Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
S2~ Putusnya Pertemanan


__ADS_3

Di dalam mobil Rangga nampak gusar, ia khawatir jika Noah akan memarahi gadis itu dan tidak akan mengampuninya.


Bagaimana pun Rangga sangat tau bagaimana sikap Noah saat ia sedang marah karena seseorang itu mengecewakannya atau membuat masalah dengannya.


Sebisa mungkin Rangga akan menahan Noah jika saja pria itu sudah mulai naik pitam.


"Kenapa kamu melihatku seperti itu?" Tanya Noah saat ia merasa Rangga memperhatikannya.


"Tidak apa apa Noah, aku hanya khawatir kamu akan marah besar kepada gadis itu" jawab Rangga.


"Aku seorang pria, bagaimana pun pantangan bagiku untuk menyakiti wanita sekalipun dia bersalah" ucap Noah.


Hampir 15 menit akhirnya Mereka pun sampai di depan gerbang umah Dona.


Rumah yang cukup besar namun terlihat hampa.


"Kita sudah sampai" kata Rangga.


Noah pun turun dari mobil tersebut, tidak lupa Noah memakai kaca mata hitamnya dan di ikuti oleh Rangga.



Dua penjaga rumah tersebut segera menghampiri Noah dan Rangga.


"Maaf tuan tuan ini mencari siapa?" Tanya penjaga tersebut.


"Saya ada urusan dengan Dona, katakan saja Noah ingin bertemu dengannya" jawab Noah.


Penjaga itu segera menghubungi salah seorang pelayan yang berada di dalam rumah tersebut.


Terlihat penjaga itu hanya mengangguk kemudian mengakhiri panggilannya.


"Tuan silahkan masuk, nona Dona sudah menunggu" kata penjaga tersebut.


Setelah mendapatkan ijin Noah dan Rangga pun memasuki pekarangan rumah Dona.


Beberapa pelayan membukakan pintu untuk Noah dan mempersilahkan mereka untuk duduk di ruang tamu.


Sedangkan di kamar Dona sedang bersiap, ia tidak tau mengapa pria itu tiba tiba datang kerumahnya, tentu Dona yang sudah mulai kegirangan tidak ingin berfikir panjang.


Ia memoles wajah nya secantik mungkin, tak lupa parfum pun ia semprotkan di tengkuknya.

__ADS_1


"Noah mengapa tiba tiba datang kerumah?? Jantungku berdebar saat tau dia kemari" kata Dona sambil melihat penampilannya di depan cermin.


Dirasa sudah cukup Dona pun segera keluar dari kamarnya. Ia menuruni tangga dengan gaya anggunnya dan Dona melihat pria itu sudah duduk di ruang tamu rumahnya.


Seperti biasa Noah akan terlihat sangat tampan.


"Noah... Rangga, tumben kalian datang kerumahku sepagi ini?" Tanya Dona, karena memang jam masih menunjukkan pukul 9 pagi.


"Tunggu sebentar, aku akan menyiapkan beberapa cemilan untuk kalian" kata Dona.


"Tidak perlu!!!" Sahut Noah.


Dona mengurungkan niatnya, ia memperhatikan wajah Noah yang terlihat serius.


Noah melepas kaca mata yang sedari tadi ia gunakan.


"Aku tidak punya banyak waktu untuk memakan cemilan denganmu" kata Noah.


"Se...sebenarnya ada apa Noah? Kenapa wajahmu serius sekali?" Tanya Dona gugup.


"Hentikan drama konyol ini!!! Aku tidak tau mengapa kamu selalu mengganggu istriku, apa belum puas hukuman yang kamu terima?" Tanya Noah langsung pada intinya tanpa basa basi.


Bagaikan di sambar petir pagi hari, mengapa Noah bisa mengatakan hal tersebut.


"Aku pikir setelah kamu mendapatkan hukuman kamu akan jerah, ternyata aku salah... Untuk apa kamu menceritakan semuanya kepada Keyla tentang kejadian itu!!!" Noah menggebrak meja yang ada di hadapannya. Sampai Dona dan beberapa pelayan yang ada disana terkejut.


Rangga berusaha untuk menenangkan pria itu, antisipasi jika tiba tiba Noah emosinya meledak.


"Karena ulahmu aku hampir saja kehilangan calon bayiku, kamu tau jika kandungan Keyla lemah itu sebabnya kamu melakukan hal bodoh itu" sambung Noah lagi.


"Noah... Aku hanya, aku tidak bermaksud" Dona mulai kehilangan kata katanya. Selama berteman dengan Noah gadis itu tidak pernah melihat pria itu marah sampai seperti ini.


"Aku tidak membutuhkan alasan apapun darimu, aku menyesal karena menganggapmu sebagai temanku dan menjadikan gadis sepertimu sebagai teman. Apa kamu benar benar seorang wanita??? Ah aku rasa kamu bukan seorang wanita, sampai sampai kamu tega menyakiti wanita lain untuk ambisimu... Karna dirimu Keyla kehilangan sahabatnya dan karena dirimu juga..." Noah menarik nafasnya panjang sebelum ia melanjutkan ucapannya.


"Dan karena dirimu, mulai saat ini aku mengakhiri pertemanan kita. Lupakan jika kita pernah berteman!!!!" Kata Noah tegas tanpa belas kasihan sedikitpun, Dona mulai menitihkan air matanya.


"Tidak Noah! Aku tau aku salah tapi aku mohon jangan putuskan pertemanan kita, aku melakukan semua ini karena aku menyukaimu Noah... Karena aku mencintaimu" jelas Dona.


"Cih...! Mencintai seorang pria yang sudah beristri, mencari cara licik untuk mendapatkan pria yang kamu inginkan... Itu bukan cinta Dona tapi obsesi" sahut Noah.


Selama ini Noah menganggap Dona adalah gadis yang baik sehingga ia bersedia berteman dengannya. Meskipun seringkali Dona bertindak tidak masuk akal.

__ADS_1


Namun melihat Dona yang ternyata mencintainya mungkin lebih baik jika memutuskan semua hubungan apa pun dengan Dona.


"Jangan katakan itu Noah, aku tidak ingin kehilangan pertemanan kita. Aku meyesal aku mohon" kata Dona lirih dengan bibir bergetar.


Noah beranjak dari duduknya dan ia pun memakai kembali kaca mata hitamnya.


"Urusan kita sudah selesai, aku sudah mengatakan semua yang ingin aku katakan. Jika kamu mengulanginya lagi maka aku tidak akan segan membawamu ke jalur hukum. Lupakan semua anggap kita tidak saling kenal" jelas Noah untuk yang terakhir kalinya.


Dan Noah pun hendak keluar dari rumah Dona, namun saat baru saja Noah melangkahkan kakinya tiba tiba terdengar seseorang jatuh.


"Awwwhh" pekiknya.


Noah segera membalikkan tubuhnya dan melihat Dona sudah terduduk di lantai dengan wajah yang kesakitan.


"Hentikan dramamu Dona, aku tidak akan terpengaruh" ucap Noah acuh.


"Noah aku benar benar kesakitan, bisakah kamu membantuku kerumah sakit??" Tanya Dona merintih.


"Apakah di saat Keyla kesakitan dan meminta bantuan lantas kamu membantunya?? Tentu tidak! Kamu meninggalkan istriku dalam keadaan kesakitan, dan sekarang tidak akan ada yang membantumu" tolak Noah, pria itupun berlalu pergi meninggalkan Dona yang masih terduduk di lantai, sedangkan Rangga hanya bisa mengikuti Noah.


pria itu tidak ingin ikut campur masalah Dona.


"Noah tunggu!!!" Panggil Dona, namun Noah sudah tidak ingin memperdulikan gadis itu lagi.


Noah dan Rangga segera meninggalkan kediaman Dona.


Setelah kepergian Noah, beberapa pelayan pun menghampiri Dona.


"Nona apa yang terjadi?" Tanya pelayan itu.


"Panggil supir, aku harus kerumah sakit" perintah Dona.


"Baik Nona" pelayan itu segera berlari memanggil supir untuk membantu Dona.


"Bagaimana ini?? Noah sudah memutuskan semua hubungannya denganku, jangankan mendapatkan hatinya kini Noah tidak ingin mengenalku lagi" gumam Dona sambil menahan sakit yang ia rasakan di bagian pinggangnya.


"Semua ini karena gadis sial itu, dia pasti sudah menceritakan hal itu kepada Noah." Kata Dona lagi.


Rasa kesalnya kepada Keyka semakin besar, namun ia tidak bisa melakukan apa apa dalam kondisinya yang seperti ini.


Tidak lama sopir Dona segera membawa gadis itu menuju rumah sakit.

__ADS_1


_____


happy reading🄰


__ADS_2