
"Tempat seluas ini aku harus mencari gelangnya dimana, dan seperti apa bentuk gelang itu" gumam Damar sendirian sambil terus berfikir.
Sebenarnya gelang Freya yang hilang adalah pemberian dari Noah saat kembali dari Amerika. Itu sebabnya Freya benar benar merasa sedih saat gelangnya terjatuh tanpa sepengetahuannya.
Sudah lebih sepuluh menit Damar menundukkan kepalanya mencari gelang tersebut namun ia belum juga menemukannya.
"Sial, sangat susah mencari gelang gadis itu di malam hari seperti ini. Jangan sampai mataku minus setelah ini" gerutu Damar.
Damar menarik nafasnya panjang, pria itu berniat kembali berkumpul bersama Noah dan Rangga.
Namun baru saja ia melangkahkan kakinya, tiba tiba Damar seperti menginjak sesuatu.
Pria itu segera membungkuk dan melihat apa yang baru saja ia injak.
"Gelang" ternyata benda yang ia injak adalah gelang permata berwarna merah, dan sangat cantik nampaknya.
"Mungkinkah ini gelang Freya? Atau milik orang lain" Damar menyimpan gelang itu di dalam saku kemejanya.
Ia pun segera mencari keberadaan Freya.
Tidak butuh waktu lama Damar langsung bisa menemukan Freya yang berdiri sendirian di bawah pohon. Sepertinya gadis itu masih bingung mencari gelangnya.
Damar pun berjalan menghampiri Freya.
"Ehemm" suara Damar berhasil mengejutkan Freya.
**Pria ini lagi, kenapa dia selalu mengikutiku** batin Freya menatap Damar tidak suka.
"Maaf mungkin aku mengganggumu tapi aku penasaran, kenapa kamu terlihat kebingungan? Bisakah aku membantumu?" Tanya Damar.
"Thank you, tidak perlu" jawab Freya menolak.
"Kamu yakin? Sepertinya kamu belum tahu siapa aku. Aku bisa tau apa yang terjadi kepada seseorang, bisa di katakan aku emm... seperti dukun" jelas Damar entah apa yang ia katakan. Terdengar tidak masuk akal bagi Freya.
"Apa aku terlihat peduli!" Setelah mengatakan kalimat itu Freya segera berlalu pergi meninggalkan Damar.
"Aku tau kamu sedang kehilangan gelangmu!" Ucap Damar sedikit berteriak, membuat Freya terdiam dan langsung berbalik menatap Damar.
**What! Kenapa dia bisa tahu? Mungkinkan pria ini dukun** batin Freya.
"Bukankah apa yang aku katakan benar?"
"Huhh bagaimana kamu bisa tau?"
"Sudah ku katakan jika aku seorang dukun" jawab Damar.
__ADS_1
Freya memperhatikan Damar dari atas sampai bawah, sama sekali tidak ada ciri ciri jika pria yang ada di hadapannya itu adalah dukun.
"Apa kamu dukun modern?" Tanya Freya.
"Benar sekali! Aku dukun modern yang paling tampan" Damar mengedipkan satu matanya dengan percaya diri.
Membuat Freya memutar bola matanya.
"Oke! Katakan kepadaku seperti apa gelangmu?" Tanya Damar.
"Bukankah kamu dukun, harusnya kamu bisa tau seperti apa gelangku yang hilang" jawab Freya mengejek.
Bodohnya, harusnya Damar sudah tau seperti apa ciri ciri gelang Freya yang hilang.
Tapi kenyataannya Damar hanyalah Dukun abal abal.
"Emmm sepertinya berwana merah, dan seperti permata. Bener kan?" Tanya Damar.
Padahal pria itu hanya memastikan gelang yang ia temukan tadi.
"What!! Benar sekali, iya itu mirip dengan gelangku. Jadi kamu benar benar dukun" Freya tidak menyangka pria di depannya bisa tahu.
"Hahahahaa iya tentu saja, baiklah tunggu disini lima menit saja. Aku akan kembali membawa gelangmu" kata Damar kemudian berlalu pergi meninggalkan Freya yang masih dengan wajah kebingungan.
"Yes!!! Ternyata ini benar gelang Freya. Oke tahap satu berhasil" seru Damar dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
Dan anehnya gadis itu juga masih setia menunggu Damar.
"Bagaimana?" Tanya Freya.
"Aku menemukannya" jawab Damar.
"Benarkah? Mana!" Freya mengulurkan tangannya meminta gelang itu.
"Eitss!! Tidak semudah itu, ada syaratnya"
"Apa maksudmu? Syarat apa?" Tanya Freya.
"Kita berkenalan, siapa namamu? Aku Damar" Damar mengulurkan tangannya hendak berkenalan dengan Freya.
"Ck modus!" Dengus Freya.
"Ayolah, aku hanya ingin berkenalan denganmu" kata Damar.
"Tidak! Kamu hanya modus, iya kamu dukun modus pergilah" usir Freya.
__ADS_1
Namun tiba tiba Damar meraih tangan kiri Freya.
"Hei kenapa kamu...." Freya hendak marah kepada Damar karena dengan tidak sopan berani memegang tangannya, namun ucapan Freya terhenti saat ia melihat Damar melingkarkan gelang berwarna merah di tangannya dan benar itu adalah gelang Freya.
"I...ini gelangku" kata Freya sedikit gagap.
"Iya, bukankah sudah aku katakan jika aku bisa menemukannya. Tidak masalah jika kamu tidak mau berkenalan denganku" jelas Damar.
Selesai memakaikan gelang tersebut, Damar berbalik dan pergi meninggalkan Freya.
"Kakak dukun terima kasih" teriak Freya.
Damar berbalik dan kembali menatap Freya.
"Tidak perlu berterima kasih, karena aku akan meminta imbalan ku suatu saat nanti. See you Freya" Damar melambaikan tangannya dan kembali pergi meninggalkan Freya.
"Apa yang tadi dia katakan? Dia menyebut namaku. Astaga pria itu tau namaku... Mengerikan dia benar benar tau tentangku" kini Freya yang mulai kebingungan.
***
Hari semakin malam, Noah, Nara, Keyla dan Rangga naik ke atas panggung.
Ia menyanyikan sebuah lagu yang di persembahkan untuk ayah dan bundanya.
Sengaja mereka melakukan itu, karena bentuk rasa terima kasihnya kepada orang tua yang selama ini sudah merawat dan menjaganya.
Lagu tersebut berhasil membuat Yura dan Elard terharu sampai harus meneteskan air matanya.
Tepuk tangan tamu undangan bergemuruh saat mereka selesai menyanyikan lagu tersebut.
"Untuk yang terakhir kalinya, aku Noah Desmon mengucapkan selamat ulang tahun pernikahan Ayah dan Bunda, terima kasih untuk Ayah dan bunda karena berhasil menjadi orang tua yang baik bagiku dan adikku".
"Semua ini tidak cukup untuk membalas kebaikan kalian, maka dari itu tetaplah sehat dan temani anak anakmu ini sampai dia benar benar bisa membuat kalian berdua bahagia" sambung Noah.
Elard pun membawa Yura naik ke atas panggung, mereka memeluk anak serta menantunya.
Di tambah lagi dua orang cucu yang kini mulai menemani masa tuanya.
"Terima kasih. bunda dan ayah bahagia memiliki kalian semua" ucap Yura sambil memeluk anak dan cucunya.
Entah sampai kapan mereka masih bisa menikmati masa masa seperti di malam ini.
Mereka akan terus berusaha untuk menjaga kebahagiaan keluarganya.
Melewati setiap masalah yang selalu datang dengan bersama.
__ADS_1
____ THE END ____