
Beberapa menit mereka pun sudah sampai, Noah memarkirkan mobilnya di area parkiran mall tersebut.
Kemudian mereka segera turun dari mobil.
Siapa menduga jika Freya langsung merangkul lengan Noah.
Keyla yang melihat itu hanya bisa menarik nafasnya panjang.
"Kak aku ingin memberi beberapa alat tulis" kata Freya seraya mereka berjalan memasuki mall.
"Hmm" jawab singkat Noah.
Keyla pun ikut kemana mereka berdua berjalan, Keyla mengikuti dari belakang.
Mereka sudah berada di toko dimana menjual berbagai macam kebutuhan sekolah.
Mulai dari tas, sepatu, buku dan lain lain.
Keyla pun turut memilih.
Sesekali Keyla menatap ke arah Noah, lebih tepatnya ke arah Freya dimana yang tengah asik memilih namun tangannya tetap menggandeng lengan Noah.
"Kak ini bagus?" Tanya Freya.
"Iya" jawab Noah.
Apa pun yang dibeli Freya ia selalu menanyakan kepada Noah.
Jika orang melihat pasti akan mengira mereka pasangan kekasih.
"Noah menurutmu lebih bangus yang mana?" Tanya Keyla yang tiba tiba menghampiri mereka dengan membawa dua buah sepatu.
"Yang...." Noah menghentikan kalimatnya saat Freya menunjuk salah satu sepatu tersebut.
"Yang ini kak, ini lebih bagus dan cocok untukmu" jawab Freya.
Bukankah Keyla bertanya kepada Noah, lantas mengapa gadis itu yang menjawabnya.
Keyla hanya membalas dengan senyuman kemudian ia kembali ke posisi awalnya.
Noah merasa tidak nyaman saat Freya memutus perkataannya.
"Freya jangan lakukan hal seperi itu, itu tidak sopan" ucap Noah kepada Keyla.
"Melakukan apa kak?" Tanya Freya.
"Memutus perkataan orang lain, Dia bertanya kepadaku dan kamu tidak baik jika langsung menjawabnya seperti tadi" jawab Noah jujur.
"Maaf kak, aku hanya ingin membantu dia, bukankah kita sesama wanita jadi pasti tau mana yang cocok" kata Freya.
Noah enggan untuk menjawabnya lagi.
Mereka pun melanjutkan berbelanjanya.
Keyla kembali mendekati Noah dengan membawa dua buah tas
Pada saat Keyla akan bertanya, Freya lebih dulu menyodorkan beberapa barang kepada Noah.
"Kak lebih bagus mana?" Tanya Freya.
"Yang ini" jawab Noah sambil menunjuk barang tersebut.
"Kalau yang ini?" Lagi lagi Freya menyodorkan beberapa barang kepada Noah. Itu membuat Keyla mengurungkan niatnya.
__ADS_1
"Apa mereka tidak bisa melihat jika aku ada disini!!!" Gerutu Keyla kesal.
Keyla pun menaruh barang barang tersebut dan langsung keluar dari toko perlengkapan sekolah.
"Lebih baik aku lihat lihat baju" ucap Keyla kemudian berlalu tanpa berpamitan kepada mereka berdua.
Sedangkan Noah tidak sadar jika Keyla pergi dari toko itu.
Karena Freya terus saja membuatnya sibuk dengan beberapa pilihan.
Kini Keyla sudah berada di toko baju, terlihat baju baju itu sangat berkelas dan memiliki harga yang cukup fantastis.
"Apa ini yang di sebut baju branded? Bagus sekali, tapi harganya mahal" ucap Keyla kepada dirinya sendiri.
Keyla memilih beberapa baju, namun saat sibuk memilih tiba tiba Keyla merasa ingin buang air kecil.
"Permisi, toilet sebelah mana ya?" Tanya Keyla kepada salah satu pelayan toko.
"Nona jalan terus, kemudian belok kanan. Nah di ujung itu toiletnya" jawab pelayan tersebut dengan ramah.
"Baik terima kasih" Keyla pun pergi ke toilet sesuai dengan petunjuk yang pelayan itu katakan.
Sesampainya Keyla langsung masuk ke salah satu toilet.
Setelah selesai, Keyla menuju wastafel yang terdapat kaca cukup besar.
Ia Merapikan rambutnya dan beberapa riasan di wajahnya.
"Aku belum membeli apa pun, tapi sudah merasa lelah" gumam Keyla.
Setelah selesai Keyla pun hendak keluar dari toilet tersebut namun ternyata pintunya terkunci tidak bisa di buka.
"Lohh kok tidak bisa di buka" ucap Keyla sambil terus menarik gagang pintu tersebut.
Keyla menggedor pintu tersebut dari dalam.
"Tolong.... Apa ada orang di luar?? Saya terkunci disini" teriak Keyla sambil terus menggedor pintunya.
Namun tidak ada seorangpun yang mendengar teriakan Keyla.
"Lebih baik aku telpon Noah" kata Keyla ia pun mengambil ponselnya, sebelumnya Yura sudah memberikan nomer Noah kepada Keyla.
"Astaga!! Tidak ada sinyal disini" ucap Keyla saat melihat tidak ada sinyal di ponselnya.
Keyla mengangkat ponselnya berharap ada sinyal yang masuk.
Namun usahanya Nihil, tidak ada sinyal sedikitpun yang masuk ke ponsel Keyla.
"Bagaimana ini, tolong.... Siapapun diluar tolong saya" teriak Keyla.
Keyla terus saja berteriak meminta pertolongan, sampai akhirnya Keyla lelah.
Ia pun terduduk di lantai di balik pintu sambil melipat kakinya.
Di tempat lain Freya sudah melakukan pembayaran, mereka hendak keluar dari toko itu.
Noah mengedarkan pandangannya ia mencari keberadaan Keyla.
"Dimana Keyla?" Tanya Noah kepada Freya.
"Tidak tau kak, bukannya tadi disini ya" jawab Freya yang juga ikut mencari keberadaan Keyla.
"Dimana dia, kenapa tidak bilang kepadaku jika ingin pergi" gumam Noah namun masih bisa di dengar oleh Freya.
__ADS_1
"Mungkin pergi ke toko yang lain kak" kata Freya.
"Baiklah kita tunggu disini saja" Noah duduk di sebuah bangku yang berada di sudut toko itu dan menunggu Keyla datang.
Namun rupanya hampir 30 menit Keyla tidak kunjung kembali.
"Kamu tunggu mobil ya, aku ingin mencari Keyla dulu" kata Noah.
"Tapi kak.." ucapan Freya terhenti karena Noah beranjak dan langsung pergi meninggalkannya.
Freya ingin ikut membantu mencari Keyla namun kakinya terasa capek dan pegal.
Akhirnya Freya memilih untuk menunggu di mobil saja.
Freya pun pergi menuju parkiran.
Ia masuk ke dalam mobil Noah dan menunggunya disana.
Di dalam mall tersebut Noah berkeliling, masuk ke dalam beberapa toko untuk mencari Keyla. Namun Noah tidak menemukan keberadaan Keyla.
"Dimana keong itu, kenapa tidak ketemu juga" ucap Noah, terlihat keringat bercucuran di wajah tampan itu.
Noah kembali mencari Keyla.
Sedangkan di toilet Keyla hampir saja menangis ia takut kejadian masa kecilnya terulang lagi.
Keyla berdiri dan ia kembali menggedor pintu itu dengan sangat keras.
Namun tiba tiba lampu toilet tersebut padam.
"Aaaaaaaa!!!!!" Teriak Keyla yang terkejut karena lampu kamar mandi tersebut padam.
Keyla kembali terduduk dan mengambil ponselnya untuk menyalakan senter.
Keyla mulai meracau dan cemas.
Ia trauma dengan tempat yang gelap.
Nampak Keyla berkeringat dingin.
Tangan dan kakinya pun terasa sangat dingin sangking takutnya.
Dada Keyla berpacu begitu cepat, ia merasakan sesak di dadanya.
"Ibu...." Ucap Keyla lirih memanggil nama ibunya.
"Maaf apa anda melihat wanita memakai baju biru, rambutnya lumayan panjang" Noah bertanya kepada salah satu pelayan dengan menyebutkan semua ciri ciri yang ada pada Keyla.
Terpaksa Noah bertanya, karena ia belum juga berhasil menemukan Keyla.
"Apakah dia berparas cantik?" Tanya pelayan tersebut.
"Cantik??"
"Iya dia cantik" jawab Noah ragu ragu.
"Tadi sempat ada seorang gadis yang masuk ke toko kami, namun ia pergi ke toilet dan sampai sekarang belum kembali" jelas pelayan tersebut.
"Baiklah terima kasih" Noah langsung berlalu menuju ke toilet mall tersebut.
_____
happy reading. jangan lupa terus dukung author yaa🥰🥰
__ADS_1