Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
S2~ Lahirnya Penerus Desmon


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat tanpa terasa mereka menghabiskan 8 bulan waktunya dengan suka duka bersama.


Keadaan kakek Sultan sudah jauh lebih baik, ia bersemangat semenjak tinggal bersama cucunya.


Rumah mewah itu terasa ramai dengan berkumpulnya mereka semua kecuali Nara yang memang sudah 8 bulan ini tidak kembali.


Pagi ini mereka semua hendak sarapan bersama.


Memang Noah dan Keyla akan tinggal cukup lama di rumah orang tuanya.


Namun rumah mereka tidak begitu saja ia tinggalkan.


Akan ada penjaga dan pelayan yang selalu mengurus rumah tersebut.


Sehingga meski tak berpenghuni tetap terawat.


"Nak dimana Noah?" Tanya Yura kepada Keyla.


"Ada dikamar bunda masih bersiap" jawab Keyla.


Kehamilan Keyla yang sudah memasuki bulan ke sembilan itu membuatnya kesulitan dalam beraktifitas.


Perutnya yang semakin membuncit membuatnya harus bersusah payah untuk melakukan sesuatu.


"Selamat pagi ayah, bunda kakek" sapa Noah.


"Pagi nak" jawab Yura dan Elard.


"Pagi Baby" Noah pun mencium pucuk kening istrinya itu dan tak lupa perut buncitnya.


"Pagi sayang, duduklah dan segera sarapan" kata Keyla.


Mereka pun duduk bersama di meja makan tersebut, namun sepertinya mereka sedang menunggu seseorang lagi.


Tidak lama orang yang di tunggu itupun datang.


"Selamat pagi semua...." Ucapnya sambil berjalan menghampiri mereka semua.


"Lama sekali dasar lambat! Cepat duduk " perintah Noah.


Ranggapun segera duduk di samping kakek Sultan.


Iya memang sudah lama ini Rangga selalu menghabiskan waktu paginya untuk sarapan di rumah Noah.


Itu semua karena Noah lah yang memintanya, agar pria itu lebih dekat dengan keluarganya terutama sang ayah.


Setelah itu mereka pun sarapan bersama, tidak ada pembicaraan apapun disana.


Hanya terdengar dentingan sendok dan garpu.


Setelah selesai Noah dan Rangga berpamitan untuk berangkat ke kantor.


"Baby aku berangkat ya, hubungi aku jika kamu butuh sesuatu" kata Noah.


"Iya sayang" jawab Keyla.


Keyla telah mengambil cuti kuliah sampai bayinya lahir, sehingga gadis itu memiliki waktu untuk beristirahat.


Setelah itu Noah dan Rangga segera masuk ke dalam mobil. Kemudian Rangga pun melajukan mobilnya menuju kantor.


Di jalan Noah terus saja bernyanyi entah kenapa pagi ini ia merasa senang.


"Noah kamu sepertinya sedang happy?" Tanya Rangga yang masih fokus mengemudikan mobilnya.


"Benarkah? Bukankah aku memang selalu happy" jawab Noah.


"Tapi kali ini tidak seperti biasanya"


"Mungkin hanya perasaanmu saja"


Kemudian hampir 20 menit akhirnya mobil itu telah sampai di halaman gedung tinggi tersebut.


Noah turun dari mobilnya dan masuk ke dalam kantor tersebut kemudian di ikuti oleh Rangga dari belakang.


Rangga sudah terbiasa menjadi asisten pribadi Noah, kini pria itu mampu menghandle pekerjaanya dengan sangat baik.

__ADS_1


Setelah sampai di ruangannya Noah pun melepas jasnya dan meletakkan di punggung kursi kebesarannya tersebut.


Baru saja ia duduk tiba tiba ponselnya berdering.


Noah mengambil ponselnya dan melihat bahwa sang bundalah yang telah menghubunginya.


"Iya hallo bunda"


"Noah cepatlah kemari, Keyla mau melahirkan"


"Apa!! Kenapa tiba tiba bunda?"


"Astaga nak, bukan tiba tiba mungkin sudah waktunya. Keyla sudah tidak tahan lagi bunda dan ayah akan membawanya kerumah sakit"


"I...iya baiklah bunda, Noah akan segera ke rumah sakit. Bunda dan ayah hati hati" kata Noah.


"Iya nak, bunda tunggu di rumah sakit. Sampai jumpa"


Kemudian Yura lebih dulu mengakhiri panggilannya.


Setelah panggilan itu berakhir Noah segera beranjak dari duduknya.


"Astaga bagaimana ini, istriku akan segera melahirkan" ucap Noah bahagia.


Wajah pria itu seketika terlihat sumringah, ia tidak bisa menyembunyikan senyumannya di wajah tampannya itu.


Noah segera keluar dari ruangannya, dan ia berlari menuju ruangan Rangga.


Brak!!!


Noah membuka pintu tersebut dengan sangat keras, sehingga membuat Rangga yang sedang fokus dengan laporannya langsung terkejut.


"Ada apa Noah? Eh maksud saya tuan, anda membuat saya terkejut" tanya Rangga sambil mengusap dadanya.


"Ga kita kerumah sakit sekarang, ayo cepat!!" Kata Noah.


"Rumah sakit? Memangnya ada apa?" Tanya Rangga bingung.


"Sudahlah jangan banyak tanya, Keyla akan segera melahirkan aku harus segera menemaninya" ucap Noah.


"Apa! Melahirkan"


Tentu moment bahagia itu tidak akan luput dari Nara.


Rangga segera mengetik pesan untuk pujaan hatinya itu.


Ia mengatakan jika Keyla akan segera melahirkan.


Setelah mengirimkan pesannya Rangga langsung berlari menyusul Noah.


Karena jika sampai Noah menunggu terlalu lama maka pria itu pasti akan mengamuk.


"Perhatian semua!!!" Kata Noah, seketika membuat seluruh pegawainya langsung berdiri dan menatap ke arah Noah.


"Istri saya akan segera melahirkan, saya harap kalian mendoakannya. Dan untuk bulan ini saya akan menaikkan gaji kalian semua 50 persen" ucap Noah bahagia.


"Terima kasih tuan" ucap seluruh pegawai disana sambil membungkukkan tubuhnya.


"Haiss ayo cepat Noah, bukankah kamu tadi terburu buru" ucap Rangga.


Setelah kepergian Noah dan Rangga mereka semua bersorak.


"Wahh naik gaji kita bulan ini" ucap salah satu pegawai disana, tidak menyangka jika bulan ini gaji mereka akan naik secara drastis.


***


"Cepat Rangga! Kenapa kamu lambat sekali" kata Noah tidak sabar, karena menurutnya Rangga mengemudi terlalu lambat.


"Ini sudah kecepatan tinggi, kamu saja yang tidak sabar" jawab Rangga.


Semakin di desak maka Rangga akan semakin panik.


Hampir saja pria itu menabrak gerobak yang hendak menyebrang.


Itu semua karena sahabatnya yang sama sekali tidak bisa diam dan selalu memintanya untuk lebih cepat lagi.

__ADS_1


Sampai pada akhirnya mobil itu pun telah sampai di rumah sakit, baru saja mobil berhenti Noah langsung keluar dari mobil tersebut dan berlari memasuki rumah sakit.


"Noah tunggu!" Panggil Rangga namun pria itu sama sekali tidak memperdulikannya,


Noah ingin segera menemui sang istri.


"Bunda... dimana Key?" Tanya Noah.


"Dia di dalam nak, dokter masih memeriksanya" jawab Yura.


Noah mondar mandir di depan ruangan itu, tangannya terasa dingin dan jantungnya berdetak sangat kencang.


Pintu terbuka dan seorang dokter keluar dari ruangan tersebut.


"Nona Keyla akan segera melahirkan, silahkan satu orang untuk mendampinginya" ucap dokter.


"Saya dok! Saya yang akan mendampingi istri saya" sahut Noah.


Kemudian dokter itu membawa Noah masuk bersamanya.


Pria itu akan menemani sang istri selama proses persalinan tersebut berlangsung.


Sedangkan mereka semua menunggunya diluar, Yura tidak henti hentinya berdoa agar sang menantu dapat melahirkan dengan lancar serta cucunya itu akan lahir dengan selamat.


Hampir satu jam belum ada satupun yang keluar dari ruangan tersebut.


Sampai pada akhirnya mereka mendengar suara tangis bayi dari dalam sana.


"Sayang apa itu suara tangis cucu kita?" Tanya Yura.


"Iya sayang, akhirnya kita menjadi nenek dan kakek muda" kata Elard tertawa.


Kakek sultan pun turut bahagia, sampai ia tidak kuasa menahan air matanya.


Akhirnya dirinya telah menjadi seorang buyut.


Namun kakek Sultan merasa bersedih karena Vivian tidak ada di saat moment bahagia itu.


"By anak kita sudah lahir, dia sangat cantik sepertimu" bisik Noah di telinga Keyla yang masih terkulai lemas.


Noah menciumi setiap inci kening Keyla.


"Terima kasih Baby, terima kasih akhirnya kamu bisa bertahan sampai bayi kita lahir" ucap Noah lagi.


Keyla hanya mampu mengangguk dan tersenyum.


Akhirnya perjuangannya selama ini tidak sia sia, Keyla telah berhasil melahirkan bayi perempuannya yang dulu hampir saja tidak bisa di selamatkan.


Kebahagian keluarga mereka bertambah lengkap dengan kehadiran bayi perempuan itu.


Setelah Keyla dan bayinya di pindahkan, Yura Elard kakek Sultan serta Rangga pun turut masuk ke dalam ruangan tersebut.


Mereka bergantian menggendong bayi mungil yang masih berwarna merah jambu itu.


"Lucu sekali, jadi pengen" kata Rangga, pria itu refleks mengatakan hal itu sehingga membuat mereka semua tertawa geli.


"Ma..maaf saya terlalu gemas dengan bayi ini" sahut Rangga yang menahan rasa malunya.


"Nak bayi kamu cantik sekali sangat mirip denganmu" kata Yura.


"Selamat ya sayang" Yura pun mencium pipi menantunya itu dan mengucapkan selamat.


"Terima kasih bunda, tapi sepertinya dia mirip dengan papanya" kata Keyla.


"Tentu!! Dia mirip denganku karena aku adalah papanya" jawab Noah dengan percaya diri.


"Siapa namanya? Apa kalian sudah menyiapkan nama?" Tanya kakek Sultan.


Noah dan Keyla saling melempar tatapan, mengenai Nama sebenarnya mereka berbeda pendapat.


Namun akhirnya Keyla mengalah, ia membiarkan putri kecilnya itu mendapatkan nama dari Noah yang memang sudah menyiapkan nama sejak jauh hari.


"Sudah kek" jawab Noah.


"Namanya adalah Elena Queenie Desmon" sambung Noah.

__ADS_1


"Wahh boss apakah kamu sendiri yang memberinya nama secantik itu?" Tanya Rangga tidak percaya.


"Tentu! Aku tidak pernah asal asalan untuk nama putriku" sahut Noah.


__ADS_2