
"Bisa aku bertemu dengan mama? Bagaimana pun aku masih putrinya. Mendengar mama sakit membuatku sangat khawatir" kata Keyla.
"Aku tidak masalah Key, tapi sepertinya mama tidak ingin bertemu denganmu karena malu" jawab Dona yang masih tertunduk meratapi nasibnya saat ini.
Keyla tetap memaksa agar bisa bertemu dengan ibu kandungnya, ia pun ingin memberikan perawatan bagi sang ibu agar lekas sembuh.
"Kapan aku bisa bertemu mama?" Tanya Keyla.
"Besok pagi saja, mungkin malam ini mama sudah tidur"
"Baiklah, kalau begitu kamu kirim saja dimana kalian tinggal. Besok aku akan kesana bersama Noah" kata Keyla lagi.
Di saat mereka masih sibuk mengobrol terlihat seorang pria menggunakan kemeja rapi.
Pria itu membawa segelas air putih, dan langsung menyiramkan air itu di wajah Dona.
Seketika membuat Keyla dan Dona terkejut.
"Maaf pak, mengapa anda menyiram saya?" Tanya Dona.
Jika di lihat sepertinya Dona dan pria itu saling mengenal.
"Kerjamu hanya malas malasan! Pekerjaan belum selesai kamu sudah bergosip disini!" Terlihat pria itu cukup murka.
Pria berusia 40 tahun tersebut merupakan manager Restoran dimana Dona bekerja.
Sedari tadi pria itu memperhatikan Dona yang menghentikan pekerjaannya lalu duduk dan mengobrol.
"Maaf, saya yang sudah membawa Dona untuk bicara disini" ucap Keyla, ia tidak ingin manager itu salah paham terhadap Dona.
"Oh!! Jadi kamu yang sudah berani membawa pelayan saya bermalas malasan!" Kata pria itu yang masih mengeraskan nada bicaranya.
"Cara bicara anda sungguh tidak enak di dengar, Dona adalah pegawai disini dia bukan pelayan anda" sahut Keyla lagi.
Pria bernama Rian itu menaikkan satu alisnya, seolah dia tidak terima dengan perkataan Keyla yang menegurnya.
"Saya adalah bos disini, maka dari itu dia adalah pelayan saya" ucap Rian menunjuk Dona.
"Key sudahlah, aku akan melanjutkan pekerjaanku. Lebih baik kamu pergi" kata Dona.
"Tapi dia sudah menghinamu"
Tanpa mereka sadari, sedari tadi Noah melihat semuanya.
Awalnya Noah hanya memperhatikan dari kejauhan, tetapi saat ia melihat istrinya di bentak Noah pun tidak terima, terlebih lagi oleh seorang pria.
Noah segera menghampiri mereka bertiga.
Rian masih saja berdebat dengan Keyla.
"Ada apa ini?" Tanya Noah yang melihat Dona basah kuyub.
__ADS_1
"Sayang pria ini sudah keterlaluan" jawab Keyla.
"Maaf tuan, jangan ikut campur!" Sahut Rian.
Kemudian Rian memegang tangan Dona dan menariknya seperti pelayan rendahan.
"Stop!!" Noah menahan pria itu.
"Lepaskan tangan anda!" Ucap Noah dengan tatapan dinginnya.
"Memangnya siapa kamu berani memerintahku? Apa kamu tidak tau aku adalah manager disini!" Sambung pria itu lagi.
"Cih! Bahkan jika aku mau, aku bisa membeli Restoran ini. Sangat memalukan seorang manager memperlakukan wanita seperti ini" kata Noah.
"Saya tidak perduli siapa anda, Dona cepat masuk!!" Perintah Rian sambil mendorong Dona sampai gadis itu terjatuh di lantai.
Entah karma apa, sampai Dona harus bekerja di bawah tekanan pria yang sama sekali tidak bisa menghargainya.
Dengan sigap Dona langsung berusaha berdiri, ia tidak ingin sang manager memecatnya.
Karena pekerjaan ini sangat penting baginya.
"Sekali lagi saya mohon maaf pak, dan maafkan teman teman saya. Saya akan lanjut bekerja" kata Dona sambil membungkukkan tubuhnya.
"Cukup! Jangan lagi kamu bekerja dengan orang seperti ini" sahut Noah.
Tidak ingin berdebat dengan Rian, akhirnya Noah pun melempar gelas yang sedari tadi di pegang Rian.
Noah sengaja melakukan itu agar sang pemilik Restoran segera keluar menemuinya.
"Hei! Apa yang kamu lakukan?" Tanya Rian.
"Panggil bosmu! Kamu hanya seorang manager disini. Cepat panggil atau aku pecahkan semua barang yang ada disini!!" Ancam Noah.
Dona mulai ketakutan, ia takut ini adalah hari terakhir dirinya bekerja. Bisa jadi setelah ini Dona akan di pecat.
"Sayang apa yang kamu lakukan?" Tanya Keyla.
"Tenang By, pria seperti ini harus di beri pelajaran" jawab Noah.
Dan benar saja, akibat keributan itu membuat pemilik Restoran tersebut langsung turun tangan.
"Ada apa ini?" Tanya pria yang berusia lebih tua dari Rian.
Bisa di katakan pria tua itu adalah direktur utama Restoran tersebut.
"Maaf tuan, pria ini membuat ulah saya akan mengusirnya" kata Rian dengan suara melemah.
Rangga dan Nara pun langsung keluar dari Restoran tersebut, melihat keributan apa yang terjadi pada kakaknya.
"Jadi anda pemilik Restoran ini?" Tanya Noah.
__ADS_1
"Iya benar, lalu kenapa anda membuat keributan di tempat saya?" Tanya pemilik Restoran tersebut.
"Baguslah, bersiaplah aku akan segera menutup Restoran ini" ucap Noah.
"A..apa maksud anda?" Tanya pemilik Restoran yang bernama Fadil itu.
"Rangga urus semuanya, ambil alih Restoran ini dan jelaskan siapa aku sebenarnya" perintah Noah.
Sebenarnya Noah hanya menggertak saja, ia tidak sungguh sungguh ingin menutup Restoran tersebut.
Fadil dan Rian masih kebingungan, mereka masih tidak mengerti sebenarnya siapa pria muda yang ada di hadapannya.
"Baby bawa Dona masuk, beri dia minum sepertinya dia masih terkejut" kata Noah.
"Iya sayang" Keyla pun membawa Dona masuk ke dalam Restoran itu dan memberinya segelas air putih.
Nara yang masih tidak mengerti ada apa, hanya bisa mengikuti Keyla dari belakang.
"Tenanglah, Noah akan menyelesaikan semuanya" kata Keyla dan Dona hanya mengangguk pelan.
Terjadi obrolan antara Rangga dan pemilik Restoran tersebut.
Setelah mengetahui siapa Noah. Fadil bergegas menghampiri Noah dan meminta maaf kepadanya.
"Tuan Noah maafkan saya, saya sama sekali tidak mengerti jika anda adalah putra tuan Desmon. Saya mohon maafkan perilaku anak buah saya" ucap Fadil memohon.
"Jika anda ingin Restoran ini tetap ada, maka pertaruhkan sesuatu untuk saya" ucap Noah tanpa menatap ke arah Fadil.
Fadil dan Rian masih tidak mengerti dengan maksud Noah.
Apa yang harus ia pertaruhkan demi mempertahankan Restorannya yang sudah mulai berkembang.
"Maaf tuan, apa yang bisa saya lakukan?" Tanya Fadil.
"Mudah saja tuan Fadil, cukup anda pecat manager yang tidak berperasaan itu" ucap Noah.
Seketika membuat Rian terdiam dan ketakutan, tubuhnya sedikit bergetar mengetahui keinginan Noah.
"Maaf tuan, tapi Rian adalah manager terbaik saya" ucap Fadil lagi.
Itu tandanya Fadil tidak ingin mengorbankan Rian untuk di pecat.
"Manager yang baik tidak akan memperlakukan wanita seperti hewan, bayangkan saja jika gadis yang ia seret dan dorong itu adalah putri anda. Apa yang akan anda lakukan?" Tanya Noah kepada Fadil.
"Tuan saya tidak melakukan apa yang tuan Noah tuduhkan" kata Rian, pria itu memohon kepada Fadil, agar menolak keinginan Noah.
"Ternyata manager anda juga jago berbohong, bukankah ini Restoran mewah. Tentu memiliki CCTV" sahut Rangga yang sedari tadi menyaksikan perdebatan tersebut.
Sebelumnya Rangga juga sudah melihat bagaimana perlakuan Rian terhadap Dona.
Rangga pun menyayangkan perbuatan pria itu, sekalipun Dona pernah melakukan kejahatan di masa lalu.
__ADS_1
Tidak seharusnya ia mendapatkan perlakuan seperti itu terlebih lagi dari seorang pria.