengambil gantungan tersebut.
"Kenapa dia tidak membawanya? Apa dia benar benar akan melupakan aku" kata Noah lagi.
Noah membawa gantungan kunci dan kartu itu kekamarnya.
Sementara Noah akan menyimpan gantungan itu, dan untuk kartu debitnya akan ia berikan kepada sang bunda besok pagi.
Kini taxi itu sudah sampai di depan gerbang panti asuhan.
Setelah memberikan sejumlah uang Keyla turun dari taxi tersebut, ia melihat jika gerbang panti tersebut sudah di gembok.
"Apa ibu sudah tertidur" kata Keyla.
Keyla mengambil ponselnya dan ia menghubungi ibu Rahma.
__ADS_1
"Hallo assalamualaikum nak" kata ibu Rahma.
"Waalaikumsalam bu, ibu Keyla ada di depan bisakah ibu membuka kan pintu untukku" ucap Keyla.
"Apa? Kenapa kamu malam malam ada disini nak? Iya sudah tunggu sebentar ibu kesana" kata ibu Rahma yang terkejut.
Tanpa mengucapkan apa apa lagi, ibu Rahma langsung mengakhiri panggilannya ia berlari kecil menuju gerbang panti tersebut.
Setelah pagar dibuka Keyla langsung berhambur memeluk tubuh ibu Rahma.
"Nak ada apa? Kenapa kamu menangis?" Tanya ibu Rahma khawatir.
Ibu Rahma membawa Keyla masuk ke dalam panti dan segera menuju kamar Keyla yang sudah kosong beberapa bulan.
Namun setiap hari ibu Rahma selalu membersihkan kamar tersebut.
"Nak duduklah, kamu kenapa malam malam datang kesini lalu kenapa kamu menangis?" Tanya ibu Rahma.
"Ibu maafkan aku, karena sudah membuatmu khawatir" kata Keyla yang sudah mulai terisak.
"Jangan bicara seperti itu nak, kamu anak ibu tentu ibu khawatir melihatmu sepertu ini. Sekarang katakan kepada ibu ada apa?" Tanya ibu Rahma lagi.
Keyla memang tidak bisa menutupi apapun dari ibu Rahma yang sudah ia anggap seperti ibu kandungnya sendiri.
Akhirnya Keyla mulai menceritakan apa yang terjadi dari A sampai Z.
Sambil mengusap rambut Keyla ibu Rahma mendengarkan cerita gadis itu.
"Key tidak punya pilihan lain bu" sambung Keyla.
"Kamu tidak salah nak, ibu mengerti bagaimana posisimu. Namun nyonya dan tuan Elard juga tidak salah jika mengambil keputusan sebesar itu. Nak jangan pikirkan ini terlalu berat ya. Nanti kamu sakit" kata ibu Rahma.
Mendengar cerita Keyla ibu Rahma bisa mengambil kesimpulan jika anak gadisnya itu telah menyukai Noah. Namun Keyla enggan untuk mengakuinya.
Ibu Rahma begitu sedih dengan nasib anaknya itu.
Sedari kecil Keyla tidak pernah mendapatkan kebahagian yang utuh.
Maka dari itu ibu Rahma sangat menyayanginya, dan saat anaknya sudah mulai dewasa hatinya telah terluka karena secara tidak langsung Noah telah menolaknya.
"Sekarang kamu istirahat ya" kata ibu Rahma.
"Maukah ibu menemaniku?" Tanya Keyla.
Dan ibu Rahma tidur di samping Keyla dengan memeluk tubuh gadis itu.
Tidak ada yang lebih menenangkan selain pelukan sang ibu.
***
Pagi hari menjelang...
Seperti biasa setiap pagi keluarga Elard akan sarapan bersama.
"Sayang dimana Noah dan Key? Kenapa mereka belum turun?" Tanya Elard kepada istrinya.
"Mungkin mereka masih tidur, aku akan membangunkannya" jawab Yura.
Namun saat hendak berdiri, Yura melihat Noah sudah menuruni tangga.
"Itu Noah" kata Yura.
Elard melihat Noah yang menghampirinya, tapi dimana Keyla? Biasanya mereka turun secara bersamaan.
"Pagi ayah.. bunda.." sapa Noah.
"Pagi nak" jawab Yura, namun Elard tidak menjawabnya.
"Noah dimana Key?" Tanya Yura.
Lalu Noah mengeluarkan sesuatu dari dalam kantong celananya dan memberikan kepada Yura.
"Apa ini?" Tanya Yura.
"Bunda bisa melihatnya sendiri" kata Noah.
Yura mengambil kartu tersebut dan memperhatikannya.
"Ini kartu Key, kenapa bisa ada padamu nak?" Tanya Yura.
"Iya bunda, semalam Key meninggalkan kartu itu" jawab Noah.
Yura dan Elard masih tidak mengerti dengan ucapan Noah.
"Maksudnya?" Tanya Yura.
__ADS_1
Noah sendiri bingung harus menjelaskan dari mana, ia takut ke dua orang tuanya sangat marah jika mengetahui Keyla sudah tidak lagi tinggal di rumahnya.
"Noah katakan!" Ucap Yura.
"Bunda, Keyla sudah pergi dari rumah ini" kata Noah.
Bagai di sambar petir di pagi hari Yura benar-benar terkejut dengan jawaban Noah, ia sampai tidak mampu menahan beban tubuhnya Yura langsung terduduk di kursi.
"Noah apa maksudmu?" Kini Elard yang bertanya kepada putranya itu.
"Semalam Keyla pergi ayah, ia memutuskan untuk kembali ke panti" jelas Noah.
"Bagaimana bisa? Kenapa dia kembali ke panti?" Tanya Yura.
"Bunda, Key tidak bisa menerima pernikahan ini sama sepertiku. Dia memutuskan untuk kembali ka panti" kata Noah.
"Astaga... Bagaimana ini El, gadis itu pergi dia pasti sangat sedih" ucap Yura.
"Kenapa kamu tidak mencegahnya Noah, kamu adalah laki laki kenapa kamu membiarkan dia kembali di malam hari" Elard mulai marah, ia berbicara dengan nada yang cukup tinggi.
Elard memang sangat menyayangi anak-anaknya, namun jika salah satu dari kedua anaknya berbuat salah maka Elard tidak akan segan-segan untuk menasehati bahkan memarahinya termasuk Noah.
menurut Elard sangat keterlaluan membiarkan Gadis itu pergi di malam hari, dan Elard juga khawatir jika terjadi sesuatu kepada Keyla belum lagi Bagaimana perasaan Ibu Rahma mengetahui anak gadisnya kembali ke panti di malam hari saat semua orang yang sudah tertidur.
"Maaf ayah, aku sudah melarangnya namun dia tetap memaksa pulang" kata Noah.
"Bunda tidak mau tau, kamu harus mrmbawa Keyla kembali bagaimana pun caranya" ucap Yura.
"Tapi bunda, Keyla akan kembali jika ayah dan bunda membatalkan pernikahan ini" kata Noah.
"Tidak ada yang batal, Keyla kembali atau tidak kalian akan tetap menikah" sahut Yura.
Kemudian Yura meminta suaminya untuk menemaninya kembali masuk ke dalam kamar dia mengatakan jika nafsu makannya sudah hilang saat mengetahui Keyla tidak ada lagi di rumahnya.
"Bunda.. ayah kalian tidak sarapan?" Tanya Noah.
Namun Elard dan Yura tidak menjawabnya ia tetep pergi menuju kamarnya meninggalkan Noah.
Sesampainya di dalam kamar...
"El bagaimana ini?" Tanya Yura.
"Tenanglah sayang, Noah akan menjemput Key. Bagaimana pun dia adalah seorang pria dia harus bisa membawa Key kembali ke ruamah ini" kata Elard.
"Iya El semoga saja, aku akan menghubungi ibu Rahma dan menjelaskan semua ini adalah rencana kita agar dia tidak salah paham" kata Yura.
Yura pun segera menghubungi Ibu Rahma dan Ia menjelaskan kepadanya jika pernikahan itu adalah rencana dirinya agar Noah dan Keyla bisa bersatu.
Karena ayah dan bunda nya sudah pergi tanpa sarapan lebih dahulu maka Noah pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya tanpa sarapan.
"Bagaimana ini? Kenapa menjadi sangat kacau. Ayah dan bunda sekarang menyalahkan aku" ucap Noah.
***
Pagi hari di panti...
Keyla membantu ibu Rahma memasak di dapur.
Setelah Ibu Rahma berbicara dengan Yura melalui panggilan telepon Ibu Rahma segera kembali menemui Keyla.
"Telepon dari siapa bu?" Tanya Keyla.
"Dari teman ibu nak, apa sudah selesai masaknya?" Tanya Ibu Rahma.
"Sedikit lagi bu" jawab Keyla.
Saat Keyla sedang menyelesaikan masakannya, tiba-tiba Ibu Rahma melihat suatu hidangan yang sudah tertata di atas piring sebelumnya Keyla belum pernah memasak makanan tersebut.
"Ini apa nak?" Tanya ibu Rahma.
"Ini omelet ayam bu" jawab Keyla.
"Omelet? Ibu tidak pernah tau masakan seperti ini" kata ibu Rahma lagi.
" Iya Bu maka dari itu Keyla membuatkannya agar ibu dan adik-adik bisa merasakan omelet ini Keyla belajar membuatnya saat tinggal di rumah bibi Yura" jelas Keyla.
"Siapa yang mengajarimu?" Tanya ibu Rahma lagi.
"Noah" jawab Keyla cepat tanpa berpikir.
Ibu Rahma tersenyum saat ia mendengar Keyla menyebutkan nama Noah tanpa ragu-ragu, dan Gadis itu masih belum menyadari bahwa ia baru saja menjelaskan jika yang mengajarinya memasak omelet adalah Noah.
_____
happy readingš„°
__ADS_1