Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
S2~ Salah Kamar


__ADS_3

Beberapa menit kemudian mobil Elard sudah sampai di halaman rumahnya.


Mereka berempat turun dari mobil.


Keyla nampak takjup melihat rumah mewah yang berada di hadapannya saat ini.


Sampai sampai Keyla membuka mulutnya, ia tidak mengira akan ada rumah yang persis seperti istana.


"Ini rumah bibi?" Tanya Keyla.


"Iya nak, ini rumah paman kami semua tinggal disini" jawab Yura.


" Ini bukan rumah bi, tapi ini sebuah istana, benar benar menakjupkan" puji Keyla.


"Apa kamu suka?" Tanya Elard.


"Suka paman, apa mungkin aku bisa mempunya rumah semewah ini nanti??" Tanya Keyla namun matanya tidak lepas dari rumah mewah itu.


"Jika kerjamu hanya menghalu dan bermalas malasan kamu tidak akan bisa, jangankan rumah besar. Rumah kecilpun tidak akan bisa kamu miliki" sahut Noah.


"Malas?? Siapa yang kamu bilang malas, aku tidak malas.. apa kamu tau di panti aku selalu membantu ibuku menyapu memasak menjaga adikku dan lain lain. Bagaimana bisa kamu mengatakan aku malas" jelas Keyla yang tidak terima jika Noah mengatakan dirinya malas.


"Cihh" balas Noah sambil berjalan masuk ke rumahnya, tanpa menjawab perkataan Keyla yang sudah kesal.


"Noah bawa koper Keyla kedalam kamarnya!!" Yura berteriak membuat Noah menghentikan langkahnya.


"Bukankah dia bisa membawanya sendiri bunda" ucap Noah.


"Noah, kamu tega membiarkan wanita membawa koper sebesar ini?" Tanya Elard.


"Tidak perlu paman aku bisa membawanya sendiri" sahut Keyla.


"Biarkan Noah yang membawanya nak. Ayo Noah! Bawa koper Keyla dan antarkan dia kekamar Nara"


Tanpa menjawab Noah kembali menghampiri Keyla dan mengambil koper tersebut.


Mereka pun masuk kedalam rumah.


Elard dan Yura lebih dulu menaiki tangga dan masuk kedalam kamarnya.


Sedangkan Noah dan Keyla masih berada di bawah.


Brak!!!!


Noah meletakkan koper itu di depan Keyla.


"Bawa sendiri!" Ucap Noah.


"Tapi bukankah kamu bersedia membawakannya?" Tanya Keyla.


"Itu tadi, tidak untuk sekarang" Noah langsung berjalan menaiki tangga meninggalkan Keyla disana.


Keyla mendengus kesal, Noah bersedia membantunya saat ada orang tuannya saja.


Keyla berfikir jika Noah sudah bersedia berteman dengannya.


"Dasar beruang kutub!!!" Umpat Keyla.


Keyla melihat tangga yang begitu tinggi.


Dengan susah payah Keyla membawa kopernya menaiki tangga.

__ADS_1


"Seandainya tangga ini bisa berjalan seperti di mall, pasti aku tidak akan kesusahan" ucap Keyla yang masih fokus membawa kopernya.


Di atas Noah tertawa melihat Keyla yang kesusahan.


"Dasar Keong" ucap Noah kemudian ia segera masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintunya.


Noah merasa gerah ia membuka bajunya kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Sesampainya di atas Keyla nampak kelelahan.


"Kamar Nara yang mana?? Kamarnya banyak sekali disini" ucap Keyla sambil memperhatikan setiap pintu kamar itu.


Keyla memilih untuk mengetuk pintu itu satu persatu.


"Jika di jawab berarti bukan kamar Nara" ucapnya.


Tok.. tok.. tok..


Keyla menempelkan telinganya di pintu.


"Tidak ada suara, tidak ada orang berarti ini kamar Nara" ucap Keyla yakin.


Keyla membuka pintu tersebut dan ternyata tidak di kunci.


"Wahhh ini kamar?? Besar sekali.. ada AC ada kulkas, ada sofa wahh seperti hotel" ucap Keyla kagum


Keyla langsung berlari dan melompat di atas tempat tidur yang empuk serta berukuran besar.


Keyla merebahkan tubuhnya disana, tangannya mengusap seprei yang begitu lembut.


"Nyaman sekali...." Gumam Keyla.


Ceklek....


Pintu kamar mandi terbuka, Noah sudah selesai dengan aktifitasnya.


Ia menggunakan handuk kecil yang melingkar di pinggangnya.


Noahpun menghanduki rambutnya yang basah setelah keramas.


Noah terbelalak saat melihat seorang gadis merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya.


Dia adalah Keyla, ternyata Keyla salah memasuki kamar.


Noah melepar handuk basah ke wajah Keyla, tentu itu membuat Keyla sangat terkejut.


"Ini apa sih...." Keyla menatap ke arah Noah.


Keyla juga terbelalak saat melihat pria tampan tidak menggunakan pakaian hanya handuk yang terlilit di pinggangnya.


Terlihat tubuh sixpack terpampang jelas di hadapannya.


"Sudap puas melihatku!!" Kata kata Noah berhasil membuat Keyla membuyarkan lamunannya.


"Aaaaaa" keyla langsung berbalik menutup matanya.


"Cihh sudah terlambat.. kamu sudah zolim dengan menatapku seperti itu" kata Noah sambil tersenyum licik.


"Ini bukan salahku!! Untuk apa kamu berada disini seharusnya kamu mandi di kamar mu sendiri" ucap Keyla yang masih menutupi matanya dengan telapak tangannya.


"Apa!! Kamu bercanda ya. Ini kamarku kamu yang sudah berani masuk ke dalam kamarku" ucap Elard.

__ADS_1


**Hah!! Kamarnya? Jadi ink bukan kamar Nara, astaga malunya aku** batin Keyla.


"Maaf aku pikir ini kamar Nara, aku tidak tau" kata Keyla.


"Lalu tunggu apa lagi? Cepet keluar!!!" Usir Noah. Keyla langsung berlari keluar dari kamar Noah dan menutup pintunya.


Jantung Keyla berdegup sangat kencang.


Antara terkagum kagum dan malu jadi satu di benaknya, sampai sampai ia lupa membawa keluar kopernya.


"Astaga Keyla kamu payah sekali, bagaimana ini koperku tertinggal di dalam" Keyla mondar mandi di depan kamar Noah sambil mengigit ujung jarinya.


"Apa aku ketuk saja? Tidak tidak bagaimana jika dia marah.. huahh bagaimana ini" gumam Keyla yang masih mondar mandir.


Ceklek...


Pintu kamar Noah terbuka.


"Noah, itu aku ingin..." Belum sempat berbicara, Noah langsung melempar koper Keyla keluar dari kamarnya.


Kemudian Noah langsung menutup pintunya kembali.


Brak!!!!


"Ish ish ish kasar sekali" ucap Keyla, kemudian ia mengambil kopernya dan membawa koper tersebut kekamar sebelah.


Namun Keyla ragu, ia takut salah kamar lagi.


"Keyla kamu sedang apa?" Tanya Yura yang melihat Keyla berdiri di depan pintu.


"Begini bibi, aku tidak tau di mana kamar Nara" jawab Keyla jujur.


"Astaga, jadi Noah tidak mengantarmu kekamar Nara?" Tanya Yura.


Dan Keyla menggelangkan kepalanya.


Yura pun mengantar Keyla menuju kamar Nara.


"Masuklah nak, ini kamar Nara dan yang sebelah sini kamarnya Noah" jelas Yura sambil menunjuk kamar Noah.


**Aku sudah tau bibi, baru saja aku memasuki kandang beruang itu** batin Keyla.


"Terima kasih bibi" kata Keyla.


"Iya sudah, kamu cepat masuk dan istirahat ya" Yura pun meninggalkan Keyla.


Keyla masuk kedalam kamar Nara.


Keyla memperhatikan setiap sudut di kamar itu, semuanya bernuansa pink dan putih.


Sungguh berbeda dengan kamar yang ia masuki pertama kali, yang bernuansa putih dan abu abu.


Sebelum beristirahat Keyla memutuskan untuk mandi terlebih dahulu, di dalam kamar mandi ia melihat sebuah bathup dan beberapa lilin aromaterapi.


Sebelumnya Keyla tidak pernah mandi di tempat semewah itu, tentu Keyla tidak akan menyia-nyiakan waktunya ia mengisi bak tersebut dengan air dan menuangkan sabun ke dalamnya, Ia pun langsung berendam, Keyla nampak menikmati tubuhnya yang berendam di dalam Bathup.


_____


happy reading.


yukk terus dukung author yaa🥰 berikan vote kalian untuk karya ini. terima kasih 💜

__ADS_1


__ADS_2