Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
SEASON 3 ~ 40


__ADS_3

Tanpa Lana sadari, sedari tadi berdiri seorang pria di balik dinding perpustakaan tersebut.


Pria itu sudah mendengar semua yang di bicarakan Lana dan Rangga.


"Dugaan ku ternyata benar, dia adalah gadis itu" gumam Noah.


Tanpa sengaja Noah melihat Rangga dan Lana yang sedang mengobrol berdua saja.


Kini Noah sudah mengetahui siapa gadis yang sedang bersandiwara itu.


Sebenarnya Noah sudah menaruh curiga pada saat pertama kali bertemu dengan Lana.


Noah seperti mengenal gadis cupu berkaca mata itu.


Namun Noah lupa dimana ia pernah melihatnya.


Noah merogoh kantong celananya dan ia mengambil ponsel miliknya.


Kemudian Noah menghubungi seseorang.


"Hallo paman Leo, bolehkah aku meminta bantuan paman?"


"Iya silahkan tuan muda, apa yang bisa saya bantu?" Jawab Leo di seberang sana.


"Sekitar tiga tahun lalu ada kejadian viral di SMA xx..."


Noah pun menjelaskan mengenai vidio viral milik Lana beberapa tahun yang lalu.


Noah ingin Leo mendapatkan vidio tersebut.


"Baik tuan, 5 menit lagi saya akan menghubungi anda" jawab Leo.


"Baiklah paman, aku tunggu!" Kemudian Noah mengakhiri panggilannya.


Noah kembali memperhatikan Lana yang masih menangis sendirian.


Entahlah itu air mata penyesalan atau hanya berpura pura.


"Beraninya Rangga mencari tahu masalah ini sendirian dan tidak memberi tahuku" kesal Noah.


Tidak berapa lama Leo mengubungi Noah kembali.


"Iya hallo, bagaimana paman?"


"Saya sudah mendapatkannya tuan"


"Kalau begitu apakah paman bisa mengirimkan vidio tersebut ke email ku?"


"Tentu bisa tuan muda, saya akan mengirimkannya sekarang" jawab Leo dan mereka berdua pun kembali mengakhiri panggilannya.


Dengan cepat Leo mengirimkan vidio tersebut kepada Noah.


Setelah mendapatkan video tersebut, Noah segera memutarnya. Noah memastikan jika vidio itu benar-benar Lana, gadis yang menyukainya 3 tahun yang lalu.


"Benar! Dia adalah gadis yang sama" ucap Noah setelah memastikan.


Terlihat Lana beranjak dari duduknya dan mulai berjalan meninggalkan tempat itu.


"Tunggu!" Noah berteriak membuat Lana seketika langsung menghentikan langkahnya.

__ADS_1


Lana seolah mengenal suara itu.


Dengan ragu ragu Lana melihat ke arah sumber suara.


"Noah" ucap Lana.


"Ke...napa dia memanggilku" dengan perasaan yang campur aduk Lana berusaha tetap tenang.


Gadis itu membenarkan kaca matanya.


"I..iya ada apa?" Tanya Lana gugup.


Noah tidak menjawab, pria itu terus berjalan mendekati Lana yang sudah mulai gugup. Bahkan jantungnya berdetak tidak karuan.


Noah berhenti tepat di depan Lana, matanya terus saja menyorot mata Lana yang seperti orang kebingungan.


"A..ada apa?" Tanya Lana.


"Ternyata kamu belum juga jerah dengan apa yang sudah terjadi" ucap Noah.


"Hah... Maaf tapi aku tidak mengerti apa maksudmu".


"Lana Andira! Berhenti membuat drama dan keributan dalam kehidupanku!" Sambung Noah.


Lana terdiam saat Noah menyebut nama lengkapnya, bagaimana bisa Noah tau itu.


Tangan Lana mulai dingin dan terasa kaku.


"Siapa yang kamu maksud? Sepertinya kamu salah orang" kata Lana lagi.


"Drama sudah berakhir!" Kata kata pedas itu berhasil keluar dari mulut Noah.


Pria itu menekan tombol play di ponselnya kemudian ia menunjukkan sebuah video kepada Lana, baru saja melihat cuplikan di video itu Lana langsung terkejut. Ia seolah tidak percaya.


Bagaimana bisa Noah mendapatkan vidio yang sudah terkubur lama.


"Ini kamu tiga tahun lalu, tentu kamu ingat!" Jawab Noah.


Tidak bisa membantah, kini Lana sudah terpojokkan.


Rencananya benar benar sudah gagal.


"Iya itu aku" Lana mengaku dengan bibir bergetar.


Setelah mendengar pengakuan Lana, Noah pun menyimpan kembali ponselnya ke dalam kantong celananya.


"Ada dua pilihan, kamu bisa kuliah dengan tenang tanpa mengganggu keluargaku atau keluar dari kampus ini dengan tidak hormat" ancam Noah.


Tidak ada toleransi lagi bagi Lana, ia sudah berani membohongi semua orang dan mencoba untuk menghancurkan rumah tangga sang adik di saat sedang hamil.


Lana terdiam cukup lama, masih ada sepercik dendam di hatinya untuk membalaskan rasa malu yang ia terima akibat penolakan Noah.


"Aku harap kamu tidak tuli" sahut Noah karena Lana hanya terdiam.


"Oke! Oke... Aku sudah menyerah dengan semua balas dendamku, aku lelah dengan drama ini. Pura pura menyukai Rangga!!!"


Lana melepas kaca mata tebal gang selama ini ia pakai dan membuangnya ke sembarang arah dengan penuh kekesalan.


"Terserah jika kamu ingin membuatku keluar dari kampus ini aku akan menerimanya, tidak ada gunanya aku tetap berada disini" jelas Lana tanpa terasa air matanya pun menetes namun kali ini ia tidak sedang bersandiwara.

__ADS_1


"Aku tau kamu gadis baik, jadilah dirimu sendiri. Cari kebahagian mu tanpa harus menghancurkan kebahagian orang lain" Noah memegang bagu Lana seolah memberikan gadis itu semangat.


Kemudian Noah berlalu pergi meninggalkan Lana yang masih terdiam mencoba memahami kata kata Noah.


Dua orang telah menyadarkannya, bahwa apa yang sudah ia lakukan adalah kesalahan.


"Thank you Noah" gumam gadis itu.


Kini Lana akan memulai kehidupannya dari awal.


Menjadi sosok Lana yang baru, gadis itu akan tetap menempuh pendidikannya di kampus yang sama dengan Noah.


Tapi ia sudah berjanji tidak akan mengganggu Noah, dan akan melupakan semua dendamnya.


*****


Dua hari kemudian.


Noah sedang berada di kantor, ia menyelesaikan beberapa tugasnya.


Karena besok lusa Noah sudah harus berangkat ke Jerman.


Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang, namun Noah masih bergulat dengan laptop yang ada di hadapannya.


Sampai sampai Noah tidak sadar jika sang bunda baru saja memasuki ruangannya.


"Selamat siang Nak" sapa Yura mengejutkan Noah.


"Bunda! Kenapa bunda berada disini?" Tanya Noah yang langsung mengalihkan pandangannya, terlihat Yura yang datang hanya berdua dengan putrinya yaitu Elena.


" Memangnya kenapa? apa Bunda tidak boleh datang untuk menemui anak bunda sendiri!" tanya Yura sedikit menyindir.


" Tentu boleh Bunda, maksudku tumben sekali Bunda datang kemari" Noah beranjak dari duduknya dan ia tidak lupa bersalaman dengan Yura serta mencium punggung tangan Yura.


"Hallo anak papa yang cantik, gendong papa ya" sapa Noah kepada Elena.


Noah pun mengambil alih untuk menggendong Elena.


"Bunda sengaja datang kemari karena ingin makan siang denganmu nak, sudah lama sejak kamu bekerja kita tidak pernah makan siang" jelas Yura.


"Baiklah bunda, kita makan di luar atau makan di kantor?"


"Terserah kamu nak, tapi... Sepertinya kamu banyak pekerjaan lebih baik kita membelinya dari luar saja" tanpa sengaja Yura melihat beberapa pekerjaan Noah yang memang sangat banyak.


"Kalau begitu bunda tunggu disini, aku akan menemui Rangga untuk menyiapkan makan siang kita" kata Noah, kemudian Noah keluar dari ruangannya dengan membawa Elena.


Yura memperhatikan ruangan tersebut, ia masih mengingat bagaimana dulu suaminya itu duduk di kursi empuk sebagai pemilik perusahaan.


Kini putranya lah yang menggantikan suaminya.


"Ehh apa ini" Yura mengambil sebuah buku yang terjatuh tepat di bawah meja Noah.


"Ilmu kedokteran" Yura membaca buku tersebut dan ia nampak terkejut, kenapa bisa buku kedokteran berada disana.


Yura membuka halaman demi halaman buku tebal itu.


Dan tertulis nama putranya disana.


"Jadi selama ini Noah masih ingin menjadi dokter, dia sembunyi sembunyi mempelajari ilmu kedokteran. Ini sangat tidak benar! Noah pasti tersiksa menjalani semua ini" Yura merasa tidak tega melihat putranya, di usinya yang masih muda Noah harus membagi waktunya sebaik mungkin.

__ADS_1


"Aku harus bicarakan ini dengan El" Yura kembali meletakkan buku itu di lantai.


_____


__ADS_2