Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
S2~ Pergi ke Kampus


__ADS_3

Di tempat yang lain Axel berkumpul bersama Jeny dan putrinya Freya.


Mulai besok lusa Freya akan bersekolah di Indonesia.


"Daddy kapan kita akan pergi ke rumah bibi Yura?" Tanya Freya kepada Axel.


"Bukankah 2 hari yang lalu kita sudah mengunjunginya?" Tanya Axel.


"Iya dad, tapi aku ingin bertemu dengan kakak Noah. Bukankah Nara sudah pergi ke Amerika, pasti kakak Noah tidak ada teman disana" ucap Freya.


Axel menatap Jeny, dan Jeny hanya mengangkat bahunya tanda terserah.


"Besok saja kita kesana, daddy akan menghubungi paman Elard dulu" kata Axel.


"Oke thank you dad" Freya mencium pipi Axel kemudian ia masuk ke dalam kamarnya.


Sebenarnya Axel sedikit khawatir kepada putrinya yang mulai remaja.


Ia takut jika Freya menyukai Noah lebih dari teman atau kakak.


Sedangkan Axel tau bagaimana karakter Noah.


Ia tidak mudah bergaul dengan siapapun.


Axel takut jika putrinya terlalu berharap, apa lagi usia Freya masih sangat muda.


"Apa yang kamu pikirkan?" Tanya Jeny yang melihat suaminya melamun.


"Tidak ada sayang, aku hanya memikirkan anak kita yang sudah tumbuh besar. Semoga kebahagian selalu menyertainya" ucap Axel.


****


Keesokan harinya, pagi pagi sekali Keyla mondar mandir di balkon kamarnya sambil terus melihat ponselnya.


Menunggu pengumuman mengenai pendaftaran kuliahnya.


Dari semalam Keyla tidak bisa tidur karena terus memikirkan itu semua.


Ia takut jika dirinya benar benar tidak di terima di kampus tersebut.


Cekling..


Terdengar suara ponsel Keyla berbunyi, sebuah notifikasi masuk ke dalam ponselnya.


Dengan tergesa gesa Keyla membuka pesan tersebut.


"Alhamdulillah yeyy!!!!" Sorak Keyla gembira.


"Bibi.... Paman..." Keyla berlari keluar dari kamarnya sambil berteriak memanggil Elard dan Yura yang sedang duduk di ruang keluarga.


Yura melihat Keyla berlari menuruni tangga.


"Keyla jangan lari nak nanti kamu jatuh" ucap Yura.


"Bibi lihatlah ini" Sesampainya Keyla langsung menunjukkan email yang ada di ponselnya.


Yura nampak sumringah setelah membaca pesan tersebut.


"Syukurlah, selamat ya" ucap Yura sambil memeluk tubuh Keyla.


"Terima kasih bibi, ini semua berkat doa bibi dan paman" ucap Keyla.


Dari sudut lain Noah baru saja menuruni tangga, ia sudah mengenakan baju rapi sekaligus tas yang menempel di pundaknya.

__ADS_1


"Bunda ayah, aku pergi dulu ya mau mengurusi berkas berkas" ucap Noah saat ia sudah duduk di samping bundanya.


"Kenapa tidak sarapan dulu?" Tanya Elard kepada Noah.


"Tidak ayah, aku sedang buru buru" jawab Noah.


"Kalau begitu tunggulah sebentar, pergilah bersama Keyla, dia juga akan pergi ke kampusnya karena Keyla sudah di terima di Universitas Bayangkara" jelas Yura.


Universitas Bayangkara adalah kampus yang kemarin Noah daftarkan untuk Keyla.


Keyla nampak tersenyum bangga karena ia berhasil di terima di kampus tersebut.


"Lagi lagi kamu merepotkanku, cepat ambil bekasmu!" Perintah Noah.


"Iya tunggu" Keyla langsung berlari menuju kamarnya, ia tentu tidak akan menyianyiakan waktunya untuk bisa pergi bersama Noah.


"Ayah tidak kekantor?" Tanya Noah.


"Sebentar lagi nak, ayah masih menunggu paman Leo datang kemari" jawab Elard.


Tak lama Keyla menuruni tangga, dengan beberapa berkas di tangannya.


"Aku sudah siap" ucap Keyla.


Tanpa menjawab Noah mengacuhkan gadis itu.


Noah berpamitan kepada Ayah dan Bundanya.


Diikuti oleh Keyla yang juga berpamitan.


"Hati hati nak" seru Yura.


Mereka berjalan sampai di halaman rumah, Noah lebih dulu masuk kedalam mobilnya, ia duduk di bangku kemudi.


**Aku duduk dimana?** Batin Keyla.


Saat baru saja memegang gagang pintu mobil, Noah berteriak dari dalam mobilnya.


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Noah.


"Aku mau masuk, dan duduk dibelakang" jawab Keyla jujur.


"Kamu bercanda? Apa kamu pikir aku supirmu!! Duduk di depan!" Kata Noah.


Keyla mengurungkan niatnya, ia segera beralih membuka pintu bagian depan dan duduk di samping Beruang Kutub.


Sepanjang perjalanan tidak ada obrolan di antara mereka, Noah fokus menyetir dan Keyla hanya menatap cendela sambil melihat kendaraan yang lalu lalang.


Noah lebih dulu pergi ke Universitas Erlangga karena ada keperluan.


Noah memarkirkan mobilnya.


"Tunggu disini, aku hanya sebentar" ucap Noah.


"I..iya" jawab Keyla mengangguk.


Noahpun segera turun dari mobilnya dan masuk ke dalam loby.


Sedangkan Keyla hanya menunggu di dalam mobil.


"Beruntung sekali Noah di terima di kampus sebagus ini, huhh andai saja aku juga bisa di terima disini" gumam Keyla.


Cukup lama Keyla menunggu namun Noah tak kunjung kembali, Keyla sampai bosan menunggunya di dalam mobil.

__ADS_1


Keyla pun keluar dari mobil Noah.


Ia duduk di sebuah bangku di bawah pohon sambil menikmati suasana yang masih pagi.


"Hai kamu mahasiswi baru ya" sapa seorang pria, Keyla menatap ke arah sumber suara tersebut.


Ia melihat 3 pria yang masih muda mungkin mahasiswa disana tepat berdiri di sampingnya.


"Bukan" jawab Keyla.


"Terus ngapain disini? Mending ikut kita ke cafe sekalian tukeran nomer telepon" kata pria itu lagi.


"Maaf saya menunggu teman" jawab Keyla, sesungguhnya ia sedikit khawatir melihat 3 pria itu.


"Udah ayo ikut dulu, dari pada di sini sendirian nanti di culik lohh" kata pria itu seraya tertawa.


Keyla tidak memperdulikan ucapan mereka, Keyla malah memainkan ponselnya berharap pria pria itu segera pergi meninggalkannya.


Namun bukannya pergi, ke tiga pria itu malah ikutan duduk bersama Keyla.


Karena merasa risih Keyla pun beranjak hendak meninggalkan mereka.


"Haduhh mau kemana buru buru sekali" kata pria itu sambil memegang tangan Keyla.


"Lepaskan, tolong yang sopan kalian kan pelajar jadi bertingkah selayaknya orang yang berpendidikan" ucap Keyla langsung melepaskan tangan pria tersebut.


"Tunggu! Enak saja setelah menghina kita kamu mau pergi" pria itu tidak terima dengan perkataan Keyla.


Ia pun terus saja memegangi tangan Keyla.


Sampai sampai Keyla sulit lepas dari pria tersebut.


"Ehem" suara Noah berhasil mengejutkan mereka semua.


"Lepaskan dia" kata Noah.


"Aku tidak pernah melihatmu disini, apa kamu calon mahasiswa baru?" Tanya pria itu.


"Tidak penting, sekarang lepaskan tangan dia" perintah Noah.


"Siapa kamu berani memerintah kita hahaha" pria itu tertawa namun tangannya terus saja memegangi Keyla.


Noah langsung melepas tangan pria itu dan menarik Keyla.


"Ayo pergi" ucap Noah sambil memegang tangan Keyla.


Mereka berjalan menuju mobilnya.


"Heii apa dia kekasihmu?? Jagan biarkan dia menunggu sendirian atau nanti dia di ambil orang hahaha!!!" Teriak pria itu saat Noah sudah masuk ke dalam mobilnya.


Brak!!!


Noah menutup pintu mobilnya dengan sangat kasar, membuat bulu kuduk Keyla merinding karena takut melihat ekspresi Noah yang seperti orang marah.


"Kamu selain bodoh juga tuli ya, bukan kah sudah aku katakan tunggu di mobil dan jangan kemana mana" kata Noah dengan nada yang cukup tinggi.


"Maaf tapi aku bosan kamu lama sekali" ucap Keyla tanpa menatap Noah.


"Hanya beberapa menit kamu bilang lama!!" Kata Noah.


Noah menghidupkan mesin mobilnya dan ia segera pergi dari kampus tersebut.


**Apa dia bilang?? Beberapa menit, aku menunggunya hampir satu jam dan dia bilang beberapa menit. Lagi pula untuk apa dia sangat marah huhh** batin Keyla menggerutu.

__ADS_1


____


happy reading🄰


__ADS_2