
Setelah cukup lama terhanyut dalam kesedihan dan penyesalan kini Vivian meminta maaf kepada ayahnya, karena dari awal ia tidak pernah mendengarkan ucapan sang ayah.
Vivian hanya takut kehilangan suaminya yang menurutnya sangat berarti melebihi apapun setelah sang kekasih Bima meninggal.
"Ayah, maafkan aku" ucap Vivian sambil memeluk ayahnya.
"Ayah sudah memaafkanmu, meskipun ayah sangat kecewa" jawab kakek Sultan.
"Noah bisakah kamu membawa Citra untuk datang kemari?" Tanya Kakek Sultan.
Noah melihat ke arah ayahnya seolah ia meminta pendapat.
Dan Elard pun menganggukkan kepalanya.
"Baik kek, Noah akan segera menghubunginya" kata Noah seraya mengambil ponsel dari dalam kantung celananya.
***
Dirumah mewah itu Yura dan Keyla baru saja selesai berkebun, rasa lelah pun mulai terasa akibat cuaca yang cukup terik.
"Bunda, aku mandi dulu ya... Badanku sudah lengket semua" ucap Keyla.
"Iya nak, selesai mandi beristirahatlah tidak baik jika kamu terlalu lelah" nasihat Yura.
"Iya bunda" Keyla pun segera menuju lantai dua dimana kamarnya berada dan gadis itu segera membersihkan tubuhnya.
Sedangkan Yura masih duduk di meja makan sambil meneguk segelas air.
"Ada apa Noah menghubungiku?" Tanya Yura yang melihat ponselnya, tertera nama putranya disana.
"Hallo Noah, ada apa nak?"
"Bunda, dimana Key?"
"Dia sedang mandi. Ada apa?"
"Bunda ada hal penting yang harus Noah ceritakan kepada bunda"
"Iya sayang, cerita saja!" Jawab Yura.
"Bunda... Sekarang Noah dan ayah ada dirumah sakit".
"Siapa yang sakit nak?? Kamu atau ayah, kalian kenapa?" Tanya Yura yang tiba tiba panik.
"Bunda tenang dulu! Noah dan ayah baik baik saja dengarkan Noah terlebih dahulu bunda"
Akhirnya Noah pun menceritakan semuanya kepada sang bunda, meski tidak terperinci.
Terlihat Yura begitu terkejut saat mendengarkan cerita Noah.
"Astaga... Kenapa kamu tidak bilang kepada bunda dari awal nak?"
"Tidak ada waktu bunda, Noah masih bingung dan sekarang bunda sudah tau semuanya. Bunda bawa Keyla kemari tapi Noah mohon berhati hatilah saat bicara kepadanya" jelas Noah.
"Baik nak, bunda akan segera mengantar Keyla"
"Terima kasih bunda, sampai jumpa"
Noah pun mengakhiri panggilannya.
Yura masih menyusun kata kata yang tepat untuk ia katakan kepada Keyla.
Bagaimana pun ini adalah masalah yang besar,
Akankah Keyla mau menerimanya atau tidak.
"Lebih baik aku mandi sekarang, setelah itu aku akan menceritakan kepada Key" gumam Yura.
__ADS_1
Yura akhirnya memutuskan untuk mandi terlebih dahulu.
Setelah cukup lama akhirnya Yura sudah menyelesaikan aktifitasnya.
Ia segera bersiap kemudian menuju ke kamar Keyla.
Kebetulan kamarnya tidak di kunci sehingga Yura bisa langsung masuk, terlihat Keyla sedang duduk di balkon sambil mengeringkan rambutnya.
"Key..." Panggil Yura.
"Iya bunda, b..bunda mau kemana?" Tanya Keyla yang melihat Yura menggunakan baju rapi lengkap dengan tas kecil yang melingkar di pundaknya.
"Bunda mau kerumah sakit nak, kamu ikut ya" jawab Yura.
Sontak membuat Keyla langsung beranjak dari duduknya.
"Siapa yang sakit bunda?" Tanya Keyla.
"Mmm... Yang sakit kakek Sultan, beliau adalah... Kakek kandung kamu" jawab Yura.
"Kakek? Maksudnya apa bunda? Keyla tidak mengerti?" Tanya Keyla dengan rasa yang sangat bingung.
Mungkin butuh waktu cukup lama untuk menjelaskan kepada Keyla cerita yang sebenarnya.
"Nak jangan terkejut dengan cerita bunda ini, saat ini kakek kandungmu berada di rumah sakit. ia sudah lama mencarimu tapi tidak pernah berhasil"
"Dan sekarang beliau sedang sakit, alangkah lebih baik jika kamu menemuinya. kakek Sultan sangat ingin bertemu denganmu Key" sambung Yura lagi.
"Aku masih tidak mengerti bunda, ini terlalu mengejutkan dan mendadak" kata Keyla.
jujur saja gadis itu masih tidak mengerti bagaimana cerita dari awal, ia merasa ini semua hanya lelucon baginya.
Dan akhirnya Yura memilih untuk menceritakan semuanya nanti saat di rumah sakit, karena Noah mengatakan jika kakek sultan sangat ingin bertemu dengan dirinya.
***
"Sudah yah, mungkin sebentar lagi sampai" jawab Noah.
Vivian duduk di sofa yang berada di ruangan tersebut, sebentar lagi dirinya akan bertemu dengan putri kandungnya.
Lantas apa yang harus ia katakan, kemarin Vivian sangat ingin bertemu dengan Citra putrinya.
Namun entah mengapa saat ini wanita itu merasa gugup.
"Bibi kenapa?"tanya Noah.
"Saya bingung, apa yang harus saya katakan saat bertemu dengannya" jawab Vivian.
"Bibi katakan saja apa yang ada di dalam hati bibi, karena itu sebuah ketulusan. Tidak perlu merangkai kata kata lagi" ucap Noah.
Tidak berapa lama pintu ruangan itupun terbuka.
Yura masuk lebih dulu, dilihat anak dan suaminya berada disana serta seorang pria paruh baya yang sedang terbaring di atas ranjang, sudah pasti itu kakek Sultan.
Dan Yura juga melihat wanita duduk di samping putranya.
"Bunda, dimana Key?" Tanya Noah.
"Nak masuklah!" Pinta Yura kepada Keyla yang masih termenung di luar ruangan itu.
Kakinya seolah berat untuk melangkah memasuki ruangan tersebut.
Noah beranjak dari duduknya, dan ia segera menghampiri sang istri.
"Baby kamu baik baik saja kan?" Tanya Noah.
"Ehh iya Noah, aku... Aku baik baik saja" jawab Yura.
__ADS_1
Noah menggenggam tangan Keyla dan ia pun segera membawa Keyla masuk ke dalam ruangan tersebut.
Baru saja masuk pandangan Keyla langsung tertuju kepada wanita yang duduk di sofa dengan mata sedikit sembab.
"Bibi Vivian" ucap Keyla.
"Kamu Keyla kan?" Balas Vivian sambil menunjuk ke arah Keyla.
Mereka semua yang tidak mengetahui jika Keyla dan Vivian pernah bertemu pun nampak bingung.
"Apakah kalian saling kenal?" tanya Noah
"Iya Noah, aku pernah bertemu dengan Bibi Vivian di rumah sakit saat kita control dan itu adalah pertemuan pertama ku dengan Bibi Vivian" jawab Keyla
"Tapi... Kenapa bibi ada disini?" Tanya Keyla lagi.
"Maaf nak seharusnya bibi yang bertanya kenapa kamu berada di sini?" tanya Vivian karena wanita itu masih belum mengetahui siapa Keyla sebenarnya.
Keyla menatap kearah Noah seolah bertanya ada apa ini.
Suasana di ruangan itu semakin panas, semua berdiam diri tanpa ada yang menjelaskan.
"Nak, apa kamu yang bernama Keyla?" Tanya kakek Sultan memulai obrolan.
"I..iya saya Keyla" jawab Keyla.
"Kemarilah nak!"
"Baby mendekatlah, kakek Sultan orang baik" ucap Noah.
Keyla pun berjalan menghampiri kakek Sultan.
Baru saja mendekat kakek Sultan langsung memeluk tubuh Keyla.
"Cucuku..." Ucap kakek Sultan lirih.
Mendengar kakek Sultan memanggilnya cucu, Keyla langsung yakin jika pria paruh baya yang sedang tidak berdaya itu adalah kakeknya.
"Apa kakek adalah kakekku?" Tanya Keyla.
"Iya nak ini kakek, maafkan kakek yang lambat menemukanmu" jawab kakek Sultan yang merasa bersalah.
Tanpa mendengar penjelasan apapun Keyla langsung membalas pelukan tersebut, Keyla sangat senang akhirnya ia bisa bertemu dengan salah satu keluarga kandungnya yaitu kakek Sultan.
Gadis itu belum menyadari jika wanita yang bernama Vivian adalah ibu kandungnya.
**Ayah menyebutnya cucu?? Apa dia putri ku, apa dia Citra kecil yang aku tinggalkan di panti asuhan itu? Astaga kenapa aku tidak bisa mengenalinya saat pertama bertemu** batin Vivian yang tidak kalah terkejutnya.
"Bagaimana kabar kakek? aku tidak menyangka Akhirnya bisa bertemu dengan kakek" tanya Keyla.
"Kakek baik-baik saja Nak, seharusnya kakek yang bertanya Bagaimana kabarmu dan maafkan kakek yang sudah terlambat Menemukanmu" ucap kakek Sultan.
"Aku baik baik saja kek, aku selalu berharap dan berdoa agar suatu saat bisa bertemu dengan keluarga kandungku" kata Keyla.
Mereka semua merasa senang dan haru, ternyata ikatan seorang kakek dengan cucunya begitu kuat.
Meskipun awal bertemu, Keyla tidak merasa marah. Ia malah senang bisa bertemu dengan kakeknya.
Mereka semua sampai melupakan Vivian yang mematung di sana.
"Kamu sama sekali tidak marah kepada kakek?" Tanya kakek Sultan.
"Ingin rasanya aku marah, tetapi setelah kakek memelukku aku bisa merasakan jika kakek sangat menyayangiku. Terlepas mengapa aku bisa berada dan di besarkan di panti, rasa bahagiaku mengalahkan kemarahanku" jelas Keyla.
"Syukurlah... Terima kasih sudah menerima kakek secepat ini nak" kakek Sultan kembali memeluk Keyla.
______
__ADS_1
happy reading🥰🥰🥰