Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
Salah paham


__ADS_3

Wanita itu adalah sifanya, ia sengaja datang karena memiliki maksud tertentu.


Flasback on


Sifa tengah mengendarai mobilnya hendak pergi kerumah ibu el.


Tiba tiba ponselnya berdering, satu pesan masuk ke ponsel sifa.


Ia pun menepikan mobilnya dan membuka isi pesan tersebut.


📩 08xxx : Nona ini susi, ada kabar penting. baru saja kepala pelayan nita menginformasikan jika nona besar mengalami morning sickness, ia tidak bisa mencium aroma bawang.


Setelah membaca pesan itu sifanya tersenyum licik, ia menemukan ide untuk membuat yura sedikit tersiksa.


Rupanya susi adalah pelayan yang di rekomendasikan oleh sifanya untuk memata-matai elard.


Sifa segera melajukan mobilnya menuju suatu tempat, sifa membelikan makanan untuk yura tentu terdapat campuran bawang di dalamnya.


Setelah selesai membeli sifa langsung menuju rumah elard.


Sesampainya disana sifa langsung masuk ke rumah besar itu.


"Maaf nona untuk apa datang kemari?" tanya nita.


"Aku ingin bertemu yura dan el" jawab sifa.


"Maaf tapi nona yura sedang tidak enak badan" jelas nita lagi.


"Ibu el yang memintaku kemari" sahut sifa.


Kemudian sifa langsung meninggalkan nita, ia segera menuju kamar el.


dan setelah di buka, betapa terkejutnya sifa melihat elard sedang bermesrahan dengan istrinya.


flasback off


Sifanya kembali menutup pintunya, ia mencoba menenangkan emosinya yang mulai naik. dan mengetuk pintu kamar el secara perlahan.


Elard yang mendengar pintu kamarnya di ketuk langsung menyudahi aktifitasnya, yura merapikan rambut dan pakaiannya yang berantakan akibat ulah elard.


"Masuk" kata elard dari dalam kamar.


Pintu pun dibuka, nampak sifa masuk dengan membawa bag kecil di tangannya.


"Untuk apa kamu kesini?" tanya elard, pria itu langsung beranjak dan menghampiri sifa.


"Maaf.. tadinya aku pikir tante hera ada disini, pelayan mengatakan jika yura sakit, jadi aku bermaksud sekalian menjenguknya" jawab sifa.


"Tapi kamu bisa menunggu di bawah" kata elard.


"Aku pikir kamu kerja el, jadi aku berniat langsung menemui yura" jawab sifanya.


Sedangkan yura hanya terduduk di atas tempat tidur, menyaksikan mereka yg sedang berdebat.


**menjengukku? tapi maaf sifa rasanya kamu tidak akan sebaik itu kepadaku** batin yura.


Sifanya berjalan mendekati yura, dan duduk di sampingnya.


"Bagaimana kondisimu?" tanya sifanya.


"Sedikit membaik" jawab yura.


"Syukurlah, ini aku bawakan makanan untukmu tadinya untuk tante hera. berhubung dia tidak disini jadi untukmu saja" kata sifa, ia meletakkan bungkusan itu didekat yura.


"Terima kasih" jawab yura singkat.

__ADS_1


Tiba tiba sifa meletakkan tangannya di atas perut yura, dan mengusapnya pelan.


Tentu itu membuat yura terkejut dan tidak nyaman, dengan cepat yura menyingkirkan tangan sifa.


"Kenapa? aku tidak akan menyakitinya.. jaga baik baik calon anakku" ucap sifanya berbisik, yang hanya bisa di dengar oleh yura.


"Anakmu?" tanya yura yerkejut.


"Bukankah tante hera sudah menjelaskan, dan kamu sudah menyetujuinya? jangan lupakan itu" jawab sifa.


Yura sudah tidak tahan lagi berada di dekat wanita itu.


"El aku ingin istirahat, bisa kah kamu membawanya keluar?" ucap yura kepada elard.


"Sifa biarkan dia istirahat" sahut elard yang masih berdiri di dekat pintu.


"Baiklah" ucap sifa.


Sifa pun berjalan keluar dari kamar itu dan di ikuti oleh elard.


Langkah sifa terhenti saat matanya menangkap ke sebuah ruangan dengan pintu berwana pink.


Sifa berjalan menuju ruangan itu.


"Mau kemana?" tanya elard.


"El.. rupanya kamar ini masih ada ya, aku pikir kamu akan merubahnya. nampaknya kamar ini masih tetap sama" kata sifanya.


Sifanya yakin jika elard belum sepenuhnya bisa melupan dirinya, itu lah yang membuat sifa semakin yakin untuk memiliki elard kembali.


"Aku sangat sibuk, belum sempat membersihkannya" ucap elard.


"Lebih baik kita turun" sambung elard lagi.


Elard dan sifa berjalan menuju ruang tamu, sebenarnya elard ingin mengusir wanita itu untuk pergi dari rumahnya.


Karena setahu elard ibunya sudah mulai berperilaku baik kepada yura, ia tidak ingin sampai sifa mengatakan hal buruk lagi tentang istrinya.


terpaksa elard menemani sifanya untuk mengobrol.


Di dalam kamar yura mengambil bingkisan dari sifanya. dan yura langsung membukanya karena penasaran dengan isi kotak tersebut.


"Uhukk uhukk aromanya keras sekali" ucap yura yang sudah mulai terbatuk.


Yura segera menutup kotak itu dan meletakkan di atas meja.


Namun sudah terlambat, lagi lagi yura merasakan mual. Yura berlari menuju kamar mandi.


Setelah beberapa menit akhirnya yura keluar dalam keadaan lemas.


Aroma makanan serasa memenuhi kamarnya.


Yura menutup hidungnya, dan membawa kotak makan itu keluar dari kamarnya.


Dengan langkah yang sedikit sempoyongan yura menuruni tangga, namun langkahnya terhenti saat melihat suaminya tengah berduan dengan sifanya.


Tanpa sengaja sifa melihat ke arah yura yang sedang berdiri di tangga.


*Ini kesempatanku* batin sifanya.


Sifa mendekati elard dan meletakkan wajahnya di depan elard.


"Sepertinya ada sesuatu di wajahmu" kata sifanya.


Sedangkan jika di lihat dari arah yura, mereka berdua seperti orang yang sedang berciuman.

__ADS_1


Brak...


Yura menjatuhkan kotak tersebut, ia membalikkan badannya dan berjalan kembali menuju kamarnya.


Sedangkan elard sama sekali tidak menyadari jika yura berada disana.


"Apa sudah selesai?" tanya elard kepada sifa.


"Sudah" jawab sifa.


Tiba tiba ponsel elard berbunyi, terlihat nama leo di layar ponselnya.


Elard berjalan menuju teras rumahnya dan mengangkat panggilan itu.


Sedangkan sifa berlari menuju tangga, ia mengambil bungkusan yang tadi tidak sengaja di jatuhkan yura.


Sifa segera membuang bungkusan itu di tempat sampah, menghilangkan jejak jika tadi ada yura sempat berada disana.


Sifa kembali lagi duduk di sofa ruang tamu.


"Sifa bisakah kamu pulang? karena aku masih banyak pekerjaan" ucap elard.


"Baiklah. kalau begitu aku pulang ya el sampai jumpa" ucap sifanya dengan penuh kepuasan.


Setelah melihat mobil sifa sudah pergi, elard kembali menuju kamarnya untuk melihat ke adaan yura.


Sesampainya di dalam kamar, elard melihat yura sudah tertidur.


"Apa kamu sudah tidur?" tanya elard, namun tidak ada jawaban dari istrinya.


Kemudian elard mengambil laptopnya dan duduk di dekat yura.


Elard harus mengirimkan beberapa email kepada leo, karena hari ini ia tidak bisa ke kantor.


Disela sela kesibukannya elard menatap isrtinya dan kemudian mencium keningnya.


Seketika membuat yura mengernyitkan dahinya.


**rupanya kamu pura pura tidur yaa** batin elard, namun yura tetap enggan untuk membuka matanya.


Yura masih diam dengan posisinya, entah kenapa ia merasa kesal dengan elard.


Setelah berciuman dengan dirinya lalu berganti berciuman dengan mantan kekasihnya, begitu pikir yura.


Elard meletakkan leptopnya, dan ikut merebahkan tubuhnya di samping yura.


Tiba tiba tangan elard melingkar di pinggang yura, ia sengaja melakukan itu karena tau jika istrinya sedang membohongi dirinya.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya yura dan menyingkirkan tangan elard dari tubuhnya.


"Aku sedang tidur" jawab elard dengan entengnya.


"Iya tapi tidak perlu mendekatiku" ucap yura lagi, kini wajahnya sudah mulai emosi.


Elard membalikkan tubuh yura agar berhadapan dengannya.


"Kenapa marah seperti itu?" tanya elard sambil memegang wajah istrinya.


"Tidak apa apa" sahut yura.


ia kembali membalikkan tubuhnya.


Karena jika bertatapan dengan elard pasti jantungnya akan berdegup tidak karuan.


*****

__ADS_1


happy reading🥰


__ADS_2