
Mereka semua menatap ke arah Rangga yang baru saja tiba.
"Rangga" sahut Nara.
Sedangkan Noah bingung apa yang ingin di lakukan Rangga datang kerumahnya.
Atau mungkin Rangga akan segera menyampaikan niatnya kepada Nara dan orang tuanya, apa mungkin secepat itu? Baru tadi sore Noah memberikan nasihat kepadanya, Rangga sudah secepat ini akan melamar adiknya.
"Rangga kenapa berdiri di sana, kemarilah berkumpul bersama" kata Yura.
Dengan sopan Rangga pun duduk di antara mereka.
Nara tersenyum melihat Rangga malam ini, pria itu terlihat lebih rapi dan tampan berbeda seperti biasanya.
Nara sampai sulit mengalihkan pandangannya itu kepada Rangga.
"Ehem!! Bagaimana pekerjaanmu?" Tanya Elard memulai obrolan, karena sedari tadi mereka hanya diam saja.
"Alhamdulillah lancar paman" jawab Rangga yang masih gugup.
"Tumben kamu kesini Ga? Apa ada pekerjaan kantor?" Kini giliran Noah yang bertanya.
"Tidak ada Noah" jawab Rangga singkat.
Pria polos itu bingung mau memulainya dari mana.
Ia datang seorang diri tanpa di temani salah satu keluarganya, itu semakin membuat Rangga mengeluarkan keringat dingin.
"Mmm paman, bibi... Saya, ehh maksud kedatangan saya malam ini untuk..." Ucapan Rangga terhenti, Nara memperhatikan pria yang sedang duduk di hadapannya.
Entah mengapa jantung Nara berdetak sangat kencang, sebenarnya apa yang akan di katakan Rangga.
"Iya ada apa Rangga?" Tanya Yura.
"Saya berniat untuk melamar Nara " jawab Rangga.
"Apa!!!" Seketika membuat semua orang yang berada disana terkejut termasuk Noah.
Noah tidak menyangka Rangga akan secepat ini mengatakannya.
"Jangan bercanda!" Tegur Elard dengan nada yang cukup tinggi.
"Ti..tidak paman, saya serius"
"Saya benar benar ingin melamar Nara, saya mencintai putri paman" jawab Rangga lagi.
Nara yang tidak percaya hanya bisa menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
Benarkan pria yang ia cintai kini melamar dirinya.
"Pulanglah!" Kata Elard.
"El, kenapa kamu memintanya pulang?" Tanya Yura yang bingung.
"Omongan dia sudah di luar akal sehat, lebih baik kamu pulang dan tidurlah!!" Kata Elard lagi.
"Paman, saya sadar sepenuhnya saya serius paman" kata Rangga lagi.
Semua orang yang berada disana terkejut dengan ucapan Elard.
__ADS_1
Mereka berfikir jika Elard sudah mulai menyukai kehadiran Rangga.
"Jangan berbohong! Saya bisa lihat dengan jelas jika kamu tidak serius dan hanya main main saja. Cepat pergi atau perlu saya panggilkan satpam untuk mengusirmu?" Kata Elard lagi.
Seketika Rangga langsung merasa down, ia tidak menyangka mendapatkan respon buruk dari Elard.
Bahkan Nara sendiri terkejut dengan tindakan ayahnya.
"El, kamu bisa menolaknya baik baik... Jangan seperti ini" tegur Yura.
"Sayang tolong jangan cegah aku untuk mengusir pria ini, hai kamu!! Cepat keluar dari rumah saya" usir Elard lagi kepada Rangga.
"Paman maafkan saya, tapi saya benar benar mencintai putri anda" kata Rangga lagi.
Namun Elard tidak mau mendengarnya, pria itu segera mengeluarkan ponselnya kemudian manghubungi penjaga untuk segera mengusir Rangga dari rumahnya.
Tidak butuh waktu lama penjaga itu pun masuk ke dalam rumah dan segera menjalankan tugas yang diberikan oleh Elard.
Dua pria bertubuh tegap dan besar itu menarik Rangga paksa untuk keluar dari ruamah tersebut.
"Apa yang ayah lakukan? Dia sahabatku ayah!! Ayah tidak bisa memperlakukannya seperti ini" ucap Noah.
Sedangkan Nara, ia merasa panik dan bingung.
"Kalau begitu pecat dia dari kantormu"kata Elard.
"Cepat bawa dia keluar" perintah Elard lagi.
Suasana cukup tegang mereka bingung harus membantu Rangga atau bagaimana. Karena penjaga itu terus saja menyeret Rangga.
"Ayah hentikan!!" Ucap Nara berteriak.
"Tidak! Ayah tidak bisa berbuat seperti ini" sahut Nara lagi.
"Kenapa ayah tidak bisa melakukannya? Dengan seenaknya dia datang ingin melamarmu" sahut Elard.
Elard terus memerintahkan para penjaga itu untuk membawa Rangga keluar dari rumahnya.
"Jangan ayah! Aku mencintai Rangga" kata Nara sambil menangis, air mata itu lolos begitu saja dari mata indah Nara.
Seketika Rangga terdiam melihat Nara yang menangis dan mengatakan bahwa Nara mencintainya.
"Kamu bilang apa?" Tanya Elard.
"Nara mencintainya ayah, Nara juga mencinta Rangga" ucap Nara yang masih terisak.
Yura segera memeluk Nara dan menenangkan putrinya itu.
Yura benar benar kecewa dengan Elard yang bertindak semaunya.
Mungkinkah sifat kejam Elard telah kembali lagi.
"Kamu dengar apa yang di katakan Nara?" Tanya Elard kepada Rangga, dan pria itu mengangguk pelan.
"Baguslah, kalau begitu kamu sudah tau jawabannya" ucap Elard.
"Apa maksud ayah?" Tanya Noah yang masih tidak mengerti.
"Bukankah tadi Rangga melamar Nara? namun Nara sama sekali Tidak berkomentar apapun, Bahkan dia hanya diam saja. Ayah berfikir jika Nara tidak menyukai Rangga, sebab itulah Ayah mengusir Rangga karena Ayah ingin melihat bagaimana perasaan Nara sesungguhnya kepada Rangga" jelas Elard tanpa dosa.
__ADS_1
"Jadi ayah sengaja melakukan ini agar aku mengatakan isi hatiku?" Tanya Nara.
"Iya nak" jawab Elard sambil tertawa.
"Ayah jahat sekali, Nara sampai terkejut melihat ulah ayah" kata Nara.
Elard pun memeluk tubuh Nara dan mencium pucuk kepala putrinya itu.
Para penjaga itu melepaskan Rangga, ia pun meminta maaf kepada Rangga karena sudah menyeretnya dengan sangat kasar.
"Rangga kemarilah" kata Elard.
Rangga segera berjalan menghampiri pria itu.
"Katakan dengan serius kepada putriku, aku merestuimu sepenuhnya. Dan setelah Nara yakin telah menerimamu maka kita akan bahas kapan saat yang tepat untuk acara peresmian kalian berdua" ucap Elard.
"Terima kasih banyak paman" jawab Rangga kemudian Elard memeluk Rangga.
Ia sudah menganggap Rangga seperti putranya sendiri.
Karena Rangga sudah bekerja keras menjaga dan membantu Noah.
Rangga mengambil kotak berwarna merah muda dari kantung celananya, kemudian pria itu berlutut di depan Nara.
"will you marry me?" Kata Rangga sambil membuka kotak kecil itu, memperlihatkan cincin berlian yang begitu cantik.
Nara yang terkejut tidak bisa berkata apa apa lagi , selain.
"I want to marry you" jawab Nara pasti.
Rangga sangat bahagia akhirnya Gadis itu menerimanya dan bersedia menikah dengannya, Rangga mengeluarkan cincin tersebut dari kotak kecil itu kemudian memakaikannya di jari manis Nara. terlihat cincin itu sangat pas dan cantik ketika Nara yang menggunakannya.
Mereka semua di sana pun bertepuk tangan, secara tidak langsung kini Nara dan Rangga sudah bertunangan.
orang tua Nara akan segera memikirkan Kapan hari bahagia itu akan tiba di mana Elard harus mengikhlaskan putrinya nya akan menjadi milik seorang pria yang ia cintai.
Rangga memeluk Nara dengan sangat erat, akhirnya gadis itu akan segera menjadi miliknya seutuhnya.
Noah dan Keyla turut bahagia, kini adiknya itu sudah memiliki teman hidup yang sangat mencintainya.
"Sayang terima kasih" kata Yura.
"Sama sama sayang, aku yang berterima kasih kepadamu... Berkat kehadiranmu aku bisa melihat pemandangan yang indah ini. Dimana anak kita sudah menjadi dewasa dan bahagia, serta cucu kecil kita yang melengkapi kebahagian ini" kata Elard seraya mencium bibir Yura.
Membawa Wanita Malam kedalam hidupnya membuat Elard benar benar bersyukur.
Kebahagian itu sudah ia dapatkan seutuhnya, perjalanan cintanya yang penuh dengan lika liku akan ia kenang. Kini tugas Elard adalah menjaga istri serta keluarganya agar tetap bahagia.
- THE END-
______
**assalamualaikum seluruh pembaca setia Wanita Malam Milik Ceo.
akhirnya author bisa menyelesaikan novel ini sampai END, semoga kalian senang dan terhibur.
terima kasih atas dukungan para readers semua.
sampai jumpa di karya Author selanjutnya.
__ADS_1
Love u allπππ**