Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
S2~ CCTV


__ADS_3

Akhirnya Keyla setuju untuk kembali pulang ke rumah mereka.


"Tapi aku belum berpamitan dengan Maylan" ucap Keyla.


"Kirimkan pesan saja By, dia pasti mengerti" saran Noah.


Setelah Keyla mengirimkan pesan kepada Mayla mereka memutuskan untuk segera pulang.


Keduanya berjalan menuju parkiran.


"Kenapa By?" Tanya Noah saat Keyla tiba tiba menghentikan langkahnya.


"Di luar sana pasti banyak mahasiswa yang lain, aku malu" jawab Keyla tertunduk lesu.


Bukankah Noah sudah mengklarifikasi semuanya? Lantas untuk apa dirinya masih merasa malu.


"By semua sudah baik baik saja, kamu tidak perlu khawatir ada aku disini" kata Noah meyakinkan Keyla yang masih sedikit trauma.


Noah memegang wajah istrinya itu dengan kedua telapak tangannya.


Dirasa sudah cukup tenang, Noah memegang tangan Keyla dan segera membawanya berjalan menuju parkiran.


Sepanjang berjalan Keyla hanya tertunduk tanpa berani menatap mahasiswa disana.


"Angkat kepalamu Baby, kamu tidak bersalah" ucap Noah berbisik.


Perlahan Keyla mulai berani mengangkat kepalanya.


Keyla memperhatikan semua orang disana yang menatap dirinya.


Saat mereka hampir sampai di parkiran tiba tiba beberapa gadis menghadang tepat di depan Keyla.


"Hai Key!! Ehh aku minta maaf ya karena sudah mengatakan hal buruk kepadamu"


"Aku juga Key, maafkan aku ya"


Mereka adalah mahasiswa yang sempat menghujat Keyla pagi tadi.


**Jal*ng... Jal*ng... jal*ng** kata kata itu terngiang di pikiran Keyla.


"Keyla butuh waktu, kalian bisa pergi sekarang" tegur Noah, karena pria itu melihat ketidaknyamanan di wajah istrinya.


Noah kembali membawa Keyla menuju parkiran meninggalkan beberapa gadis yang masih di sana.


"Baby naiklah, kita pulang sekarang" kata Noah.


Keyla pun segera naik ke atas motor sport tersebut.


Noah melajukan motornya meninggalkan kampus.


"Gawat!! Bagaimana ini, jika sampai Noah tau aku pelakunya pasti dia akan...aghh" Dona ngeri saat membayangkan kemarahan Noah.


Satu satunya cara adalah dengan membuang kartu tersebut, Dona takut jika Noah sampai melacak nomer barunya itu.


Dona mematahkan kemudian membuang kartu tersebut ke dalam closed.


"Oke aman!" Ucap Dona yakin jika dirinya benar benar sudah aman.


***


Mereka berdua sudah sampai di rumah, Noah langsung membawa Istrinya ke dalam kamar untuk beristirahat.


"Kamu istirahat dulu ya, aku mau ke ruang kerja" kata Noah.


"Jangan lama lama Noah aku takut sendirian di sini" Ucap Keyla yang masih menggenggam tangan Noah.


**Apa dia sampai setrauma ini? Astaga aku tidak tega melihatnya ketakutan** batin Noah.


Jelas terlihat jika wajahn istrinya itu masih sangat cemas.


"Baby, aku di ruang kerja sebentar kamu tidurlah... Aku janji akan segera menemanimu" kata Noah mencoba menenangkan istrinya.


Namun karena tidak tega, akhirnya Noah menemani istrinya itu tertidur lebih dulu.


Tidak membutuhkan waktu yang lama akhirnya Keyla pun terlelap.


Di saat istrinya sudah tidur Noah segera pergi menuju ruang kerjanya.


Karena saat ini Noah benar benar ingin fokus mencari pelaku tersebut.


Brakk!!!


Noah menggebrak meja kerjanya.

__ADS_1


"Sial!! Bagaimana caranya aku menemukan orang bodoh itu" ucap Noah dengan kalut.


Noah segera mengeluarkan ponselnya, ia menghubungi nomer yang mengirim berita hoax itu.


Namun saat sedang melakukan panggilan ternyata nomer tersebut sudah tidak aktif.


Itu semakin membuat Noah kelabakan.


"Oke, ayo berfikir Noah berfikir" Noah menjatuhkan tubuhnya di atas tempat duduknya, memegang kepalanya kemudian berfikir.


"Shit!!! Kenapa tidak aku fikirkan sedari tadi" ucap Noah.


Pria itu teringat akan sesuatu, ia segera membuka ponselnya kembali dan melihat foto tersebut dengan baik baik.


"Jika aku amati, foto ini di ambil dari jalan depan rumah.. heh dasar bodoh" celetuk Noah.


Noah membuka leptopnya dan segera memeriksa CCTV rumahnya.


"Dapat!" Sahut Noah.


Terlihat jelas sebuah mobil berwarna merah muda berhenti di depan ruamah Noah sesaat setelah Noah masuk ke dalam rumah bersama Keyla.


Pengemudi itu membuka sedikit kaca mobil itu, Noah kembali memberikan zoom pada rekaman tersebut.


Dari cela kaca tersebut terlihat kamera ponsel yang mengara padanya.


"100% orang ini adalah pelakunya, dan pasti dia bagian dari kampus bhayangkara. Karena dia mengirimkan berita itu di grup besar kampus, yang hanya bisa di akses oleh mahasiswa dalam kampus itu" ucap Noah.


Akhirnya Noah menemukan titik terang tentang siapa pelaku tersebut.


"Jika kamu seorang pria, pasti kamu sudah habis denganku. Tapi aku yakin kamu adalah wanita" ucap Noah lagi.


Noah segera menghubungi Rangga.


"Ada apa Noah?" Tanya Rangga dari sebrang ponselnya.


"Kerumahku sekarang!" Perintah Noah.


"Aku sedang sibuk Noah, tugasku banyak" jawab Rangga.


"Kerumahku sekarang!! Tidak ada penolakan"


Tutt...


"Hallo Noah.. aghh sial untung dia Noah, jika bukan sudah aku habisi" gerutu Rangga saat Noah mengakhiri panggilannya secara sepihak.


10 menit kemudian...


Rangga berlari menaiki tangga menuju lantai dua di rumah Noah.


Ia segera masuk ke dalam ruang kerja Noah.


Brak!!!


Rangga membuka pintu tersebut dengan sangat keras.


"Air... Beri aku air" ucap Rangga sambil nafasnya yang masih tersenggal senggal.


"Kenapa kamu terlihat kelelahan?" Tanya Noah tanpa dosa.


Padahal Noah mengirimkan pesan kepada pria itu agar sampai kerumahnya dalam waktu 10 menit.


Itu sebabnya Rangga melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, serta berlari memasuki rumah tersebut.


Tanpa menjawab Rangga langsung meneguk segelas air yang berada di atas meja Noah.


"Hei kenapa kemu meminum airku?" Tanya Noah namun Rangga tidak menghiraukannya, ia terus meneguk air itu hingga habis tak tersisa.


"Sudahlah jangan marah marah terus, ini semua juga karena mu yang memintaku kesini tepat waktu" jawab Rangga.


Hufhhh....


"Baiklah untuk saat ini aku maafkan, sekarang cepat duduk!" Perintah Noah.


Dan dengan senang hati Ranggapun duduk berhadapan dengan Noah, karena memang pria itu sangat lelah.


"Ada apa Noah?" Tanya Rangga.


"Lihatlat ini" Noah menunjukkan isi rekaman CCTV rumahnya yang berada di layar leptopnya itu.


"Aku yakin, di dalam mobil ini adalah pelakunya" kata Noah.


Rangga mengamati sedikit demi sedikit ciri ciri yang terlihat di CCTV tersebut.

__ADS_1


"Bentar... Bentar.. otakku loading" celetuk Rangga sambil memegangi kepalanya terlihat seperti orang berfikir.


"Noah aku sepertinya pernah melihat mobil ini" kata Rangga yakin.


"Dimana?"


"Di kampus kita, iya aku yakin di kampus kita" jawab Rangga.


"Iya aku juga berpikir demikian dan sekarang tugasmu adalah mencari Siapa pemilik mobil tersebut" kata Noah.


" Kamu tenang saja percayakan semua kepadaku Aku pasti akan segera menemukan Pelakunya." Kemudian Rangga segera menyimpan rekaman CCTV itu di dalam ponselnya.


Dan lebih beruntungnya lagi, plat nomer mobil tersebut terlihat begitu jelas.


Sehingga mempermudah Mereka untuk mencari pelakunya.


Kemudian setelah obrolan Noah dengan Rangga selesai, pria itu berpamitan untuk segera kembali ke kampus karena Ia masih memiliki beberapa tugas di kampusnya.


Sedangkan Noah Kembali ke kamarnya dan ia masih melihat Keyla dalam posisi tertidur.


"Lekaslah membaik By, aku tidak tega melihatmu seperti ini" kata Noah seraya membelai wajah teduh istrinya itu.


Dan Noah pun turut tertidur menemani Keyla, pria itu memeluk tubuh istrinya dari belakang.


***


Jam sudah menunjukkan pukul 15.00.


Karena sudah tidur terlalu lama akhirnya Noah terbangun lebih dulu.


terdengar sebuah mobil berhenti tepat di halaman rumahnya.


"Itu pasti bunda dan ayah" kata Noah.


pria itu segera keluar dari dalam kamarnya dan berjalan menuju halaman rumah.


"Ayah bunda" kata Noah kemudian bersalamaan dengan kedua orang tuanya.


Noah membawa kedua orang tuanya masuk, dan mereka duduk di ruang tamu bersama.


"Noah bagaimana dengan Key?" tanya Yura.


setelah pulang dari kampusnya Noah sengaja menghubungi orang tuanya, dan Noah pun menceritakan kejadian di kampus.


oleh sebab itu orang tuanya segera datang menemuinya.


"Dia sedang tidur bunda, Key masih sedikit trauma" jawab Noah.


"Kalian harus segera melaksanakan resepsi, jangan di tunda lagi" ucap Elard.


"Iya benar! bunda setuju dengan keputusan ayahmu" timpal Yura.


sebenarnya Noah masih belum siap untuk melakukan resepsi, ia masih tidak ingin pernikahan mudanya tersebar luas.


Namun kini Noah sudah mencintai Keyla sepenuhnya, di tambah lagi kejadian tadi pagi.


bisa saja kejadian itu terulang lagi di luar sana.


nampak Noah berpikir sejenak.


"Baiklah ayah bunda, Noah siap melaksanakan resepsinya" ucap Noah yakin.


"Baguslah nak, El aku akan menghubungi Nara agar dia segera kembali" ucap Yura.


di saat mereka tengah mengobrol serius tentang pernikahan Noah, tiba tiba terdengar Keyla berteriak dari dalam kamarnya.


"Baby!" ucap Noah setelah mengetahui Keyla yang berteriak.


Noah beranjak kemudian segera berlari menuju kamarnya.


karena panik Elard dan Yura juga bergegas menyusul putranya.


"Bukan aku!!! aku bukan jal*ng, bukan aku" Keyla tiba tiba terbangun dan langsung mengigau dengen sedikit berteriak.


"Baby..." Noah langsung memeluk tubuh istrinya saat sudah berada di dalam kamar.


"Baby... ushh tenanglah, aku disini By jangan khawatir" Noah megelus punggung Keyla pelan.


"Nak, bunda dan ayah juga disini" kata Yura yang merasa tidak tega melihat keadaan menantunya itu.


_____


happy reading🄰

__ADS_1


__ADS_2