Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
SEASON 3 ~ 06


__ADS_3

"Nara!!" Ucap Rangga saat mengetahui jika gadis itu adalah Nara kekasihnya.


"Ehh kamu kenapa disini?" Tanya Nara yang masih fokus dengan masakannya.


"Harusnya aku yang bertanya, kenapa kamu bisa disini?" Bukannya menjawab Rangga malah bertanya balik.


"Tadi bibi menghubungiku dan mengatakan jika sudah hampir sampai di apartementmu. Aku tau kamu pasti sangat sibuk di kantor, itu sebabnya aku memutuskan untuk datang kemari dan menamani mereka" jawab Nara.


"Benarkah??" Rangga berfikir sejanak, ia teringat dengan pesan yang dikirimkan Nara kepadanya.


"Ini maksudmu mengirimkan pesan kepadaku agar aku tidak cemas??" Tanya Rangga lagi dan Nara mengangguk.


Rangga langsung memeluk tubuh Nara dari belakang, ia sangat beruntung memiliki calon istri yang sangat perhatian kepadanya, bukan hanya kepada dirinya saja tetapi juga dengan keluarga besarnya.


Keputusan Rangga semakin besar untuk menikahi Nara .


"Rangga lepaskan! Malu bayak keluargamu" ucap Nara berusaha melepas pelukan Rangga.


"Tidak perduli, selama tidak ada Noah semua aman" jawab Rangga dengan diiringi tawanya.


Jika ada Noah disana mungkin Rangga sudah di tarik menjauh dari Nara.


"Tetap saja malu, lepaskan atau aku injak kakimu" kata Nara.


"Hahahaha baiklah, kalau begitu aku temani mereka dulu. Semangat memasaknya calon istri" ucap Rangga dan benar saja, satu ciuman mendarat di kening Nara.


Seketika wajah Nara terlihat merah merona.


"Sejak kapan dia sudah mulai jail" gumam Nara.


Nara pun melanjutkan masak, ia sengaja menolak saat bibi Rangga ingin membantunya, karena pasti bibi Rangga lelah akibat perjalanan jauh.


"Rangga, calon istrimu sangat baik... Bibi menyukainya" kata bibi Rangga.


"Tentu saja bi, dia adalah gadis pertama yang berhasil membuat Rangga sangat mencintainya" jawab Rangga dengan bangganya.


Kedatangan keluarga Rangga karena mereka ingin mengunjungi keluarga Nara.


Serta membahas kelanjutan pernikahan Rangga dan Nara.


Keluarga Rangga menyukai Nara dari awal mereka bertemu di kampung halamannya.


Nara adalah gadis yang tepat untuk mendampingi Rangga.


Setelah menyelesaikan semuanya, Nara pun meminta Rangga dan keluarganya untuk makan siang bersama.

__ADS_1


Kebaikan keluarga Rangga membuat Nara merasa nyaman dan tidak canggung lagi.


Rangga memperhatikan gadis pujaan hatinya itu yang begitu dekat dengan keluarganya.


Setelah makan siang bersama, Rangga memutuskan untuk kembali kekantor.


Karena ia sudah mengatakan jika akan segera kembali.


"Nara aku akan kembali kekantor, apa kamu masih ingin menunggu disini?" Tanya Rangga sambil bersiap siap.


"Iya aku akan menunggu kamu kembali" jawab Nara.


"Calon istri yang sangat baik, membuatku semakin menyayangimu" kata Rangga.


"Sudah cepat pergi" sahut Nara.


"Wahh apa kamu mengusirku?"


"Iya aku mengusirmu, jika kamu terus disini maka jantungku tidak aman" gumam Nara namun masih bisa di dengar Rangga.


"Apa?"


"Sudah Ga, sana cepat pergi kakak pasti sudah menunggu" Nara pun mendorong Rangga untuk segera keluar dari apartement tersebut.


***


Dan hari itupun tiba, dimana keluarga Rangga akan berkunjung ke rumah Nara.


Malam ini tepatnya pukul 19.00 mereka tengah bersiap siap.


Rangga terlihat sangat tampan, entah mengapa ia merasa lebih santai malam ini dari pada sebelumnya.


Mungkin karena keluarga telah menemaninya.


"Rangga ayo kita berangkat" kata kakek Rangga.


"Iya kek" jawab Rangga.


Sebelum keluar dari kamarnya, Rangga melihat sebuah bingkai foto yanga ada di meja kamarnya.


Itu adalah foto ke dua mendiang orang tua Rangga.


**Ayah ibu, doakan semoga semuanya lancar dan Rangga bisa segera menikahi Nara** batin Rangga.


Kemudian Rangga segera menemui kelurganya yang sudah menunggunya.

__ADS_1


Sejujurnya Nara dan seluruh keluarganya tidak tau jika keluarga Rangga hendak berkunjung, karena Rangga memang tidak memberitahukan semuanya kepada Nara.


Sehingga di rumah mewah itu tidak ada persiapan apapun.


Bahkan Nara sedang berkumpul dengan keluarganya sambil menonton TV.


"Noah bagaimana pekerjaanmu di kantor?" Tanya Elard.


"Lancar ayah, Noah sudah bisa mendapatkan banyak proyek dalam waktu satu bulan ini" jawab Noah sambil menimang putri kecilnya yang belum tertidur itu.


"Syukurlah nak, akhirnya kamu sudah berhasil mengelolah perusahan ayahmu" kata Yura.


"Iya bunda, meski kadang Noah masih sering kepikiran untuk menjadi dokter" ucap Noah.


Yura menatap ke arah Elard, kadang Yura merasa kasihan karena putranya itu belum bisa melakukan apa yang ia inginkan.


"Kakak apa ada tamu? Sepertinya ada suara mobil" kata Nara saat mendengar suara mobil yang berhenti di pekarangan rumahnya.


Tanpa di perintah, Nita selaku kepala pelayan di rumah itu langsung melihat siapa yang datang.


Dan ternyata itu adalah Rangga bersama keluarga besarnya.


"Nyonya dan Tuan, di depan ada tuan Rangga beserta keluarganya" kata Nita.


Seketika mereka semua langsung beranjak dari duduknya.


"Ada apa mereka kemari?" Tanya Keyla kepada Nara.


"Tidak tau kak" jawab Nara yang juga tidak mengerti dengan kedatangan mereka.


"Nara masuklah kekamar, dan ganti pakaianmu" kata Noah.


Noah seolah mengerti apa maksud kedatangan keluarga Rangga datang kerumahnya.


"Bunda, ayah sebaiknya kita temui mereka... Biarkan Keyla membantu Nara untuk bersiap siap" kata Noah.


"Iya nak, kalau begitu kita temui mereka sekarang" kata Yura.


Elard Yura dan Noah pun berjalan menuju ruang tamu untuk menemui keluarga Rangga.


Sedangkan Keyla membawa Nara masuk ke dalam kamar untuk bersiap siap.


_____


happy reading❤️

__ADS_1


__ADS_2