
Rangga dan Nara berjalan menuju kantin.
Kantin tersebut cukup luas dan banyak sekali mahasiswa yang menghabiskan waktu rehatnya disana.
"Rangga lebih baik kita berpencar saja" ucap Nara.
"Kamu sebelah sini saja, biar aku yang mencari disana" kata Rangga.
Mereka berdua pun berpencar.
Banyak mahasiswa pria yang menatap Nara dengan lekat, wajah blasterannya itu berhasil membuat para kaum adam berdecak kagum. Mereka semua menatap Nara terpesona.
"Sial!! Ingin aku mencongkel mata mereka yang menatap Nara seperi itu" ucap Rangga yang sadar jika mahasiswa disana memperhatikan Nara.
"Nara..." Panggil Rangga
"Kenapa kamu disini? Kamu sudah menemukan Key?" Tanya Nara.
"Be..belum kita cari bersama saja, aku takut kamu tersesat disini" kata Rangga.
Padahal pria itu tidak ingin Nara di tatap banyak mata mahasiswa disana.
"Kamu ini lucu sekali, mana mungkin aku tersesat di kantin. Sudah sana kamu cari di sebelah sana" kata Nara.
"Tidak!! Aku akan mencari bersamamu, ayo kita cari bersama" Rangga meraih tangan Nara dan menggenggamnya, Nara yang mendapatkan sentuhan lembut dari tangan Rangga pun terkejut.
**Astaga jantungku... Kenapa hanya di genggam Rangga jantungku seakan ingin melompat** batin Nara.
Seketika wajah gadis itu memerah, biasanya di Amerika Nara bergaul dengan siapapun ia tidak pernah merasakan jantungnya berdetak sekencang ini.
Rangga sengaja menggenggam tangan Nara, agar pria pria disana berhenti menatap gadis itu.
Beberapa menit mereka mencari Keyla namun mereka sama sekali tidak menemukannya.
"Itu sepertinya teman sekelas Keyla" ucap Rangga saat melihat Gina sedang duduk di sudut yang lain.
"Aku akan coba bertanya kepadanya"
"Permisi..." Sapa Rangga.
"Iya kak" jawab Gina.
"Kamu teman satu kelas Keyla bukan??" Tanya Rangga.
"Iya kak, ada apa?" Tanya Gina balik.
"Apakah kamu tahu dimana Keyla? Aku sudah berusaha mencarinya namun sama sekali tidak menemukannya" tanya Rangga.
"Tadi kita akan pergi ke kantin bersama, tetapi Key pamit ke toilet sampai sekarang belum kembali" jawab Gina.
"Baiklah terima kasih" jawab Rangga.
Rangga dan Nara langsung menuju toilet wanita.
"Biar aku saja yang masuk, kamu tunggu sini" ucap Nara.
"Baiklah"
Nara pun masuk ke dalam toilet wanita tersebut.
Saat baru saja membuka pintu, Nara terbelalak saat melihat gadis yang sedang duduk meringkuk di lantai.
__ADS_1
Nara memperhatikan gadis tersebut sebelum ia menyadari jika gadis itu adalah Keyla istri kakaknya.
"Keyla..." Panggil Nara.
Nara langsung berlari menghampiri Keyla.
"Key kamu kenapa??" Tanya Nara namun Keyla tidak merespon, gadis itu masih menundukkan kepalanya menahan sakit yang sedang mendera dirinya.
"Key... Keyla kamu mendengarku?" Nara menepuk pelan bahu Keyla, sampai akhirnya Keyla pun mengangkat kepalanya dan menatap ke ara Nara.
"Key, wajahmu pucat sekali..! Ada apa Key??" Nara terlihat sangat khawatir.
Melihat wajah Keyla yang pucat dan sembab.
"Nara tolong aku" ucap Keyla.
"Iya Key... Kamu tunggu disini aku akan segera memanggil Rangga" kata Nara.
"Rangga!!! Cepat masuk bawa Key kerumah sakit" ucap Nara.
Rangga segera menerobos masuk toilet tersebut, tidak perlu bertanya apapun Rangga langsung mengangkat tubuh Keyla.
"Bagaimana ini aku tidak membawa mobil" ucap Rangga yang tidak kalah panik.
"Jika menunggu kakak pasti lama, lebih baik kita naik taxi saja" saran Nara.
Rangga sedikit berlari membawa tubuh Keyla yang lemas, Nara pun segera mencari taxi.
Setelah mendapatkan taxi tersebut Rangga langsung memasukkan tubuh Keyla dan mereka semua segera pergi ke rumah sakit terdekat.
"Key apa yang terjadi padamu??" Tanya Nara.
Keyla menyandarkan kepalanya di bahu Nara.
Tidak butuh waktu lama mereka pun sudah sampai di rumah sakit.
Rangga kembali mengangkat tubuh Keyla dan segera membawanya masuk ke dalam rumah sakit tersebut untuk mendapatkan perawatan.
Rangga dan Nara menunggu di luar ruangan tersebut.
"Aku akan segera menghubungi Noah" kata Rangga.
"Iya Ga, aku tidak bisa menghubungi kakaku karena terlalu panik" kata Nara.
Rangga mengeluarkan ponselnya dan ia pun segera menghubungi Noah.
Kebetulan Noah saat ini sedang ada miting di kantornya. Ia baru saja mendapatkan kerja sama besar dengan perusahaan luar negeri, ini ada proyek pertamanya saat ia baru saja menjabat sebagai CEO di kantor ayahnya tersebut.
Noah melihat layar ponselnya menyala, dan tertera nama Rangga disana.
"Paman Leo bisakah paman menggantikan aku sebentar?" Tanya Noah.
"Siap tuan" dengan senang hagi Leo pun segera melanjutkan presentasi Noah.
Noah membawa ponselnya keluar ruangan tersebut dan segera menjawab panggilan dari Rangga.
"Hallo. Ada apa Ga?" Tanya Noah.
"Noah segeralah kemari, Keyla berada di rumah sakit" jawab Rangga.
"Apa!! Kenapa dia bisa masuk rumah sakit?" Tanya Noah terkejut.
__ADS_1
"Aku pun tidak tau, segeralah kesini" jawab Rangga.
Tanpa menjawab Noah pun langsung mengakhiri panggilan tersebut.
Ia bergegas menuju rumah sakit.
Rangga mengirimkan alamat rumah sakit tersebut kepada Noah.
"Paman!! Aku harus pergi sekarang, aku harap paman bisa mengatasinya" kata Noah kepada Leo.
"Baiklah tuan, anda hati hati di jalan" kata Leo.
Noah segera mengambil jasnya dan berpamitan kepada seluruh rekan kerjanya yang ada di ruangan tersebut.
Ia melajukan mobilnya menuju rumah sakit dengan kecepatan tinggi.
Noah khawatir akan sesuatu yang menimpa istrinya.
Beberapa kali Noah berdecak kesal saat mengalami macet.
***
Hampir setengah jam akhirnya Noah pun sampai di rumah sakit tersebut.
Setelah turun dari mobilnya Noah langsung berlari memasuki rumah sakit itu.
Ia tidak memperdulikan banyaknya orang yang melihat ke arahnya.
"Rangga dimana istriku?" Tanya Noah.
"Di dalam, dokter sedang menanganinya" jawab Rangga.
"Kenapa bisa dia masuk rumah sakit? Apa yang terjadi padanya?" Tanya Noah.
Nara melihat kakaknya yang begitu emosi, ia takut jika kakaknya itu akan memarahi Rangga.
"Kakak duduklah aku akan menceritakannya" ucap Nara menenangkan Noah.
Nara membawa Kakaknya duduk di salah satu bangku yang ada disana.
"Kak, aku dan Rangga tidak tau apa yang terjadi padanya. Pada saat aku mencarinya di toilet Keyla sudah mengeluh kesakitan. Padahal tadi pagi masih baik baik saja" jelas Nara.
Noah mencoba meredahkan emosinya, dan berusaha tenang.
Dokter wanita itu pun keluar dari ruangan Keyla.
"Bagaimana istri saya dok?" Tanya Noah.
"Istri anda baik baik saja tuan, sakitnya juga sudah mereda. Saran saya jangan membuat istri anda banyak pikiran atau tertekan. Apa lagi sampai membuatnya terkejut" jelas dokter wanita tersebut.
"Baik dok, apa saya sudah bisa menemuinya?" Tanya Noah.
"Silahkan tuan"
Akhirnya Noah Nara dan Rangga pun masuk ke dalam ruangan tersebut.
Keyla melihat suami serta adik iparnya itu masuk ke dalam ruangan.
Keyla mencoba tenang meskipun sebenarnya ia benar benar kesal dengan suaminya itu.
_____
__ADS_1
happy reading🥰🥰